Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
028. Kisah Satu Tahun


__ADS_3

***Warning!!


Chapter ini mengandung unsur kekerasan dan kekejaman, yang merasa tidak nyaman silahkan skip chapter berikut.


Bagi yang tetap ingin membaca chapter ini, tolong jangan terlalu di hayati.


Semoga reader bisa memaklumi***.


*#**#*#


Sekte Selaksa Racun.


Tempat ini mungkin menjadi salah satu neraka terburuk di dunia.


Belasan orang mati sebagai kelinci percobaan setiap hari, dan lebih parahnya, tidak ada di antara mayat mayat itu dalam keadaan jasad yang utuh, mayat mayat dalam keadaan terburuk itu pun tidak pernah mendapat kan penguburan atau kremasi,


Lebih dari tiga ratus tahun Sekte ini bermarkas di salah satu sudut jurang kematian.selama itu juga mayat mayat dari berbagai golongan ter-urai hanya karena waktu.


Jasad yang menumpuk dan di uraikan waktu itu akhirnya akan menjadi pupuk dan lahan tanam untuk bermacam tumbuhan racun,


Tidak sedikit juga yang menjadi inang untuk makhluk menjijikan seperti kelabang berwarna merah yang pernah dilepaskan Xuan Lei Ting kedalam kereta pengangkut anak di jurang kematian tempo hari.


Biadab


Begitu kata kata sederhana yang secara keseluruhan tidak cukup untuk menggambarkan tindak tanduk sekte selaksa racun.


Di antara tumpukan mayat yang membusuk, tubuh tubuh wanita tanpa pakaian dengan tangan tangan yang di rantai. Ada yang menjerit histeris, bahkan ada yang tertawa.


Nyata sekali wanita wanita ini dalam keadaan mental yang telah rusak parah.


Sesekali tampak seorang wanita yang sedang tertawa itu mengambil sesuatu dari tumpukan mayat, dia... Memakannya..


Di sisi lain, seorang wanita tanpa busana sedang mencabuti rambut di kepala nya. Matanya tidak lagi memiliki keinginan untuk melanjutkan hidup. Leher wanita itu dikalungi semacam logam berduri.


Benar benar tidak pantas dituliskan sebenarnya, tapi begitulah keadaan di sekte selaksa racun setiap hari.


Pada sebuah bangunan tanpa dinding, dengan atap yang terbuat dari jerami kering, seorang Pria berbadan besar dengan kulit hitam legam sedang menggagahi seorang pemuda,


Pemuda yang di jadikan tunggangan itu memiliki perawakan halus seperti seorang bangsawan, dari tampilan wajahnya yang pucat, anak muda ini paling berumur dua belasan tahun.


Yang membuat bergidik adalah, dari mata orang itu mengalir keluar air mata yang berwarna biru.


Pria berbadan kekar itu tidak lain adalah Burka, makhluk salah kaprah ini memang memiliki metode kultivasi yang menjijikan, kultivasi ganda dalam mode jeruk makan jeruk.


Dua orang wanita menjadikan adegan tak senonoh itu sebuah tontonan, seorang wanita mengusap kepala ular yang melilit di lehernya sambil tetap menikmati suguhan didepannya, sedangkan rekannya yang lain seorang wanita memakai baju kembang kembang berwarna merah,sesekali melirik adegan vulgar yang diperagakan Burka, tapi matanya lebih sering memperhatikan satu sosok berlumuran darah yang sedang di gerogoti belasan kelabang berwarna merah membara.


Orang yang sedang mengalami penyiksaan itu memiliki tubuh yang tegap, tubuhnya yang telah di penuhi lubang bekas gigitan kelabang beracun, mengeluarkan darah berwarna biru kehitaman,


Sosok itu masih hidup, walau tidak ada lagi sinar kehidupan dari mata nya. Bila Xiao Ahnzi berada disana saat ini, anak muda itu mungkin masih bisa mengenali sosok pria berusia empat puluhan tahun itu.


Jujur saja, sebenarnya orang ini telah dimanfaatkan Xiao Ahnzi dimasa lalu, orang ini beserta rombongan besar kafilah dagang nya yang berasal dari negeri jauh di ujung timur, tanpa mereka sadari telah menjadi penebar umpan.


Pada pertemuan antara Xiao Ahnzi dan penanggung jawab kafilah dagang saudagar dari timur waktu itu, Xiao Ahnzi menitipkan beberapa benda yang sekira nya akan menarik minat orang orang dari rimba persilatan.


Oleh rombongan pedagang besar tersebut, benda benda berharga itu lalu di jual melalui pelelangan.


Benda benda yang biasa nya muncul dari rumah lelang selalu menimbulkan gejolak di dalam rimba beladiri. Tidak jarang beberapa sekte besar akan saling bertarung memperebutkan benda benda yang didapat melalui pelelangan.


Tidak berbeda dengan yang sudah sudah, barang barang titipan Xiao Ahnzi ternyata juga menimbulkan gejolak besar.


Identitas pelanggan, dalam hal ini pihak yang memiliki barang yang di lelang adalah rahasia perusahaan lelang, belum ada sejarahnya siapa pemilik barang lelang akan ter ekspos ke publik.


