
“Aku harus jujur, sebenarnya aku memiliki hubungan yang spesial dengan Xiao Lu Metian, jadi dia lebih baik ikut aku, bukan?” Xiao Ahnzi berbicara tanpa nada, tapi rasa nya menohok sangat ke jantung Shu Liu Xin.
Xiao Lu Metian tidak tahu lagi bagaimana menghadapi situasi ini, jika melanjutkan jalan kekerasan, meski dibantu dengan kemampuan Shu Liu Xin sebagai seorang tamer, rasanya anak muda berambut putih yang sikapnya bikin pusing ini masih akan sangat sulit di kalahkan.
Bukan tidak mungkin mereka kalah telak, bahkan mungkin jatuh korban di pihak mereka
Ditengah kebimbangan Xiao Lu Metian, akhirnya seseorang buka suara,
“Ahh sayang sekali, tampaknya dia lebih memilih ikut bersama dengan mu,” Xiao Ahnzi membuat suara nya terdengar seperti orang yang benar benar kecewa.
Xiao Ahnzi berhenti menjahili Harimau Putih, lalu menepuk pelan kepala harimau itu dan berkata “kita pergi saja”
Harimau itu terpaksa patuh, membawa pemuda yang benar benar menguji kesabaran setiap makhluk yang bertemu dengannya itu menjauh dari rute yang akan dilalui Shu Liu Xin dan kawan kawan nya.
“Ayo pergi, sebelum setan itu berubah pikiran lagi!” Xiao Lu Metian melangkah mendahului Shu Liu Xin dan Pengawal pengawalnya,
Lima orang itu telah tertinggal jauh dari kontestan lain, meski masih cukup waktu untuk menuju reruntuhan istana kuno Naga Dan Phoenix, akan jadi sangat riskan jika mereka datang paling akhir, mereka tidak akan memiliki kesempatan untuk berkulitvasi di arena perburuan yang terkenal memiliki energi spiritual yang sangat padat, disamping itu tentu kerugian yang lebih besar telah menanti mereka saat tidak memiliki waktu istirahat sebelum pertarungan.
Dengan waktu normal, jarak mereka untuk sampai ke istana Naga dan Phoenix diperkirakan memakan waktu tiga hari perjalanan cepat. Sekarang adalah hari kedua mereka di dalam arena perburuan, artinya tersisa waktu istirahat kurang dari satu hari sebelum acara puncak pertarungan di arena Naga dan Phoenix. dengan asumsi, perjalanan itu tidak menemui kendala apa pun.
Setelah berlari selama berjam jam, jarak yang berhasil di tempuh Xiao Lu Metian dan kawan baru nya mencapai seratus kilo meter lebih,
Xiao Lu Metian yang berlari paling depan tiba tiba menghentikan lari nya, di depannya terpampang pemandangan yang mengiris hati, mayat mayat berserakan di sepetak tanah yang cukup lapang, pemandangan ini membuat lutut Xiao Lu Metian gemetar, mayat mayat itu sangat sulit dikenali, tubuh yang terpotong potong, jasad yang mengering tinggal kulit yng membungkus tulang, bahkan bagian bola mata mayat itu ikut mengering menyisakan lubang kosong.
tapi dari pakaian yang memperlihatkan identitas mereka dapat dipastikan, seluruh orang yang tewas ditempat ini adalah murid murid Akademi Tianqi,
“Ini…..?”
Xiao Lu Metian tidak dapat melanjutkan kata kata nya,
Shu Liu Xin yang berlari tepat dibelakang Xiao Lu Metian segera merangkul tubuhnya, saat melihat gadis itu tiba tiba limbung dan nyaris terjatuh karena gemetar pada kaki nya.
Shu Liu Xin sebelum memasuki Akademi Tianqi adalah seorang Pangeran yang cukup sering terjun ke area konflik dan perang, mentalnya sudah cukup terlatih melihat akibat perang, tapi pemandangan didepan mata nya saat ini benar benar berbeda,,ini jelas seperti pembantaian.
“Tuan Muda…” pengawal Shu Liu Xin menelan ludah, kata kata nya menguap bersama aroma amis darah yang tersisa ditempat ini,
__ADS_1
“Seperti nya mereka adalah rombongan besar yang bergantung pada Xiao Khong Chun,,, tempat ini adalah lokasi yang disaran kan para tetua sebagai tempat peristirahatan, tapi seperti nya telah terjadi sesuatu yang di luar perkiraan”
Shu Liu Xin menghela nafas berat dan dalam, bagaimana pun dia juga merasa tertekan, berada lebih lama ditempat ini jelas bukan ide yang baik.
“Tidak ada yang bisa kita lakukan,,,kita harus melanjutkan perjalanan sampai titik aman berikutnya,”
Shu Liu Xin merasa percuma membahas masalah ini, terlalu riskan, bisa saja pelaku pembantaian ini masih berkeliaran di sekitar tempat ini,
Xiao Lu Metian tidak mengucapkan sepatah kata pun, gadis itu jelas sangat syok dengan pemandangan ini. Tidak diketahui pasti berapa jumlah yang tewas ditempat ini, perkiraan nya ratusan orang,
meski tidak berhubungan baik dengan orang orang ini, kenyataan mereka adalah saudara se Akademi tidak dapat dibantah. Hal ini pasti menimbulkan kegemparan.
Shu Liu Xin yang memiliki petunjuk detail tentang rute tercepat dan ter-aman mengambil alih memimpin jalan, perjalanan mereka terasa lebih lambat, penyebab nya tidak lain adalah Xiao Lu Metian yang belum kembali mendapatkan semangatnya setelah menyaksikan sisa sisa pembantaian sebelumnya.
