
Xiao Ahnzi yang buru buru keluar dari dunia kecil di dalam cincin, tidak langsung membuka mata nya, entah mengapa firasatnya menyatakan seseorang sedang mengawasi dirinya,
begitu kesadarannya kembali kedalam tubuh, teknik mata ketiga segera aktif pada tingkat paling dasar. tanpa membuka mata Xiao Ahnzi mengetahui bahwa seseorang bukan lagi mengintai, tapi memang berada di dalam kamarnya saat ini, orang itu tidak lain adalah si Ratu Ular muda, She Annchi.
“Sial,, jadi pintu itu cuma formalitas,,,dan ular ini bisa masuk dari bagian manapun pada dinding dinding ruangan? Apa lagi mau nya gadis centil ini?” Xiao Ahnzi mulai mengeluh,tidak terbayangkan jika suatu hari dia harus memiliki seorang pendamping seperti gadis ini.
Gadis itu saat ini tengah duduk dengan posisi paling sensual yang bisa dilakukannya, mata nya bahkan tidak pernah beralih dari wajah tampan sang pangeran, dari tatapan matanya seakan ia ingin menelan bulat bulat Pria di depannya.
Perlahan Xiao Ahnzi membuka mata nya, bahkan tidak lupa ekspresi kagetnya ketika hal pertama yang dilihatnya adalah She Annchi,,
“kau.. “
Xiao Ahnzi melirik ke arah pintu yang masih terkunci,pemuda ini memang sangat menghindari berkata bohong,tapi soal akting tidak termasuk kebohongan,
“Bagaimana kau bisa masuk?”
"aku yang bertanya,, bagaimana kau bisa masuk?" gadis itu mengerling genit "ini kan kamar ku," lanjutnya.
"......"
Xiao Ahnzi tersentak, dan buru buru berdiri, dan berjalan ke arah bilik kecil tempat ia mandi sebelumnya, dan Xiao Ahnzi yakin ruangan ini masih ruangan yang sama.
She Annchi cekikikan melihat anak muda itu kebingungan,ternyata ia bisa juga di kerjai, "ini memang kamar yang di sediakan untukmu,,"
"tidak lucu" Xiao Ahnzi berkata tanpa nada
di lain sisi gadis itu mulai menarik kaki nya kebelakang, dengan posisi nyaris tengkurap tangannya menopang dagu,sehingga posisi nya sekarang memperlihat kan sepasang gundukan lemak yang seakan sengaja dipertontonkan.
Xiao Ahnzi menahan nafas, lalu berkata
"kenapa kau datang? apakah ibu mu sudah bangun?"
"tidak,,, aku hanya ingin mengajak mu ke suatu tempat," gadis itu masih didalam posisi nya bahkan mulai menggoyangkan kakinya naik turun, membuat sepasang gundukan itu ikut berayun.
"kemana?" Xiao Ahnzi tampak tidak tertarik
"perpustakaan.." She Annchi memang sedang berusaha menyenangkan hati anak muda ini.
"....benarkah?" Xiao Ahnzi langsung bersemangat mendengar kata perpustakaan, Pangeran ke Empat memang sedang berusaha menyelinap ke dalam perusahaan setelah mengetahui posisi gedung itu sejak pertama kali memasuki kawasan istana Ratu Ular, tapi gadis itu tidak pernah memberikannya kesempatan, gadis itu menempel sangat erat sepanjang waktu.
"mn…kau suka?"
"tentu saja"
"kau menyebalkan,!! bahkan kau tampak sangat senang, lebih memilih hal membosan kan seperti itu di banding aku!" She Annchi sedikit kesal lalu bangkit dari posisi nya, sesaat kemudian putri ular yang sempat menhadi ratu itu mulai melangkah keluar,
Xiao Ahnzi mengabaikan ekspresi gadis ular itu, mulai melangkah mengikuti.
