Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
082.Xiao Lin Tian


__ADS_3

"Xiao Ahnzi… .. " Xiao Lu Metian mengulang ulang menyebut nama itu sebelum akhirnya mulai menangis tergugu gugu, 


"..... "


"..... "


Semua orang terdiam melihat perubahan Xiao Lu Metian, mereka jelas tidak mengerti alasan gadis itu menangis sambil menyebut nama Xiao Ahnzi berulang kali.. 


Penjelasan Xu Lian sampai tertunda beberapa lama karena suara tangis gadis yang selalu menebarkan aroma wangi dimana dan kapan saja itu. Bahkan serigala yang tidak mengerti bahasa yang digunakan Xu Lian saat berbicara dengan dua orang pendatang baru itu jadi menduga Gadis itu salah satu korban permainan si anak setan. 


Bagaimana tidak, gadis itu menagis emosional sambil menyebut nama yang sangat di hafal Serigala, Xiao Ahnzi,, 


Barulah saat kedatangan Shu Liu Xin keadaan jadi sedikit lega, pemuda itu sebelumnya berdiam diri di dalam gubuk, meski luka luka nya sudah di obati Xu Lian, Shu Liu Xin melakukan meditasi untuk mengisi kembali energi spiritual nya sampai puncak, bertepatan sekali karena aliran qi di tempat ini sangat padat, dua pengawalnya juga memanfaatkan situasi senggang itu untuk meningkatkan kultivasi mereka, 


Karena perubahan mendadak pada kepadatan aliran qi ti tempat itu,, dan terdengar suara perbincangan, lalu diiringi suara tangis Xiao Lu Metian, akhirnya Shu Liu Xin mengakhiri meditasinya, menyusul Xiao Lu MetIan yang entah mengapa selalu menjadi pusat pikirannya selama beberapa hari belakangan. 


Shu Liu Xin berhasil membuat Xiao Lu Metian tenang setelah beberapa upaya. Xu Lian kemudian melanjutkan penjelasan nya mengenai posisi mereka. 


" Tuan Muda Xiao Ahnzi memiliki sebuah dunia di dalam cincin spasial nya, kita sekarang berada di dalam dunia di dalam cincin tersebut "


"...... "


"...... "




di antara anak muda yang mendengar penjelasan Xu Lian, Ye Ming Hao tampak paling antusias, latar belakang pemuda ini masih menjadi misteri bagi Xiao Lu Metian dan kawan kawan, tapi dari gelagatnya, Xu Lian menduga, pengetahuan anak muda satu ini jauh diluar penampilannya. 


Serigala datang ke kerumunan kecil itu membawa sebuah bungkusan, dengan sebuah sentakan ringan sentakan itu melayang ke depan Xu Lian sangat demonic beast rubah api, 



"Ini barang barang milik tuan Cakra, tuan muda melarang siapa pun menyentuh barang barang ini,, " Xu Lian nampak keberatan dengan perbuatan Serigala. 


"...? "


"??? "

__ADS_1


Tiga anak muda yang masih berada disana tidak mengerti apa yang dibicarakan Xu Lian, tapi dari raut wajah pria kurus itu mereka dapat melihat kesan tidak senang. 


"Sekarang keadaan sedang tIdak baik, satu satu nya petunjuk mungkin ada di dalam sana,, kau ingat? Setan Tua itu dapat keluar masuk sesuka hati kedunia ini! " Serigala memberi alasan yang cukup masuk akal. 


Xu Lian masih bimbang, walau hati nya membenarkan ucapan Serigala. 


******


IstAna Ufuk Barat, daratan Benua Timur. 


Xiao Lin Tian, putra mahkota kerajaan Ufuk Barat tampak memacu kuda tunggangan nya melintasi jalanan ibu kota yang sedang ramai, setiap mata memandang penuh tanya, hal buruk apa yang membuat pemuda berwibawa itu sampai berbuat seolah bukan diri nya, 


Xiao Lin Tian sangat populer di kalangan rakyat Kerajaan Ufuk Barat, pangeran sekaligus putra mahkota itu terkenal sangat sopan dan tidak pernah berbuat arogan kepada rakyat jelata. Jika saat ini pemuda itu memacu kuda nya sedemikian rupa tanpa memandang tatakrama, jelas ada sesuatu yang amat penting sedang dilakukannya. 


Kuda tunggangan itu terus berlari kencang membawa tuan nya, tujuannya Istana Ufuk Barat. 


Sementara itu di Istana Ufuk Barat. 


Telah lebih seminggu Kompetisi perburuan Naga dan Phoenix usai, hal mengejutkan terjadi, saat pengumuman Juara yang ditunggu tUnggu oleh semua kalangan pihak penyelenggara malah mengumumkan kompetisi perburuan naga dan Phoenix tahun ini dibatalkan karena ada kesalahan non teknis. 