Shu Liu Xin terpaksa mengatur kecepatannya agar putri Raja Xiao Tian itu tidak tertinggal.
Setelah berlari puluhan kilo meter, Shu Liu Xin benar benar tidak yakin mereka akan mampu sampai tepat waktu ke titik aman selanjutnya, bagaimana tidak, di sepanjang jalur yang diperkirakan aman itu beberapa kali mereka masih menemui mayat yang tidak utuh,
sebagai seorang yang cukup akrab dengan binatang buas, Shu Liu Xin mampu menangkap aroma khas yang dimiliki binatang yang di duga sebagai pelaku pembunuhan itu melekat pada mayat yang mereka temui.
Hal itu pun disadari oleh tiga pengikut Shu Liu Xin, tapi mereka tidak mengatakan apa apa, dari tatapan Shu Liu Xin mereka mengerti, bahwa mereka disuruh diam.
senja telah menjelang, saat ini mereka belum juga mencapai lokasi yang disarankan untuk tempat bermalam,
Jalur yang kali ini mereka lalui adalah sebuah padang lapang dengan sedikit perdu setinggi pinggang orang dewasa, siang hari di tempat ini akan lebih baik dibanding malam hari,
Dengan pemandangan yang lepas dan jarak pandang yang luas, segala bahaya bisa terdeteksi se dini mungkin, lain hal nya bila malam telah datang, tidak ada tempat berlindung yang aman.
Samar samar dalam keremangan cahaya yang hampir menghilang Shu Liu Xin menangkap pergerakan satu sosok yang bergerak perlahan, jarak mereka cukup jauh, tapi Shu Liu Xin yakin, sosok yang terlihat itu adalah manusia,
"Ada seseorang didepan, tingkatkan kewaspadaan kalian" Shu Liu Xin memberi aba aba pada tiga pengawal nya.
Shu Liu segera bergerak setelah memberi aba aba, lentingan tubuhnya tidak meninggalkan suara,
__ADS_1
Tidak terlalu lama sampai mereka berhasil menyusul sosok yang bergerak perlahan itu, ternyata dugaan Shu Liu Xin tidak salah, mereka mengenali orang itu,
Orang yang bergerak perlahan itu menyadari kedatangan orang orang dibelakangnya, lalu memutar tubuh.
"Wei Dan Guo… " Kening Shu Liu Xin sampai berkerut melihat penampilan orang yang berhasil mereka susul.
"Shu Liu Xin,, Xiao Lu Metian,, " Orang yang dipanggil Wei Dan Guo itu tampak tersenyum pahit, bahu nya sebelah kiri tampak remuk, tangannya menggontai tanpa tenaga.
"Apa yang sebenar nya terjadi? " Untuk pertama kali Xiao Lu Metian buka suara semenjak meninggalkan sepetak tanah yang dipenuhi mayat tadi siang.
"Kami dijebak.. Xiao Khong Chun keparat itu!!! " Wei Dan Guo sampai mengepalkan tangan nya yang tersisa, bahkan nafas nya juga sesak, tampak nya tubuhnya juga terluka bagian dalam.
"........?."
"........? "
Semua orang jadi saling tatap mendengar kata kata Wei Dan Guo, ini jelas diluar dugaan.
"Kita obati dulu luka luka mu, kita harus secepat nya keluar dari padang ini! " Xiao Lu Metian pada dasarnya memiliki hati yang welas asih, meski sebelumnya Wei Dan Guo termasuk salah satu orang yang ingin dihajar nya, Xiao Lu Metian mengesampingkan dulu masalah pribadi nya.
Xiao Lu Metian lalu memberikan sebutIr pil penyembuhan kepada pemuda yang terluka cukup parah itu, perlu di ingat, dia adalah kakak kandung nya Xiao Hong Tian, murid utama Raja Obat, jelas saja apa yang dimilikinya adalah pil pil kelas atas yang selalu jadi rebutan dikalangan beladiri karena keampuhannya.
Wei Dan Guo ingin menolak kebaikan gadis itu, bagaimana pun dia merasa malu karena sikapnya yang selama ini memusuhi Xiao Lu Metian. Tapi di satu sisi dia benar benar membutuhkan pertolongan.
Melihat keragu-raguan Wei Dan Guo, Shu Liu Xin segera buka suara,
" Yang dikatakan Nona Xiao Lu Metian benar adanya, kita harus secepatnya keluar dari daerah ini, kuatir nya dengan lukamu, itu akan mustahil dilakukan. "
Akhirnya Wei Dan Guo menelan semua malu nya, setelah menelan pil penyembuhan yang diberikan Xiao Lu Metian, anak muda itu segera mengambil sikap lotus untuk mempercepat proses penyerapan khasiat pil.
Lima orang yang kelelahan juga menggunakan kesempatan itu untuk rehat sejenak sambil menunggu Wei Dan Guo berhasil menyembuhkan luka dalam nya.
*************
Xiao Ahnzi nyata nya tidak benar benar meninggalkan Xiao Lu Metian, setelah lima orang itu melesat cepat karena takut pemuda ini berubah pikiran lagi, sambil mempermain mainkan bulu bulu putih harimau yang sudah menjadi tunggangannya secara tidak resmi, dua makhluk yang terpaksa jadi teman seperjalanan itu mengikuti dari jarak yang tidak mungkin terdeteksi oleh Shu Liu Xin dan rombongan nya.
__ADS_1
Xiao Ahnzi cukup kaget saat sampai pada tempat ia menguping semalam, tempat itu benar benar porak poranda, potongan tubuh berserakan, bahkan sebagian mayat masih utuh, namun berubah jadi bangkai kering,
"Ini… .?? Ini bukan karena aku mengerjai array pelindung mereka bukan? "