__ADS_1
She Annchi tidak membual, dia benar benar membawa Xiao Ahnzi ke perpustakaan yang tampak berdebu pertanda jarang di kunjungi.
baru saja She Annchi mendorong pintu yang ternyata tidak di kunci itu, gadis tersebut langsung bersin bersin dan sesak nafas, hingga akhirnya berbalik dan mulai berteriak memanggil bawahannya.
segera saja beberapa manusia ular berdatangan dengan wajah pucat, serempak belasan manusia ular itu berdiri dengan kepala menunduk hampir menyentuh tanah.
"Ratu…" seorang manusia ular yang tampak paling senior menjura
"apa saja yang kalian lakukan hah? kenapa gedung ini tidak pernah dibersihkan hah?" She Annchi menampar seorang manusia ular yang badannya kekar,
"bersihkan gedung ini!" She Annchi memerintah
tanpa diperintah dua kali belasan orang itu menyerbu gedung perpustakaan yang lama terbengkalai, Xiao Ahnzi yang tidak beranjak dari tempatnya menerima tatapan tatapan kebencian dari manusia ular tersebut.
Xiao Ahnzi sendiri membalas tatapan tatapan itu tanpa takut,
Xiao Ahnzi jelas akan membuat perhitungan.
tapi belum waktu nya, masih ada hal lain yang akan dilakukan Xiao Ahnzi sebelum menghabisi manusia ular yang membuatnya sampai kelaparan itu.
setelah gedung perpustakaan itu jadi layak untuk di kunjungi, She Annchi menggandeng anak muda berambut seperti salju itu melangkah masuk,
"nah, bagian informasi penting berada pada bagian sana" She Annchi menunjuk sebuah rak berisi beberapa gulungan sambil menggiring langkah Xiao Ahnzi kesana.
Xiao Ahnzi memperhatikan sebuah pintu yang tertutup rapat dan terdapat segel yang unik,
"ohh.. apa isi nya penting?" Xiao Ahnzi tidak menyembunyikan ketertarikannya.
"aku sendiri tidak pernah masuk kesana, bagaimana aku tahu?" suara gadis itu terdengar jengkel.
Xiao Ahnzi yakin ada sesuatu yang berharga di dalam sana, tapi tidak ingin gadis itu curiga lalu mulai mengambil beberapa gulungan dari rak yang dikatakan penting oleh She Annchi.
tidak lama sampai gadis itu di abaikan dan sang pemuda mulai larut dalam gulungan gulungan yang ternyata menyimpan catatan tentang tempat tempat penting di pegunungan Raja Monster, termasuk juga apa dan siapa penguasa yang di curigai menguasai tempat tempat penting tersebut, sejauh itu Xiao Ahnzi belum menemukan catatan tentang jalan keluar dari Kedalam Pegunungan Raja Monster.
She Annchi yang tidak tertarik dengan kegiatan membosankan seperti itu mulai jenuh dan mengantuk, berbagai cara sudah dicobanya untuk mengalihkan fokus Xiao Ahnzi, bahkan gadis itu telah melepas pakaian bagian luar nya agar sang pemuda mau melirik, tapi Xiao Anhzi tidak bergeming,
meski sebenarnya matanya berkali kali melirik keindahan yang dipertontonkan secara gratis itu, Xiao Ahnzi bersikeras tidak menunjukkannya,dia ingin gadis itu bosan dan meninggalkannya seorang diri di dalam ruangan ini.
"ahhh kau memang tidak asyik!" gadis itu mengenakan pakaian luar nya dan berjalan keluar meninggalkan Xiao Ahnzi yang akhirnya mendapatkan kesempatannya.
dengan teknik mata ketiga Xiao Ahnzi mengikuti gadis itu,ternyata ia tidak kembali ke kamarnya,Xiao Ahnzi mengetahui arah yang di tuju She Annchi adalah Bangunan kecil berbentuk kubus, dibelakang bangunan kecil itu Xiao Ahnzi pernah di tawan selama sebulan dan setiap hari mengalami siksaan.
