
Rantai berukuran besar itu mengeluarkan bunyi nyaring ketika Dua pemuda dengan lebam bekas pukulan pada wajahnya kembali harus menerima tendangan keras di perut mereka,
Sial nya lagi, ke dua tubuh itu di gantung dengan jarak kaki hanya beberapa senti meter dari lantai batu kasar,
Setiap kali kaki tanpa alas itu bergesekan dengan lantai kasar tersebut rasa sakitnya akan membuat kedua orang itu menjerit setinggi langit, karena tekstur kasar pada lantai tersebut memiliki ketajaman seperti ujung ujung pisau, bagaimanapun memang di sengaja untuk maksud penyiksaan,
“Jadi katakan! Bagaimana cara kalian bisa kembali ?”
orang yang mengenakan topeng tengkorak itu kembali bertanya untuk yang kesekian kali. Dari nada nya jelas orang ini sangat emosional, bagaimana pun mengulang ulangi pertanyaan yang sama dan jawaban yang diterimanya tetap sama berkali kali pula, ia mulai merasa pekerjaan ini tidak masuk akal sama sekali. Entah jawaban seperti apa yang di ingin kan pimpinan nya dalam hal ini.
Dua orang dengan wajah penuh lebam iitu kembali memberi jawaban yang sama dengan suara yang terputus putus. “Seorang pemuda berambut putih,,dia yang membawa kami kembali,orang itu memiliki kemampuan untuk berpindah tempat dalam sekejap,,….”
"brengs*k,, kenapa kalian tidak punya jawaban yang lain,,heh?" orang berpakaian hitam hitam itu kembali melayangkan sebuah tendangan, masih membentak kembali bertanya,
“Siapa dia?”
Ye Ming Hao, yang sedari tadi memberikan jawaban dan menerima tendangan menggeleng lemah, “kami tidak tahu,,”
Pria berpakaian hitam dengan topeng tengkorak menutupi wajahnya itu baru akan melayangkan sebuah tamparan ketika Seorang berpakaian hitam hitam lain datang dari lorong,
Orang yang baru datang itu mendekat dan membisikkan sesuatu kepada orang yang baru saja menginterogasi Shu Liu Xin dan Ye MingHao,
"hah,, syukurlah,,aku mulai kehilangan kewarasan melakukan ini,!"
orang itu lalu berjalan keluar ruangan mengikuti orang bertopeng yang baru datang barusan, meninggalkan tempat Ye Minghao dan Shu Liu Xin disekap,
tapi sebelum benar benar menghilang dari pandangan Ye Minghao orang itu masih sempat mengucapkan kata kata yang membuat dua orang murid Akademi Tianqi itu menahan nafas, khawatir orang tersebut langsung membunuh mereka berdua.
“ kalian telah di laporkan mati, dan akan tetap begitu,, huhuhu membusuk saja di tempat ini!”
Di ujung kalimatnya orang berpakaian hitam hitam itu melempar selembar kertas jimat yang langsung terbakar ketika menempel pada diinding lorong.
__ADS_1
suara tawa nya menggema di sepanjang lorong, untuk kemudian suara itu akhirnya lenyap dan sedetik kemudian tergantikan suara ledakan yang membuat tanah bergetar, lorong batu yang menghubungkan ruang penyekapan ini dengan dunia luar tertimbun bebatuan.
Bahkan ruangan penyekapan itu telah runtuh sebagian, sebuah batu besar berguling dan nyaris melindas kaki Ye Minghao yang tangannya sedang terikat dan di gantung lima belas senti meter dari tanah, beruntung Pemuda itu masih belum kehilangan kesadarannya, walau harus menggigit bibirnya sampai berdarah, Ye Minghao berhasil menekuk kaki nya sehingga lolos dari resiko kehilangan kaki bahkan terlepas nya tangan dari tubuhnya.
Shu Liu Xin dalam keadaan yang tidak jauh berbeda,bahkan sedikit lebih lemah dari Ye Minghao samar samar mendengar erangan Ye Minghao, setelah menggigit bibirnya sendiri Shu Liu Xin berhasil bersuara
“Senior,,,kau masih hidup?”
“Hmm…. ” Ye Minghao menggumamkan sesuatu
“Sial,,kenapa kau tidak mati saja?,, huk huk”
“Nanti,,se,,, telaah kau,,” Ye Minghao tidak mau kalah, kedua nya masih sempat berdebat meski sama sama merasakan udara yang semakin menipis disekitar mereka.
“Tempat ini bertambah panas,,,” Shu Liu Xin memaksa membuka mata nya yang tinggal segaris karena pelipisnya bengkak.
Memang dalam dua puluh empat jam terakhir, setelah menyerahkan diri tanpa syarat, kedua orang itu menerima hajaran dari orang orang yang menangkap mereka.
siapa sangka tujuan utama orang orang itu bukanlah informasi, melainkan melenyapkan saksi mata, selain mereka berdua, di ruangan ini juga ikut tertimbun dua orang pengawal pribadi Shu Liu Xin yang telah menjadi mayat karena sempat melakukan perlawan sebelum di tangkap oleh orang orang yang menutupi wajah dengan topeng tengkorak tersebut.
