Pacarku Harimau Putih

Pacarku Harimau Putih
rencana dijalankan


__ADS_3

HHari pun berganti, Iren dan Ririnpun bersiap siap untuk kembali bersiap siap hendak pergi ke perusahaan Iren. Untuk menuntaskan pekerjaannya yang tertunda.


"Tan, Iren dan Ririn berangkat ya" pamit Iren setelah menghabiskan sarapannya.


"Jangan bawa mobil sendiri.. Paman Rudi sudah mengirim sopir untuk kalian" kata Rosita.


"Ya tan.." jawab Iren.


"Tan.. Kami berangkat ya" pamit Ririn menyalimi kedua tante Iren dan diikuti oleh Iren.


Di depan, seorang sopir sudah menunggu mereka berdua.


"Mari non.." kata Agus membukakan pintu mobil.


"Terimakasih ya pak" kata Iren.


Setelah menutup kembali pintu mobilnya, Agus setengah berlari menuju ke pintu untuk duduk dibelakang kemudi.


Perlahan Agus melajukan mobilnya untuk mengantar Iren.


"Maaf pak, kita belum kenalan.." kata Iren.


"Saya Agus non.." jawab Agus.


"Saya manggilnya mas aja ya," kata Iren.


"Terserah non saja" jawab Agus.


"Sudah berkeluarga mas??" tanya Ririn lagi.


"Iihhh kepo banget loe.." kata Iren menyikut Ririn.


"Hehehe ga papa non.. Saya belum berkeluarga non" jawab Agus santai.


"Maafya mas, temenku yang ini rada rada kepo" kata Iren.


"Yee kata masnya aja ga papa. Ya kan mas.. Mentang mentang loe bentar lagi married terus gue nanya kaa gitu ga boleh. Ehhh tapi ngomong ngomong, aura loe beda deh Ren.." kata Ririn.


"Beda gimana??" tanya Iren.


"Loe tuh jadi lebih ceria gitu. Dulu mah boro boro becanda. Ngobrol sama orang yang belum dikenal aja kaya males" kata Ririn.


"Aahh masa siii.. Perasaan loe aja kali Rin.." kata Iren mengelak.


"Hmmmm pasti ni karena Nathan ya.. Bagus deh, dengan adanya Nathan bisa buat loe leboh ceria" kata Ririn.


"Dan loe teman gue yang paling ter" kata Iren.


Selama perjalanan, mereka pun mengobrol ngobrol dengan sang sopir. Dan tanpa Iren ketahui sang sopir adalah kiriman dari Nathan untuk berjaga jaga jika sewaktu wakti Santi mengancam nyawa Iren.


Tidak beberapa lama kemudian merekapun sudah tiba. Iren dan Ririn masuk ke dalam perusahaannya.


"Mbak Iren.. Sudah apa sudah baikan??" tanya Widi.


"Ehh mbak, iya sudah.." jawah Iren.


"Baguslah kalau begitu. Oh ya mbak Iren dan mbak Ririn ditunggu bapak di ruangannya, langsung ke sana saja ya.." kata Widi.


"Baik mbak. Terimakasih.." jawab Iren.


"Terimakasih ya mbak" jawab Ririn juga.

__ADS_1


#####


Sedangkan di luar perusahaan, orang orang suruhan Nathan sudah bersiap siaga. Mereka melakukan peran mereka masing masing. Dan ada juga dua orang yanh sengaja di tempatkan menjadi OB di dalam perusahaan.


Namun selain mereka, ada sepasang mata yang berpura pura menjadi tukang ojek untuk menjadi mata mata.


"Bos.. Target sudah kembali ke perusahaan." kata orang tersebut.


"Bagus, awasi dahulu gerak geriknya" suara di seberang teleponnya.


"Baik bos" jawab orang itu.


Sedangkan orang suruhan Nathan mengetahui gerak gerik yang mencurigakan dari orang tersebut.


"Ngger, loe lihat orang yang make jaket ijo itu??" kata Aris.


"Yang mana??" tanya Angger yang berpura pura menjado pedagang gorengan.


"Cckk itu yang jaket ojek online itu" tunjuk Aris menggunakan dagunya..


"Ini?? Dekat pintu masuk??" tanya Angger.


"Iya.." jawab Aris.


"Kenapa?" tanya Angger.


"Gue curiga sama ini orang, dai sedari tadi seperti mengamati area perusahaan." kata Aris.


"Gue foto dulu, gue kirim ke Agus" jawab Angger mulai mengambil ponselnya dan berpura pura foto selfie dengan Aris.


"Pura pura foto selfi, biar doi ga curiga" bisik Angger.


#####


Tingg...


