
Setelah memposisikan Nathan di tempat yang lebih nyaman, Arya menghampiri ayah yang sedang mengurus kakek.
"Paman.." panggil Arya.
"Mudah mudahan kakek mampu bertahan," kata ayah yang tau aoa yang akan Arya tanyakan.
"Tapi Nathan??" tanya Arya.
"Paman cek dulu.. Kamu tunggu di sini sebentar" jawab ayah.
Lalu ayah pergi meninggalkan Arya dan menghampiri Nathan yang tergeletak.
Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk ayah memeriksa kondisi Nathan..
"Nathan hanya kelelahan saja, dia baik baik saja.. Mengingat dia baru sembuh dari luka dalamnya, jadi kondisi fisiknya belum sepenuh bisa melakukan hal seperti tadi.." kata ayah.
"Syukurlah kalau begitu.. Mudah mudahan ini akhir dari sebuah peperangan ya paman.. Dan semua baik baik saja.." kata Arya.
"Amin.." jawab ayah mengangguk.
"Paman aku mau kedepan dulu" pamit Arya.
"Ya, paman juga mau mengecek Rio" kata ayah.
Mereka pun berpisah, Arya menuju ke bagian nahkoda sedangkan ayah menuju ke tempat Rio tang tengah beristirahat.
Arya teringat dengan Iren saat melewati Iren yang tengah duduk melamun.
"Iren.." panggil Iren.
"Ehhh mas.." jawab Iren lemas.
"Kenapa tidak istirahat??" tanya Arya.
"Iren ga ngantuk mas.." jawab Iren.
"Tengoklah Nathan, mungkin dengan adanya kamu dia akan lebih baik.." kata Arya.
"Kenapa dengan dia mas?? Dia baik baik saja kan?" tanya Iren khawatir.
"Dia baik baik saja Iren, dia hanya kelelahan." jawab Arya tersenyum melihat ke khawatiran Iren.
"Terimakasih ya mas.. Saya mau melihat Nathan dahulu" pamit Iren.
"Baiklah, Nathan ada di kamar kakek" jawab Arya.
Irenpun pergi menuju dimana Nathan tengah beristirahat. Sedangkan Arya kembali menuju ketujuannya.
"Bagaimana keadaanmu Rio??" tanya ayah.
Rio yang tengah memejamkan matanya terkejut mendengar ayah bertanya kepadanya..
"Ahhh tuan.." jawab Rio yang akan bangun dari tidurnya.
Ayah membantu Rio untuk duduk.
"Terimakasih, saya sudah baik baik saja tuan" jawab Rio.
"Apakah kamu menyesal??" tanya ayah memastikan.
"Menyesal??" tanya Rio bingung.
"Menyesal membantuku dan bahkan kamu yang mengakhiri Yosep tuanmu sendiri" kata ayah menjelaskan.
__ADS_1
"Tidak tuan.. Saya justru berterimakasih karena tuan masih memberi saya pengampunan dan kesempatan untuk hidup.. Bahkan anda berkenan melindungi putra saya" jawab Rio.
"Apa kamu mau aku seperti itu" ayah terkekeh.
"Hehehe tuan bisa saja, saya hanya bisa berterimakasih sama tuan.." kata Rio.
"Sama sama Rio.. Jika bukan karena kamu, saya juga tidak mungkin bisa menemukan Iren.. Terimakasih ya.." kata ayah menepuk pundak Rio pelan dan Rio hanya membalas dengan anggukan.
"Kamu beristirahatlah, aku mau mengecek yang lain ya" pamit ayah.
"Baik tuan.." jawab Rio.
#####
"Apakah semua aman??" tanya Arya ke Andi yang tengah serius menatap ke depan.
"Tuan... Semua aman tuan.. Sepertinya tidak lama lagi kita akan tiba" kata Andi, Arya hanya mengangguk.
"Terimakasih kamu bersedia membantu kami" kata Arya.
"Sama sama tuan," jawab Andi.
Merekapun lanjut mengobrol, sedangkan ayah mengecek beberapa anak buah kakek yang terluka.
#####
Iren duduk di samping Nathan, dia memandangi wajah Nathan yang sedikit terlihat pucat.
"Yang.. Kenapa menjadi seperti ini" lirih Iren.
"Emmm.. Bolehkan a..aku mendengarnya lagi??" kata Nathan lemah dengan guratan senyum dibibirnya.
"Yang mana??" tanya Iren mencoba menutupi keterkejutannya.
"Aku suka melihatmu seperti ini.." kata Nathan menggoda.
"Aku sudah baik baik aja kok, apa lagi ada kamu di sini.." senyum Nathan..
