
“Senior Ye,, anda baik?” Xiao Lu Metian melihat nafas orang yang terbaring di sebelahnya mulai sedikit teratur, mulai melakukan penyelidikan. kemunculan orang yang tidak terduga ini menimbulkan banyak pertanyaan di benak Xiao Lu Metian.
“Nona Xiao,, tolong jangan panggil aku senior,,aku sungguh malu,, aku.. Aku tidak pantas” orang yang di panggil senior ini memang ber marga Ye, nama nya Ye Ming Hao, orang itu sampai tersedak nafasnya sendiri sewaktu mengucapkan kalimat panjang barusan.
Dilain sisi, dua pengawal Shu Liu Xin tampak sibuk, mereka masih berupaya membangunkan pemuda tersebut, mereka baru menyadari kedatangan Ye Ming Hao setelah mendengar suara orang itu sampai terbatuk ketika tersedak nafasnya sendiri.
sebagaimana Xiao Lu Metian, dua orang itu juga mengenal subjek yang sering disebut sampah tersebut, rasa penasaran mereka tidak kurang dari milik Xiao Lu Metian, tapi sesuai perintah Pemuda berambut putih, prioritas mereka saat ini adalah membuat Shu Liu Xin bangun, sejauh ini semua usaha mereka belum membuahkan hasil,
Disela sela kegiatan mereka membuat bangun Shu Liu Xin dari tidur tidak lazim nya, dua orang itu menyimak juga cerita Ye Ming Hao, proses tanya jawab yang sebenarnya lebih layak di sebut sebuah interogasi oleh Xiao Lu Metian.
"Tsk.. Dia sangat lihai!! " Xiao Ahnzi yang menyimak percakapan itu dari jauh jadi geleng geleng kepala, ternyata ada orang yang begitu pandainya dalam berdusta.
Xiao Ahnzi dengan mimik wajah yang di buat se alami mungkin, melangkah ke tempat Xiao Lu Metian yang sedang meng interogasi Ye Ming Hao, di tangan nya anak muda berambut putih itu menjinjing tiga ekor ikan yang terbilang besar, dia berencana menyiapkan hidangan spesial untuk kakaknya.
Ye Ming Hao yang melihat anak muda berambut seputih salju itu datang dengan membawa beberapa ekor ikan, sejenak menghentikan cerita nya, bagi Ye Ming Hao, anak muda itu sangat asing, dan tidak pernah terlihat di Akademi Tianqi,
Xiao Lu Metian menyadari tatapan Ye Ming Hao, sampai saat ini Xiao Lu Metian masih tidak dapat menebak isi kepala pemuda berambut putih tersebut, tidak ingin terjadi ke salah pahaman yang nanti nya membuat pemuda jahil itu berbuat yang tidak tidak terhadap Ye Ming Hao, dengan cepat Xiao Lu Metian kembali memburu Ye Ming Hao dengan pertanyaan baru,
Xiao Ahnzi tidak mengatakan apa apa, pemuda itu langsung memulai demo memasak nya di depan Xiao Lu Metian dan kawan kawan, walau tampak fokus, nyatanya Xiao Ahnzi masih memasang telinga menyimak setiap cerita Ye Ming Hao yang dia yakin separuhnya adalah kebohongan.
"jadi ini ke tiga kali nya senior mengikuti Kompetisi perguruan naga dan Phoenix?" Xiao Lu Metian sampai terkejut mendengar cerita Ye Ming Hao,
"....mn.. " Ye Ming Hao menarik nafas sebelum melanjutkan cerita nya, "karena itu aku bisa selamat sampai disini, aku masih ingat tempat tempat yang tidak terlalu berbahaya, tapi ya,, mau bagaimana pun pegunungan ini adalah gudang nya bahaya, aku masih bertemu beberapa demonic beast, untungnya level mereka tidak lebih tinggi dari ku"
"lalu kenapa Senior tidak bergabung dengan Xiao Khong Chun dan yang lainnya?, bukan nya mereka kuat dan pasti lebih aman," kali ini yang bertanya adalah Xiao Ahnzi
aroma masakan yang mengundang selera telah memenuhi daerah padang rumput di pinggiran sungai,
Pangeran ke empat tampak sangat menikmati suasana pagi itu, dari cincin spasial nya pemuda itu mengeluarkan seperangkat peralatan makan, lengkap dengan meja pendek tanpa kursi, semua masakan lalu ditata dengan begitu apik dan rapi, entah lah, sepertinya orang itu sedang piknik.
Meja dan seluruh masakan itu tersusun rapi tidak begitu jauh di depan Xiao Lu Metian dan Ye Ming Hao.
"......."
__ADS_1
"......."
Semua orang terdiam mendengar pertanyaan anak muda berambut seputih salju tersebut.
"kau mengenal Xiao Khong Chun? Atau kau sebenarnya mata mata Xiao Khong Chun?" Xiao Lu Metian menggenggam gagang pedang baru nya.
"oh..tentu," Pemuda berambut putih seperti salju itu masih sibuk menyusun hidangan di atas meja,lalu melanjutkan
"Bahkan aku bisa menemukan lokasi Nona Xiao Lu Metian adalah berkat informasi dari mulut seorang pemuda bernama Xiao Chen."
