
Xiao Lu Metian memasang sikap waspada, Harimau Putih yang tiba tiba impulsif sudah cukup menjadi tanda sesuatu yang tidak diharapkan akan datang.
Xiao Anzhi dengan malas malasan ikut berdiri disamping Harimau Putih yang ternyata berjenis kelamin betina itu, sikap pemuda itu jadi berbeda terhadap makhluk tersebut, entah apa pasal, sekarang Xiao Ahnzi tidak lagi menjahilinya, dengan pelan anak muda itu mulai mengusap usap lembut bulu harimau putih itu.
Sementara itu dari arah padang rumput tidak lagi terdengar suara nyanyian yang mengandung kekuatan yang ditakuti para demonic beast itu, jarak pendatang itu masih di luar jangkauan teknik mata ketiga, mau tidak mau hal ini membuat Pangeran ke Empat harus memutar otak agar tidak kecolongan.
Untungnya Walau tidak dapat melihat, Pendengaran Xiao Ahnzi masih mampu mendengar lebih baik daripada orang kebanyakan, itu semua karena panca inderanya terintegrasi dengan Teknik mata ketiga.
Orang yang datang dari padang rumput telah berhenti menyanyi, tapi masih melangkah mendekat dengan kecepatan cukup tinggi, tidak berapa lama lagi pasti akan tertangkap teknik mata ketiga,
Pangeran ke Empat yang banyak akal ini akhirnya berhenti memikirkan tentang subjek yang bergerak mendekat tersebut. Seperti tidak ada masalah lalu melangkah memeriksa keadaan Shu Liu Xin,
Shu Liu Xin belum juga bangun setelah proses pengobatan yang dilakukan oleh Xiao Ahnzi,
"Benar benar seperti kerbau, tidurmu berisik sekali!" Anak muda itu mulai mengomel seperti nenek nenek yang kehilangan gigi palsu nya.
Sontak yang bangun duluan adalah dua orang pengawal Pangeran dari Utara itu, suara anak muda itu bahkan tidak ditahan sedikitpun. Dua orang pengawal Shu Liu Xin yang dalam keadaan tidur tidur ayam, merasa bahwa yang dimaksud kerbau adalah mereka berdua.
sebenarnya lah kata kata itu menyinggung terlalu dalam, tapi apa hendak dikata, pemuda ini tidak pada level yang sama dengan mereka, meski praktik nya terlihat hanya di forging qi tingkat tujuh, tapi merujuk pada apa yang ditunjukkan orang itu pada kejadian semalam, mungkin tingkatannya berada pada tingkat yang sama dengan para tetua Akademi Tianqi.
Xiao Ahnzi yang telah gatal untuk berbuat jahil akhirnya mulai menemukan sasaran empuk, dengan nada yang dibuat terdengar secemas mungkin lalu berkata
“eh,,kenapa kalian membiarkan orang ini dalam kondisi seperti ini?”
Xiao Ahnzi mulai melancarkan rencana nya dengan meraba nadi Shu Liu Xin, wajahnya memperlihatkan kekhawatiran seakan kondisi pasien dalam keadaan gawat.
“..........”
__ADS_1
“.........”
Pengawal Shu Liu Xin yang tidak mengerti maksud pemuda itu tampak bingung, mereka sungguh tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana, karena kelihatannya kondisi Shu Liu Xin tampak sangat baik, seperti orang yang tertidur pulas.
“.....itu,,bukankah Pangeran hanya tidur?” pengawal itu ragu ragu mengutarakan pendapat nya,
“Apa? Apakah orang tidur seperti ini? Xiao Ahnzi kemudian menarik kedua tangan Shu Liu Xin, tubuh anak muda itu sampai terduduk dari tidurnya,tapi mata nya masih belum terbuka, kepala nya terkulai dan terangguk angguk tidak karuan.
“.....”
!
!
“Kalian tidur seperti ini?” nada bicara Xiao Ahnzi meninggi, memperlihatkan kekesalan nya.
