Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
066. Klise


__ADS_3

Pemilik berpasang pasang cahaya merah itu adalah makhluk dengan tubuh dipenuhi rambut, tangan makhluk itu memiliki ukuran sama panjang dengan tinggi tubuhnya, perpasang pasang cahaya itu merupakan pantulan sinar mata mereka didalam kegelapan, 


Xiao Lu Metian menggigit lidah nya saat nyaris menjerit, binatang berbulu itu tiba tiba melompat dari dahan dan melintas di atas kepala Xiao Lu Metian dan kawan kawan.


Byurr


Burr


Berkali kali  suara air tersibak saat tubuh tubuh kera itu langsung melompat kedalam sungai, Wei Dan Guo yang menghadap tepat kearah sungai bahkan terciprat air sungai diwajahnya yang se pucat kain kafan, rombongan besar itu kiranya menganggap Xiao Lu Metian dan kawan kawan sebagai tunggul kayu atau batu, sehingga melewatkan mereka begitu saja.


Xiao Lu Metian bersyukur Shu Liu Xin bertindak cepat mencegahnya berbuat gegabah.


Kawanan binatang buas itu akhirnya menjauh setelah berhasil melewati sungai dengan cara berenang. 


Setelah ketegangan yang panjang, Wei Dan Guo tersedak nafas nya sendiri, tubuhnya tiba tiba tersungkur, hal itu memaksa Xiao Lu Metian berpaling, gadis itu baru saja akan berdiri saat Shu Liu Xin memper erat genggaman tangannya. Lalu berkata dengan suara yang teramat rendah


"Jangan bergerak, dia akan baik baik saja. "


Xiao Lu Metian membatalkan rencana nya, kembali duduk dengan terlebih dahulu mengatur nafas. 


Detik detik berlalu, di kejauhan suara gaduh mulai kembali terdengar, sepertinya rombongan kera berlengan panjang tadi sudah mulai membuat keributan. 


Tidak lama kemudian mulai terdengar jerit pekik yang mengiris hati setiap insan yang mendengarnya, 


"Apa yang terjadi disana?"


"Mereka sedang bertarung? "


"Makhluk macam apa yang mereka lawan? "


Dikejauhan terdengar suara ledakan disela sela pekik histeris tersebut. Keringat dingin kembali mengalir di punggung Shu Liu Xin, begitupun rekan rekan nya yang lain.


Wajah wajah tegang yang semula telah menghilang kini kembali dalam tempo yang sesingkat singkatnya. 


Di tempat lain, kurang lebih sembilan ratus meter dari bibir sungai, berseberangan dengan posisi Xiao Lu Metian dan kawan kawan, tepat nya di padang rumput dengan perdu setinggi manusia dewasa.


Beberapa saat sebelum nya. 



Xiao Ahnzi yang bersandar pada tubuh besar Harimau Putih tersenyum kecut saat mata ke tiga nya menangkap pergerakan besar dari arah seberang sungai. 


"Aisshh.. Akhirnya datang juga… " 


Pemuda berambut putih seperti gundukan salju itu memperbaiki posisi duduk nya, fokusnya pada teknik mata ke tiga juga di tingkatkan,


Dalam keadaan ini memungkinkannya melihat sebuah pertunjukan yang akan berlangsung sesaat lagi, 

__ADS_1


"Kakak Xiao Lu,,, jangan kalah terlalu cepat! " 


 


Anak setan ini benar benar tidak bisa di tebak, bahkan hal se genting itu bagi keselamatan Xiao Lu Metian ingin di jadikan nya sebuah tontonan gratis.


Bukannya kejam dan tidak berperasaan, bagaimana pun misi nya adalah membawa Kakak nya Xiao Lu Metian kembali dengan selamat.


Namun bagi Xiao Ahnzi, terjun langsung kedalam pertarungan hanya akan menghambat perkembangan mereka, lebih baik memberikan kesempatan untuk merasakan sakit menjelang kematian. 


Tapi Pangeran Ke Empat terpaksa menelan kekecewaan, binatang buas yang berjumlah banyak itu ternyata hanya melewati Xiao Lu Metian dan rombongannya begitu saja, bahkan sebagian makhluk itu telah berhasil menyeberangi sungai. 


Jarak mereka semakin dekat, tidak lama lagi gerombolan yang menimbulkan suara berisik itu pasti sampai di depan Xiao Ahnzi. 


"..... Mn??? Jadi kalian mencari aku? "


Anak muda itu baru menyadari, ternyata target dari rombongan kera bertangan panjang ini adalah dirinya. 


"Ah.. Kenapa kalian suka sekali mempersulit diri?"


Xiao Ahnzi benar benar jengkel, rencana nya untuk datang sebagaimana layak nya bintang utama yang datang di keadaan genting, malah berakhir kegagalan.


Adegan klise pada setiap drama itu jauh sekali dari perencanaan. 


Tanpa aba aba, belasan atau mungkin puluhan kera berlengan panjang itu mulai merangsek ke arah Xiao Ahnzi, pengeroyokan segera berlangsung sengit saat kera kera itu menyerang dari segala sisi. 


