
Serigala yang mengalami Luka Parah adalah satu satu nya manusia yang dikirim Xiao Ahnzi ke dalam dunia kecil di dalam cincin nya, dengan sekujur tubuh yang terasa remuk, pria tua itu hanya terbaring di atas rerumputan, air mata nya meleleh karena menahan rasa sakit, bahkan lelaki tua itu tidak sanggup untuk mengerang sebagai ungkapan rasa sakit itu, tapi entah mengapa, Serigala merasa diri nya masih akan selamat dan hidup lebih lama lagi setelah memasuki dunia ini,
Indra pendengaran nya terganggu karena genangan darah di dalam lubang telinga, pandangan mata nya kabur karena langit yang kembali berwarna gelap, bahkan indra peraba nya tidak bekerja untuk mengetahui keadaan aliran energi spiritual di dalam dunia ini. bagi Serigala yang telah pernah mengalami hal serupa hal ini hanya berarti sang pemilik dunia kecil tidak dalam keadaan baik baik saja,
Tapi perasaannya sungguh aneh untuk ukuran seseorang yang sedang terluka parah, “ahhh semoga Anak Setan itu tidak mengalami hal yang lebih buruk dari pada yang sudah sudah dan keadaan ini tidak akan berlangsung lama.”
Sebenarnya bukan tanpa alasan Xiao Ahnzi mengirim Serigala ke dalam dunia Kecil, selain herbal bermutu tinggi, di dunia ini juga hidup belasan demonic beast unik dan langka, yang hanya serigala lah satu satu nya yang mempelajari cara menjinakkan binatang binatang tersebut, setelah sekian lama berada di dalam dunia kecil dan hidup bersama, Xiao Ahnzi melihat kedekatan antara Serigala dan Demonic Beast nya, Xiao Ahnzi yakin makhluk makhluk ini tidak akan mencelakai Serigala.
Dan satu lagi point penting nya, di antara demonic beast tersebut terdapat satu demonic beast yang memiliki kemampuan unik, wujud nya adalah berupa siput yang terakhir kali Xiao Ahnzi melihatnya ukuran makhluk itu sudah mencapai tinggi dua meter dan panjang cangkang nya lima meter, cangkang nya berwarna hijau seperti giok, walau tidak sekeras giok tentu nya,
Lendir di tubuh binatang itu mengandung zat yang secara fungsional mirip dengan esensi air milik Xiao Ahnzi, pernah suatu kali anak muda itu mengambil beberapa tetes lendir siput raksasa tersebut dan mengoleskannya pada sebatang herbal yang sengaja dipatahkan, dengan kecepatan yang dapat dilihat mata, batang yang patah itu kembali lurus dan tersambung tanpa meninggalkan bekas, menggunakan teknik mata ketiga Pangeran ke empat mampu memeriksa bagian terkecil di dalam batang herbal tersebut, sebutlah nama nya sel, sel sel yang awalnya cacat karena patahan, secara ajaib tergantikan sel baru yang ternyata hasil duplikasi sel dari lendir siput tersebut,
karena tertarik dengan kemampuan duplikasi sel dari lendir tersebut, Xiao Ahnzi sampai menjadikan Xu Lian sebagai Rubah Percobaan, dengan sengaja Xiao Ahnzi mematahkan lima Jari Xu Lian,membuat perwujudan demonic beast Rubah Api tersebut sampai setengah mati menahan sakit, setelah mematahkan jari, Xiao Ahnzi mulai mengolesi ke lima jari Xu Lian dengan Lendir dari Siput Unik tersebut, dalam hitungan detik jari jari Xu Lian kembali utuh tanpa meninggalkan bekas.
Serigala perlahan memejamkan kedua mata nya, dia ingin berhenti memikirkan apa pun untuk sejenak, Hingga akhirnya lelaki tua itu tertidur dalam rasa sakit yang tidak tertahankan, tanpa disadari nya, kawan kawan nya dari kaum demonic beast perlahan mendekat, sampai akhirnya berkumpul mengelilingi manusia yang sesungguhnya sedang sekarat tersebut.
Seperti yang diharapkan Xiao Ahnzi, seekor siput berukuran besar mulai bergerak pelan menindih tubuh Serigala, bahkan jika seseorang melihat apa yang dilakukan demonic beast itu mereka pasti akan berpikir subjek tersebut sedang memakan Serigala.
****
Bangunan berbentuk pagoda tujuh lantai yang tidak tersentuh jilatan petir Xiao Ahnzi menjadi satu satu nya pemandangan di bekas istana Ufuk Barat, sedikit jauh dibelakang bangunan itu tampak tebing batu yang sekarang masih terbakar dan berwarna merah menyala,
Sesuatu lalu muncul dari dalam tebing batu yang terbakar tersebut, awalnya yang tampak adalah sebuah kerangka tangan lengkap dengan jari jari nya, perlahan kerangka itu tumbuh daging hingga berbentuk tangan utuh, hingga akhirnya seluruh tubuh pemilik tangan tersebut keluar begitu saja dari bara api yang memakan batu tersebut,
Sosok nya adalah seorang pria, yang dari penampilan dapat ditebak berumur tiga puluhan tahun, mata nya memiliki warna hijau alami, parasnya seperti lukisan, kulitnya pun bagai giok berwarna putih susu, rahangnya menunjukkan ketegasan, bila di sederhanakan kata yang cocok untuk menggambarkannya adalah ‘menawan’
Pria berusia tiga puluhan itu mengambang tanpa sayap di tepi tebing, tubuhnya berputar perlahan menghadap tebing yang berbentuk dinding itu, lalu dari mulutnya terdengar suara yang bisa memancing burung burung ikut berkicau bersama nya,
‘ aisshh,,, keterampilan macam apa ini,,, bahkan selama bertahun tahun aku belum mampu membakarnya dengan api ungu yang kata nya tergolong api surgawi, sekarang seseorang dengan mudahnya membakar batu sialan ini!”
