Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
083. di kediaman Klan Xiao


__ADS_3

"Khong Chun Kepa*at!! Keluar kau! "


Orang orang yang menyaksikan dari jauh terkejut mendengar teriakan tanpa tedeng aling aling tersebut, apalagi orang yang mengeluarkan kata kata itu adalah orang yang sangat populer. Penonton mulai berkumpul di jarak yang cukup jauh, kediaman klan Xiao memang sangat di hindari kalangan awam, mereka menganggap tempat itu layaknya sarang singa yang tidak boleh di dekati, mereka bahkan takut suara langkah mereka akan menyinggung penghuni kediaman besar tersebut. 


Wajah Xiao Lin Tian mengelam, amarahnya semakin memuncak, dengan satu serangan Xiao Lin Tian mendobrak Gerbang Baja kediaman klan Xiao, 


Booomm


Daun pintu yang terbuat dari baja itu berdebum keras, meski tidak rusak, engsel nya terlepas dari daun pintu. Xiao Lin Tian melangkah masuk dengan aura membunuh yang membuat sesak di dada para penonton, padahal jarak mereka dari lokasi cukup jauh. 


Dibalik gerbang Kediaman klan Xiao tampak beberapa orang yang berdiri dengan wajah dipenuhi amarah, jelas mereka marah melihat orang yang telah merusak gerbang kediaman klan mereka bahkan masih berani melangkah masuk, 


Tapi begitu melihat subjek yang datang, orang orang itu terdiam di tempat mereka berdiri, 


Begitu langkahnya menapak bagian dalam kediaman klan Xiao, Xiao Lin Tian kembali berteriak. 


"Khong Chun kepa*at!! Hadapi aku! Bayar hutang hutang mu! " 


Keadaan tiba tiba saja jadi kacau, ketika tiba tiba lusinan pemuda berebut saling mendahului untuk menyerang Xiao Lin Tian,


Pertarungan langsung pecah, Xiao Lin Tian seperti gula dikerubungi semut, Pangeran Putra Mahkota yang telah di tempa dari medan ke medan dalam perang yang berkepanjangan dalam situasi hidup dan mati, tentu tidak akan gentar hanya karena di keroyok puluhan pemuda,


Dalam waktu yang singkat, semua pengeroyok bertumbangan, Xiao Lin Tian sesungguhnya bukan lah panglima perang bertangan besi dan tanpa welas asih, tidak satu pun di antara penyerang itu yang dibunuh, meski tidak juga keadaan mereka bisa disebut baik baik saja. 


"Khong Chun bedeb*h!! Hadapi aku!! " Orang orang yang berusaha melihat apa yang akan dilakukan sang Putra Mahkota dari kejauhan terkagum kagum, mereka mendengar jelas derap langkah dan benturan senjata yang tidak mungkin hanya satu, karena betapa rapat dan seringnya benturan itu terjadi, menandakan Pangeran itu menghadapi belasan, bahkan mungkin puluhan orang, dalam waktu singkat pangeran itu kembali bersuara, apa lagi arti nya selain semua musuh sebelumnya telah dikalahkan? 


Orang orang itu akhirnya berani untuk melihat lebih dekat. Mereka benar benar bertambah kagum terhadap calon pewaris tahta kerajaan  Ufuk Barat tersebut. 


Xiao Lin Tian yang tidak kunjung bertemu Xiao Khong Chun, akhirnya masuk semakin dalam ke kediaman Klan Xiao, sampai akhirnya seorang pria tua menghadang jalannya. Di lorong yang akan di lalui Xiao Lin Tian ini masih banyak tetua lain yang tampaknya siap menghadang langkah Pangeran Putra Mahkota itu, tapi mereka masih berada jauh di depan Xiao Lin Tian, dan tidak kelihatan bergerak mendekat. 


"Perhatikan langkahmu Bocah!" Pria itu berkata sinis, bahkan sikap nya jauh lebih sinis, kedua tangannya digendong di belakang punggung, posisi berdirinya membelakangi Xiao Lin Tian 


"Tetua!! Harap tetua menyerahkan Khong Chun! "


"Tidak akan pernah!" Orang itu berkata dingin

__ADS_1


!! 


