Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
100.Serangan


__ADS_3

“Benar benar nyaris tak bersisa,,ahhh aku yang tua ini jadi malu,gelombang di depan memang selalu tergeser gelombang dibelakang”


Xiao Ahnzi tahu apa yang dilakukan Raja Obat, tapi ia acuh, sekarang Pangeran Ke Empat mulai fokus pada Raja Xiao Tian Ayahnya, masih dengan menggunakan teknik mata ketiga Xiao Ahnzi mulai memeriksa aliran Qi, meridian dan sekujur tubuh Raja Xiao Tian, “hmmpp,,,biasa saja,,kenapa ibu memilih pria ini sebagai suami nya?”


Xiao Ahnzi tidak menemukan kelebihan apapun pada tubuh ayahnya, tubuhnya adalah tubuh normal kultivator, berbeda sekali dengan tubuh ibu nya yang istimewa, sampai sampai ia harus mempertanyakan pilihan ibu nya, yang notabene nya lelaki ini adalah ayah kandungnya sendiri.


Tapi Xiao Ahnzi masih melihat potensi untuk meningkatkan praktik ayahnya ini, pilihan metode pengobatan yang cocok adalah cara tidak biasa yang biasa ia lakukan,


Xiao Ahnzi melirik Xiao Lu Metian yang tidak mengerti apa maksud lirikan adiknya yang belum bisa dia pastikan kebenarannya. Tapi gadis itu mengangguk kan kepala.


Adapun yang dipikirkan Xiao Lu Metian adalah pemuda itu meminta dukungan moral untuk melanjutkan pengobatannya, setelah melihat reaksi Raja Obat, dengan yakin Xiao Lu Metian mengangguk agar Xiao Ahnzi percaya diri dan melakukan yang terbaik.


Tapi ternyata,,,ada sedikit kesalah pahaman, Xiao Ahnzi jelas tidak bermaksud seharfiah itu.


Xiao Ahnzi sudah memulai prosesi penyembuhan nya dengan menepuk pelan sisi ranjang, membuat tubuh renta Raja Xiao Tian terangkat dan mengambang semakin tinggi,


Dari sisi lain Raja Obat melihat pertunjukan pengendalian energi spiritual yang mengagumkan karena diperagakan oleh seorang anak muda yang bahkan belum genap berusia empat belas tahun, Raja Obat manggut manggut, matanya berbinar penuh  kekaguman,


Hal yang sama juga dirasakan Xiao Jin Tian dan Xiao Hong Tian, kedua nya benar benar dibuat terhipnotis dengan keajaiban demi keajaiban yang dibawa Xiao Ahnzi .bahkan kenyataan anak ini sudah kembali saja sudah merupakan keajaiban. 


Xiao Ahnzi membuat tubuh Raja Xiao Tian mengambang dan semakin tinggi, bahkan sekarang sudah bergerak keluar dari ranjang pembaringan, masih dalam keadaan melayang, tubuh Raja Xiao Tian sekarang sudah berada di wilayah yang lapang tanpa perabotan, 


"..... "


"..... "


"..... "




"Apa? " 


Xiao Jin Tian reflek bergerak menghadang sebuah tendangan yang mengarah ubun ubun Raja Xiao Tian, 


Xiao Ahnzi sudah memperkirakan reaksi Kakak nya akan begini, karena itu lah semula dia meminta Xiao Lu Metian untuk menjelaskan, tapi gadis itu salah mengartikan tatapan Xiao Ahnzi sebelumnya. 


tendangan yang dilancarkannya entah bagaimana tiba tiba berbelok menghindari hadangan Xiao Jin Tian meski begitu masih tepat sasaran. 


"Kau sudah gila! " Xiao Jin Tian meradang


Xiao Ahnzi tidak mengatakan apa apa, tapi terus memasukkan serangan demi serangan berikutnya. 

__ADS_1


Sejauh ini ditengah hadangan Kakak nya, Xiao Ahnzi telah berhasil memukul tiga puluh enam titik, cepat sekali bahkan semua itu dilakukan dalam kondisi harus melewati tameng hidup terlebih dahulu. 


