
Xiao Ahnzi tersenyum di dalam hati, sekarang waktu yang tepat untuk melihat kemampuan sesungguhnya dari wanita cantik bernama She Annchi ini, meski pun sudah merasakan sendiri kekuatan racun yang dimiliki She Annchi, tapi dia belum melihat kemampuan lain dari sang Ratu.
Xiao Ahnzi masih mengambil pecahan pecahan terkecil dari batu batu yang mengeluarkan cahaya warna warni itu, bahkan tidak menyisakan sedikitpun dari benda benda berharga yang ia temukan, prinsip nya tentang menyisakan agar tetap lestari seakan tidak berlaku ditempat ini.
Keserakahan anak muda yang di bawa nya memasuki goa, membuat She Annchi mengusap dada, sampai sampai Gadis itu membayangkan isi istana ular miliknya akan jadi seperti apa bila ia sampai melepaskan anak muda ini dari pengawasan, bahkan She Annchi merinding sekedar membayangkan.
Makhluk dengan sepasang mata yang mendekam di sudut gelap perlahan mendekat, langkahnya sungguh sempurna, bahkan tidak ada udara yang terbelah ketika kaki nya melangkah, ditambah lagi keadaan yang berubah kian gelap sejak pendatang haram itu mengambil semua sumber pencahayaan,
She Annchi yang tidak tahan lagi dengan kerakusan pemuda berambut putih itu akhirnya menahan langkah sang pemuda, dengan isyarat mata, mengatakan "cukup! "
Xiao Ahnzi tersenyum kecut, tapi tidak membantah, tujuan sebenarnya dari perbuatannya telah menampakkan hasil, terbukti sekarang sosok di dalam kegelapan sudah berada beberapa langkah saja dibelakang She Annchi, tapi sepertinya wanita ular itu masih belum menyadarinya.
Xiao Ahnzi sendiri sebenarnya cukup terkejut dengan makhluk yang mampu menipu pendengaran ini, entah makhluk apa dia sebenarnya tubuhnya mirip seperti kadal, tapi tidak mempunyai ekor, unik nya adalah sistem pernapasan makhluk ini seperti tidak menggunakan saluran pernapasan seperti biasa, menarik nafas dan membuang nafas seakan tidak berlaku bagi nya,
"Apa yang kau lihat? " She Annchi setengah berbisik, merasa ada yang tidak beres setelah pemuda itu terdiam beberapa saat,
Saat itu lah sesuatu yang panjang, lebar dan berlendir menyergap punggung Ratu Ular tersebut, serangan gelap itu tidak dapat dirasakan karena sangat cepat dan tidak menimbulkan suara.
She Annchi yang punggungnya digedor tanpa permisi berbalik marah, tapi sebelum sempat melakukan perlawanan, She Annchi cuma mampu menjerit ketika gerakan memukul sebelumnya berubah jadi gerakan menarik, benda panjang lebar dan berlendir tersebut tidak lain adalah lidah makhluk yang mirip kadal tapi tanpa ekor. Ternyata setelah menggedor punggung She Annchi lidah makhluk itu menempel di punggungnya.
Dengan gerakan super cepat She Annchi ditarik ke dalam mulut kadal buntung itu.
Xiao Ahnzi yang sejak lama telah menyadari keberadaan makhluk itu segera melesat membantu, pedang di tangannya adalah pedang melengkung dengan sebelah sisi tajam, pemberian Paman Lan yang di duga adalah si Alang yang di cari Serigala dan kawan kawan nya.
Ketajaman pedang melengkung itu belum pernah Xiao Ahnzi temui tandingannya, bahkan pedang yang diberikan kepada Xiao Lu Metian masih jauh dibanding pedang melengkung ini.
Xiao Ahnzi sudah bersiap sejak awal, karena itu lah sewaktu melihat begitu banyak batu bercahaya Xiao Ahnzi mengeluarkan pedang melengkung.
