
Srak!
Xiao Lu yang dalam keadaan siaga penuh,langsung melenting kan tubuh nya, dengan mantap tubuh yang selalu mengeluarkan aroma wangi itu menapak pada cabang pohon yang menjorok ke dalam danau.
tidak butuh waktu lama sampai sesuatu yang membuat jantung berdebar keras keluar dari kerimbunan, bahkan suara kayu patah tadi telah berganti dengan geraman yang sangat meng intimidasi.
Seekor demonic beast Harimau Putih menampakkan diri nya di hadapan Xiao Lu Metian
“Sial!” Xiao Lu Metian sampai menelan ludah melihat penampilan makhluk buas di depannya, beruntung Tuan Putri dari kerajaan Ufuk Barat ini bergerak cepat, bahkan Xiao Lu tidak mau membayangkan dia seorang diri harus berhadapan dengan makhluk mitologi ini.
Aroma wangi yang dipancarkan tubuh Xiao Lu Metian tampak nya mengundang minat makhluk luar biasa ini, dengan langkah kaki yang membuat tanah bergetar, harimau putih itu berjalan menuju pohon tempat Xiao Lu Metian bersembunyi,
Di atas cabang pohon yang menjorok kedalam danau, Xiao Lu Metian menahan napas dan menahan hati, walau tubuhnya sedang gemetar, Xiao Lu berusaha tidak membuat gerakan sekecil apa pun,
Xiao Lu seakan melihat sebuah senyum penuh ejekan dari sosok harimau putih tersebut, binatang itu membaringkan tubuh nya tidak jauh dari pohon yang di tumpangi Xiao Lu Metian tatapan mata nya tertuju pada cabang pohon tempat gadis itu bersembunyi.
Bahkan harimau Putih itu mulai mengibas ngibas ekornya, membuat daun daun kering mulai berterbangan.
***********
Sebuah pusaran energi muncul di dalam ruangan lantai tiga perpustakaan kerajaan Ufuk Barat,
seorang anak muda berusia tiga belas tahun keluar dari pusaran energi tersebut, pesona yang di tampil kan anak muda ini benar benar sulit di abaikan, wajahnya menampilkan kemuliaan, mata nya memiliki warna yang tiada dua nya di jagad semesta, bola mata hitam kelam sekelam malam berbintang, rambutnya yang putih seperti gundukan salju yang dingin membuat bintang bintang di bola mata hitam itu semakin cemerlang,
Tubuhnya tidak tergolong tinggi, juga tidak pendek untuk ukuran anak manusia berusia belasan tahun, sangat sepadan dengan ukuran tubuhnya yang tidak terlalu berotot, sedap di pandang atau kerennya good looking lah.
Iya… sosok ini tidak lain adalah Pangeran Ke Empat, Xiao Ahnzi.
Setelah memperoleh pemahaman baru dari keterangan keterangan Safira, Pangeran Ke Empat akhirnya berhasil membuat portal dimensi, versi upgrade dari portal yang di pelajari nya saat di gurun kematian,
“sunyi sekali,,, apa paman Lan belum kembali dari tugas yang diberikan Tuan nya yang tidak jelas itu?” teknik mata ketiga tidak menangkap jejak apa pun di ruangan ini, dari tekstur udara, ruangan ini telah kosong dan tidak pernah dimasuki untuk waktu yang sangat lama.
Kening Pangeran Ke Empat sampai berkerut memikirkan tugas yang dijalankan Paman Lan, bahkan waktu telah berlalu lebih dari enam tahun, tugas apa yang membutuhkan waktu yang begitu lama bagi orang seperti guru nya itu?
Xiao Ahnzi melangkah ringan menuruni tangga ke lantai dua, tekanan yang diberikan sepanjang anak tangga sudah tidak dapat mempengaruhi anak muda ini.
Lantai kedua ternyata juga kosong!
“Aneh!.. Kemana orang orang tua ini?”
Xiao Ahnzi cukup lama menjadikan Perpustakaan ini sebagai rumahya sendiri, selama Xiao Ahnzi menempati perpustakaan, Para Penjaga itu tidak pernah meninggalkan gedung berbentuk pagoda ini.
Dengan pikiran yang dipenuhi pertanyaan, Xiao Ahnzi melewati lorong yang terbentuk dari susunan rak di lantai dua, sekilas Xiao Ahnzi mendapat gambaran, Penjaga lantai dua ini pergi belum terlalu lama, Xiao Ahnzi terus turun ke lantai satu.
Pangeran ke Empat baru akan melangkahkan kaki di lantai satu saat sebuah serangan menderu ke arahnya.
Swooosshh
__ADS_1
Clap!
Selembar kertas yang sangat tipis menancap pada dinding, beruntung Xiao Ahnzi sempat menarik mundur kepala nya, jika tidak kertas itu pasti membuat sebuah bekas di wajah tampan nya.
