Pacarku Harimau Putih

Pacarku Harimau Putih
tidak ada penundaan lagi


__ADS_3

Ada perasaan lega di hati bunda mendengar mereka baik baik saja. Dia merasa nafasnya kembali ringan. Bundapun kembali ke kamar dan segera beristirahat.


#####


Malampun berganti pagi, Ririn terbangun dari tidurnya. Ririn menoleh ke samping kanannya, bunda tidak berada di sampingnya.


"Dari semalam apa bunda ga kembali ya.. Jangan jangan!!" batin Ririn langsung bergegas mencari cari bunda.


Ririn menuruni anak tangga setengah berlari. Ririn mencoba mencari ke dapur setelah melihat di sekitar kamar dan balkon tidak ada.


"Bunda.." panggil Ririn saat melihat bunda sedang memasak di bantu oleh bi Marni.


"Nak Ririn dah bangun..??" sapa bunda dengan tersenyum..


"Bunda baik baik saja??" tanya Ririn khawatir melihat perubahan bunda.


"Baik baik saja.., apa ada yang aneh??" tanya bunda..


"Bunda tampak lebih ceria" jawab Ririn jujur.


"Iya.. semalam ayah memberi kabar, mereka sudah pulang ke rumah kakek. Dan berjanji mungkin hari ini akan membawa Iren pulang." bunda menjelaskan.


"Bunda?? Ga bohongkan?? Alhamdulillah.. Ya Allah.." kata Ririn senang mendengar kabar dari bunda.


"Wahhh, pagi pagi dah pada ngumpul.. Ada berita apa ini??" tanya Rosita.


"Iya nih tante, bunda dapat kabar. Iren dah selamat dan mereka akan kembali kesini" kata Ririn.


"Benaran mbak..waahhh sukur Alhamdulillah ya" jawab Rosita lega.


"Dahh yukk kita mulai masak masak.. Hari ini juga kita lanjutkan acara lamaran, tidak ada lagi kata menundaan.. Acara dalam keluarga saja" kata bunda.


"Iya mbak benar.." jawab Rosita.


Mereka pun mulai sibuk kembali mempersiapkan beberapa hidangan untuk acara lamaran dadakan nanti. Bunda sudah tidak mau lagi untuk menunda.


#####


Nathan terbangun dari tidurnya, kondisinya sudah cukup membaik meski badannya masih lemas. Nathan turun dari tempat tidurnya, dan saat melewati sofa kamar Nathan terkejut melihat Iren yang masih meringkuk di sana.


"Dari semalam dia tidur di sini?? Pantas saja pintu kamar terbuka.." batin Nathan.


Nathanpun mengambil selimutnya, dan memilih menyelimuti Iren karena tidak mau membangunkan Iren.


Nathanpun berjalan keluar, dan mencari sang ayah. Saat sampai di lantai bawah, Nathan melihat sang ayah baru keluar dari kamar sang kakek.


"Ayah.." panggil Nathan berjalan mendekati sang ayah.


"Aahhh kamu sudah bangun, nihh diminum. Nanti siang kita kembali ke rumah Iren. Bundamu sudah menunggu kalian berdua di sana." kata ayah menyerahkan satu gelas ramuan.


Nathanpun menerima gelas dari ayah dan duduk di sebuah kursi yang tidak jauh dari sana lalu meminum ramuan tersebut.


"Tunggu satu jam baru sarapan" kata ayah.


"Bagaimana kakek??" tanya Nathan.


"Kakek sudah lebih baik dari sebelumnya. Tapi masih harus istirahat total" jawab ayah.


"Arya di mana yah??" tanya Nathan.


"Ada di luar sedang menyiapkan mobil untuk nanti" jawab ayah lagi.

__ADS_1


"Aku mau ke Arya dulu ya yah.." pamit Nathan.


"Ya sudah, ayah juga mau ke Rio melihat keadaannya." jawab ayah.


Mereka pun berpisah, ayah menuju ke arah belakang rumah utama ke sebuah paviliun.


"Riki.." panggil ayah.


"Tuan.." jawab Riki menundukkan badannya.


"Bagaimana keadaan ayah kamu??" tanya ayah.


"Ayah sedang istirahat tuan" jawab Riki sopan.


"Ayo temani saya melihat ayahmu" ajak ayah.


Mereka berduapun berjalan beriringan menuju ke kamar Rio. Sesampainya di sana, terlihat Rio masih memejamkan matanya. Ayahpun mendekatinya dan mengecek keadaan luka yang Rio alami.


"Ahh tuan, maaf.." kata Rio terkejut.


"Tidak apa apa, maafkan saya sudah mengangguk istirahatmu." jawab ayah.


"Tidak apa apa tuan" jawab Rio bangkit dari tidurnya.


"Tangan kamu masih terasa sakit?" tanya ayah sambil memegang tangan Rio yang terluka.


"Hanya mati rasa tuan.. Tapi sudah bisa di gerakin" jawab Rio.


"Jangan buat angkat berat berat dulu ya.. Terus balut dengan ramuan yang saya berikan semalam, ini sudah lebih baik. Pakai ramuan tersebut hingga benar benar membaik.. Nanti saya akan sering kesini" kata ayah.