Pria berusia tiga puluhan tahun itu lalu berbalik, dan sedikit terperanjat saat melihat pemandangan di depan mata nya,
!
"Apa memang mata ku sudah lamur atau memang begitu?"
__ADS_1
Pria menawan itu bahkan sampai mengusap mata nya beberapa kali, tapi pemandangan di hadapannya masih sama.
"Sial!! Hancur sudah jerih payah ku! Apa saja yang dilakukan anak anak bodoh itu?"
Tubuh yang mengambang itu lalu melesat seperti terbang menuju satu satu nya bangunan yang masih tersisa di bekas istana kerajaan ufuk barat.
Jarak tebing batu sampai ke bangunan berbentuk pagoda sebenarnya tidak jauh, dalam waktu yang sangat singkat pria tersebut sudah berdiri di puncak pagoda yang ujungnya lancip seperti mata tombak.
Dengan lembut pria itu melompat turun ke halaman yang masih terbakar meski yang terbakar itu sebenarnya hanya batu dan tanah, dengan lembut juga kaki pria itu menapak di atas tanah, lalu perlahan berjalan memasuki pintu gedung yang dalam keadaan terbuka.
Terdengar suara orang itu menanggil nama,begitu tubuhnya melewati pintu
" Mei Mei, Atung,, Alang,, kalian masih hidup?"
Suara nya terdengar seperti seorang ayah yang pulang ke rumah tapi tidak melihat anak anak nya berlarian di ruang tamu seperti biasa nya,
Karena tidak ada tanggapan dan ruangan itu ternyata kosong, Pria menawan itu naik ke lantai dua, ruangan itu ternyata juga kosong,
"Oiii…ada orang?"
Karena belum juga bertemu siapa siapa orang itu melangkah naik ke lantai tiga, langkah nya pelan dan lembut menyentuh anak tangga, begitu kepalanya dapat melihat beberapa orang di lantai tiga, dia kembali bersuara
!
!
!
Ketiga orang yang sedang duduk mengelilingi sebuah subjek yang tergeletak di lantai itu segera berdiri lalu berbaris sejajar,ke tiga nya membungkuk dalam dalam.
Pria itu mengedarkan pandangannya, ternyata tidak hanya ada mereka bertiga di dalam ruangan, bahkan ada yang terlihat sedang tidur dengan pulas, ada juga yang sedang memegang beberapa tanaman obat di tangannya,
Hingga pandangan mata nya sampai pada seekor Harimau berwarna Putih yang taring di mulutnya hampir sama panjang dengan sebilah pedang, tidak jauh dari sana juga tampak seekor Rubah yang punya tiga bilah ekor,
!
__ADS_1
?
"Apa sekarang kalian mulai membuat kebun binatang di tempat ini? "
!
!
"Tuan,,------ "
Pria yang di panggil Alang berusaha menjelaskan tapi pria itu mengangkat tangan nya memberi isyarat tidak ingin mendengar penjelasan. lalu mulai melangkah menghampiri orang orang yang tampak tidur sangat pulas.
"Hmp.. Pantas saja bisa terjadi begini,, bocah sialan ini malah tidur nyenyak disini! " Tanpa tedeng aling aling tangan kiri nya bergerak menampar Raja Xiao Tian
Plak
Klang
Raja Obat yang baru dari belakang terkejut melihat kawannya ditampar seseorang.
Xiao Lu Metian yang duduk bersandar pada tubuh besar Harimau Putih dan sempat ketiduran ikut terperanjat karena suara keras barusan.
Sementara itu orang yang kena gampar tidak kalah kaget nya sampai langsung berdiri dan memasang kuda kuda tempur,
"Bodoh!! Apa saja yang kau lakukan heh? Tidur ? Sampai kau biarkan istana dan pemukiman penduduk terbakar habis, otak mu taruh dimana hah? " Pria menawan itu ternyata punya mulut luar biasa tajam.
?
"Apa?! " Xiao Tian terkejut, tubuhnya melesat ke jendela dan melompat keluar,, tidak lama kemudian terdengar jeritan histeris. Meski begitu tidak satu orang pun berani beranjak dari tempatnya untuk melihat apa yang terjadi.
Pria menawan yang bermulut tajam itu baru akan mengomeli subjek lain ketika sudut mata nya menangkap satu subjek yang terbaring tidak bergerak di belakang Mei Mei dan dua pria tua lainnya berdiri.
?
!
__ADS_1
Pria menawan itu sudah berdiri dalam posisi jongkok disamping tubuh yang terbaring itu,
"dia masih hidup,, Wen Chun Keparat!"