“BI..”
Belum sempat Pangeran ke empat mengeluarkan sebuah kata pun, serangan lain telah mengincar kembali, mau tak mau Xiao Ahnzi harus meladeni serangan ini. Jika tidak serius nyawa nya bahkan tidak akan bertahan lama menghadapi serangan yang datang bertubi tubi begitu.
Pemandangan seperti pertunjukan akrobat berlangsung cepat, seorang aktor bertugas melemparkan pisau dan seorang lagi selalu menghindar, bahkan pemeran yang bertugas menghindar itu memiliki cara cara yang tidak terduga untuk menyelamatkan nyawa nya dari serangan. Serangan yang datang selalu bisa di buat meleset.
“Siapa Kau!!” penyerang itu melontarkan pertanyaan, bersamaan lemparan berlembar lembar kertas yang bisa berubah setajam pisau, semua lemparan nya bahkan tidak pernah melepaskan bagian bagian vital,
Di lain sisi, orang yang ditanya tengah sibuk menghindar, lengah sedikit saja bukan tidak mungkin kepala nya lepas dari leher.
Tidak mendapat jawaban membuat sang penyerang semakin murka, dari serangan jarak jauh, adegan itu berubah jadi pertarungan jarak dekat yang intens dan sengit, lawan juga mulai melakukan tangkisan tangkisan,
Xiao Ahnzi bukan nya tidak bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan orang yang menyerangnya, hanya saja pangeran ke empat merasakan semangatnya bergelora setelah menerima beberapa serangan,
kebetulan sekali ada lawan tanding untuk saat ini, Xiao Ahnzi tidak ingin melewatkannya dengan membongkar identitas terlalu cepat.
Dari posisi bertahan, Xiao Ahnzi kini mulai bemain menyerang, anak muda itu sama sekali tidak menahan kekuatannya. meski belum terbiasa bertarung menghadapi manusia, konsep dan prinsip nya dalam bertarung sudah terpatri kuat. jangan menahan diri dan meremehkan musuh, meremehkan musuh adalah langkah awal menuju kematian.
Orang yang menyerang Xiao Ahnzi sesekali masih melontarkan pertanyaan pertanyaan tentang diri nya, tapi Xiao Ahnzi memilih bungkam.
Dia benar benar menikmati pertarungan melawan Bibi Mei nya ini, bahkan tampak jelas senyum anak muda ini tidak habis habis di bibir nya.
Sosok penyerang, Xiao Mei Mei benar benar kesal melihat senyum anak muda itu, dirinya yang telah kekenyangan memakan asam garam dunia bela diri tidak mampu memasukkan satu serangan pun sejak tadi, harga diri nya benar benar jatuh melihat lawan yang tetap tersenyum
Xiao Mei Mei meningkatkan lagi kekuatan serangannya, array pelindung di lantai satu mulai tidak dapat menahan goncangan yang ditimbulkan dari pertarungan, beberapa buku mulai jatuh dari rak nya, tapi serangannya belum jua memberikan hasil.
Xiao Ahnzi yang lebih menyayangi buku buku dan kitab dibanding uang mengeluh di dalam hati, tapi untuk berhenti bertarung juga sayang rasanya,,jarang jarang ada kesempatan seperti ini.
Xiao Ahnzi menggiring pertarungan keluar dari Perpustakaan, dengan satu lompatan cepat tubuhnya melewati kepala Xiao Mei Mei. anak muda itu melesat menuju pintu.
“Jangan lari!! Penyusup Sialan!”
Suara Xiao Mei Mei bahkan terdengar ke kediaman Pangeran ke Empat, membuat penjaga rumah kosong itu segera berdatangan.
Xiao Ahnzi telah berada di luar gedung Pustaka, dia masih belum melepas senyum di bibirnya, malahan senyum itu bertambah lebar saat melihat belasan prajurit berlari ke arahnya.
“Semakin ramai semakin asyik”
...*****************...
Saat pemuda aneh ini begitu menikmati pertarungan menghadapi Bibi Xiao Mei Mei di Halaman depan Perpustakaan, di Gunung Raja Monster perasaan berbeda meliputi hati Xiao Lu Metian.
Demonic Beast Harimau Putih berbadan besar itu memang tidak menunjukkan sikap buas nya saat ini, binatang buas itu hanya berbaring dengan sikap menggemaskan,
__ADS_1
Tapi bagi Xiao Lu se-menggemaskan apapun sosok di depannya, tidak ada sedikitpun keberanian yang dimiliki Tuan Putri itu untuk keluar dari persembunyian lalu,apalagi untuk mendekatinya.