Xiao Lu Metian yang teringat dengan metode gila ini tidak sempat mengeluhkan keadaan yang tiba tiba diluar kendali, kembarannya yang tidak tahu apa apa itu telah mulai mencabut senjata, berbekal tekad dan pengalaman selama terkurung di dunia asing, Xiao Lu Metian memasuki pertarungan akibat salah paham tersebut. 


Raja Obat yang menonton pertunjukan dadakan itu menghela nafas panjang, "anak ini luar biasa, meski harus menghindari Xiao Jin, rupanya serangannya masih tepat sasaran.. Aku tidak tahu bagaimana dia melakukannya, tapi semua titik yang terkena pukulan tampak mengalami perubahan, Racunnya seakan menguap begitu saja,, metode darimana yang digunakan bocah ini? " 


Perang pikiran Raja obat terhenti ketika Xiao Lu Metian mulai bersuara. 


"Xiao Jin, hentikan, biarkan dia melakukannya! "


"Tidak boleh! Kau bekerja sama dengannya, kalian ingin makar? " Xiao Jin Tian berkata berapi api.


"Omong kosong! Jangan sembarangan! " Xiao Lu Metian jengkel juga dituduh berbelot. 


"Xiao Hong, bantu aku! Lindungi ayah! " Xiao Jin Tian yang disibukkan Xiao Lu Metian meneriaki Xiao Hong yang terbengong di tempat. 


"Percaya padanya! " Xiao Lu Metian masih berusaha meyakinkan Xiao Jin Tian dan semua orang di dalam ruangan. 


Xiao Hong melirik guru nya, Raja Obat. sepertinya psmuda ini sedang meminta pertimbangan, 


"Tidak apa, percaya pada nya, " Raja Obat berkata datar, lalu kembali memperhatikan target setiap serangan yang dilepaskan Xiao Ahnzi. 


Xiao Hong yang percaya pada gurunya memilih diam dan memperhatikan, mengabaikan perintah Xiao Jin Tian. 


Tubuh Ringkih Raja Xiao Tian mengeluarkan banyak darah yang berwarna hitam, jujur saja bau darah itu sangat busuk bahkan ada bintik bintik putih diantara lelehan darah hitam tersebut. 


"Sudah! " Xiao Ahnzi berkata tegas, tubuh Raja Xiao Tian sudah dibaringkan kembali di ranjang. 


"Aisshhh kakak, aku kira kau sudah mengerti maksudku,, " Xiao Ahnzi melesat ke tengah pertarungan si kembar, tangannya bergerak lincah menangkap mata pedang Xiao Jin Tian yang sedang di penuhi emosi. 


Xiao Lu Metian mundur lalu mengomel "kau kira aku ini cenayang heh? Seharusnya kau jelaskan sendiri! Kau beruntung aku masih waras, kalau tidak semua orang akan menghajarmu sampai mati! Anak setan! "


Xiao Jin Tian yang tidak memperhatikan keadaan masih terus menyerang pemuda berambut putih yang sekarang seolah menantang dirinya. 


"Kakak Jin, ayah sudah baikan! " Xiao Hong Tian yang tanggap sudah berdiri di sisi ranjang, tangannya memegang nadi Raja Xiao Tian. 


"Aku juga akan membunuhmu setelah membunuh orang asing ini! " Xiao Jin Tian tanpa berpaling, mengancam Xiao Hong Tian yang di anggap bersekongkol dengan pemuda berambut putih


"Cukup! Aku yang menjamin kesembuhan ayahmu! " Raja Obat akhirnya bersuara. 


Raja Obat sudah berbicara, Mau Tidak mau Xiao Jin Tian melangkah mundur, subjek itu memiliki pengaruh yang besar dalam hidup Xiao Jin Tian. 


"Lanjutkan Anak muda, aku percaya pada mu! " Raja obat berkata mantap. 

__ADS_1


Xiao Jin Tian yang masih tidak percaya, melangkah memeriksa nadi ayah nya, wajah terkejutnya bahkan tampak jelas dari tempat Raja Obat,meski bukan tabib,sebagai kultivator tentu nya dia mengetahui hal hal  mendasar seperti itu,,”bagaimana bisa?” bahkan ia sampai kesulitan menelan ludah.


