Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
092. Jodoh tidak Kemana


__ADS_3

“Mungkin butuh beberapa hari,,mungkin juga lebih cepat”


Xiao Ahnzi tidak memberi kata pasti, bagaimana pun Xiao Ahnzi tidak ingin menambah masalah dengan membuat Ratu Ular yang sebenarnya itu bangun lebih cepat.walau sebenarnya itu bisa saja dia lakukan.


“Kau jaga ibu mu di tempat ini, aku akan mencari jalan keluar,,” Xiao Ahnzi mencoba melepaskan diri dari pengawasan She Annchi. 


“Bukankah jalan keluarnya sudah jelas?” She Annchi tidak ingin ditinggalkan di tempat ini hanya berdua dengan ibu nya yang belum tentu akan siuman dalam waktu dekat.


Xiao Ahnzi menggeleng,, “kita tidak bisa keluar dari kolam tempat kita masuk, “ Xiao Ahnzi menebak jalan keluar yang dimaksud gadis itu.


“......, tapi kau harus berjanji tidak akan meninggalkan kami di tempat aneh ini” She Annchi mengerti dan bisa menerima alasan itu.


“Tentu saja,,aku janji,” pemuda itu tersenyum penuh arti, lalu tanpa menoleh lagi, Xiao Ahnzi berkelebat kembali ke bagian terluar, tempat yang dinding batu nya memiliki banyak lobang, Xiao Ahnzi lalu memasuki salah satu lobang yang lain, setelah lebih dulu menyelidiki kondisi lorong melalui teknik mata ketiga, 


Pangeran ke empat bekerja cepat dan efektif, terdapat beberapa jebakan di sepanjang lorong yang di pilih nya ini, tapi Xiao Ahnzi sudah mengantisipasi nya lebih dulu agar tidak sampai memicu jebakan tersebut, Lorong ini berujung pada sebuah ruangan yang konsep nya sama persis dengaan ruangan tempat Ratu Ular terkurung, hanya terdapat perbedaan pola pada lantai, 


Hal yang menarik adalah umpan yang di pasang di salah satu sudut ruangan, sebuah kitab yang tampak tua dan antik memancarkan cahaya redup, tanpa melihat isi nya, siapa pun tahu itu adalah sebuah pusaka yang berharga, Xiao Ahnzi mencoba membaca tulisan yang tertera pada sampulnya, 


“Jenis tulisan yang berbeda,” senyum mengambang di bibir anak muda berambut putih dari kerajaan ufuk barat tersebut. Dia tampaknya tidak akan melewatkan harta ini, sesuatu yang tidak dia ketahui sebelumnya, jelas mempunyai tantangan yang lebih seru untuk dipecahkan.


Xiao Ahnzi mulai mempelajari mekanisme perangkap ditempat itu, otak nya memulai rekayasa kejadian dimana bila dirinya terperangkap lebih dulu, bagaimana membebaskan diri,


butuh satu jam lebih sampai menemukan simulasi yang sesuai, itu pun masih menyisakan kemungkinan kegagalan yang persentase nya lebih rendah dibanding simulasi yang lain, 

__ADS_1


“Luaar biasa,,,siapa pun yang merancang jebakan ini memang pantas di acungi dua jempol, mahakarya nya ini nyaris tidak menyisakan celah”


Dalam beragam rekayasa kejadian, Xiao Ahnzi pernah melibatkan orang lain ke dalam percobaannya, tapi waktu pelaksanaannya akan memakan waktu lebih lama, sedangkan Xiao Ahnzi ingin mengerjakannya dengan cepat, dia merasa diburu waktu, khawatir bila tiba tiba saja ratu ular yang asli akan terbangun, belum jelas bagaimana sifat wanita ular itu yang sebenarnya, bisa jadi ia memusuhi Xiao Ahnzi yang jelas jelas berbeda ras, dan ras nya pun adalah ras yang sudah memberikan penderitaan panjang pada sang ratu, bukan tidak mungkin setelah insiden itu Ratu Ular akan memusuhi setiap manusia yang ditemui nya.


“Bagaimana dengan pusaran energi pemindah?” Xiao Ahnzi berhenti melangkah tiba tiba ketika teringat kemampuan uniknya yang lain,,,


“apa saja yang aku pikirkan? ahhh aku mulai terkontaminasi otak gadis ular itu,,”


Xiao Ahnzi punya kemampuan untuk mengambil kitab tersebut tanpa harus beranjak dari tempatnya, dua  pusaran energi muncul di dalam ruangan, yang pertama di depan Xiao Ahnzi dan yang lain nya di depan kitab bercahaya redup, 


Xiao Ahnzi memperhatikan Ruangan dan pola pada lantai, tidak terjadi reaksi apa apa, “kemungkinan akan terpicu saat kitab nya di ambil,,,”


Xiao Ahnzi memasukkan sebelah tangan nya kedalam pusaran energi. potongan tangan itu keluar dari pusaran energi yang berada tepat di depan kitab bercahaya redup, tidak terjadi apa apa, Xiao Ahnzi lalu melanjutkan dengan mengambil kitab tersebut, secepat kilat lalu menarik tangan nya keluar dari pusaran energi.