Tapi kali ini barang barang yang dibawa oleh rombongan dagang dari timur itu benar benar membuat nyawa mereka berada di ujung tanduk.


Entah kesengajaan atau bukan, identitas mereka bocor dikalangan beladiri.

__ADS_1


Berbagai pihak yang semula saling bertikai memperebutkan hasil lelang, tiba tiba mengalihkan target mereka pada rombongan kafilah dagang tersebut.


Berbulan bulan menjadi buruan dari berbagai pihak, rombongan dagang besar berjumlah lebih dari dua ratus orang itu akhirnya tersisa belasan orang.


dengan sokongan dana yang besar, rombongan kafilah itu selalu berhasil merekrut pengawal pengawal handal yang baru, tapi tindakan itu seperti mengundang lebih banyak musuh yang datang.


Dalam keadaan terdesak yang genting, akhirnya Lu Xioran, penanggung jawab kafilah besar itu membocorkan sebuah rahasia besar,


Lu Xioran mengaku semua benda berharga yang dibawa rombongannya itu milik seorang pemuda yang mengaku berasal dari jurang kematian, bahkan anak muda itu berjanji akan menemui lagi rombongan itu setahun ke depan, tempat pertemuan yang mereka sepakati adalah di jurang kematian.


Keterangan Lu Xioran tentang jurang kematian yang akan menjadi tempat pertemuan, tanpa sengaja diperkuat oleh tindakan si beruang,


Beruang adalah orang kasar, tapi pribadi nya jujur, setelah gagal memberikan satu serangan pun terhadap Xiao Ahnzi, beruang langsung memberi kabar pada dua rekannya yang waktu itu berdiam di bekas kota embun bunga. Penebas dan serigala.


Jadi sebenarnya, sewaktu Xiao Ahnzi bertarung dengan serigala dan penebas, dua orang itu telah menduga identitas anak muda itu.


Tiga orang jagoan bergerak bersama menuju jurang kematian, menjadi berita besar di dalam rimba beladiri.


Keterangan dari Lu Xioran, orang yang bertanggung jawab terhadap barang barang lelang, dan pergerakan tiga jagoan menuju jurang kematian.


Berbagai cocokologi bermunculan di kalangan rimba beladiri. Semua mata mengarah pada Jurang kematian.


Sekte selaksa racun yang selama ini berbasis dekat dengan jurang kematian, secara tak terduga tersorot kamera,


Kebrutalan mereka tiba tiba jadi topik panas yang dibicarakan dikalangan praktisi beladiri bahkan di kalangan rakyat jelata.


Sebagian kalangan bahkan curiga, sekte selaksa racun ingin mengangkangi semua harta karun yang tertimbun di jurang kematian,karena itu lah mereka menebar rumor menakutkan tentang jurang kematian, agar tidak ada pihak pihak lain yang berusaha mendekati jurang kematian.


Pihak sekte selaksa racun yang tidak tahu menahu masalah harta karun terpendam di jurang kematian pun jadi gempar, mereka merasa telah tertidur sangat pulas sekian lama.


Perintah Patriark sekte selaksa racun telah turun, langkah pertama mereka tentu saja, menangkap sang pembuat berita. Lu Xioran dan rombongan.


Nasib malang yang menimpa Lu Xioran semenjak bertemu anak muda bernama Xiao Ahnzi itu sepertinya memang tidak ada ujungnya.


Hari itu, dalam usaha keras nya untuk bisa membawa pulang rombongan yang tinggal berjumlah belasan orang itu, Lu Xioran telah jauh meninggalkan jurang kematian, bahkan dalam dua hari ke depan rombongan itu telah akan memasuki kota asal mereka di timur.


Rombongan yang cuma tersisa belasan orang dengan mudah di taklukan orang orang dari sekte selaksa racun.


Enam orang yang dibiarkan hidup lalu dipaksa kembali ke jurang kematian, salah satu nya tentu Lu Xioran.


Begitulah kisahnya,hingga Saat ini Lu Xioran sedang menanti ajal di makan perlahan oleh makhluk makhluk menjijikan milik Xuan Lei Ting.


Lu Xioran tidak lagi punya tenaga sekedar untuk menjerit saat binatang binatang berbisa itu memakan sedikit demi sedikit daging di tubuhnya.


Xuan Lei Ting tampak sangat menikmati penyiksaan didepan mata nya. Di lain sisi, Burka telah selesai menggagahi pemuda berpenampilan seperti bangsawan, tubuh pemuda itu sudah mengering. Nyawa nya telah melayang saat Burka mencapai puncak.


"tuan... " seorang pemuda membenamkan wajahnya ditanah dalam pose menyembah ke arah Burka.


"......"


"......"


"......"


Semua mata tertuju pada pemuda itu. Tapi tidak ada yang bersuara.


"Patriark menunggu di aula utama, semua tetua telah berkumpul" pemuda itu menelan ludah berkali kali mengumpulkan keberaniannya.


Burka melirik sejenak dua rekannya, memberi isyarat untuk segera ke aula utama sekte selaksa racun.