“Aku tidak  mungkin mencelakai ayahku sendiri” anak muda itu sudah berdiri di sisi ranjang lain yang masih menyisakan satu pasien kritis. “Boleh aku lanjutkan?” suara Xiao Ahnzi terdengar datar


ROARRRRRR


Tiba tiba seisi ruangan terasa berguncang, dan mulai terdengar jeritan dan denting senjata dari halaman depan


!


!


 “Siputih!” Xiao Lu Metian bergegas keluar, gadis itu khawatir Harimau putih itu tiba tiba mengamuk, tapi seorang prajurit juga berlari masuk,bahu nya nampak terluka


“Tuan Putri! Ada serangan!” Prajurit dengan emblem “si” di dada nya itu langsung melapor tanpa penghormatan


“Serangan?”


“Orang orang klan Xiao “ prajurit itu terengah engah, luka dibahu nya mengucurkan darah.


“Tsk! Kalian datang disaat yang tepat!” Xiao Ahnzi yang baru saja akan memulai pengobatan Xiao Lin Tian berdecak jengkel begitu mendengar auman Harimau Putih, pandangan Mata Ketiga di alihkan untuk melihat keadaan di luar, Pangeran ke empat pun segera tahu keributan itu bukan ulah Si Putih.


“Panggil semua prajurit di kediaman ku!” Xiao Ahnzi sudah melihat emblem di dada prajurit itu, Xiao Ahnzi mengeluarkan beberapa botol pil penyembuh lalu melemparkannya untung bisa ditangkap dengan baik oleh prajurit itu,


“Pangeran!” prajurit itu mengenali botol porselen yang dilemparkan Xiao Ahnzi, dia pernah memegangnya sebelum ini, prajurit ini pernah menggunakannya satu setengah bulan yang lalu setelah dihajar seseorang di halaman perpustakaan, wajahnya berbinar, pantas saja ia merasa pernah bertemu pemuda berambut putih ini. Prajurit itu menelan satu butir pil yang ukurannya sangat kecil lalu berbalik dan siap berlari kekediaman pangeran ke empat yang jarak nya nyaris satu kilo meter dari istana kerajaan,


“Beritahu juga semua orang yang berada di perpustakaan!” Xiao Ahnzi berteriak mengingatkan sang prajurit, berharap Bibi Xiao Mei Mei dan dua tua bangka lain ikut membantu.


“Baik!” prajurit itu berlari makin kencang


“Paman, tolong lindungi ayah dan ibu,” Xiao Ahnzi melirik Raja Obat sejenak lalu berpaling pada Xiao Jin Tian “kakak kedua bantu kakak Xiao Lu, kakak Xiao Hong, bersiap untuk kemungkinan terburuk bawa ayah, ibu dan putra mahkota ke perpustakaan, tempat itu adalah tempat yang paling aman”


Xiao Jin Tian langsung menyusul Xiao Lu Metian yang sepertinya sudah terlibat pertarungan, beberapa kali pekik penyemangat terdengar dari mulutnya.


Di ruangan itu tersisa Raja Obat dan Xiao Hong Tian, Raja Obat nampak berkeringat, lalu berkata dengan suara lemah


“Kau sendiri?”


Raja Obat tidak ingin Xiao Ahnzi mengabaikan pengobatan Xiao Lin Tian, keadaan Putra pertama Xiao Tian itu semakin buruk.


“.....mn…ini akan sulit,,” Xiao Ahnzi tahu jelas kekhawatiran Raja Obat, dia sedang memikirkan sebuah cara,


“Aku akan menghadang Xiao Wen Chun, kau lanjutkan pekerjaanmu!” Raja Obat membuat keputusan, pria setengah tua itu sudah berjalan beberapa langkah,

__ADS_1


“Tidak,,,aku tahu maksud paman, jangan memaksakan diri! Itu hanya akan menambah kerugian di pihak kita, keahlian paman lebih dibutuhkan dibanding pengorbanan seperti itu.” sebuah pusaran energi muncul di udara di depan Xiao Ahnzi


“Kakak Ketiga,bawa ibu dan ayah,!paman juga pergi. kita pindah ke tempat yamg lebih baik!"


__ADS_2