
"Aku tidak sombong,hanya saja aku telah punya seorang guru, jadi tidak mungkin punya guru yang lain, lagi pula aku tidak mengenalmu!" Xiao Ahnzi menjelaskan.
"ooh begitu," bayangan orang tua itu tidak bicara lebih lama, dia mulai menyukai anak muda ini, jadi sekarang dia akan membiarkan nya melakukan latihannya.
Menyadari bayangan orang tua itu membiarkannya sendirian, Xiao Ahnzi kembali melanjutkan membaca manual di tangannya.
Orang lain mungkin akan frustasi dengan gulungan ini, tapi bagi Xiao Ahnzi, tiga puluh detik adalah waktu yang cukup untuk membaca satu konsep,lalu dia akan menyimpan bacaan itu di otaknya, saat giliran tulisan itu kembali membentuk manual pernapasan api, Xiao Ahnzi akan membaca lagi, begitu terus menerus sampai semua naskah itu terbaca.
Setelah semua naskah tersalin kedalam memori di otak nya, Xiao Ahnzi akan mulai mengolah informasi tersebut hingga menjadi naskah yang utuh.
Dari semua memori yang ada di otak nya inilah Xiao Ahnzi akan mempelajari manual itu.
Berhari hari Xiao Ahnzi larut dalam perenungan tentang manual pernapasan api.
Selama perenungan itu posisi duduk nya selalu berpindah pindah, bahkan setelah hari yang ke sekian belas Xiao Ahnzi mulai mencoba duduk di bantaran sungai lava.
Dengan gaya belajarnya yang seperti ini, tinggal menghitung hari anak muda ini akan mulai berendam di dalam aliran lava tersebut.
Selama itu, bayangan orang tua itu hanya akan mengajaknya bicara pada saat Xiao Ahnzi sedang makan, selebihnya bayangan itu hanya memperhatikan apa apa yang di lakukan Anak muda itu.
Setelah melakukan hal yang sama selama enam bulan, Xiao Ahnzi sekarang telah mulai berenang mengarungi sungai lava sepanjang lorong yang pernah dilalui nya saat pertama kali memasuki goa besar ini.
Di lain sisi, setelah melihat metode yang di lakukan teman baru nya ini cukup berhasil, bayangan orang tua mengikuti Xiao Ahnzi melayang layang di atas aliran lava.
Bahkan sering kali hantu tua itu mengajak Xiao Ahnzi bertanding adu kecepatan.
Dua makhluk yang dari sejak awal bertemu selalu saling menghina akhirnya dipersatukan oleh waktu.
Xiao Ahnzi, meski tidak mau mengaku murid dari bayangan orang tua ini, tapi didalam hatinya sangat menghormati sisa sisa jiwa orang hebat itu.
Di lain sisi, bagi Bayangan orang tua itu, Xiao Ahnzi adalah teman bermain yang seru, roh nya serasa hidup, dan walau tidak mengucapkannya dengan lisan, telah mengakui bocah ini sebagai cucunya sendiri.
Dantian lubang hitam telah kembali mempertontonkan kerakusannya semenjak satu bulan Xiao Ahnzi mempelajari teknik pernapasan api.
Ternyata energi panas dari aliran lava ditempat ini sangat kaya dengan energi spiritual.
Hari ini adalah hari ke tiga ratus enam puluh lima atau genap satu tahun Xiao Ahnzi berlatih di dalam goa besar perut bumi. (di hitung sendiri oleh Xiao Ahnzi semenjak pertama terbangun hingga bertemu bayangan orang tua)
"kamu sudah menguasai teknik pernapasan api dengan sangat baik," bayangan orang tua itu tersenyum bangga melihat perkembangan bocah yang di anggapnya cucu ini.
"apakah begitu?" Xiao Ahnzi merasa masih banyak kekurangan dalam teknik yang dipelajarinya
"hei!! Bocah!! Aku adalah pemilik asli dari teknik pernapasan api, kamu meragukan ku?" hantu tua itu sewot.
"Bukan begitu orang tua, dibandingkan teknik yang kamu gunakan,rasanya punyaku sedikit tertinggal,, yang mulia ini tidak suka." Xiao Ahnzi mencari cara menjelaskan rasa tidak puas terhadap pencapaiannya.
"hoho.. Jadi kau ingin mengalahkan ku? Anak setan! Tentu saja teknik yang tertulis di dalam gulungan yang kamu baca memiliki sesuatu yang di kurangi." Seringai hantu tua itu sudah sebelas dua belas dengan milik Xiao Ahnzi.
"bisa begitu?" Xiao Ahnzi tidak pernah menyangka ada kejadian seperti itu.
"mn.. Tentu saja" hantu tua itu kembali tertawa "saat aku memiliki seorang murid, aku akan menyimpan sedikit, lalu memberikan yang banyak untuk murid ku!, kamu faham?"
"........" Anak muda itu menggeleng
"bodoh!! Jika ilmu yang aku miliki dan muridku miliki tidak ada perbedaan sama sekali,bagaimana bila suatu saat dia menghianati aku?" bayangan orang tua itu melempar pertanyaan.
