Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
091. menolong orang, menyalurkan hobi


__ADS_3

Jika Kalian pernah memainkan sebuah game di playstation dua yang berjudul mortal kombat shaolin monk, pada beberapa Scene Liu Kang atau Kung Lao dihadapkan pada proses membuka pintu untuk memasuki ruangan baru, salah satu syaratnya adalah mereka harus memperbaiki pola pada ubin, menyusun ulang hingga membentuk pola yang benar, setelah itu menarik tuas hingga roda roda bergerigi itu bergerak membuka pintu.


nah seperti itu lah yang sekarang ini di lakukan Xiao Ahnzi,


Setelah berkutat selama satu jam lebih membuat pola  pada lantai tersusun dengan benar, akhirnya Xiao Ahnzi berhasil menggerakkan roda bergerigi, dinding tembus pandang itu bergerak membuka ke bawah secara perlahan, 


She Annchi cukup beruntung karena dinding tembus pandang itu bergeak sangat pelan sehingga tidak ikut terseret karena sejak tadi gadis itu bersandar pada dinding tembus pandang. Gadis itu langsung berlari ke dalam ruangan yang sekarang tidak lagi ada penghalangnya,


Tapi baru beberapa langkah, tiba tiba gadis itu terlempar kebelakang, She Annchi merasakan energi besar menolaknya, tapi gadis itu tidak menyerah, dengan tertatih dan mengalirkan qi ke sekujur tubuhnya akhirnya berhasil mendekat,


“Ibu,,,,” gadis itu langsung menghambur memeluk tubuh setengah ular yang diam tidak bergerak, karena bersikeras melawan energi besar yang keluar dari tubuh wanita ular itu, She Annchi sampai melelehkan darah disudut bibirnya.


“Jangan lawan energi nya, coba kau serap perlahan” Xiao Ahnzi setengah berteriak mengingatkan si gadis yang ketahuan minim pengalaman itu.


Berdasarkan petunjuk si Anak Muda berambut seputih salju, She Annchi akhirnya berhasil mengurangi tekanan yang menghimpit dada nya,energi nya yang terkuras selama pertarungan kembali terisi dengan perlahan.


Xiao Ahnzi tidak bergerak dari tempatnya, Pangeran ke empat berjaga dari kemungkinan terperangkap seperti manusia ular itu, tangannya masih memegang tuas.


Dalam pandangan Xiao Ahnzi, Wanita yang saat ini berada di dalam pelukan She Annchi adalah versi dewasa dari gadis cantik itu, wajah keduanya sangat mirip, mata wanita  itu sedang terpejam tapi Xiao Ahnzi dapat melihat bulu mata nya yang lentik, bibirnya tampak ranum, hidung bangiir,  rambutnya yang hitam legam  sebagian jatuh terurai ke belahan dada yang masih tampak kencang, tidak tampak kerutan pada kulitnya yang walau dari jauh Xiao Ahnzi tahu kulit itu sangat halus dan lembut. Beranjak kebagian tangan, jari jari tangan subjek ini lebih ramping dibanding jari manusia normal, 


Tapi dari semua keindahan itu, bagian paling menakjubkan adalah sisik sisik pada bagian tubuh ularnya, bagian pinggang kebawah memiliki sisik sisik seperti berlian, berkilauan.


“Nona She,,Bawa ibu mu Keluar dari sana” XIao Ahnzi sudah mendengar gadis itu memanggil subjek tersebut dengan sebutan ibu, jadi dapat disimpulkan wanita ular itu adalah ibu She Annchi.


She Annchi mengangkat kepala nya, gadis itu tersadarkan berkat seruan Xiao Ahnzi, dengan hati hati She Annchi mulai mengangkat tubuh manusia ular yang masih terkulai tidak sadarkan diri itu, dan berjalan perlahan keluar dari area yang sebelumnya terhalang dinding tembus pandang.


Begitu She Ancchi berhasil melewati bagian dinding yang sudah bergeser turun, Xiao Ahnzi baru melepaskan tuas yang dari tadi di tahannya. Benar saja, begitu tuas dilepaskan dinding transparant itu kembali keposisi semula, Xiao Ahnzi berusaha menarik kembali tuas yang baru sesaat di lepaskannya, tapi tidak terjadi reaksi apa apa. pola pada lantai juga telah kembali pada kondisi acak.


