
Malam harinya, cuaca di langit sangat cerah.. Bintang bertaburan di temani rembulan yang bulat sempurna.. Malam yang sempurna bagi mereka yang sedang menikmatinya..
Iren, Nathan, Ririn dan bi Marni mulai mempersiapkan semuanya. Nathan menata beberapa kayu untuk di jadikan api unggun agar menjadi lebih hangat untuk mereka. Sedangkan para perempuan sibuk menyiapkan bakaran nya seperti jagung, iga sapi, bahkan ada beberapa ikan dan daging lainnya..
Setelah selesai menyiapkan api unggunnya, Nathan mengambil gitarnya dan mulai memainkan.. Ririn dan Iren membantu bi Marni memulai untuk membakar bahan bahan tadi.
Mereka tampak sangat menikmati.. Tanpa mereka sadari, sejak tadi ada beberapa sosok yang mengawasi aktifitas mereka. Insting Nathan pun bergejolak, meski dia tidak tau posisi sang mata mata tapi dia tidak dapat membohongi firasatnya.
Ririn mendekati Nathan dan duduk di sebelah kirinya, dia ikut menyanyikan lagu yang sedang di mainkan Nathan.
"Bagus juga suara loe Rin.." ledek Nathan.
"Iihhh baru sadar loe ya.. Suara gue dari lahir dah cakep tau.. Apa lagi kalo Iren yang nyanyi beeuuhhh cakep.." kata Ririn.
"Ren... Sini loe nyanyi... Biar Nathan yang ngiringin" panggil Ririn..
"Aku kesana gapapa kan bi..." pamit Iren..
"Gapapa atuh neng.. Ini bawa sekalian.. Nanti yang lain nyusul" jawab bi Marni tersenyum..
"Trimakasih ya bi" jawab Iren.
Iren mendekat dan duduk di sebelah kanan Nathan.
"Mau nyanyi apa?" tanta Nathan.
"Apa ya..." Iren memikirkan sebuah lagu..
"Bebas, kamu pengen nyanyiin apa.." kata Nathan menatap Iren.
"Beautiful in white, weistlife.. Bisa?" tanya Iren..
"Bisa.. Ok.. Siap ya.." Nathan memulai memetik gitarnya, Iren pun mulai bernyanyi.
...Not sure if you know this...
...Tidak yakin apakah kau tau ini...
...But when we first met...
...Tapi saat pertama kita bertemu...
...I got so nervous I couldn't speak...
...Aku sangat gugup, Aku tidak bisa bicara...
...In that very moment...
...Pada saat itu juga...
...I found the one and...
...Kutemukan seseorang dan...
...My life had found its missing piece...
...Hidupku telah menemukan bagiannya yang hilang...
...So as long as I live I love you...
...Selama aku hidup, ku kan mencintaimu...
...Will have and hold you...
...Akan memiliki dan memelukmu...
...You look so beautiful in white...
...Kau terlihat sangat cantik bergaun putih...
...And from now to my very last breath...
...Dan mulai sekarang hingga akhir nafasku...
...This day I'll cherish...
...Hari ini akan selalu ku kenang...
...You look so beautiful in white...
...Kau terlihat sangat cantik bergaun putih...
...Tonight...
...Malam ini...
...What we have is timeless...
...Apa yang kita miliki adalah abadi...
...My love is endless...
...Cintaku tiada akhirnya...
...And with this scream I...
...Dan dengan berteriak aku...
...Say to the world...
...Katakan pada dunia...
...You're my every reason you're all that I believe in...
...Kau adalah semua alasan ku, kau adalah segala yang aku percayai...
...With all my heart I mean every world...
__ADS_1
...Dengan sepenuh hatiku, kuucap setiap kata sungguh-sungguh...
...So as long as I live I love you...
...Selama aku hidup, aku mencintaimu...
...Will have and hold you...
...Akan memiliki dan memelukmu...
...You look so beautiful in white...
...Kau terlihat sangat cantik bergaun putih...
...And from now to my very last breath...
...Dan mulai sekarang hingga akhir nafasku...
...This day I'll cherish...
...Hari ini akan ku kenang...
...You look so beautiful in white...
