Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
080.Raja Kera Batu


__ADS_3

"Sekarang bantuanku sudah datang,, kalian masih ingin lanjut? " Xiao Ahnzi sudah memegang pedang melengkung di tangannya, Pangeran Ke Empat sangat percaya diri bisa mengalahkan makhluk besar dan panjang yang terus terusan mengejar itu bila berhadapan satu lawan satu. 


Tentu saja yang menjadi target Xiao Ahnzi adalah si Ular hijau, disamping kelasnya lebih rendah, keadaan ular hijau itu sendiri sudah penuh luka. 


Mendengar ucapan sangat anak muda, ular merah kembali bersiap memuntahkan bola cahaya dari mulutnya, Xiao Ahnzi bergerak cepat, tubuhnya sengaja di buat membelakangi Raja Kera batu yang sekali lompatan lagi akan segera tiba. 


Sepertinya Pangeran ke empat belum puas memprovokasi Raja Kera Batu, dengan posisi saat ini tentu saja serangan bola cahaya milik ular merah akan menghantam Raja kera Batu begitu Xiao Ahnzi bergerak menghindar. 


Siiiiiiuuit 


Boom


Benar saja, serangan bola cahaya itu kembali membentur telapak tangan Raja Kera Batu yang datang disaat yang salah, tapi begitu tepat menurut penilaian Xiao Ahnzi. 


"Kepa*at!! Aku akan menguliti mu! " Raja Kera Batu melemparkan Kera Batu Kecil di tangannya kearah kerimbunanan yang belum tersentuh. 


Dengan gerakan cepat Raja Kera Batu mulai menghajar Ular merah yang sedikit lagi akan menjadi naga tersebut. 


Pertarungan yang semula diperkirakan akan berjalan sengit, nyata nya berjalan berat sebelah, ular merah yang semula tampak superior,akhirnya keteteran dibawah pengaruh tinju Raja Kera Batu. 


Ular merah yang awalnya cuma berniat membantu saudara nya untuk menindas seorang anak manusia, malah berbalik jadi korban penindasan, 


Dalam hatinya ular merah benar benar menyesali keputusan nya. Tapi apa daya, sekarang tubuhnya yang sepanjang dua ratus lima puluh meter itu di permainkan seekor Kera yang tidak seharusnya mereka singgung. 


Dalam satu kesempatan, Raja kera Batu menangkap kepala ular Merah yang mulai bonyok terkena tinju nya, dengan sebelah tangan tubuh besar ular itu dibuatnya jadi seperti seutas cambuk, dipukul kan ke tanah, membabat habis pepohonan,. 


Lidah bercabang ular merah itu bahkan sampai terjulur keluar dari mulutnya saking sakitnya perlakuan yang dia terima, dengan sadis Raja Kera menarik putus lidah bercabang tersebut, 


Setelah puas mempermainkan tubuh ular merah, Raja Kera Batu kemudian melempar tubuh sepanjang dua ratus lima puluh meter lebih itu, nyawa nya telah lepas sebelum tubuhnya melabrak hutan yang seketika jadi gundul selebar dua ratus meter. 


Dilain sisi pertarungan antara Xiao Ahnzi dan Ular hijau kembali dilanjutkan. 


Ular Hijau yang semenjak melihat kedatangan Raja Kera Batu, sudah menciut segala nyali nya. 

__ADS_1


Ular Hijau tahu betul bagaimana sikap dan berbahayanya Raja Kera Batu, jelas mereka tidak sepadan untuk saling berhadapan hadapan. Ular Hijau sempat merasa lega ketika Saudaranya sangat ular merah yang menghadapi Raja Kera tersebut. 


Tapi kondisi ular hijau sendiri tidak dapat dikatakan beruntung, saat Raja Kera Batu memilih Ular merah sebagai pelampiasan kesumatnya, ular hijau masih harus menghadapi seorang anak manusia yang paling merepotkan sedunia. 