#####
Tidak lama kemudian, mereka sudah tiba di daratan. Dan Nathan sudah siuman meski masih lemah.
Waktu sudah menunjukkan tengah malam, ini memudahkan bagi mereka untuk merubah wujudnya mereka.
"Andi.." panggil ayah...
"Iya saya tuan..." jawab Andi.
"Kamu mau ikut dengan kami, atau mau kembali ke kelompokmu??" tanya ayah.
Andi terdiam, untuk saat ini dia belum ada tujuan harus kemana. Dan ayah mengetahui itu.
"Kamu ikutlah dulu dengan kami, nanti jika kamu sudah tau tujuan kamu. Kamu boleh pergi" tawar ayah.
Andi menatap Rio seakan akan meminta pendapat.
"Rio akan ikut kami.. Kami akan merawatnya sementara waktu.. Setelah itu kami juga menyerahkan keputusan kepada dia untuk dirinya sendiri." jawab ayah yang tau apa yang sedang Andi pikirkan.
"Jika tuan berkenan, ijinkan saya ikut tuan" kata Andi.
"Baiklah kalau begitu, mari kita segera pergi dari sini" jawab ayah.
Mereka pun bergegas meninggalkan kapal, dan segera menuju ke rumah kakek untuk memberikan pertolongan ke kakek.
__ADS_1
Sedangkan Iren terpaksa di gendong Arya, mengingat kondisi Nathan yang masih lemah.
Hampir menjelang subuh mereka tiba di rumah kakek. Ayah langsung meminta para anak buah untuk membantunya membawa kakek ke kamarnya.
Arya membawa NathN untuk beristirahat di kamarnya yang dahulu, sedangkan Iren di mint untuk beristirahat di kamar tamu.
"Paman, mau kemana??" tanya NathN saat melihat ayah berjalan ke luar rumah.
"Paman mau memberi kabar bunda, dia pasti sangat khawatir." jawab ayah.
"Baiklah kalau begitu" kata Nathan berjalan menuju ke arah dapur.
Ayah pergi menuju ke halaman belakang rumah dan mengambil ponselnya.
"Ahhh sial, aku lula ga mengisi dayanya" gerutu ayah saag melihat ponselnya mati.
Lalu ayah kembali ke dalam rumah dan mencari Arya.
#####
Di rumah Iren, bunda kembali tidak dapat memejamkan matanya. Sedangkan Ririn sudah tertidur sejak tadi.
"Ayah, kenapa tidak ada kabar sedikitpun dari kamu yah.." batin bunda khawatir.
Lalu bunda turun dari tempat tidurnya dan berjalan ke luar kamar..
"Bunda..." panggil Ririn yang terbangun..
"Bunda memebangunkanmu ya nak??" tanya bunda..
"Ah tidak bunda.. Bunda mau kemana??" tanya Ririn.
"Bunda haus, bunda ingin ambik air minum" jawab bunda..
"Mau Ririn temani??" tanya Ririn.
"Tidak usah Rin, bunda bisa sendiri. Kamu beristirahatlan"jawab bunda.
"Baik lahbun, bunda juga jangan lama lama ya" pesan Ririn.
Bunda hanya mengangguk dan kembali berjalan ke luar kamar. Bunda menuju ke dapur dan membuat secangkir teh hangat.
Bunda tidak langsung kembali ke kamar, tapi dia duduk termenung di ruang keluarga.. Bunda masih memikirkan keadaan mereka semua, hatinya terasa tidak sabar untuk segera ingin tau keadaan mereka.
#####
"Ar.. Apa ponsel kamu bisa untuk menelpon??" tanya ayah.
"Bisa paman.. Ini.." jawab Arya menyerahkan ponsel miliknya.
"Paman pinjam ya, untuk menpon bunda.. Ponsel paman lagi habis batre.." jawab ayah.
"Iya paman." kata Arya.
Ayahpun kembalu keluar menjnu halaman belakang rumah.
"Hallo Arya.." terdengar suara bunda..
"Hallo bunda.." jawab ayah setelah panggilan teleponnya diterima.
"Ayah??? Bagaimana keadaan kalian yah?? semua baik baik saja kan?! bunda khawatir" jawab bunda.
"Semua baik baik saja bun, besok kami akan ke sana yaa.. Kami akan beristirahat dulu di sini." kata ayah.
__ADS_1
"Baik yah, bunda tunggu ya.." jawab bunda.
Ayah pun mematikan panggilan teleponnya dan kembali menemui Arya. Setelah mengembalikan ponselnya, ayah bergegas membuat resep untuk mengobati kakek dan Nathan.