...Kau terlihat sangat cantik bergaun putih...
...Tonight...
...Malam ini...
...oooh oh...
...You look so beautiful in white...
...Kau terlihat sangat cantik bergaun putih...
...Na na na na...
...So beautiful in white...
...Sangat cantik bergaun putih...
...Tonight...
...Malam ini...
...And if our daughter's what our future holds...
...Dan jika seorang anak perempuan adalah masa depan kita nantinya...
...I hope she has your eyes...
...Aku harap dia mewarisi matamu...
...Finds love like you and I did...
...Menemukan cinta seperti kamu dan aku lakukan...
...Yeah, Aku berharap dia jatuh cinta dan aku akan membiarkannya pergi...
...I'll walk her down the aisle...
...Akan kuiringi dia ke lorong gereja...
...She'll look so beautiful in white...
...Dia akan terlihat sangat cantik bergaun putih...
...You look so beautiful in white...
...Kau terlihat sangat cantik bergaun putih...
...So as long as I live I love you...
...Selama aku hidup, aku mencintaimu...
...Will have and hold you...
...Akan memiliki dan memelukmu...
...You look so beautiful in white...
...Kau terlihat sangat cantik bergaun putih...
...And from now to my very last breath...
...Dan mulai sekarang hingga akhir nafasku...
...This day I'll cherish...
...Hari ini akan ku kenang...
...You look so beautiful in white...
...Kau terlihat sangat cantik bergaun putih...
...Tonight...
...Malam ini...
...You look so beautiful in white...
...Kau terlihat sangat cantik bergaun putih...
...Tonight...
...Malam ini....
__ADS_1
Plok...plok...plok...
Suara tepuk tangan dari arah dalam rumah. Ternyata paman Rudi datang beserta anak dan istrinya.
"Paman..." panggil Iren bangkit berdiri di ikuti oleh Ririn dan Nathan.
"Wahhhh kalian bakar bakaran ga ngajak ngajakin" kata Rudi.
"Hehehe.. maaf ya paman.." kata Iren.
"Haloo kak Iren.. Apa kabar??" sapa Galih..
"Ini Galih?? Waaahh kamu dah gedhe ternyata.. Bagaimana kabarmu? Masih SMA atau dah kuliah??" kata Iren sambil mengulurkan tangannya.
"Bisa aja nih kak.. Baru semester 2 kak.." jawab Galih sambil mengulurkan tangannya.
"Ohh iya, nih kenalin temen temen kakak.. Ini Ririn dan ini Nathan" Iren memperkenalkan teman temannya..
"Salam kenal" jawab Galih menunduk sopan ke arah Ririn dan Nathan.
Akhirnya mereka semua pun berkumpul dan menikmati semua hidangan yang sudah tersedia..
Semua sangat menikmati keakraban mereka, saling bersenda gurau dan tak luput Iren dan Nathan menjadi bahan ledekan mereka.
Malam semakin larut, udara semakin terasa dingin.
"Iren, paman masuk ke dalam dulu ya.. Maklumlah badan tua, dah ga kuat dengan udara dingin" kata Rudi tersenyum.
"Iya Ren, paman mu ini dah ga kuat dengan angin malam, pasti langsung masuk angin" sambung istrinya..
"Ahhh iya bi, om gapapa kok silahkan istirahat dulu" jawab Iren..
"Kak, Galih juga ya.. Udah ngantuk nih.. Dari kemarin banyak tugas jadi begadang terus" kata Galih.
"Ya gapapa... Kirain masih kuat melek kamu.. Ya udah kalau mau istirahat" jawab Iren.
"Kakak juga jangan malam malam, di sini dingin kak.. Nanti sakit" kata Galih perhatian..
"Iya... Bentar lagi.." jawab Iren tersenyum..
"Ren, masuk aja yukk... Dingin lama lama, gue ga kuat" ajak Ririn.
"Ya udah istirahat aja deh.. Loe masuk aja.. Gue beresin dulu" kata Iren akhirnya.
"Ga gue bantuin?" kata Ririn ga enak.
"Ga usah.. Dikit kok" jawab Iren sambil mulai berkemas.