Kadal tanpa ekor itu merasa tidak akan ada yang lebih cepat dibanding gerakan lidahnya, tapi dia salah besar, anak muda berambut putih itu telah berada di depan mulutnya ketika mangsa yang sudah terjerat masih setengah jalan, dengan menyeringai Xiao Ahnzi menyayat lidah makhluk itu, bukan menebas tapi benar benar menyayat.
Tidak sampai putus, tapi cukup membuat lidah itu kehilangan tenaga dan keseimbangan hingga tubuh She Annchi terpaksa di lepaskan. Membuat gadis ular yang entah bagaimana cerita nya bisa mendapatkan gelar Ratu Ular itu terbanting keras di tanah goa yang sebenarnya lebih tepat disebut batu.
__ADS_1
Apa yang di perlihatkan Xiao Ahnzi sudah cukup sebagai peringatan bagi kadal buntung itu, makhluk itu akhirnya berbalik melarikan diri ke bagian goa yang lebih dalam.
"Ratu kecil,, kau baik baik saja? " Xiao Ahnzi berjalan mendekat, She Annchi yang syok tampak menggembungkan pipi nya, seperti nya gadis itu akan menangis.
"?....? "
"Apa benar dia ini Ratu Ular? Kenapa bisa cengeng dan tidak kompeten begini?" Xiao Ahnzi mengulurkan tangannya membantu gadis itu berdiri. Tapi tangannya malah di tepis.
"Aiyya.. " Xiao Ahnzi makin bingung, Swtelah berpikir sejenak Pangeran ke Empat membantu She Annchi berdiri dengan cara yang tidak pernah di duga,
Gadis Ular itu sekarang berada dalam rangkulan sang anak muda,membuat She Annchi tidak dapat berkata kata, bahkan tanpa kata kata juga pangeran ke empat mulai memnggendong si gadis dan bergerak masuk ke wilayah goa yang lebih dalam.
Wajah She Annchi berubah seperti tomat, hatinya sangat malu diperlakukan seperti ini, tapi di lain sisi dia juga tidak menolaknya, bahkan gadis itu berusaha menyembunyikan wajahnya yang merona merah di dada anak muda yang mulai melangkah lebih cepat.
"Hmp ternyata begitu, menolak uluran tangan karena ingin di rangkul dan di gendong! Hal ini harus ditulis bila suatu hari nanti seseorang mengisahkan tentang pangeran ini! Agar lelaki diluar sana tidak salah langkah menghadapi perempuan seperti ini! " Xiao Ahnzi berkata di dalam hati.
Lorong yang sempit dan berbelok belok membuat Xiao Ahnzi tidak bisa bergerak lebih cepat, Semakin ke dalam, keadaan semakin terang bahkan seperti cahaya matahari secara langsung yang menerangi ruangan di bawah pegunungan yang diatasnya mengalir sebuah sungai itu.
Xiao Ahnzi yang sebelumnya sempat melihat keberadaan dua makhluk hidup di dalam goa melalui teknik mata ketiga semakin meningkatkan kewaspadaan nya, seharusnya selepas belokan ini adalah tempat kedua makhluk hidup itu sebelum nya berada, tapi saat ini Xiao Ahnzi tidak lagi merasakan keberadaan mereka.
Begitu mencapai pintu keluar dari lorong sempit, Xiao Ahnzi tanpa aba aba tiba tiba melempar tubuh gadis ular di dalam gendongannya ke depan,
"Ahhkkk!! "
She Annchi yang sedang nyaman nyamannya mana pernah mengira akan diperlakukan seperti benda bekas begitu,jelas dia syok dan marah, tapi gadis itu tidak sempat mengeluarkan kata caci maki dan sumpah serapah sebagainya, She Annchi hanya bisa menjerit sekali lagi, saat sebuah serangan mengincar dari sisi kiri tubuhnya yang meluncur dalam keadaan mundur.