Sehari yang lalu, begitu sampai di istana nya, She Annchi mengatur perawatan untuk ibu nya yang belum sadarkan diri. Setelah itu tanpa membuang waktu, gadis itu segera menetapkan tersangka penghianatan, dan naas nya semua algojo yang tempo hari menghukum Xiao Ahnzi adalah manusia ular yang termasuk daftar penghianat tersebut.
Kisruh itu berawal dari penyerangan pria tua yang sampai detik terakhir kematiannya tidak diketahui namanya, pria tua tersebut mempunyai kemampuan mengendalikan demonic beast, lebih dari separuh populasi manusia ular tewas kala itu, ironisnya kematian manusia ular itu adalah akibat bertarung sesama mereka karena sebagian telah dikendalikan oleh pria tua tersebut, kekacauan baru mereda setelah Ratu Ular,ibu nya She Annchi menyerahkan diri sebagai tawanan agar putri dan warga nya yang tersisa diberikan pengampunan dan dibiarkan tetap hidup,
__ADS_1
Semenjak itu,She Annchi ditunjuk sebagai Ratu Ular yang baru, gadis itu dipaksa memutar otak untuk membuat keadaan tetap aman dan roda kehidupan terus berputar dengan populasi yang berkurang hampir setengahnya,dengan demikian sebagian besar manusia ular memiliki tugas ganda, algojo yang biasanya hanya ditugaskan untuk penyiksaan diberdayakan sebagai tenaga pengintai, tugas utama mereka adalah mengawasi tempat yang dicurigai sebagai tempat ibu dan anggota manusia ular lainnya di tawan, tapi ternyata itu adalah sebuah kesalahan fatal. tidak diketahui bagaimana kejadiannya, orang orang itu malah menjadi agen ganda, di satu sisi tetap melayani She Annchi sebagai Ratu Ular yang baru, sedangkan di lain sisi orang orang ini telah dicuci otaknya oleh pria tua tersebut.
She annhci baru akan mendekati bangunan berbentuk kubus itu ketika seorang manusia ular menghadang langkahnya.
Xiao Ahnzi mendengar manusia ular itu mengabarkan kalau Ratu Ular yang asli sudah bangun, dan She Annchi setengah berlari menuju Ruangan Ratu Ular di Rawat.
"tsk.. ini bisa berubah gawat," Xiao Ahnzi meletakkan gulungan informasi di tangannya dan mengambil sebuah peta dari rak lain. dengan sekali melihat peta tersebut telah tersalin ke dalam ingatan Xiao Ahnzi.
sementara itu kondisi di istana Ratu Ular mulai hiruk pikuk, kabar tentang sang Ratu yang sudah Siuman menyebar dengan cepat, warga manusia ular yang jumlahnya tinggal tidak seberapa mulai berkumpul di halaman istana, tapi beberapa orang tetap tinggal di tempat mereka bertugas, tidak terkecuali tiga orang algojo baru di ruang tahanan, Ruangan tahanan itu sekarang terisi sesak,karena semua petugas yang biasanya beertugas bergantian, saat ini semua nya terkurung di dalam ruangan batu tersebut.menunggu Ratu Ular yang Asli menjatuhkan hukuman.
"Apa benar Paduka Ratu sudah siuman? " Seorang algojo yang baru di pilih mencoba mencairkan suasana tegang di antara mereka.
"Aku harap memang begitu,, " Manusia ular lain yang memiliki tubuh kurus menjawab, pandangan mata tampak melirik sembunyi sembunyi para tahanan yang jujur saja membuat para algojo baru ini ketakutan,
"Entah kenapa tuan putri memilih kita menjaga tahanan ini,, aku bahkan sampai berkeringat dingin sekarang. " Seorang manusia ular lain nya menimpali,
"Tapi,, tuan putri hebat juga bisa menangkap semua penghianat ini sekaligus,, seorang diri lagi… " Manusia ular yang pertama kali bersuara tadi memberikan pendapatnya.
