
Shu Liu Xin tanggap lebih cepat, Pemuda yang ternyata berstatus sebagai pangeran itu tanpa sungkan menjura hormat kepada anak muda yang tampak lebih muda dari nya,
"terimakasih untuk air minum yang tuan muda berikan semalam”
Xiao Ahnzi yang sedang rebahan malas seperti tersindir dengan ucapan lelaki di depannya, dia tentu saja mengingat kejadian itu, saat Shu Liu Xin meminta minum, Xiao Ahnzi memang memberikan pemuda itu sebotol air, dia jelas tahu kondisi orang yang tampak parah itu tidak akan mampu mengangkat botol minum sendiri, tapi Xiao Ahnzi terlalu malas untuk menuangkan minuman itu ke dalam mulut Shu Liu Xin,
Bukan Xiao Ahnzi nama nya jika tidak membalas lebih dari yang dia terima, anak muda yang memiliki mata sekelam malam berbintang itu lalu berkata
“ kembali kan botol minumku,, sekalian dengan ganti rugi,” tangannya yang semula asyik memainkan kumis harimau bertaring pedang di ulurkan layaknya gerakan orang meminta sesuatu.
Shu Liu Xin tidak ingin menambah masalah, pemuda itu lalu mengembalikan botol porselen kepada pemilik nya, pemuda itu baru saja akan berbalik saat anak muda yang telungkup di punggung harimau itu kembali buka suara
“Dua ratus keping emas”
“........”
“........”
“Maaf,,” Shu Liu Xin ragu dengan pendengarannya,
“Kau Tuli?, bayaran untuk air tetesan embun ku dua ratus emas, itu sangat murah jangan menawwar lagi” Xiao Ahnzi sampai mengangkat kepala nya yang semula bertopang pada leher harimau putih, dia tidak percaya pemuda bernama Shu Liu Xin ini tidak punya dua ratus keping emas.
Xiao Lu Metian yang mendengar kata kata anak muda berambut putih itu sempat bingung, tapi saat mendengar kelanjutan kat kata nya,gadis itu tidak dapat lagi menahan tawa. Sdalam keadaan masih tertawa gadis itu berjalan mendekat,
Begitu sampai di sisi Shu Liu Xin, Xiao Lu Metian langsung mengambil alih pembicaraan,
__ADS_1
“Tuan Muda,, anda berasal dari mana?” Xiao Lu Metian berusaha menahan tawa, membuat Shu Liu Xin yang berada disampingnya memberi tatapan. Mungkin maksud nya berkata “jangan Cari Masalah”
“Aku?.. “ Xiao Ahnzi menunjuk dada nya sendiri, lalu melanjutkan “ apa itu penting? Aku hanya minta bayaran atas barang ku yang dia pakai,jadi tidak ada hubungannya dari mana aaku berasal,bukan?”
“Ooohh begitu, aku mengerti, seperti nya tuan muda bukan berasal dari daratan benua timur,,, atau mungkin tuan muda belum pernah keluar dari tempat ini sebelumnya?” kening Xiao Lu Metian sampai berkerut memikirkan kemungkinan kemungkinan asal usul pemuda berambut putih di depannya.
“.........”
Melihat Pemuda berambut putih yang terdiam, Shu Liu Xin lalu berkata, “ maaf, bukan begitu, kami tidak membawa keping emas, karena pembayaran dengan keping emas jarang terjadi di benua timur, tapi tuan muda jangan khawatir, kami punya sedikit spirit stone,” Shu Liu Xin lalu menyerahkan sekantong spirit stone atau batu energi kepada pemuda itu,
Xiao Ahnzi menerima kantung batu energi yang diberikan Shu Liu Xin,lalu memeriksa hasilnya, begitu melihat benda yang disebut spirit stone atau batu energi tersebut, Xiao Ahnzi menyumpah panjang pendek di dalam hati
“Sial!! Memalukan sekali,,aku bisa dikira jin penghuni danau yang katrok gara gara batu batu jelek ini,ahhh kenapa aku tidak pernah tahu alat tukar di negeri ku sendiri ternyata spirit stone? Lalu apa guna nya keping emas yang ku timbun di dalam cincin ini?”