Xiao Ahnzi menjawab apa ada nya, memang berkat keterangan Xiao Chen lah akhirnya ia bisa menemukan Xiao Lu Metian, kakaknya, jika tidak, mungkin saat ini ia masih grasak grusuk di dalam Pegunungan Raja Monster mencari secara primitif.
"Kau!! " Xiao Lu Metian mengacungkan pedang nya, tapi Ye Ming Hao segera memegang pundak gadis itu, lalu berkata "jangan impulsif, tidak ada yang salah dengan keterangan orang itu, kita lihat dulu perkembangannya."
Xiao Ahnzi yang melihat reaksi Xiao Lu Metian sampai berlebihan begitu, hanya tersenyum, tidak membantah tuduhan Kakak nya tersebut,
" Tapi,, aku rasa di antara Nona Xiao dengan orang itu, ada sesuatu,, kalian tampak… mirip" Ye Ming Hao memberi sebuah statement.
"..... " Xiao Lu Metian
Xiao Ahnzi baru saja akan mencuci tangan nya, ketika Tiba-tiba teringat tentang Shu Liu Xin yang masih tidur.
Dengan ekspresi yang datar,tanpa tendensi ,anak muda itu melangkah kearah Shu Liu Xin,dan mulai mengomel kan sesuatu.
"Tsk.. Kalian benar benar tidak menyayangi Pangeran itu,, kalau kalian ingin dia mati kan tinggal tikam saja jantung nya saat kondisi nya seperti itu! "
Kata kata berbisa Xiao Ahnzi benar benar mampu membuat dua pengawal Shu Liu Xin memiliki wajah seperti tomat,
"set.! "
Kata kata itu terputus ketika pengawal Shu Liu Xin yang paling tua menginjak kaki temannya yang nyaris kelepasan memaki.
"Ooohh kau mau bilang apa? Setan? Kenapa tidak kau lanjutkan? "
__ADS_1
Pemuda itu berkata tanpa nada, lalu melangkah mendekat, membuat dua orang itu mundur beberapa langkah,
Tanpa sungkan anak muda itu langsung melayangkan sebuah tamparan ke wajah Shu Liu Xin,
Dua pengawal Pangeran dari Utara itu bahkan belum sempat bertindak,
Shu Liu Xin yang tertidur pulas langsung berdiri dan membuka matanya, dia sangat syok, seperti habis disambar petir. Terlebih lagi sebelah pipi nya berdenyut dan terasa pedas,.
"Ayo makan! " Xiao Ahnzi berkata tanpa nada, lalu berbalik menuju meja yang dipenuhi hidangan serba ikan,
"Tuan muda… "
"Apa yang terjadi? Kenapa rasa nya lapar sekali? " Shu Liu Xin mengabaikan dua pengawalnya, mencium aroma masakan itu seakan diri nya sedang terhipnotis.Tubuh nya bergerak sendiri menuju meja makan yang dipenuhi hidangan.
Meski terlihat canggung, akhirnya orang orang itu makan bersama, mengikuti gaya makan sang anak muda, menggunakan tangan.karena Xiao Ahnzi memang tidak menyediakan set sendok atau sumpit.
Xiao Lu Metian bahkan tanpak sangat menikmati masakan anak muda itu, walau dia tidak tahu nama masakan tersebut, bahkan baru pertama kali melihat masakan seperti itu. Saking menikmati nya, tidak ada yang buka suara saat acara makan itu.
Xiao Ahnzi salah perhitungan, masakannya ternyata terlalu sedikit bagi insan insan kelaparan tersebut, pemuda itu lantas menghentikan suapan nya, menghampiri Harimau Putih yang sejak tadi bertingkah seperti kucing di meja makan, ekor nya mengibas kiri kanan, hanya kurang suara ngeong, kalau ada,dia sudah cocok dipanggil kucing.
"tidak ku sangka,,mereka ternyata serakus itu, kau makan jatah ku saja, kucing" Xiao Ahnzi mengajak kucing itu bicara.
Kata kata anak muda berambut putih yang jago memasak itu membuat Shu Liu Xin dan Xiao Lu Metian tersedak makanan di mulut mereka.
Latar belakang mereka sebagai putra dan putri dari kalangan bangsawan, untuk pertama kali seumur hidup, seseorang berani mengatai mereka dengan kata rakus, secara terang terangan di depan batang hidung mereka sendiri. Itu sangat tidak bisa di ucapkan dengan kata kata tentang bagaimana rasa nya.
Lain halnya dengan dengan dua pengawal Shu Liu Xin,meski mendengar,tapi mereka berusaha tidak peduli,
Ye Ming Hao malah tertawa lebar,subjek yang satu ini sudah kebal dengan segala macam penghinaan, apalagi hanya sekedar di katai rakus, pemuda yang paling senior di Akademi Tianqi itu lalu berkata " masakan saudara sangat luar biasa!! Terimakasih"
"hmp" Xiao Ahnzi telah kembali duduk di tempat nya semula, setelah memberikan jatah makannya untuk Harimau Putih, sekarang saat menjalan kan rencana nya.
Untungnya hidangan di atas meja telah licin, jika tidak,mungkin orang orang ini masih akan larut dalam kegiatan menyenangkan tersebut.
__ADS_1
"baiklah, sekarang saat nya meluruskan semua masalah ini,"