“A a ap apa yang harus kami lakukan, Tuan Muda?” pengawal Shu Liu Xin mulai terjebak, mereka tampak benar benar cemas dengan keadaan Shu Liu Xin,
Xiao Ahnzi tidak mau memberi petunjuk, sebenarnya Shu Liu Xin tidak dalam kondisi yang mengkhawatirkan sama sekali. Keadaannya yang seperti itu karena efek pengobatan Xiao Ahnzi yang bersumber dari kitab seribu pengobatan, selain menyembuhkan luka luka dalam yang di derita Shu Liu Xin, efek terbaiknya dari metode ini adalah meningkatkan, tubuh Shu Liu Xin seperti disusun ulang, meridian yang tersumbat akan terbuka dan segera di aliri energi spiritual yang lembut, karena terjadi bersamaan pada seluruh tubuh, untuk beberapa lama saraf sarafnya akan mati rasa, karena itulah Anak Muda itu tertidur sangat pulas,
Kondisi saraf yang mati rasa itu dapat dihentikan dengan memberi energi kejut, tapi jika Xiao Ahnzi melakukan itu sendiri, kurang seru,, dia adalah tipe orang yang senang melihat orang lain susah. biarlah mereka mencoba dulu dengan cara mereka, begitu pola pikir Xiao Ahnzi.
"Kalian harus membuatnya bangun!"
Xiao Ahnzi lalu berdiri, memberi ruang untuk kedua orang Pengawal Shu Liu Xin, dua orang itu berjalan mendekat dengan kening dipenuhi kerutan, sepertinya mereka sedang berpikir keras bagaimana cara membangunkan sang Pangeran.
Xiao Ahnzi tidak ingin permainannya di ketahui, pemuda itu memilih berjalan jalan, sambil menunggu kedatangan orang yang diduga memiliki kemampuan tinggi.
__ADS_1
jauh di timur mentari telah muncul, cahayanya semburat merah, pertanda malam telah berlalu sepenuhnya, meskipun begitu, daerah pinggir sungai ini masih terasa sangat dingin, karena embun mulai turun.
Perihal pendatang baru dari arah padang rumput, Xiao Ahnzi mendengar langkah orang itu semakin dekat, jaraknya menuju ke pinggir sungai ini sudah dekat, bahkan telah masuk ke dalam radar mata ketiga.
“.....mn..jadi dia sudah tahu?”
Dari penglihatan mata ketiga, tampak langkah orang itu berubah jadi sangat normal, padahal Xiao Ahnzi yakin sebelumnya gerakan orang itu sangat cepat,
Xiao Ahnzi dapat menebak, orang tersebut sudah mengetahui ada orang lain ditempat ini, besar kemungkinan dia sedang berusaha menyembunyikan kemampuan nya, dugaan itu semakin di perkuat dengan nafas orang tersebut yang saat ini terdengar tidak beraturan, suara nafasnya terdengar seperti seseorang yang sedang kelelahan.
Xiao Ahnzi meneruskan jalan jalan nya, dengan kondisi seperti yang di duga nya, orang tersebut baru akan sampai paling cepat dua puluh menit ke depan, dia juga harus bersikap sebagaimana orang tersebut bersikap, seseorang yang menyembunyikan kemampuannya layak untuk dicurigai.
Seperti yang diperkirakan Xiao Ahnzi, subjek itu akhirnya sampai ke tempat Xiao Lu Metian dan kawan kawan, kondisi subjek itu tampak kelelahan, nafasnya naik turun, lengan baju nya nampak sobek.
"ahhkk akhirnya aku bertemu manusia juga..." dengan nafas yang dibuat senatural mungkin seperti orang yang nyaris sekarat, subjek itu menjatuhkan diri di atas rerumputan, mata nya terpejam,dadanya nampak turun naik dengan cepat.
"......"
Xiao Lu Metian jelas mengenal subjek tersebut, subjek ini adalah sampah paling terkenal se Akademi Tianqi, tapi Xiao Lu Metian tidak pernah bersikap buruk terhadap orang lain. Termasuk terhadap si sampah ini,
"senior??" Xiao Lu Metian mendekat, gadis itu mengulurkan botol minumnya kepada orang yang dia panggil senior tersebut.
".....kamu?" orang itu tersentak, yang memanggilnya senior di dalam Akademi bisa dihitung dengan jari.
"...mn.." Xiao Lu Metian tidak menyangka akan bertemu orang ini disini. Kondisi nya tampak tidak kurang apa apa, tampak kelelahan memang, tapi itu mencurigakan..
"senior sendirian?" Xiao Lu Metian mengambil tempat duduk di sebelah subjek tersebut.
__ADS_1
Harimau Putih yang menatap dalam diam di tempatnya berdiri terdengar menggeram saat Xiao Lu Metian berada sangat dekat dengan orang yang baru datang tersebut.