“Hmp..tampaknya akan sulit sekali mendapatkan benda itu,,tapi bagaimana Ratu Ular itu bisa terkurung didalam sana? Apa ada yang salah dengan pola nya? Jika tempat itu adalah jebakan, seharusnya sekarang masih terbuka untuk menjebak mangsa selanjutnya bukan?,”


Xiao Ahnzi memutuskan untuk menyelidiki nya lain waktu, wanita ular itu lebih menarik perhatiannya. Pemuda itu melangkah ke arah She Annchi yang telah membaringkan tubuh ibu nya di lantai ruangan yang memiliki banyak pola yang butuh lama untuk menyusun ulang sampai bentuk nya benar.


“.......”


“Bagaimana  Ratu Ular Senior ini bisa memiliki Energi melimpah begini? Bahkan tubuhnya sampai tidak kuat menampung energi besar ini,”


“Apa kondisi nya selalu seperti ini?”

__ADS_1


Xiao Ahnzi melirik gadis Ular yang masih memiliki sungai kecil di pipi nya,


“Tidak”


She Annchi menggeleng, dia tahu ibu nya memang yang terkuat di kalangan Manusia Ular, tapi energi yang tidak bisa dikendalikan ini jelas bukan kekuatan Ratu Ular itu sendiri, 


Xiao Ahnzi memegang pergelangan tangan Ratu Ular senior, seketika bayangan peristiwa masa lalu muncul di penglihatan mata ketiga, Xiao Ahnzi hampir tersedak nafasnya sendiri ketika berhasil menelusuri bagaimana energi super besar itu bisa dimiliki Ratu Ular Senior.


“Tubuhnya tidak akan bertahan,,,”’ Suara Xiao Ahnzi yang pelan bagai petir di gendang telinga She Annchi.


“..a..ap...apa Maksudmu?” suara gadis itu bergetar


“ tubuhnya kelebihan energi, dan itu sudah berlangsung sangat lama, jika tidak melepaskan energi berlebihan ini tubuhnya akan meledak”


“.....ti.. ti ..tid..tidak mungkin” gadis itu kembali jatuh ke dalam tangis,,


Xiao Ahnzi tidak berbohong, dia harus melakukan sesuatu untuk menolong orang tua gadis ini, tapi butuh persetujuan dari She Annchi terlebih dahulu. Tidak menghiraukan gadis itu yang masih menangis Xiao Ahnzi lalu berkata


“Perhatikan sisik sisik seperti berlian ini, ini tidak normal, lihat,,, masih tersisa satu sisik asli yang belum sepenuhnya berubah seperti berlian, semoga diagnosa ku salah, tapi menurutku saat semua sisiknya berubah seperti berlian, saat itu tubuhnya tidak akan mampu bertahan lagi”


Memang di bagian ujung lancip ekor ular itu masih tersisa satu sisik terakhir yang berwarna hitam, tapi sebagiannya telah terkontaminasi warna berlian


“Hft…” Xiao Ahnzi menghembuskan nafas panjang lalu melanjutkan


“Aku Punya Cara,, tapi … apa kau mempercayai aku?” 


“......”


“Bodoh, aku tidak akan menggunakan metode kultivasi ganda! Jangan berpikir yang tidak tidak!”


“Sembuhkan ibu ku, apa pun yang kau minta sebagai bayarannya, sekalipun nyawa ku” She Annchi sudah memantapkan hati nya.


“Wah,, author memang pengertian..:” Xiao Ahnzi bersorak di dalam hati. tapi tidak akan berkesan pada wajahnya.


“Baik.tapi apa pun yang kau lihat, jangan coba ganggu aku!”


“.....Baik” She Annchi yang sudah mantap hati mengangguk yakin  lalu bergerak menjauh agar tidak melakukan gerakan tiba tiba saat melihat kejadian yang tidak terduga terhadap Ratu Ular.ibu nya.

__ADS_1


Xiao Ahnzi yang sebenarnya dari awal awal tidak pernah melepaskan teknik pernapasan hitam, merasakan fluktuasi di dalam dantian lubang hitam,. tidak dinyana energi limpahan ratu ular yang bagai banjir bandang memasuki meridiannya semenjak keluar dari kolam tanpa arus bisa membuat praktiknya meningkat bahkan sebelum menyerap secara langsung dari sumber nya.


“Akhirnya,,padahal aku hampir putus asa denganmu” Xiao Ahnzi mengusap bagian beberapa inci  di bawah pusar nya tempat dantiannya berada.