Akhirnya diketahui, Murid akademi tianqi yang berjumlah lebih seribuan yang mengikuti kompetisi, lebih setengahnya tidak kembali, peserta dan para juri terpaksa bertahan di dalam istana Naga dan Phoenix sampai hari terakhir portal bisa dibuka untuk membawa semua orang kembali ke akademi, 


Permaisuri Ling Xue yang menyambut kedatangan Raja Xiao Tian jadi histeris tatkala hanya melihat Xiao Jin Tian yang turut datang bersama ayahnya, tidak ada Xiao Lu Metian, juga si bungsu Xiao Ahnzi yang terakhir menyusup ke dalam pegunungan Raja Monster untuk membawa Xiao Lu Metian kembali dengan selamat.


berita duka pun pecah, Raja Obat bersama murid kesayangannya datang tidak lama setelah berita tersebar,


di perbatasan selatan, Xiao Lin Tian yang sedang bertugas juga mendapat kabar yang sama saat serombongan Kultivator dari wilayah selatan kembali dari akademi Tianqi, bahkan kelompok kultivator itu menambahkan garam pada sayur yang mereka masak untuk Xiao Lin Tian.


orang orang itu menceritakan tentang bagaimana Penyerangan dan penyergapan yang di lakukan terhadap Xiao Lu Metian, dalang semua itu bahkan mereka ceritakan secara gamblang dan meyakinkan.


ketika mendengar cerita kelompok kultivator dari selatan itu Xiao Lin Tian tidak lantas percaya begitu saja, sebagai panglima perang kerajaan ufuk barat, Putra mahkota Xiao Lin Tian tentu memiliki pertimbangan, memahami tipu muslihat, strategi, dan diplomasi, disamping kemampuan beladiri nya yang mumpuni.


Xiao Lin Tian lalu mengutus mata mata mengawasi kelompok kultivator tersebut, namun beberapa hari berikutnya datang seorang utusan dari ibu kota membawa berita tentang Xiao Lu Metian yang tidak kembali setelah mengikuti Kompetisi Perburuan Naga dan Phoenix.


Xiao Lin Tian segera berlari mengambil kuda tunggangannya, tanpa memberi perintah apa apa terhadap prajurit bawahan nya, Xiao Lin Tian memacu kuda nya melakukan perjalanan panjang selama tiga hari tiga malam tanpa pengawal.


Xiao Lin Tian terus memacu lari kuda nya walaupun jalanan dalam keadaan ramai, hal yang tidak pernah dilakukan Pangeran itu sebelumnya.


Istana Ufuk Barat tampak sepi, penjaga Gerbang tampak tertunduk tanpa semangat, bahkan Saat sang pangeran melewati gerbang, para pengawal hanya memberi penghormatan tanpa kata kata, Xiao Lin Tian semakin gusar, kondisi ini semakin menguatkan dugaan nya.

__ADS_1


Xiao Lin Tian semakin gemetar saat memasuki bangunan istana, di dalam sedang berkumpul Keluarga besar Raja Xiao Tian, ada juga Xiao Mei Mei yang selama ini diketahui tidak pernah meninggalkan gedung perpustakaan, selain itu juga hadir Raja Obat sahabat karib Raja Xiao Tian yang sekarang juga menjadi guru dari putra ketiga, Xiao Hong Tian.


semua orang terdiam ketika Xiao Lin Tian memasuki ruang istana tanpa memakai peradatan, hal yang sama sekali tidak mungkin dilakukan sang Putra Mahkota selama ini,


Xiao Lin Tian menyadari kesalahan yang dia perbuat, tapi untuk kali ini dia tidak peduli,jika harus menerima sangsi atas tindakannya yang tidak pada tempatnya itu, Xiao Lin Tian tidak akan keberatan dengan konsekuensinya.


Xiao Lin Tian melangkah semakin dalam di antara tatapan terkejut seisi istana, di depan Xiao Jin Tian, Putra Mahkota mulai bersuara, getarannya mengandung banyak emosi, marah dan sedih, entah mana yang dominan


di iringi tatapan tajam


"kenapa kau biarkan itu terjadi?"


"......." Xiao Jin Tian menunduk,tidak berani bertatap muka dengan Kakak tertua nya.


Xiao Lin Tian melangkah semakin dekat,bahkan tangan nya mulai mengangkat leher pakaian Xiao Jin Tian,lalu kembali bertanya dengan suara yang semakin meninggi.


"kau bahkan tidak bisa menjaga saudari ku satu satu nya? kenapa?"


"Lin'er,,"  Xiao Mei Mei mencegah Xiao Lin Tian bertindak lebih jauh,wanita yang berpenampilan seperti berusia tiga puluhan itu menangkap tangan Xiao Lin Tian.


Permaisuri Ling Xue, menggigit bibir nya agar tidak mengeluarkan suara tangis melihat Xiao Lin Tian yang tampak sangat terpukul.


Xiao Lin Tian melepaskan tangannya dari leher baju Xiao Jin Tian, lalu berbalik tanpa mengucapkan kata kata, bahkan tidak memandang pada sosok sosok terhormat yang sedang berkumpul tersebut.


Pangeran Putra Mahkota berjalan gagah meninggalkan istana, tapi semua orang dapat merasakan ada aura yang meledak ledak dari tubuhnya,


tidak ada yang berusaha mencegah Xiao Lin Tian ketika meninggalkan istana, pemuda itu menghilang dari pandangan.


keheningan itu akhirnya dipecahkan sebuah suara yang terdengar berwibawa,


"ikuti kakakmu!" 


Raja obat sudah mengira kemana dan apa yang akan dilakukan Putra pertama Xiao Tian tersebut.lalu memerintahkan murid kesayangannya untuk mengikuti Xiao Lin Tian.


semua orang seperti tersadarkan oleh ucapan Raja Obat, bahkan Raja Xiao Tian langsung berdiri dari singgasana nya.


Raja Xiao Tian menyesali keteledorannya, Wajahnya tegang, sesuatu yang buruk akan terjadi.


Xiao Lin Tian saat ini berdiri di depan sebuah gerbang baja, di bagian atas tergantung sebuah papan nama yang membuat gentar setiap orang dari rimba bela diri. Papan Nama itu bertuliskan

__ADS_1


"keluarga Xiao"


__ADS_2