Ye Minghao menghela nafas dalam dalam, lalu bersuara setelah sesaat saling diam.
“Kita akan hidup,,, kau bisa bertaruh pada ku!”
Shu Liu Xin tertawa, Ye Minghao tiba tiba mengucapkan kata kata yang bagai angin segar, tapi di telinga Shu Liu Xin ucapan tidak lebih dari halu semata.
“Huhuhu…aku lelah mempercayai kata kata mu,,,senior…” Shu Liu Xin tertawa, dia benar benar putus asa sekarang,
Ye Minghao ikut tertawa setelah itu, tapi apa yang tidak diketahui Shu Liu Xin adalah, pemuda yang selama ini di anggap sampah di Akademi Tianqi itu telah berhasil melepaskan ikatan pada tangannya, bahkan kaki nya saat ini sudah menjejak tanah, tidak lagi dalam posisi tergantung seperti yang di alami Shu Liu Xin.
Ye Minghao lalu duduk diam dalam meditasi, membiarkan kawan sesama tahanannya dalam keadaan tergantung tidak bergerak dan kesulitan bernafas.
__ADS_1
Sekian lama hanya ada keheningan, dan udara yang semakin terasa tipis, Shu Liu Xin seakan tersedak nafas nya sendiri, memaksa membuka mata nya kembali,
Bila di lihat dari fisik, walau tampak lebih tegap dan kekar di banding Ye Minghao, nyata nya Shu Liu Xin punya stamina yang lebih buruk di banding si sampah Akademi Tianqi tersebut, samar samar Shu Liu Xin dapat melihat seseorang tengah duduk dalam posisi lotus di hadapannya, sosok itu memancarkan cahaya dari sekujur tubuhnya,,
“Aku benar benar mati?” Shu Liu Xin tentu nya syok,tapi ia sudah tidak memiliki tenaga sekedar untuk berekspresi terkejut,,wajahnya masih datar dan lebam di beberapa tempat.
Tubuh bercahaya itu perlahan mendekat, dalam pandangan Shu Liu Xin yang buram,
“Senior Ye Minghao itu benar benar sialan,," Shu Liu Xin merutuk dalam rasa putus asa, pemuda dari utara tersebut hanya mampu tersenyum kecut menanti sosok bercahaya yang di sangka nya adalah malaikat pencabut nyawa itu menyelesaikan tugas nya.
“Haiya,,,sudah begini kau masih berani mengatai senior mu ini,,, Hmmpp,, harusnya ku biarkan saja kau mati disini,,,”
Ye Minghao menggunakan energi spiritualnya untuk memotong rantai yang melilit tangan Shu Liu Xin, lalu dengan cekatan Ye Minghao menangkap tubuh babak belur itu sebelum menabrak lantai.
Begitu Shu Liu Xin sudah berada dalam pondongan nya, Ye Minghao memecah kan sebuah jade stone berukiran unik yang diambil dari balik lipatan baju nya. Seketika cahaya menyilaukan mata memenuhi ruangan batu.
******
Berita tentang keruntuhan kerajaan ufuk barat seolah menjadi aba aba untuk bergerak bagi sebuah kekuatan yang memiliki agenda besar di daratan benua timur.
Berturut turut dalam waktu tiga kali dua puluh empat jam, terjadi pergantian kekuasaan di wilayah timur, selatan dan utara,
Sementara itu di Akademi Tianqi, tepatnya di ruangan kediaman pribadi Ketua Akademi, seorang pria berbadan tegap, tampilannya sangat gagah, ditilik dari tampilannya orang itu baru berusia tiga puluhan tahun, dengan mata terpejam duduk di kursi kesayangan Huo Tang Shan, sang kepala Akademi.
Sedangkan yang empunya kursi, Huo Tang Shan sendiri nampak duduk bertumpu pada lutut nya, bahkan tua bangka itu tidak berani mengangkat wajahnya sama sekali ketika subjek di atas kursi membuka pembicaraan.
"buka segel penghalang pegunungan Raja Monster,, biarkan semua makhluk itu bebas di benua timur!"
Huo Tang Shan menelan ludah, keringatnya mengalir di pelipis, Huo Tang Shan tahu melepaskan segel penghalang pegunungan Raja Monster sama saja dengan mengundang kematian ke tengah tengah Rakyat Benua timur yang tidak berdosa, dengan suara gemetar Huo Tang Shan berucap
"tapi,, itu sama saja membunuh semua orang dari kalangan Rakyat jelata,,tuan.."
__ADS_1
"hahaha,,semakin banyak korban, semakin dekat kau dengan keabadian,, .bukan kah itu yang kau ingin kan?" orang yang duduk di atas kursi kesayangan Huo Tang Shan itu membuka kelopak mata nya, mata itu tidak memiliki bola mata dibalik kelopak mata nya,, hanya rongga kosong..