Tepat sebelum serangan itu mengenai tubuh She Annchi, Xiao Ahnzi sudah menyelesaikan sumber serangan, kadal tanpa ekor yang panjang lidahnya mencapai dua kali panjang tubuh itu tergeletak di lantai goa dengan kepala terlepas dari badannya.
She Annchi yang terlepas dari serangan mendadak itu jadi punya kesempatan untuk menyeimbangkan tubuhnya, meski tubuhnya masih harus menyentuh dinding goa setidaknya itu bukan dengan cara menabrak, gadis itu menapak lembut di dinding goa sebelum berjumpalitan hingga akhirnya mantap berdiri di lantai goa.
"Hmp!! Kau memang tidak ber perasaan! "
__ADS_1
Xiao Ahnzi tidak menggubris, insting nya mengatakan bahaya masih mengintai, tapi dimana dan dari mana Xiao Ahnzi tidak punya clue,
She Annchi yang sebenarnya tidak kurang apa apa walau telah dijadikan umpan, masih terus menggerutu, yang sakit itu perasaannya sebenarnya, baru saja diri nya merasa melayang layang di pelukan seorang pemuda yang tidak dapat dia tolak pesona nya, tiba tiba saja angan angan nya dijatuhkan sekeras kerasnya karena dijadikan umpan monster kadal.
Xiao Ahnzi bahkan dengan sengaja menambahkan garam ke atas luka tersebut, terdengar suara nya datar tanpa nada saat berkata
"Kau berat!! "
!
!
Pantangan seorang wanita disinggung tentang berat badan, riasan dan semacamnya, gadis itu langsung menerjang pemuda di depannya yang seolah tidak memiliki dosa apa apa setelah mengucapkan kata kata yang sangat terlarang bagi kaum hawa.
Bertepatan dengan itu, ternyata satu serangan lain juga mengincar Xiao Ahnzi dari bagian belakang, dengan perhitungan yang matang, Xiao Ahnzi menghindar di saat saat terakhir dengan gerakan yang diluar akal sehat. Tubuh anak muda itu tiba tiba saja jatuh kesamping.
Serangan She Annchi yang mengandung kemarahan akhirnya bertemu dengan serangan lidah kadal buntung kedua. Gadis itu sempat tersentak, tapi beruntung kesadarannya pulih lebih cepat, kepalang tanggung gadis itu menyerang kadal yang sebelumnya sempat dilukai Xiao Ahnzi. Tidak butuh waktu lama sampai kadal itu mengakhiri perlawanannya dengan kematian.
She Annchi menghembuskan nafas untuk mengusir kedongkolan di dalam hati nya, lagi lagi ia di kadali si anak muda berambut seperti salju, namun sebelum sempat mengungkapkan isi hat nya, anak muda itu kembali memberi kejutan.
Tanpa disadari tubuh She Annchi yang padat berisi, dengan tonjolan tonjolan yang ngepas kembali sudah dipeluk dan orang yang memeluk itu langsung berlari kencang berbalik arah ke tempat semula mereka masuk.
"Maaf, tapi kita harus pergi,! " Xiao Ahnzi yang melihat bibir sang gadis bergerak gerak pertanda akan mengeluarkan beragam kata kata tidak penting,bersuara lebih dulu.
Tapi belum seberapa jauh berlari,
Tiba tiba saja tubuh anak muda itu jatuh berlutut, saat itu She Annchi yang berada dalam pelukan pemuda berambut putih baru merasakan sebuah tekanan yang sangat kuat.
Itu aura pembunuh yang sudah pasti bukan milik seseorang yang gampang dihadapi.
Xiao Ahnzi seperti akan memuntahkan sesuatu dari mulutnya, tapi karena ada sebuah keindahan tepat dibawah nya, anak muda itu menelan kembali sesuatu yang tidak seharusnya dia telan itu.
__ADS_1
"Lari! " Xiao Ahnzi melepaskan rangkulannya, lalu menyuruh gadis itu melarikan diri. Tapi sebuah suara berat dan mengintimidasi menyahut entah dari mana, suara nya menggema di dalam goa.
"Jangan berharap"