Harimau Putih bertaring pedang? 


Makhluk itu masih tertidur pulas, benar benar diluar kebiasaan nya. Entah apa yang di lakukan Xiao Ahnzi terhadapnya, hingga binatang buas yang memiliki insting sangat kuat itu tidak menyadari bahaya di samping telinganya.


Xiao Ahnzi telah mulai beraksi,


Dengan sebelah tangan memegang belati, dan dari sebelah tangan lagi melesat tinju bertenaga besar, setiap kali tinjunya mengenai target, lawan akan terlempar keras dengan mengalami retak sampai patah tulang.


sedangkan belati di tangan kiri Xiao Ahnzi,, penulis malas menuliskan, takut kena banned, saking sadis dan berdarah darahnya.


pemuda itu benar benar jadi momok yang menakutkan bagi lawan lawan nya. 


Jerit pekik kesakitan bertalu talu, bahkan terdengar sampai ke tempat Xiao Lu Metian dan kawan-kawan. 


Dalam satu kesempatan, Pangeran Ke Empat menangkap leher salah satu kera berlengan panjang, melempar tubuh besar itu ke udara, lalu sekejab kemudian menyusul memberikan sebuah tendangan. 


Tubuh besar itu akhirnya terhempas menghantam tanah. Tanah terbongkar, tumbukan tubuh kera dengan tanah menimbulkan ledakan. 


Tidak cukup sampai disitu, Xiao Ahnzi kembali memburu arah jatuh nya binatang tersebut, belasan tebasan belati membuat tubuh makluk itu tercerai berai, jeritan nya menyayat hati. Hingga akhir nya nyawa nya melayang. 


Pertempuran kembali berjalan sengit, binatang buas ini bukan nya takut malah semakin kalap melihat rekan rekan nya bertumbangan. 

__ADS_1


Xiao Ahnzi juga tidak main main dalam melampiaskan kekesalan nya. Kurang dari lima belas menit, pertarungan itu mendekati akhir, satu ekor kera yang terakhir dibiarkan Xiao Ahnzi melarikan diri, menyisakan satu satu nya pemenang di tempat itu. 


"Ahh,, lumayan, core makhluk ini bisa menghasilkan uang bukan? " 


Xiao Ahnzi memanen banyak demonic core dari hasil pertarungan nya. 


"Bukan kah seharusnya kompetisi itu berjalan seperti ini? Ajang mencari kekayaan, huhu"


Wajah tampan, dengan mata berwarna hitam se kelam malam berbintang, anak muda ini benar benar sempurna, sayang sekali, Seringai yang dimiliki anak muda ini benar-benar merusak kesan luar biasa yang dimiliki nya. 


"Kucing,, ayo kita mendekat, sebentar lagi akan ada pertunjukan menarik, mereka tidak akan menyadari kedatangan kita. "


Memang begitulah rencana Xiao Ahnzi, anak setan ini dengan sengaja membiarkan kera berlengan panjang itu mundur,


jika sebelum nya demonic beast itu tidak menyadari keberadaan Xiao Lu Metian karena rombongan kera itu dapat melompat melewati mereka dari ketinggian pohon, sebaliknya demonic beast itu dengan terpaksa harus berjalan menyisir tanah saat kembali. 


Saat itu lah pertunjukan nya dimulai. 


Harimau Putih yang tertidur seperti manusia yang terkena sirap itu langsung berdiri saat Xiao Ahnzi memanggil nya. Tatapan matanya seperti orang yang sedang bingung melihat bekas pertarungan. 


"Cepat lah!! Nanti gadis mu dimakan monster,," Xiao Ahnzi berbicara tanpa nada. 


*#*#*#


Dipinggir sungai, bagian terluar dari hutan bukit berbatu, 


Apa yang direncanakan Pangeran Ke Empat benar benar terjadi sesuai perkiraan nya. 


Pertarungan satu melawan enam segera pecah, Xiao Lu Metian dan kawan-kawan tidak kesulitan menghadapi satu ekor kera berlengan panjang, dengan cepat kera berlengan panjang itu berhasil ditangani, 


Xiao Ahnzi tersenyum di kejauhan, "nah,, kalian baru saja memasang umpannya"


Harimau Putih berjalan pelan membawa tuannya mendekati pinggir sungai. Lalu berhenti dibalik serumpun perdu setinggi orang dewasa.


Shu Liu Xin baru saja akan menarik nafas lega saat pedang Xiao Lu Metian berhasil membabat putus kepala kera berlengan panjang itu, saat bau amis memenuhi rongga pernapasan nya, anak muda itu menyadari sesuatu.


Wajah Shu Liu pucat, tatapan nya tajam ke dalam hutan yang kelam,


"Kita harus kembali ke seberang sungai," suara nya bergetar 


"......"


".....?"


Rekan rekannya hanya terdiam dengan tatapan tidak mengerti apa maksud Shu Liu Xin.


"Tidak ada waktu untuk menjelaskan, ikuti aku!" Shu Liu Xin berkelebat lebih dulu.meski tidak mengerti,rekan rekannya segera mengikuti.

__ADS_1


__ADS_2