Xiao Ahnzi segera memulai pengobatan dengan metode tidak manusiawi nya, yang dia pelajari dari kitab seribu pengobatan.


Pukulan dan tendangan yang sepertinya membabi buta menerpa Ratu Ular senior yang sedang diambang hidup mati.


She Annchi telah akan bergerak sejak pertama kali tubuh ibu nya yang tidak sadarkan diri di tendang sampai mental dan melambung di udara. Demi setelah melambung di udara bukannya berhenti tapi semakin banyak pukulan dan tendangan yang diterima tubuh itu, tapi She Annchi teringat dengan janji nya agar tidak mengganggu proses pengobatan si anak muda berambut putih


"Apa ini nama nya mengobati? Dia menghajar ibu ku sedemikian rupa, jika kau gagal dan hanya bermain main,sekalipun aku harus mati sebanyak tujuh kali,walau hanya sekali saja aku pasti membunuhmu!"


She Annchi tidak kuasa melihat ibu nya dipukuli sedemikian rupa,gadis itu memalingkan wajahnya menatap lantai.


Xiao Ahnzi tampak sangat menikmati perannya, dia berterima kasih kepada siapapun yang menciptakan teknik pengobatan ini, "ini nama nya teman tertolong, hobi tersalurkan,,huhuhu"


Sebenarnya kitab seribu pengobatan tidak melulu menjelaskan teknik pengobatan dengan metode yang terkesan brutal ini, bahkan sebenarnya  hanya satu bab yang mengulas tentang metode ini, sedangkan sembilan ratus sembilan puluh sembilan lainnya tidak sama sekali. Cara cara yang di ajarkan pada sembilan ratus sembilan puluh sembilan lainnya bahkan ada yang sampai pada tingkat tidak perlu menyentuh pasien.


Tapi sesuai semboyan Xiao Ahnzi yang cocok dengan metode brutal, selain membantu dan sudah teruji berhasil, anak muda itu sekalian dapat menyalurkan rasa gatal di dalam tulangnya. Pernah juga othor dengar istilahnya "kawan tatolong,candu lapeh" 


*Eh.. jangan dibahas


Begitu dua ratus dua belas titik tersentuh secara akurat dan presisi, bagian tubuh ratu ular dari pinggang ke bawah tampak memancarkan cahaya emas yang menyilaukan, sesaat setelah itu bagian ularnya berganti sepasang kaki putih berkulit halus dan…#ah sudah..


Bertepatan dengan terjadi nya ledakan teredam, energi melimpah itu berhasil dikuras habis, dantian lubang hitam yang turut bekerja keras melahap energi yang di tarik dari tubuh Ratu Ular senior mereda dan seperti tertidur seiring Xiao Ahnzi menutup teknik pernapasan hitam.


Tubuh Ratu Ular Senior, orang tua She Ancchi, yang masih mengambang di udara, perlahan turun hingga akhirnya terbaring di lantai, Xiao Ahnzi memalingkan wajah ketika menyadari sesuatu yang tabu terpampang di depan mata nya,


" Sudah selesai, tinggal menunggu ibu mu siuman"


Xiao Ahnzi berjalan menjauh, sedangkan She Annchi berjalan mendekati tubuh ibu nya, saat itu baru ia mengerti kenapa anak muda itu memalingkan wajah, bagian bawah tubuh ibu nya sekarang berupa sepasang kaki, karena tidak memakai penutup, sesuatu itu terlihat jelas. 


She Annchi mengambil pakaian dari dalam cincin penyimpanan nya, pakaian putih panjang yang sebelumnya ia kenakan selama perjalanan segera di tutupkan di atas tubuh ibu nya yang terbuka.


Setelah melakukan beberapa hal, gadis itu menghampiri pemuda yang saat ini sedang berdiri di depan dinding tembus pandang, entah apa yang di lakukan nya.


"Terimakasih untuk semuanya,," gadis itu berdiri di belakang Xiao Ahnzi dan tanpa permisi  langsung memeluknya. "Kapan ibu ku akan Siuman?" 

__ADS_1


Nada suara yang terdengar merdu itu rasa nya sangat dekat di telinga Xiao Ahnzi, anak muda itu menoleh dan pipi nya menyentuh sesuatu yang lembut,


"ya ampun,,adegan ini lagi …"


__ADS_2