"kamu mati!" Xiao Ahnzi menjawab sekena nya.
"nah itu!! Aku tidak ingin muridku membunuhku dengan teknik yang aku ajarkan!!" bayangan Orang tua ini benar benar mengakui jawaban Xiao Ahnzi.
"tsk.. Tua bangka! Kalau begitu kamu tidak perlu memiliki murid, mana ada seorang guru menaruh kecurigaan pada muridnya sendiri." Xiao Ahnzi jelas jelas tidak terima alasan seperti itu.
"hmmph.. Kamu tahu apa? Seorang yang baik akan tampak baik, tapi orang yang tampak baik belum tentu adalah orang baik. Hati manusia siapa yang tahu?" Air muka bayangan orang tua itu berubah,seperti ada getir getir nya..
"...... Begitu ada benar nya.." Xiao Ahnzi mulai mengerti,
"kamu mau tahu di bagian mana kekurangan itu?" hantu tua itu tiba tiba seperti menawarkan bantuan.
"......."
"jangan khawatir, anggap saja itu hadiah pertemanan,kamu tidak perlu menyebutku sebagai guru dengan hal se upil itu." hantu tua itu benar benar tahu makna ke bisuan anak muda ini.
"mn..." Xiao Ahnzi berbinar.
__ADS_1
"ikut aku!" Hantu tua mulai melayang menuju dataran luas serupa altar tempat jasadnya berada.
Xiao Ahnzi mengikuti tanpa protes kali ini.
"kamu pelajari simbol ini" hantu tua itu mengibaskan tangannya,
Lantai di sekeliling kerangka yang memakai armour tiba tiba bercahaya, tiga lapis simbol mengelilingi jasad itu.
Xiao Ahnzi berjalan mendekat, mengamati,
Setelah memahami tiga lapis simbol itu, Xiao Ahnzi mulai me-reka pemecahannya.
"simbol ini tidak boleh dihancurkan,tapi harus di aktifkan" anak muda ini bersorak girang dalam hati.
Setelah yakin,
Pada saat yang tepat,penekanan yang tepat.ketiga simbol itu saling berputar. Sampai akhirnya terdengar bunyi halus.
Tik
Bunyi halus itu membawa perubahan besar, dataran berdiameter seratus meter itu mulai memperlihatkan bentuk aslinya. Ternyata terdapat sebuah mekanisme canggih pada lantai. Sebagian lantai itu bergerak turun, dengan kerangka memakai armour sebagai sumbu,terbentuk satu lingkaran baru.
Hantu tua itu tersenyum puas dengan kemampuan anak muda ini.
"ayo" bayangan orang tua itu melayang kebagian lingkaran baru.
Lingkaran baru itu tidak terlalu besar, palingan hanya berdiameter lima meter.
Xiao Ahnzi mengikuti bayangan orang tua itu,berdiri di dalam lingkaran lima meter.
Perlahan lingkaran itu turun dan terus turun, Xiao Ahnzi tidak menampilkan ekspresi apa apa.
Lingkaran berdiameter lima meter itu telah turun sampai tujuh ratus meter, saat ini tubuh Xiao Ahnzi yang telah terbiasa dengan suhu panas,kembali merasakan peningkatan suhu panas yang ekstrim.
"kita sudah sampai" bayangan orang tua itu buka suara.
Xiao Ahnzi mengedarkan pandangan, ruangan ini begitu luas, pemandangannya masih sama, lava di mana mana, sedikit yang berbeda adalah, lautan lava merah membara itu terdapat jilatan jilatan lidah api berwarna biru di permukaannya.
"di dalam lautan lava ini, aku menempatkan sebuah api. Inti api berwarna biru, kamu boleh mencoba menaklukkan api itu." hantu tua menjelaskan.
Inti api biru, api ini akan semakin kuat setelah menyerap panas yang tinggi.
Sekarang telah berlalu tiga ratus tahun, selama tiga ratus tahun inti api ini telah menyerap panas yang tinggi dari lautan lava di tempat ini.
"bocah!! Tiga ratus tahun lalu api itu adalah milikku, tapi saat ini aku tidak mungkin lagi memilikinya. Untukmu saja." hantu tua menjelaskan.
"mn.....kamu yakin orang tua?" Xiao Ahnzi memastikan lagi kata kata hantu tua yang bersama nya.
"kamu menolak?" bayangan orang tua itu menanggapi
"er.. siapa yang menolak?, aku sangat bersemangat sekarang" Xiao Ahnzi melakukan beberapa gerakan pemanasan.
"...... Apa yang kamu lakukan?" bayangan orang tua itu merasa lucu
"aku sedang bersiap siap mengambil api itu" Xiao Ahnzi sengaja melakukannya hanya untuk menggoda hantu tua.
"cih!! Kamu kira segampang itu?" akhirnya bayangan orang tua itu tidak tahan.
"haha,, teman!! Kamu punya saran?" Xiao Ahnzi benar benar memenggilnya teman
"lakukan seperti cara mu... Mungkin dalam tiga sampai enam bulan." hantu tua memberitahu,"pertama kali memperoleh api itu api itu masih sangat muda dan tidak liar."