Dua orang tersebut langsung mengambil langkah mengikuti Burka.


Mengabaikan pemuda pembawa pesan dan Lu Xioran yang sedang dalam masa masa terakhir hidup nya.


Aula utama sekte selaksa racun adalah sebuah ruangan yang paling steril dari bau busuk mayat, tidak ada pemandangan yang lebih baik di tempat ini dibandingkan dengan aula utama.

__ADS_1


Sewaktu Burka dan rekan rekannya, Xuan Lei Ting dan Osasa memasuki aula utama, semua tetua telah berkumpul di dalam satu ruangan itu.


pada tempat yang sengaja dibuat lebih tinggi,seorang Pria Tua berpenampilan seperti seorang alkemis duduk dengan angkuh. Dia lah Patriark sekte selaksa racun, Mo Xiang Jin.


"Burka!! Bagaimana hasil investigasi mu?" tanpa basa basi Mo Xiang Jin langsung pada inti permasalahan.


Burka memberi hormat sejenak,sebelum melaporkan hasil penyidikannya. " Orang yang menyebarkan berita tentang harta karun jurang kematian adalah salah seorang anak yang seharusnya menjadi korban sekte selaksa racun ku"


"apa maksudmu?" Mo Xiang Jin bersuara dingin,


"benar patriark, bedebah penghianat yang menjadi penghubung kita di kota teluk berkabung akhirnya ditemukan." Burka menelan ludah sejenak," salah satu anak itu ternyata memiliki kemampuan, satu dari dua penghubung itu tewas ditangannya,sedangkan yang satu lagi telah buntung kaki nya di tangan anak itu"


"kalau begitu,ada kemungkinan benar benar ada harta karun terpendam di jurang kematian." Mo Xiang Jin tiba tiba saja mengambil sebuah kesimpulan.


"tidak tertutup kemungkinan seperti itu patriark" Xuan Lei Ting buka suara, " waktu itu saya sempat melepaskan satu piaraan di jurang kematian, piaraan ku bukan lah makhluk yang gampang dibunuh,tapi hawa keberadaan makhluk itu benar benar telah menghilang, piaraanku sudah mati.pasti ada orang kuat yang menyepi di jurang kematian yang membunuhnya"


"selama ini kita memang tidak pernah memasuki jurang kematian,,,," Mo Xiang Jin menyadari keteledoran sekte selaksa racun selama ini.


"masalah sebenarnya adalah, semua golongan saat ini mulai bergerak ke jurang kematian, waktu satu tahun yang di rumorkan itu sudah dekat. Tinggal hitungan hari semua orang kuat akan berada di sana." Mo Xiang Jin menjelaskan.


"kita akan ambil bagian!" Mo Xiang Jin mengepalkan tangan.


Semua hadirin nampak tersenyum puas di wajah mereka.bagaimana pun semua harta karun itu tidak boleh lepas dari tangan sekte selaksa racun.


*


*


*


*#*#*#


"setan tua, ayo kita pergi!!" Xiao Ahnzi langsung mengajak orang tua berupa bayangan itu pergi meninggalkan Padang Petir Abadi.


"......,kau....." orang tua itu bingung, anak muda ini tiba tiba sudah berada di depannya. Orang tua itu tidak mengerti, tiba tiba saja petir yang menyambar setiap saat di padang petir abadi menghilang begitu saja. Tidak ada lagi sambaran petir, meski awan hitam masih menggantung dan bergulung gulung.


Keadaannya sekarang benar benar berbeda. Tempat itu bahkan terasa lebih sunyi dibanding Padang Rembulan.


"........" Xiao Ahnzi mengikuti arah pandangan mata orang tua itu.


"aku menelan petir nya!" Xiao Ahnzi berkata acuh tak acuh,


"......"


Dari nada suara nya anak muda itu seperti bercanda, tapi kenyataan di depannya sekarang ini benar benar membuat orang tua itu berkali kali menelan ludah.


Xiao Ahnzi mengemasi barang barangnya yang sebelumnya dia tinggal di Perbatasan Padang Rembulan dan Padang Petir Abadi.


Lalu melangkah meninggalkan orang tua yang masih tidak percaya, petir petir itu benar menghilang, bahkan orang tua itu memaksakan diri memasuki padang petir abadi, setelah beberapa saat ia tidak juga tersambar petir.


"anak setan itu benar benar menelan petir itu?" tengkuknya benar benar terasa dingin.


Orang tua itu melayang mengejar Xiao Ahnzi yang meninggalkannya begitu saja.


"kemana tujuanmu selanjutnya?" orang tua itu melayang di samping Xiao Ahnzi.


"jurang kematian!"


"........"


Xiao Ahnzi melirik sedikit sosok tua disampingnya." kamu ingin balas dendam bukan?"


Sebuah seringai timbul di wajah tua itu setelah mendengar jawaban Xiao Ahnzi.


"kecepatan penuh" orang tua itu mengangkat tangannya yang terkepal. Dia benar benar bersemangat.

__ADS_1


"hahaha" Xiao Ahnzi tertawa melihat kelakuan setan tua itu.


__ADS_2