Ririn pun meninggalkan Iren dan Nathan berdua.. Nathan tidak akan mungkin meninggalkan Iren sendirian dengan hatinya yang was was..
"Sini aku bantuin..." kata Nathan.
Tidak lama mereka beberes, dan kembali masuk ke dalam rumah.
Iren berjalan menuju dapur untuk mencuci sisa piring dan beberapa alat yang lainnya. Nathan dengan sangat setia menemani Iren.
"Ren, boleh kita bicara sebentar?" kata Nathan yang sedari tadi duduk di balik meja di dapur..
"Ada apa Than?" tanya Iren.
"Soal tadi waktu kamu menangis... Kamu melihat apa?" Nathan mulai mengungkapkan rasa penasarnnya.
"A..aku cuma melihat ular.." kata Iren gugup...
Iren sedang tidak ingin menceritakan mimpi itu ke siapa pun.. Meski membuatnya merasa tidak nyaman, bagi dia ini hanya sekedar mimpi..
"Hmmm ok... Jika ada sesuatu ceritakanlah kepada ku.. Jangan ragu.." kata Nathan dan Iren hanya menganggukkan kepalanya.
"Ya udah istirahatlah, malam sudah sangat larut" kata Nathan lagi..
"Ok.. Kamu juga jangan lupa istirahat" jawab Iren bangkit berdiri dan meninggalkan Nathan sendirian.
Nathan menatap kepergian Iren, dia merasa ada sesuatu yang Iren tutup tutupi.. Untuk menghilangkan semua yang ada dalam pikirannya, Nathan memilih pergi keluar rumah.
Nathan berjalan mengelilingi rumah Iren yang halamannya cukup luas.. Dalam gelapnya malam, dengan sangat jelas Nathan mendengar ada sesuatu di balik tembok pagar rumah Iren.
Nathan perlahan memanjat pohon mangga yang cukup tinggi, dia mencoba mengecek ada sesuatu kah di balik sana..
Nathan mencium bau yang dia kenal, dengan spontan Nathan mencoba meloncati tembok itu dari atas pohon dan langsung merubah wujudnya.
Melihat persembunyiannya sudah diketahui oleh Nathan, anak buah tiger langsung berlari. Melihat itu, Nathan dengan sekuat tenaganya mengejarnya.
Mereka saling kejara kejaran, Nathan berlari dari sisi kanan sang musuh.. Pohon pohon tampak seperti berlari ke arah sebaliknya.. Nathan terus mencoba mengejar dengan sesekali menengok ke kiri. Di saat waktu yang tepat Nathan melompat ke arah sang musuh.
Maughhhhh...
Nathan mengigit bagian leher musuhnya. Musuh dengan sekuat tenaga memberontak, dan gigitan Nathan pun terlepas. Saat merasa sudah terlepas dari gigitan Nathan, dia mencoba menampar Nathan dengan cakarannya.. Dengan sigap Nathan menghindari, dan membalasnya.
Mereka bertarung, dan sesekali saling mengejar.. Hingga akhirnya, Nathan dapat mengunci sang lawan.
"Kamu di suruh bosmu untuk mengikutiku haahh!!!" bentak Nathan.
"Bukan urusanmu egggghhhh" kata orang itu merasa kesulitan bernafas.
"Aku peringatkan kepadamu juga sampaikan kepada bosmu.. Jangan pernah mengusik sesuatu yang berhubungan dengan ku!! Jika tidak kalian akan tinggal nama di tanganku. Paham!!!" kata Nathan mengeratkan cakarnya..
"Pergilah!!! Dan sampaikan itu kepada bosmu!!!" sambung Nathan mendorongnya hingga jatuh.
Orang itu pun langsung berlari meninggalkan Nathan. Nathan pun memilih kembali ke rumah Iren. Dan tanpa di sadari ternyata dia berada sangat jauh dari rumah.
**terimakasih atas dukungannya..
terimakasih atas like dan komentnya.
semoga tidak bosan ya..
jangan lupa terus like dan komen untuk author suapaya terus bersemangat.
__ADS_1
terimakasihhh..
jangan lupa melipir ke novel author yang pertama Cinta Dalam Dendam dan Benci**..