"Tuan, bolehkah saya boleh mengabdi dengan tuan??" tanya Rio.


"Rio, jangan mengatakan mengabdi lagi ya.. Kamu bebas memilih, kamu boleh bersama kami. Kami menerima kalian dengan terbuka.. Hanya saja kamu bisa kami percaya.. Maaf bukannya saya tidak mempercayai kamu, terkadang musuh yang sebenarnya itu adalah yang paling dekat selain diri sendiri. Sembuhkan dulu lukamu, baru nanti kamu akan ikut dengan ku.. Jadilah sopir pribadiku.. Putramu akan aku sekolahkan." jawab ayah.


"Sudah sudah, kamu kembali beristirahatlah.." jawab ayah.


Haripun sudah beranjak siang, ayah dan yang lainnya sudha bersiap siap untuk kembali ke rumah Iren.


Setelah mereka berpamitan dengan kakek yang masih terbaring lemah, mereka segera pergi meninggalkan rumah kakek.


Ayah sudah menitipkan beberapa ramuan ke salah satu orang kepercayaan kakek yang selalu mengawasi kesempatan kakek.


Ayah berjanji akan sesekali menengok keadaan kakek nanti.


Nathan dan Iren duduk dibangku penumpang sedangkan Arya duduk di samping ayah.


#####


"Rin... Ririn!!" panggil bunda.


"Iya bun" jawab Ririn.


"Mbak Tantri dan Rosita kemana ya??" tanya bunda.


"Sepertinya sedang di kamar mereka bun ngurusi anak anak. Ada apa bun??" tanya Ririn.


"Tadi ayah memberi kabar, mereka sedang dalam perjalanan" jawab bunda terlihat senang.


"Berita bagus ini bun, biar Riri yang memberi tahu mereka.. Bunda dandan yang cantik ya" kata Ririn.


"Terimakasih ya nak" jawab bunda.

__ADS_1


Ririnpun bergegas menuju ke kamar Tantri dan Rosita. Sedangkan bunda mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Rudi untuk memberi kabar.


"Hallo San.." jawab Rudi.


"Kamu bisa datang ke rumah Iren Rud?? Mereka sedang perjalanan aku ingin acara lamaran di selenggarakan hari ini juga.. Cukup keluarga saja" kata bunda.


"Iren sudah ketemu?? Sukurlahh.. Baik baik.. Aku akan segera kesana, terimakasih informasinya San.." jawab Rudi.


"Sama sama" kata bunda lalu menyudahi teleponnya.


Bundapun kembali ke kamar dan mulai bersiap siap untuk menyambut sang suami dan lainnya.


#####


"Than, Ren.. Bunda kalian ingin hari ini acara lamaran kembali di laksanakan.. Sepertinya bunda sudah tidak sabar ingin kalian bersama" kata ayah terkekeh.


Nathan dan Iren saling bertukar pandangan, terlihat Iren bersemu merah.


"Ayah kata siapa??" tanya Nathan.


"Ga usah pura pura Nathan, kamu juga dah tau.. Kamu juga dah ga sabaran kan??" ledek ayah.


"Ayah.." kata Nathan.


"Hahahaha" ayah hanya tertawa.


"Ar, kamu kapan?? Dah punya calon??" tanya ayah.


"Calon Arya sudah di ambil orang paman.." jawab Arya.


"Serius loe?? Siapa?" tanya Nathan.


"Loe.." jawab Arya menggoda Nathan.


"Hahahaha" tawa Arya yang melihat ekspresi Nathan langsung berubah tegang..


"Sialan loe.." sungut Nathan.


Sedangkan Iren hanya menggelengkan kepala melihat ayah dan Arya menggoda Nathan.


"Arya belum ketemu yang klik paman.. Arya masih ingin santai dulu aja, belum mikirin sejauh itu. Sekalian menikmati masa muda Arya buat ngembangin bengkel" jawab Arya akhirnya.


"Bagus juga pemikiranmu Ar.. Jangan kaya Nathan yang dah ngebet banget takut di ambil orang.. Saingannya banyak" ayah kembali meledek Nathan.


"Ayah nihh ya suka banget dehh" jawab Nathan pura pura marah padahal benar adanya.


Merekapun tertawa bersama, kini kereka merasa lebih ringan seperti tidak ada lagi beban. Musuh bebuyutan mereka sudah berkurang. Mereka hanya waspada jika ada klan tiger lain yang menuntut balas atas kematian Yosep.


Tapi ada perasaan lega untuk mereka, tidak perlu was was seperti ketika Yosep masih hidup.


**maaf ya temen temen, jika up ku sekarang sedikit tersendat..


dan.maaf juga yang kemarin minta up 2 episode sekaligus, bukannya ga mau.. tapi waktu author ga memadai buat bikin up 2 sekaligus..


tp author janji, author usahain setiap hari up..


saat ini kesibukan di dunya lagi sibuk sibuknya dan nguras tenaga sekali..


semoga masih suka ya..


terimakasih sekali atas suport kalian selama ini..

__ADS_1


🙏🙏😍😍


jangan lupa like dan komentnya ya.. kritik dan sarannya ditunggu.. 😊😊😊**


__ADS_2