Pacarku Harimau Putih

Pacarku Harimau Putih
bau bau pengganggu


__ADS_3

"Udah makan siang Ren.. Loe ga istirahat???" tanya Rangga tiba tiba..


"Ehh kak.. Iya nanti, sebentar lagi.. Silahkan kakak duluan.." jawab Iren sopan.


"Ohh ya Ren.. Nanti malam loe ada acara ga??? Kalau enggak ma...." kata Rangga terpotong.


"Ee maaf kak.. Irennya nanti malam dah mau jalan sama cowoknya" jawab Ririn memotong.


Iren langsung menatap Ririn ga tau apa maksudnya..


"Apa benar Ren??" tanya Rangga tidak percaya.


"Eee... Be..benar kak.." jawab Iren setelah di beri kode oleh Ririn.


"Ohh ya udah kalau gitu.. Kapan kapan boleh kan main ke rumah kamu." tanya Rangga.


"Ga boleh ga boleh.. Bokapnya Iren galak" jawab Ririn lagi menyaut.


"Hehehe maaf ya kak, Ririn suka iseng.. Yuukk ke kantin Rin.. Yukk" kata Iren menarik Ririn.


Iren dan Ririn oun meninggalakan kubikel mereka mencoba menghindari Rangga. Karena mereka tidak mau berurusan dengan Rita.


"Ren.. Boleh kan kapan kapan gue main" Rangga membuntuti Iren.


"Iren.. Ririn maaf di panggil sama pak Rudi" kata sekertaris Rudi.


"Ohh ya mba terimakasih" jawab Iren.


"Maaf ya kak gue di panggil sama pak Rudi" kata Iren cepat cepat meninggalkan Rangga.


"Ahh iya Ren.." jawab Rangga kecewa.


"Cckk... Bakal susah nihh deketin dia.." kata Rangga lirih.


"Haiii Rangga, mau istirahat yaa.. Bareng yuukk" kata Rita.


"Gue mau ke toilet.. Silahkan duluan.." jawab Rangga.


#####


"Kira kira ada apa ya Ren kita di panggil.." tanya Ririn.


"Entah deehh.. Dah yuukk" jawab Iren.


Tidak lama kemudian mereka berdua tiba di depan ruangan Rudi.


Tok..tok..tok..


"Masuk.." jawab Rudi.


Iren lalu membuka pintunya.


"Ahhh kalian, sini masuk ada yang ingin paman bicarakan.." kata Rudi.


"Ada apa paman memanggil kami.." tanya Iren.


"Maaf ya ganggu jam istirahat kalian.." kata Rudi.


"Gapapa pak.." jawab Ririn.


"Gini, kamu dah ngasih tau ke Ririn belum Ren??" tanya Rudi.


"Belum om.. Rencana Iren si ini waktu istirahat" jawab Iren.

__ADS_1


"Ohh gitu, sekalian aja kalian berdua pelajari ini ya, sekalian nanti kamu Iren jelasin ke Ririn biar ga bingung.. Di laporan tersebut sudah terinci semua bahkan sampa detail nanti model rumah dan denahnya.. Kalian baca baca dulu.. Baru nanti minggu depan saya tunggu jawaban kalian.. Soal proyek masih bulan depan akan di mulai, tepat masa PKL kalian selesai. Tapi paman harus segera menanda tangani surat kerja samanya hari selasa minggu depan.." kata Rudi.


"Ohh iya paman, akan Iren pelajari dulu.. PR Iren juga masih banyak banget.. Beberapa laporan yang paman berikan ke Iren aja belum Iren buka itu. Banyak tugas yang di berikan dari HRD" kata Iren.


"Iya pak.. Apa lagi itu si Rita, kalau nyuruh main nyuruh nyuruh aja ga lihat saya atau Iren sedang banyak kerjaan" keluh Ririn.


Iren hanya menyenggol kaki Ririn karena tidak menyangka Ririn akan mengadu juga..


"Ya udah, nanti akan paman bereskan soal itu.. Kalian jangan kawatir.. Terutama soal Rita.. Dia memang sedang paman pantau.. Jika masih terus berulah sesuai dengan aduan karyawan terpaksa akan paman keluarkan." jawab Rudi.


"Jangan paman.. Kasih teguran aja dulu.. Atau paling tidak pindahkan saja bagiannya" usul Iren merasa tidak enak.


"Baiklah.. Kita lihat aja nanti ya.. Ya sudah kalian istirahat aja dulu" kata Rudi.


"Terimakasih ya pak.. Kami permisi dulu." jawab Ririn lega.


"Paman, Iren permisi dulua ya.." jawab Iren.


"Ya silahkan.." jawab Rudi.


Iren dan Ririn pun keluar ruangan, masih tampak sepi karena memang masih jam istirahat. Hanya ada beberapa karyawan saja yang melanjutkan pekerjaan mereka sambil menikmati makan siang mereka.


Iren dan Ririn akhirnya memilih untuk meminta tolong ke OB untuk membelikan mereka makanan karena malas untuk keluar kantor.


#####


"Than, istirahat dulu" panggil Arya.


"Iya bentar, dikit lagi.. Nanti kan mau ditinggal.. Jadi besok bisa tenang libur dan biar ga menumpuk kerjaan nanti" jawab Nathan yang masih fokus mengotak atik mobil.