Ponsel Agus berbunyi, Aguspun yang tengah duduk bersantai di dalam mobilnya pun segera meraih ponselnya.


"Gus, nanti loe perhatikan orang ini ya.. Kita curiga sama doi" pesan dari Angger.


"Ok, siap.. Gue kesitu ahh. Bosen di sini.. Lagian di dalam sudah ada Banu sama Candra." balas Agus.


Aguspun turun dari mobilnya dan segera menghampiri kedua temannya. Tidak lupa sebelum meninggalkan mobilnya, Agis mengecek kamera CCTV yang sudah sengaja dipasang di mobil tersebut.


Setelah dirasa aman, Agus segera berjalan menuju ke kedua temannya.


#####


"Ayah mau kemana??" tanya bunda.


"Ayah mau menengok ke adaan papa bun.. Apa bunda mau ikut??" tawar bunda.


"Mmmm" bunda bingung.


"Papa sudah bisa menerima kita bun.. Bunda tidak perlu khawatir lagi.. Bersiap siaplah, ayah tunggu di teras" kata ayah yang tau dengan keraguan istrinya itu.


"Ya udah, tunggu sebentar ya yah" jawab bunda yang bergegas kembali ke kamar.


Beberapa saat kemudian, bunda sudah siap.. Ia hanya mengambil tas tangannya.


"Ayok yah.. Kita mampir beli beberapa buah buahan dulu ya" kata bunda.

__ADS_1


"Baiklah" jawab ayah.


Ayah dan bunda pun pergi meninggalkan rumah mereka. Setelah membeli beberapa macam buah buahan mereka langsung menuju ke kediaman kakek.


Ini kali pertama bunda ikut kerumah kakek. Perasaan bunda dilingkupi kegugupan. Meski bukan pertama kalinya lagi bertemu dengan kakek, namun ini kali pertama bagi bunda mengunjunginya dan menginjakkan kakinya di wilayah kekuasaan kakek.


"Sayang, jangan gugup gitu dong.. Kamu jadi seperti anak ABG yang akan bertemu dengan orang tua sang pacar" kata ayah terkekeh.


"Ayah isshh, ini kan pertama kalinya bunda kesini yah.." sungut bunda.


"Iya, maafkan ayah ya bun, selama ini belum bisa membahagiakan bunda" kata ayah menggenggam erat tangan bunda.


"Bunda sudah hidup bahagia selama ini yah.." senyum bunda.


"Baiklah, ayo kita turun" ajak ayah.


#####


"Ar, loe kenapa ga coba deketin temennya Iren aja?" tanya Nathan.


"Ckkk mentang mentang loe dah punya calon" kata Arya.


"Bukan gitu.. Apa yang loe tunggu si.. Loe tuh dah terbilang sukses Ar. Bengkel loe selalu full, bahkan pelanggan loe aja sampe rela ngantri lama" kata Nathan.


"Nanti lah Than, masalah itu gampang" jawab Arya.


"Lalu, bagaiamana dengan cabang yang di sana?" tanya Nathan.


"Gue dah minta konfirmasi sama mandornya. Tinggal sedikit lagi, nanti gue minta tolong loe yang urus ya" kata Arya.


"Kenapa gue?? Kan itu bengekel loe" jawab Nathan.


"Yaa anggep aja loe bawahan gue" senyum Arya.


"Hmmmm gitu yaa" kata Nathan merangkul leher Arya dan berpura pura menjitak kepala Arya.


#####


Di perusahaan, setelah menemui Rudi. Iren dan Ririn kembali ke kubikel mereka.


"Hai Ren.. Selamat pagi, loe sudah berangkat Ren?? Dah baikan??" sapa Rangga.


"Eh kak.. Alhamdulillah.." jawab Iren.


"Ok,. Selamat bekerja lagi ya.. Kalau ada apa apa, hubungi saja gue" kata Rangga.


Iren hanya mengangguk, dan dia segera menyalakan komputernya dan segera memeriksa file file yang sudah kirim untuknya.


"Ren, loe dah beres sama materi materi laporan?? Gue masih bingung mau ngajuin judul apa nih" kata Ririn.


"Hmmm kenapa ga kita ajuin judul yang loe soal pemasaran dan gue yang perijinan sebuah proyek properti" ide Iren.


"Hmmm bagus juga tuh.. Ok deh, gue ikuti saran loe aja" jawab Ririn.


"Siiipp, soal pengajuan judul kirim via email kan??" tanya Iren.


"Iya, sekali gambaran isinya" jawab Ririn.


"Ok deh" kata Iren.


Mereka pun kembali disibukan dengan tugas mereka masing masing.

__ADS_1


__ADS_2