"Pergi! Atau kau mati disini! "


"Tua Bangka jahan*m! Aku mengadu nyawa denganmu! "


Xiao Lin Tian yang penuh gelora muda akhirnya menerjang pria tua yang tidak lain adalah Xiao Wen Chun, patriark klan Xiao. 


Pertarungan langsung pecah dan berjalan sengit, awalnya Xiao Lin Tian tampak berhasil mengimbang Xiao Wen Chun, tapi tidak terlalu lama hingga anak muda itu dipaksa mengakui keunggulan Tetua Klan Xiao tersebut. 


Bahkan Xiao Lin Tian nyaris membayar mahal dengan nyawa nya seandainya seseorang tidak datang membantu disaat yang tepat! 


Tapi tak urung, Xiao Lin Tian tetap harus memuntahkan seteguk darah saat sebuah serangan telapak tangan yang dilancarkan Xiao Wen Chun masih menyerempet bahu nya. 


"Lin' Er!! " Seorang wanita yang tidak lain adalh permaisuri Ling Xue adanya, berlari mengejar sosok yang memuntahkan darah itu, wajah nya sangat kelihatan khawatir. 


"Saya baik baik saja ibu! " Xiao Lin Tian berusaha bangkit. 


Permaisuri Ling Xue akhirnya memperlihatkan sisi lain diri nya ketika melihat salah satu putra nya terluka. Aura kuat dan mengintimidasi mencekam, kediaman klan Xiao yang kokoh bahkan sampai mengeluarkan bunyi berderit dan seperti akan runtuh. 


Seorang tetua yang tampak sudah sangat tua lalu berujar kepada rekan rekan nya, 


"Permaisuri Ling Xue adalah Phoenix yang terkuat sepanjang sejarah,,, "


Pria tua itu menarik nafas panjang, seakan paru paru nya benar benar dalam keadaan kosong hingga perlu di isi secara penuh, sebelum melanjutkan kata kata nya, 


"Aku tidak pernah setuju dengan rencana patriark, salah satu alasan nya inilah,, wanita ini tidak sederhana, bahkan kekuatan yang mendukung dibelakangnya juga tidak sesederhana itu, klan Xiao mungkin harus keluar dari wilayah barat ini jika keributan ini terus berlanjut! "



!? 


Semua kepala berpaling, perkataan barusan seperti sebuah petir yang meledak di telinga para tetua itu. 


Pada dasarnya orang orang klan Xiao adalah orang orang yang setia kepada Kerajaan ufuk Barat, tapi otoritas patriark klan Xiao dan kediktatorannya membuat mereka lebih mementingkan nyawa dibanding loyalitas. Patriark Xiao Wen Chun tidak akan berpikir dua kali sebelum menghabisi siapa pun yang melanggar perintahnya.

__ADS_1


Orang orang terus berdatangan, termasuk juga Raja Xiao Tian yang berwajah muram, tampak pula Raja Obat dan orang orang penting istana Ufuk Barat lainnya, beruntung masing masing pihak masih menahan diri, sehinga pertarungan antara Permaisuri Ling Xue dengan Xiao Wen Chun tidak berubah jadi perang saudara. 


Pertarungan sengit antara Permaisuri Ling Xue dengan patriark klan Xiao tidak dapat dihindarkan, serangan silih berganti dilancarkan kedua pihak, bahkan bangunan kediaman klan Xiao yang kokoh selama ratusan tahun itu akhirnya tidak dapat bertahan lebih lama akibat serangan dengan kekuatan besar itu meleset atau pun ditangkis salah satu pihak, ledakan terjadi berkali kali. 


Dapat di simpulkan, sebagai patriark klan Xiao, Xiao Wen Chun benar benar sangat kuat, bahkan setelah beberapa lama akhirnya Permaisuri Ling Xue di paksa menabrak tembok saat serangannya berbenturan dengan serangan Patriark Xiao Wen Cun, 


Tak ayal, hal itu membuat Raja Xiao Tian menerjunkan diri ke dalam pertarungan. Dua hal yang paling berharga di dunia bagi Xiao Tian yang pertama adalah istrinya Ling Xue, yang kedua adalah permaisurinya Ling Xue, dengan arti lain, tidak ada yang lebih berharga daripada ibu dari anak anak nya tersebut. 