Serangan yang dilepaskan Xiao Ahnzi sungguh diluar perkiraan ular hijau, setelah bertarung seharian, ditambah dengan dikejar semalaman, siapa yang akan menyangka anak muda tiga belas tahun itu masih menyimpan kekuatan sebesar ini. 


kondisi mental ular hijau bertambah parah setelah melihat akhir hidup ular merah di tangan Raja Kera Batu. yang ada di benaknya saat ini hanya segera kabur dari tempat tersebut sebelum Raja Kera ikut campur dalam pertarungannya dengan anak muda merepotkan ini. 


Xiao Ahnzi yang dapat membaca gelagat Ular Hijau, Serangannya semakin gencar, Ular Hijau yang merasa tetancam akhirnya meledakkan kekuatannya,


Tubuh Xiao Ahnzi terbanting keras, tubuhnya menerabas rimbunnya pepohonan dan baru berhenti saat punggung menabrak batang pohon,


"hoekk!!"


 Xiao Ahnzi memuntahkan darah segar dari mulutnya. tapi tampaknya anak muda itu tidak terburu buru untuk berdiri menghalangi Ular Hijau melarikan diri.


Ular Hijau yangvakhirnya memiliki kesempatan untuk melarikan diri, tidak membuang buang kesempatan,tubuhnya yang besar dalam sekejap menghilang dari pandangan.


Raja Kera Batu itu akhirnya pergi dengan cara yang sama sekali berbeda dengan bagaimana dia datang, bahkan Xiao Ahnzi tidak menyadari kemana dan bagaimana Raksasa setinggi dua puluh meter itu pergi dari sana.


*****


sementara itu keadaan sedang  genting di Reruntuhan Istana Naga dan Phoenix,


Binatang binatang buas yang ketakutan dan panik akibat pertempuran Xiao Ahnzi dan juga kehadiran Raja Kera Naga, berusaha melarikan diri dari area yang terdampak pertarungan. bahkan keadaan semakin kacau saat tubuh besar Ular merah yang membabat habis hutan sepanjang lintasan tubuhnya ketika dilemparkan Raja Kera Batu dalam keadaan sudah tidak bernyawa. 


Binatang Binatang buas itu seperti air bah menghantam apa saja yang berada di depan mereka, kebetulan sekali arah yang mereka tuju adalah instana Naga dan Phoenix yang penghuni sementara nya sedang dilanda ketakutan.


murid murid yang semula di peringatkan untuk tidak keluar dari arena Naga dan Phoenix, akhirnya melanggar larangan para tetua, sebabnya adalah salah satu dari monster yang mendatangi arena Naga dan Phoenix adalah subjek yang membekas dan meninggalkan trauma di hati mereka, 


diantara gelombang binatang buas itu tampak satu makhluk yang warna nya mencolok, berwarna merah muda, telinga nya panjang dan kuku kuku pada tangannya juga sangat panjang, itu adalah kelinci merah muda yang sama,yang tempo hari menyerang kamp mereka. tanpa dapat dicegah, murid murid yang ketakutan akhirnya lari tunggang langgang, untungnya dibelakang mereka adalah Istana Naga dan Phoenix, bukan hutan liar lainnya.


sebenarnya Kawasan Istana itu sendiri memiliki sistem pertahanan, terdapat array pelindung di depan gerbang utama, dalam keadaan normal, array itu seharusnya tidak mudah di tembus, tapi sekarang bertepatan  dengan kompetisi Naga dan Phoenix, selama kompetisi itu di ada kan,tidak lebih dan tidak kurang selama satu minggu, array pelindung itu berada pada keadaan terlemah, berbanding terbalik dengan array yang melingkupi Pegunungan Raja Monster yang semakin kuat selama kompetisi di ada kan.

__ADS_1


dibagian terdalam juga terdapat array pertahanan yang lain.yang tidak bisa ditembus kecuali oleh pemegang medali Naga dan Phoenix. medali itu bisa diperoleh hanya bila seseorang telah memenangkan kompetisi Naga dan Phoenix, medali tersebut adalah hadiah utama dalam kompetisi tujuh tahunan ini.


sementara itu,para tetua melarang murid murid akademi meninggalkan Arena bukan tanpa alasan, karena sudah diketahui, arena tersebut juga memiliki array pelindung yang berfungsi untuk melindungi kawasan istana dan para peserta yang sekaligus jadi penonton pertarungan dari akibat serangan peserta yang sedang bertarung, termasuk juga untuk menghindari orang di luar arena untuk melakukan serangan gelap terhadap salah satu peserta yang sedang bertarung.


