
Si Ceking Xu Lian jadi sangat jengkel ketika orang orang yang semula mengerubungi nya untuk mendengar cerita malah berhamburan di saat ceritanya mencapai bagian paling penting, tapi ia tidak dapat memaksa orang orang untuk tetap tinggal dalam kondisi tersebut.
Akhirnya Xu Lian memutuskan untuk menghabiskan makanan yang sudah di pesannya setelah melirik sejenak pada Paman Lan, guru dari tuan muda Xiao nya.
Paman Lan masih duduk tenang di tempatnya, orang tua itu tampak tidak peduli dengan keributan yang terjadi, bahkan ketika mendengar suara seperti raungan binatang buas di langit di atas Rumah makan, Paman Lan hanya menoleh sejenak ke langit langit bangunan, lalu kembali larut dalam kegiatannya.
Kekacauan benar benar terjadi dan meluas dengan cepat, beberapa bangunan mulai terbakar akibat semburan api dari beberapa demonic beast tipe api, bahkan bagian depan rumah makan tempat Paman Lan berada sekarang juga mulai roboh terkena serangan entah dari siapa,
“Tuan,,,apa yang harus kita lakukan,,?”
Xu Lian cukup takjub melihat ketenangan Paman Lan, mata nya mencuri pandang tapi tangan nya masih menyuap makanan ke dalam mulut,
“Tidak ada,,mereka bisa mengatasi nya”
Suara Paman Lan datar, tanganya memainkan gelas tembikar yang masih mengepulkan asap tipis,
Xu Lian yang memiliki insting binatang buas mana mungkin bisa tenang dengan keadaan ini, sebab perwujudan demonic beast Rubah Api itu bisa merasakan keberadaan Demonic Beast yang semakin mendekat, dan terlebih lagi jumlahnya sangat banyak,,
"bagaimana tua bangka ini bisa begitu tenang?”
“Tuan,,,” Xu Lian
“Kau tenang saja, akademi Tianqi bertanggung jawab terhadap kota ini,” Paman Lan memotong.
Paman Lan sendiri sebenarnya heran dan bertanya tanya bagaimana monster monster ini bisa memasuki kota Tiānqì zhēn hǎo, kota ini adalah kota paling aman di daratan benua timur, sepanjang sejarah belum pernah terjadi penyerangan di dalam kota,
tapi seperti apa Xiao Ahnzi, seperti itu juga guru nya, orang tua ini terlalu malas ikut campur urusan orang lain, bahkan ia bisa membiarkan istana Ufuk Barat bersama jutaan Penduduknya lenyap di depan mata. Bukan tidak mungkin ia akan melakukan hal yang sama disini, toh Paman Lan tidak berhutang apa pun kepada kota ini, jadi Tidak ada alasan untuk membantu orang orang ini, sungguh seorang pria yang tidak memiliki empati sama sekali!
Paman Lan menutup mata menutup telinga dari hiruk pikuk pembantaian di luar sana, dan agaknya akan tetap begitu jika saja keberadaan Xu Lian yang merupakan perwujudan demonic beast Rubah Api berekor tiga itu tidak menarik perhatian para monster di luar sana.
__ADS_1
Bagaimana pun, demonic beast yang berhasil mengambil wujud manusia memang tidak bisa dipandang sebelah mata, keberadaan Xu Lian ibarat sepotong daging di tengah kumpulan karnivora,
di kalangan demonic beast hukum rimba adalah hukum yang nyata, siapa yang kuat dia yang berkuasa. Siapa pun yang berhasil mendapatkan core Rubah Api Milik Xu Lian akan mendapat kan keuntungan luar biasa, dapat di bayangkan lompatan besar dalam kultivasi makhluk tersebut.
Belasan demonic beast mendekat, sepanjang jalan yang mereka lalui korban terus bertambah, tanah yang bergetar karena langkah mereka saja sudah cukup untuk membuat ratusan orang tertimbun runtuhan bangunan.
bau anyir darah menjadi komponen utama yang memenuhi pernapasan, termasuk di bangunan dua lantai tempat Xu Lian berada sekarang, bangunan itu mulai berderit karena tekanan energi spiritual, dan juga energi fisik dari demonic beast yang seolah terpanggil untuk berkumpul di titik ini.
“Hmpp,,kalian terlalu meremehkan tubuh tua ini!”