Tiba tiba saja Harimau Putih itu melompat berdiri, suara geramannya bahkan terdengar jelas, perubahan mendadak yang di tunjukkan makhluk itu menyadarkan Xiao Lu, ada kultivator yang mendekat,
Ada empat orang berkelebat cepat dari selatan, ke empat orang itu tampak saling berkejaran, satu sosok yang terpisah cukup jauh di depan memiliki banyak bekas luka di tubuhnya,
sementara tiga sosok yang mengikuti orang tersebut masih tampak segar bugar, indikasi ini menunjukkan orang yang berlari di bagian depan sebagai orang yang di kejar,
Arah lari orang itu tepat menuju posisi Xiao Lu Metian bersembunyi, mau tidak mau kultivator itu menghentikan lari nya,
di depannya sosok buas Harimau Putih telah menghadang jalannya. Bahkan harimau Putih itu telah mendekat memperlihatkan taring taringnya yang panjang dan tajam.
Xiao Lu Metian yang memperhatikan dari persembunyian dengan dada yang berdebar, kultivator yang penuh luka itu adalah seorang pemuda dengan pakaian yang terkesan mewah, dari perawakannya dapat ditebak orang ini seorang yang memiliki kasta tinggi.
Xiao Lu Metian tidak begitu mengenal pemuda gagah itu, tapi Xiao Lu Metian dapat menerka orang ini berasal dari wilayah Utara yang dingin.
Meski hampir semua kalangan menunjukkan sikap bermusuhan terhadap keturunan Raja Xiao Tian dari kerajaan Ufuk Barat, orang orang dari wilayah Utara adalah pengecualian. Orang orang dari utara cenderung tidak ikut campur urusan golongan lain.
Xiao Lu Metian atau pun Xiao Jin Tian tidak pernah terlibat masalah dengan orang orang Utara, walau begitu bukan berarti juga mereka berteman, orang orang utara sangat tertutup.
Pemuda dari utara itu telah disibukkan serangan serangan dari Harimau Putih yang selama ini menunggui Xiao Lu Metian di bawah Pohon. Tidak ada lagi sikap menggemaskan seperti yang ditunjukkannya pada Xiao Lu Metian sebelumnya,
Tiga orang lain yang mengejar pemuda dari utara itu akhirnya berhasil menyusul, wajah pemuda dari utara semakin muram, menghadapi tiga orang yang mengejar itu saja dia sudah kewalahan, bahkan hampir kehilangan nyawa,
sekarang dalam pelariannya ia di hadang seekor Harimau Putih dengan badan yang sangat besar, belum lagi taring taring harimau yang setajam pedang itu mencuat keluar dari mulutnya karena terlalu panjang.
Pemuda Utara itu tidak yakin diri nya bisa keluar dari tempat ini dengan nyawa masih melekat di badan.
Xiao Lu Metian terlalu Fokus memperhatikan jalannya pertarungan, gadis itu tidak menyadari kehadiran tiga orang lain ditempat itu, sampai seseorang mengeluarkan suara tawa yang kental sekali dengan maksud menghina terhadap Pemuda itu,,
Harimau Putih dengan taring seperti pedang mengeluarkan auman keras yang membuat permukaan air danau bergelombang, niat membunuh Binatang buas ini semakin pekat menguasai tepian danau,
Kekuatan kedua kaki Pemuda dari Utara seperti di gembosi setelah menerima auman Harimau Putih bertaring setajam pedang itu, tubuhnya roboh, pandangannya berkunang, Pemuda ini telah pasrah menanti kematian.
Harimau Putih bertaring Pedang tidak melanjutkan serangan terhadap pemuda dari utara, sebaliknya, tubuh besar nya telah menerjang kearah pohon tempat tiga orang melontarkan berbagai hinaan tadi.
Pohon tempat tiga orang itu berkumpul langsung patah terkena sambaran cakar harimau Putih bertaring Pedang,
orang orang yang sedang lengah itu tidak pernah mengira Harimau Putih itu akan datang mengincar mereka. Alhasil tiga orang itu kalang kabut mencari selamat.
Meski keadaan mereka sendiri terancam dengan kehadiran Harimau Putih bertaring Pedang, niat buruk orang orang itu tidak surut sedikitpun,
satu orang yang melompat dari pohon, dengan sengaja memilih arah selamat mendekati pemuda utara yang sudah tumbang. niat membunuh terpancar dari tubuhnya,
Pemuda dari utara yang telah tumbang di tanah merasakan datangnya serangan, tapi dia sudah tidak mampu bergerak.
Xiao Lu Metian yang sedang bersembunyi tidak dapat menahan diri melihat sikap pengecut itu. Dengan penuh kebencian tubuh Tuan Putri Ufuk Barat itu segera melesat memapas sambaran pedang yang di lakukan orang licik tersebut.
__ADS_1
Trang!
“Anjing licik!”