karena panik melihat kemunculan Demonic beast kelinci merah muda penghisap darah, puluhan orang berlari meninggalkan arena Naga dan Phoenix, baru saja turun dari arena mereka segera disambut belasan demonic beast tingkat menengah,pertarungan langsung pecah, meski dalam keadaan ketakutan mereka masih mampu memberi perlawanan, Para tetua yang tidak ingin kehilangan orang orang terbaik dari klan atau pun wilayah mereka segera turun tangan membantu. 


dilain sisi seorang tetua yang tampak wajahnya dipenuhi alis dan jenggot yang telah memutih segera mengaktifkan array pelindung pada Arena, array tersebut memang harus diaktifkan secara manual. tapi itu pun sebenarnya sudah terlambat, arena itu nyaris telah kosong, tinggal belasan murid yang masih bertahan di atas arena.


ketua Akademi yang juga berada di Istana Naga dan Phoenix,saat ini sedang berhadapan dengan Demonic beast Kelinci merah muda yang membuat gentar murid murid akademi Tianqi.


kelinci yang sekilas tampak imut dan menggemaskan itu benar benar mampu memaksa Ketua Akademi menggerakkan tulang tulang tua nya.


baru setelah matahari semburat cahaya di ufuk timur, ketua akademi berhasil membunuh kelinci penghisap darah itu.


keadaan di kawasan istana Naga dan Phoenix di warnai dengan darah dalam kondisi berkabung sepanjang hari itu. puluhan murid akademi yang sebelum nya tersisa setengah dari jumlah seluruhnya, kembali mergang nyawa dalam insiden tersebut, tewas juga dua tetua yang berjuang dengan gagah dalam melindungi murid-muridnya, dua orang tetua tersebut kelak di kemudian hari disematkan gelar kehormatan Akademi Tianqi dibelakang nama mereka.


****


sinar matahari mulai terasa hangat saat Xiao Ahnzi merasakan kedatangan Ular hijau, diluar perkiraan, ternyata makhluk sepanjang dua ratus meter itu datang dengan cara yang cukup membuat Xiao Ahnzi tertawa geli,


Ular Hijau yang perkasa itu datang dengan cara merayap di tanah yang terbongkar disana sini akibat pertarungan kemaren, kondisi nya cukup mengenaskan, sisiknya yang terkelupas menyisakan kulit lembut yang tidak henti mengucurkan darah akibat tersenggol canggah kayu maupun batu batu runcing disepanjang jalan yang dilalui nya.


saat ular itu berhasil melarikan diri, Xiao Ahnzi tidak buru buru mengikuti, pemuda itu sudah menduga binatang yang nyaris menjadi naga ini pasti kembali ke danau besar ditengah pegunungan Raja Monster,


Xiao Ahnzi yangvsudah sangat penasaran dengan isi danau tidak melihat cara lain untuk memasuki danau, hanya dua ekor ular itu yang leluasa keluar masuk, Pangeran Ke Empat berniat menumpang..


karena itu lah dia membiarkan Ular hijau melarikan diri, dengan mudah Xiao Ahnzi bahkan mendahului binatang melata itu sampai di danau yang tampak sangat tenang di permukaan.


Ular Hijau yang menurut saudara nya, si ular merah. merupakan makhluk punya kepala yang tidak pernah berpikir itu tidak merasakan kehadiran makhluk lain di sekitar sana, dengan susah payah akhirnya ular besar itu mencapai tepian danau.


setelah memastikan diri nya tidak di ikuti atau pun ada nya pengintai, ular itu segera berenang ke tengah danau, begitu mencapai bagian tengah, kepalanya menyelam kedalam air, 


dengan pusaran energi pemindah, Xiao Ahnzi sekejab saja sudah sampai ditengah danau, pemuda itu langsung saja berpegangan pada tubuh ular hijau, tubuhnya tenggelam bersama tubuh ular hijau yang membuat sebagian air danau tercemar warna merah.

__ADS_1


__ADS_2