Tapi kitab itu sudah berada ditangan sang anak muda, pusaran energi itu juga ikut menghilang seiring niat nya telah tercapai.


“Ahhh benar saja,,terlalu banyak berpikir malah jadi penakut..”


Xiao Ahnzi mengusap wajahnya dengan kedua tangan setelah menyimpan hasil jarahan pertama, dia merutuki dirinya sendiri karena terlalu banyak berpikir. Tapi tidak lama sampai sebuah senyum mengambang di bibirnya yang merah alami.


XIao Ahnzi meninggalkan ruangan itu, lalu kembali memassuki lorong lain, lorong itu membawa nya menuju sebuah ruangan yang tampak nya adalah gudang, tempat ini sekilas tidak memiliki benda benda berharga, hanya peralatan pertukangan seperti palu, pahat, dan beberapa benda yang Xiao Ahnzi lupa nama nya, anak muda itu tidak tertarik menjadi tukang, 


Pangeran ke empat nyaris melewatkan sesuatu yang sebenarnya sangat berharga, tapi sifat serakahnya menyelamatkan kesempatan emas tersebut. Karena tidak ada perangkap dan jebakan apapun diruangan ini, Xiao Ahnzi melenggang bebas dan tidak memiliki kekawatiran, mengambil apa pun yang tampak nya berguna, walau untuk apa, hingga terakhir anak muda yang punya mata hitam sekelam malam itu menemukan satu potongan Giok Jadeit yang sangat di ingin kannya sebelumnya, bahan yang sama dengan dinding pembatas yang tembus pandang pada dua ruangan yang sudah di ketahui Xiao Ahnzi.

__ADS_1


“Memang jodoh tidak akan kemana” anak muda itu bahkan sampai tertawa, senang sekali akhirnya berhasil memiliki potongan batuan yang tidak ternilai tersebut.


Setelah merasa tidak ada lagi yang bisa di bawa dan diselamatkan, Xiao Ahnzi kembali ke ujung lorong, untuk memeriksa lorong lorong lain.


tidak banyak benda berharga lainnya di lorong lorong berikutnya, bahkan beberapa lorong dalam keadaan kosong, 


Xiao Ahnzi kembali ke ruangan tempat dia meninggalkan She Annchi bersama ibu nya, pemuda itu lega ketika Ratu Ular yang sebenarnya itu masih belum bangun,


"aku sudah menemukan jalan keluar dari tempat ini, kita keluar sekarang"


Xiao Ahnzi mengambil sikap seperti akan menggendong Ratu Ular, tanpa meminta persetujuan She Annchi, membuat gadis itu melongo.


"kenapa buru buru?" She Annchi berkata tanpa nada


"ahh… Nona,! kalian sudah mengurung pangeran ini selama satu bulan lebih, lalu aku menghabiskan beberapa hari bersama mu, baru saja aku mengingatnya, sebelum kalian menangkap aku tanpa alasan, sisa waktu ku di pegunungan Raja Monster waktu itu tinggal tiga hari"


Xiao Ahnzi membuat ekspresi nya sedemikian buruk, ingin melihat reaksi gadis ini.


"mn..maaf,," She Annchi sampai tertunduk mendengar rundungan anak muda yang telah banyak menolong nya beberapa waktu ini, 


"..... tidak apa, sekarang sudah terlambat untuk keluar dengan cara biasa, aku harus mencari cara lain untuk keluar dari pegunungan Raja Monster, ahh,, entah berapa lama,, tapi aku sangat berharap tidak harus terkurung disini sampai kompetisi itu di adakan tujuh tahun lagi dari sekarang."


Xiao Ahnzi tidak berpura pura, ketika menyusuri lorong lorong penuh jebakan tadi, tiba tiba dia teringat tentang Xiao Lu Metian yang saat ini berada di dalam dunia kecil, tidak terbayangkan betapa kesedihan melanda ibu nya di istana ufuk barat, karena Xiao Lu Metian tidak kembali ketika kompetisi di tutup.

__ADS_1


"aku akan mengantar kalian pulang lebih dulu, lalu mencari cara untuk keluar dari dunia ini," Xiao Ahnzi menggendong tubuh Ratu Ular dan mulai melangkah ke jalan yang sudah dia persiapkan.


__ADS_2