XIao Lu Metian sebenarnya masih penasaran dengan latar belakang pemuda yang ia duga adalah pemilik harimau putiih tersebut, tapi ia juga tidak menolak saat Shu Liu Xin mengajaknya berjalan bersama. Bahkan,, Xiao Lu Metian tidak sadar mereka berdua sedang bergandengan tangan saat ini.
“Sebenarnya dari mana asal orang asing itu?” Xiao Lu Metian tanpa sadar menatap Shu Liu Xin saat mengajukan pertanyaan,
“Satu satu nya kemungkinan adalah, dia penduduk asli pegunungan Raja Monster ini, kami tidak pernah melihat pemuda itu di akademi sebelum ini,” Shu Liu Xin juga memikirkan apa yang menjadi bahan pikiran Xiao Lu Metian,
“Tapi tidak ada informasi seperti itu selama ini” Xiao Lu Metian telah mengolah semua informasi seputar pegunungan Raja Monster tempat di ada kan nya kompetisi Perburuan Naga dan Phoenix,
Shu Liu Xin sebenarnya juga membenarkan informasi Xiao Lu Metian, tapi lebih tidak mungkin lagi orang tersebut adalah penyusup yang berhasil memasuki Pegunungan Raja Monster yang memiliki perisai pelindung.
Xiao Lu Metian tiba tiba menatap tiga orang pengawal Shu Liu Xin, membuat tiga orang itu menahan nafas sejenak,menunggu apa yang akan dikatakan ataupun dilakukan gadis yang memiliki mata bulat ini.
__ADS_1
“Kalian mengenal orang itu?”
Tiga orang yang ditaanya saling memandang satu sama lain sebelum ketiga nya kompak menggeleng, tapi pemuda yang tadinya sempat jatuh dengan wajah mencium tanah lebih dulu seperti nya ingin bicara sesuatu
Hal itu tentu tidak luput dari perhatian Xiao Lu Metian, akibatnya pemuda malang itu kembali diburu dengan kata kata,
“Apa yang ingin kau katakan?”
“....mn…Nona,,tadi orang itu bilang,dia dikirim kesini untuk,, tapi siapa yang mengirim? Dia jelas bukan orang kami, mungkin dari pihak Nona yang mengirimnya,,,”
“..........”
“atau kita tanya saja siapa yang mengirim orang asing itu?” pemuda itu kembali mengatakan apa yang dipikirkannya.
Tapi ternyata hal itu membuat Shu Liu Xin memelototkan mata nya,membuat pemuda yang sekedar memberi usul itu menelan ludah,dia mengerti maksud tatapan Pangeran nya itu.
Bagi Xiao Lu Metian hal tersebut sangat masuk akal,gadis itu baru saja akan berbalik arah saat Shu Liu Xin memegang tangan nya lalu berkata “ sebaiknya kita lanjutkan saja menuju Istana Naga dan Phoenix,kita telah kehilangan terlalu banyak waktu,,”
Mau tidak mau Xiao Lu menahan langkahnya,lalu mempertimbangkan kembali langkah selanjutnya,mengingat tujuan utama nya mengikuti kompetisi Perburuan Naga dan Phoenix ini, Xiao Lu Tidak peduli pada gelar Naga dan Phoenix, niat nya dari mula hanya untuk menghajar beberapa orang yang telah melukai saudara kembarnya, hal yang tidak mungkin dilakukan di kawasan Akademi Tianqi.
“Baiklah,,,Kita Lanjutkan saja” Xiao Lu Metian saat ini bersama orang orang dari utara,jika dipikir pikir lagi, selama in iXiao Lu Metian tidak lagi memiliki teman di akademi Tianqi, walau tidak menonjol,nyata nya orang orang dari utara tidak selemah yang dipikirkan orang orang, kesempatannya untuk membalaskan dendam akan lebih besar saat dia memiliki dukungan dari orang orang utara,
“Kita lakukan perjalanan darat,jangan gunakan binatang lagi,kita tidak tahu siapa yang akan kita hadapi kedepannya.” Shu Liu Xin memberi peringatan kepada pengawal pengawalnya, bagaimana pun Shu Liu Xin tidak ingin kemampuan mereka terekspose.
“Kalian Boleh Pergi,,tapi Xiao Lu Metian harus segera teetap disini,” tiba tiba saja sebuah suara menghentikan langkah mereka. Shu Lin Xin tampak nya sudah menduga akan hal ini,pemuda itu menggeleng lemas, tebakannya tidak meleset.
__ADS_1