Xiao Wen Chun yang menyadari betul kondisi terkini tidak mengucapkan sepatah kata pun semenjak pertarungan dimulai, bagi Xiao Wen Chun, yang bisa membuat dia menahan diri untuk bertindak keras hanya kakak tiri nya, Xiao Ho Dong, pendiri kerajaan Ufuk Barat yang tidak diketahui dimana keberadaannya hingga sekarang, jadi tidak masalah siapa pun yang datang untuk mengusik Xiao Khong Chun akan dia hadapi. 


Pertarungan berlanjut dalam mode dua lawan satu setelah itu, Kerusakan yang di alami kediaman klan Xiao semakin parah, 


Beruntung para tetua segera mengungsikan penghuni lain, sehingga korban jiwa tidak perlu terjadi, di pihak istana, Raja Obat mengendalikan orang orang Istana agar tidak perlu terlibat dalam pertarungan, Raja Obat yang merupakan sosok paling dikagumi dan disegani hampir di seluruh daratan benua timur tidak ingin masalah keluarga ini berakhir jadi perang saudara. Bagaimana pun klan Xiao adalah tulang punggung kerajaan ufuk barat. 


"Aisshh,, ini benar benar kacau… " Raja Obat menggeleng seakan tidak percaya dengan kejadian ini, kepala nya benar benar pusing, 


*****


Keadaan langit gelap yang berlangsung didalam dunia kecil di dalam cincin berlangsung sangat lama, 


Bahkan setelah akhirnya membuka semua barang barang si setan tua Cakra, Xu Lian dan kawan kawan tidak menemukan cara untuk keluar dari dunia kecil, tapi mereka masih memiliki secercah harapan setelah menemukan sebuah gulungan yang nyaris tidak terbaca, yang mana ternyata gulungan itu adalah penjelasan yang ditulis seorang refiner, itu adalah manual tentang cincin spasial yang dapat menampung makhluk hidup didalamnya, 


berat dugaan yang dimaksud orang tersebut adalah dunia kecil yang mereka tempati saat ini. 


Didalam nya di tuliskan, cincin spasial itu tergantung pada penggunanya, selama penggunanya masih hidup, maka apa pun yang disimpan di dalam cincin akan tetap ada. 


Dengan penjelasan singkat itu, Xu Lian cukup lega, artinya saat ini tuannya masih hidup walau mungkin dalam keadaan tidak baik baik saja. 


Tidak ada yang dapat menghitung dengan pasti berapa lama sudah mereka terkurung dalam keadaan langit yang gelap begitu, mereka hanya dapat memperkirakan kejadian ini setidaknya telah berlangsung selama dua puluh satu hari, dari keterangan Xu Lian waktu berjalan lebih cepat di dalam dunia kecil ini dibandingkan dengan dunia luar dimana tubuh Xiao Ahnzi berada. 


Perbandingannya nya tiga banding satu, tiga hari di dunia ini sama dengan satu hari di dunia luar. Yang itu berarti setidak nya Xiao Ahnzi sudah dalam keadaan buruk itu selama satu minggu. Tapi Xu Lian menegaskan itu hanya perkiraan, karena tidak ada alat pengukur waktu di dalam dunia kecil, tidak ada pergantian siang dan malam. 


Entah pada hari ke berapa, 


Langit yang gelap itu sekali lagi menunjukkan perubahan, kali ini Xu Lian dan Serigala sampai tidak bisa bergerak dari tempatnya melihat perubahan langit tersebut, 

__ADS_1


Langit tiba tiba saja berganti warna jadi biru, lalu ungu, sekejap kemudian berwarna kuning. Terus berubah ubah. Entah apa yang terjadi tapi Xu Lian yakin keadaan tuan nya semakin buruk di luar sana. 


__ADS_2