Hantu tua itu lalu melanjutkan.
" setelah enam ratus tahun,, aku yakin arogansi nya semakin tinggi. Kamu harus hati hati."
"Terlebih lagi api itu telah berada bebas didalam sini selama tiga ratus tahun, itu mungkin jadi sangat sulit."
"...... Mn..baiklah" Xiao Ahnzi sudah mengerti.
Mulai hari itu, tempat latihan anak muda ini berpindah pada kedalaman tujuh ratus meter dibawah aula utama.
Seperti yang biasa dia lakukan, Xiao Ahnzi memulai nya perlahan lahan,
__ADS_1
Suhu di ruangan ini jauh lebih panas dibanding lantai aula tujuh ratus meter di atas sana, tubuhnya harus bisa beradaptasi terlebih dahulu.
Kali ini semua berjalan lambat bagi Xiao Ahnzi, setelah tiga bulan kemajuan pelatihannya tidak seberapa.
Tubuhnya masih mengeluarkan keringat sepanjang hari, ini hanya sebagai penanda bahwa tubuhnya belum bisa memasuki lava yang dibagian atas nya berkobar api berwarna biru.
Satu bulan berikutnya Xiao Ahnzi jadi lebih intens dalam latihannya, semua mulai menampakkan hasil sedikit demi sedikit.
Xiao Ahnzi sudah mulai bisa merendam kaki nya sebatas lutut,api biru yang menyala di atas permukaan lava tidak lagi menyakiti kaki nya.
memasuki bulan ke enam, Xiao Ahnzi sudah memulai pencarian terhadap api biru di kedalaman lava.
"itu dia!" Xiao Ahnzi menemukannya setelah menyelam selama tiga hari, teknik pernapasan api memungkinkannya untuk bernapas walau berada didalam lautan lava.
Api biru menyerang anak muda itu, apa yang dikatakan sosok berupa bayangan orang tua benar belaka,
Api biru itu benar benar punya kepintaran miliknya sendiri.
Terjadi kejar kejaran di dalam lautan lava, kadang terjadi juga adegan saling menyerang. Sampai akhirnya api biru itu sendiri tunduk kepada Xiao Ahnzi.
Tidak ada rahasia atau teknik apa apa, selama itu Xiao Ahnzi cuma menggunakan teknik pernapasan api,
Hanya saja, setelah pergulatan berminggu minggu, ketekunan anak ini akhirnya membuat api biru itu tunduk.
Xiao Ahnzi mendekap api biru didalam genggaman tangannya lalu naik ke permukaan,
Sosok bayangan hantu tua tersenyum lebar memperhatikan permukaan lautan lava yang tidak lagi memiliki kobaran api berwarna biru di permukaannya.
"walau lambat, tapi anak setan itu berhasil!!" hantu tua itu melayang di atas permukaan lautan lava.
Tidak lama cairan merah panas itu mengalami beberapa goncangan, gelombang gelombang kecil mulai kelihatan,dan terus bergetar semakin besar.
Xiao Ahnzi muncul dari dalam gelombang besar dalam keadaan tangan yang terkepal.
Hantu tua melayang mendekati anak muda itu.
"bagaimana?" hantu tua buka suara.
Xiao Ahnzi tidak menjawab, tapi anak muda itu membuka genggaman tangannya.
Di telapak tangan yang terbuka terlihat sebuah nyala api berwarna biru.
"bagus!! Sekarang kamu harus menelannya.
"........?"
"api itu harus masuk kedalam tubuhmu, tempatkan di dantian mu!" hantu tua menjelaskan
"Xiao Ahnzi tampak berpikir, " apa tidak apa apa menempatkan api biru kecil ini di dalam lubang hitam?"
Api di tangannya berkedip
"cepatlah, nanti dia melarikan diri!" hantu tua mendesak
Xiao Ahnzi segera mengambil posisi lotus, lalu bersiap menelan api biru itu.
Api biru sempat berontak,berniat melarikan diri lagi, tapi Xiao Ahnzi menahan dengan semua kekuatan.
Dengan perjuangan keras,api itu berhasil sampai ke dantian lubang hitam.
Dantian lubang hitam bergejolak, tubuh Xiao Ahnzi juga bergejolak, seakan akan siap meledak kapan pun.
Api itu terus bergerak liar di dalam dantian lubang hitam,
Telah dua jam semenjak menelan api biru, dua entitas kuat itu tidak jua menemui kecocokan,
Xiao Ahnzi mulai kelelahan.
pandangan mata anak muda ini memburam, dia benar benar pingsan kali ini.
Sementara itu bayangan orang tua yang selama ini memperhatikan dalam ketegangan, benar benar menampakkan kepanikan di mata nya.
"anak setan!! Cepat bangun! Kamu tidak boleh tidur." hantu tua melayang ke belakang punggung anak muda itu.
__ADS_1
Sedangkan kondisi Xiao Ahnzi saat ini adalah dalam keadaan tidak sadarkan diri,tubuhnya rebah ke lantai.
"celaka!!"