"Gue pesenin sekalian aja di warung depan" kata Arya menawari.


"Iya.." jawab Nathan..


"Kita makan di sana aja bos" jawab Budi.


"Ya udah.. Gue pesenin aja kalau gitu.. Minta anterin kesini ya.. Sekalian bawa nota total abisnya" kata Arya.


"Siaap bosss.. Menu seperti biasa atau apa bos" tanya Budi.


"Soto aja dua.. Sambel pisah.." jawab Arya.


"Baik bos.. Kita makan siang dulu bos.." pamit Budi dan yang lain.


"Ya.. Sekalian papan pembertahuannya di puter sekalian ya.." perintah Arya.


"Yaaa.." jawab Budi sambil berjalan.


Begitulah Arya, sebisa mungkin akrab dengan karyawannya, agar mereka merasa betah bekerja bersama dirinya.


"Loe ga jadi makan??" tanya Nathan yang masih fokus.


"Makan bareng loe aja.." jawab Arya.


"Tolong dong Ar tes.." pinta Nathan.


Arya pun mencoba menyalakan mesin mobilnya. Pada awalnya masih susah, namun beberapa kali percobaan akhirnya bisa menyala.. Dan saat di cek ulang sudah kembali normal.


"Naaah cakeeppp.. Cepet juga kerjaan loe Than.. Calon cabang gue jadiin gudang aja apa ya Than.." kata Arya.


"Kenapa emangnya..?" tanya Nathan..


"Gue kayaknya lebih suka loe bantuin gue di sini.. Kerjaan loe bagus, cepet lagi.. Mobil pelanggan yang kemarin lo sempet benerin sempet bilang puas sama servisan elo.." kata Arya.

__ADS_1


"Cckk bisa aja loe..." jawab Nathan.


"Permisi mas.. Ini pesannya" kata Desi penjual tiba tiba.


"Oohh iya, tolong letakkan di meja dulu ya.. Mangkoknya nanti ya.. Berapa mba??" tanya Arya.


Namun yang di ajak ngobrol terus mengamati Nathan yang tengah membersihkan tangannya yang kotor.


"Hallo mbakk.. Jangan dilihatin terus.. Dia sudah ada yang punya" ledek Arya.


"Iihhh mas Arya.. Bikin saya malu aja.." jawab Desi..


"Karyawan baru mas" bisik Desi.


"Dia.. Saudara gue mbak.. Kebetulan mau bantuin di sini.. Kenapa?? Suka ya??" ledek Arya lagi.


"Mas ini bisa aja lohhh" kata Desi yang malu malu.


"Jangan dehh mbak yaa.. Gue kasihh tau.. Dia dah ada yang punya soalnya.. Satu kampus lagi." kata Arya memberi saran.


"Ohhh gitu ya mas... Sayang sekali yaa" jawab Desi kecewa.


"Berapa mbak??" tanya Arya lagi.


"Ini mas notanya.. Udah sama yang ini.." jawab Desi lagi.


"Ahhh ya inii.. Tolong gorengannya ya mbak sisanya.. Nanti minta tolong Budi aja kalau mbak ga bisa anter" kata Arya.


"Ahh iya mas.. Nanti tak anter aja gapapa kok.." jawabnya lagi tersenyum.


Nathan dan Aryapun menikmati makan siang mereka, tidak lupa melanjutkan obrolan mereka yang tadi sempat terputus.


"Maaf mas lama.. Ini gorengannya.." kata mbaknya lagi.


"Waahh masih anget ya mbak.. Makasih ya mbak.." jawab Arya.


Nathan hanya diam acuh membuat Desi sedikit kecewa melihat Nathan yang seakan tidak menyadari akan kedatangannya.


"I..Iya mas sama sama" jawab Desi yang masih terus menatap Nathan.


#####


Sore harinya, sebelum menuju ke rumah Iren. Nathan menyempatkan diri membeli beberapa bahan dan sebuah toko emas.


"Loe mmbeli beberapa seafood sama yang lainnya ini mau ngajakin bakar bakaran??" tanya Arya.


"Iya, di sana enak banget buat acara kaya ginian. Dahh yukk.. Yang tadi cakep kan Ar??" tanya Nathan lagi memastikan.


"Cakep.. Buatiren akan terlihat manis" jawab Arya.


"Ok dehh kita lets go sekarang.." jawab Nathan semangat.


Mereka berduapun akhirnya pergi menuju ke rumah Iren. Selama perjalanan mereka saling bercerita tentang diri mereka masing masing. Tidak lupa Nathan menyempatkan dirinya untuk mampir ke minimarket membeli beberapa cemilan.


"Loe banyak banget bawa makanan.. Emang abis itu??" tanya Arya heran.


"Abis tenang aja.. Loe kalau mau tidur tidur aja dulu.. Masih lumayan jauh" jawab Nathan.


"Beneran gapapa.." tanya Arya memastikan.


"Gapapa, santai aja.." jawab Nathan.


Akhirnya Arya pun perlahan tertelan oleh alam mimpinya.. Dan tanpa mereka sadari, mereka tengah di awasi oleh seseorang. Seseorang yang menaruh dendam terhadap Nathan.

__ADS_1


__ADS_2