Paman Lan yang dari tadi diam tidak bergerak dari kursi nya tiba tiba meledakkan energi spiritualnya, selain itu aura pendekar yang dimiliki Paman Lan juga terlepas dengan sendiri nya,
Tapi energi spiritual dan aura pendekar yang mampu mengimbangi semua tekanan demonic beast itu sekaligus membuat kondisi bangunan semakin memprihatinkan.
Para pengunjung rumah makan yang semula berada di lantai dua menonton kekacauan di dalam kota, akhirnya berhamburan menuruni tangga,
akhirnya aksi saling dorong saling sikut itu terhenti di depan pintu keluar, seutas benda lentur dan berlendir menghambat langkah mereka, tanpa diduga benda berlendir itu berbelok dengan cepat dan berhasil membelit seorang di antara mereka, Begitu sosok nya muncul, semua orang bergerak mundur, benda berlendir itu ternyata lidah seekor reptil berukuran besar.
Korban yang ternyata bukan seorang kultivator itu tanpa perlawanan menjadi santapan makhluk mengerikan yang belum pernah dilihat sebagian besar orang orang ini.
Kejadian nya begitu cepat, orang orang yang sama berlari menuju pintu keluar itu jadi tertegun dan menjerit histeris.
Di depan mata mereka tubuh yang dibelit lidah monster reptil itu tercabik cabik.
Monster reptil itu kembali menyerang, orang orang ini tidak punya kesempatan, mereka terlalu takut bahkan untuk sekedar menggerakkan kaki, bahkan ada yang sudah terkencing kencing di celana melihat ajal menjemput mereka.
Xu Lian yang lebih manusiawi dibanding manusia sesungguhnya (Paman Lan) mencoba menolong orang orang yang terjebak di pintu, perwujudan demonic beast itu memotong pergerakan Lidah reptil yang kembali mengincar mangsa di antara manusia biasa itu,
Kecepatan gerak Xu Lian tidak diragukan lagi, belati di tangannya berhasil menahan serangan Lidah Monster itu.
__ADS_1
“Cepat!!” Xu Lian terseret mundur beberapa langkah ketika lecutan lidah reptil tersebut beradu dengan sepasang belati di tangannya, tapi waktu yang sedetik itu berhasil memberi kesempatan kepada belasan pengunjung untuk berlari menyelamatkan diri.
Di rumah makan itu sekarang tersisa Xu Lian dengan Paman Lan,
Begitu orang orang itu berhasil melarikan diri, Xu Lian mulai terlibat pertarungan dengan demonic beast reptil tersebut.
Xu Lian yang semula menahan kekuatannya karena keberadaan banyak manusia di sekelilingnya sekarang mendapat kesempatan untuk menunjukkan kekuatan asli nya, determinasi dan dominasi nya, bahkan tidak perlu waktu yang lama monster reptil itu kehilangan kepala di pangkas belati Xu Lian.
Monster Reptil ini mungkin salah satu yang tercepat di antara demonic beast yang menuju ke arah Xu Lian, demonic beast lain masih mendekat tapi jarak nya masih memberikan cukup waktu bagi Xu Lian untuk kembali ke dalam gedung Rumah Makan.
Paman Lan yang tidak mau tahu dengan urusan ini hanya mendengus dingin ketika Xu Lian kembali ke dalam Rumah makan yang hampir roboh tersebut
“doyan sekali mencari masalah!”
Xu Lian tidak mengatakan apa apa walau merasa kesal dengan manusia yang tidak punya empati ini. Xu Lian menghabiskan makanan yang dari semula di abaikannya karena sibuk mencari informasi,
Perwujudan demonic beast itu teringat pesan Xiao Ahnzi soal makanan,
“jangan pernah menyisakan makanan,siapa tahu ini makanan terakhir yang masuk ke perut mu!”
Dengan air mata yang meleleh di pipi nya, Xu Lian menelan makanan yang sebenarnya telah bercampur debu dan pecahan beton,
“Orang seperti mu tidak akan berumur panjang!” Paman Lan meletakkan gelas tembikar ditangan nya,
“Umur saya sudah cukup panjang,, saat ini sudah delapan ratus tahun,,” Xu Lian mulai berani bersilat kata dengan manusia nir empati ini.
"kalau kau ingin mati, pergi saja keluar sana!" Paman Lan
"iya, saya akan menghabiskan dulu makanan ini,," Xu Lian menenggak air langsung dari kendi nya, membantu makanan berkerikil itu melewati tenggorokan.
__ADS_1