"Aku dengar, tuan putri di bantu seorang manusia yang sebulan yang lalu di tangkap regu She Tiang di perbatasan" Manusia ular kurus itu berkata, suara nya lemah bahkan hampir terdengar seperti berbisik.
"Tidak mungkin! Algojo algojo ini jelas lebih kuat dibanding She Tiang," Lawannya yang lain langsung membantah.
"Iya, itu tidak mungkin, She Tiang yang lemah bisa menangkap manusia itu dengan mudah, berarti manusia itu lebih lemah dari She Tiang,, "
"Enthahlah,, Apapun, aku hanya berharap semoga yang mulia Ratu cepat membebaskan kita pekerjaan mengerikan ini." Si kurus menyatakan harapannya, kelihatan sekali dia tidak menginginkan pekerjaan sebagai algojo atau penjaga tahanan.
"Kau takut? " Kawannya bertanya, nada nya jelas mencemooh.
Orang orang yang baru saja bertugas itu masih terus mengobrol bahkan sesekali mencemooh kawan nya yang kedapatan salah bicara,
Tanpa mereka sadari sebuah pusaran energi muncul di belakang mereka, lalu seseorang keluar dari pusaran energi tersebut dan berjalan agak menjauh dari tempat mereka duduk bercengkrama.
Pusaran energi berwarna gelap lalu muncul di atas kepala mereka bertiga, dengan cepat manusia ular itu tersedot kedalam pusaran energi, bahkan mereka tidak sempat menjerit sebelum tubuh mereka menghilang dari dalam Ruang penyiksaan tersebut.
Xiao Ahnzi berjalan mendekati jeruji besi yang mengurung para tahanan di dalamnya, dengan teknik pernapasan api, anak muda itu membuat gembok nya meleleh,
Xiao Ahnzi mendorong pintu yang terbuat dari besi tersebut, suara berisik dari pintu besi membuat para tahanan membuka mata, mereka terkejut melihat yang datang adalah manusia yang selama satu bulan kebelakang menyiksa mereka dengan cara yang di luar nalar,
"Kau… " Hampir bersamaan manusia ular mantan algojo itu berseru ketika menyadari pemuda itu yang datang,
Di benak tiap tiap mantan algojo itu masih tersimpan jelas, bagaimana mereka sampai kehabisan tenaga karena menyiksa pemuda ini, tapi sangat pemuda tidak kunjung mati, bahkan luka pada tubuhnya hanya bertahan beberapa menit. SetElah itu kulit nya kembali seperti tidak pernah mengalami kejadian apa apa.
Setiap kali Ratu Ular berkunjung, yang di dapati nya adalah para algojo ini seperti bermalas malasan tanpa melakukan pekerjaan, sehingga tidak jarang mereka pun menerima hukuman dari sang Ratu, menyebalkannya hukuman mereka juga di eksekusi oleh sesama mereka, mereka di hukum saling cambuk. padahal saat itu mereka sudah kehabisan tenaga dan cara untuk membuat tahanan tersebut bicara.
Xiao Ahnzi lalu melangkah pelan ke dalam ruang tahanan, setelah memasuki ruang tahanan, Xiao Ahnzi menutup kembali pintu penjara. Tampak anak muda itu membuat gerakan mantra tangan, rupa nya Xiao Ahnzi memasang penghalang, setelah pekerjaan nya selesai anak muda itu berbalik dengan wajah menyeringai.
"Kau,.. Apa yang kau ingin kan?" Seorang manusia ular berbadan kekar kentara sekali rasa ngeri nya dengan kedatangan pemuda ini.
__ADS_1
"Aku ingin membebaskan kalian dari penjara ini, dan melarikan diri menemui dewa yama.. " Xiao Ahnzi berkata dengan mata yang berbinar.