
Mendapat desakan seperti itu, Xiao Ahnzi akhirnya berujar, "ahhh,, kalian orang tua memang suka terburu buru!!," lalu tanpa rasa berdosa, anak muda itu menampar keras wajah Beruang.
!!!
!!!
Semua orang yang memperhatikan, syok dengan perbuatan Xiao Ahnzi.
"apa anak ini benar benar anak setan!?" Serigala menelan sendiri pertanyaannya.
Penebas yang duduk tidak jauh dari sang bocah, merasa tidak percaya, beruang benar benar di tampar.
Beruang sendiri bagai di sambar petir di wajahnya, jiwa nya yang semula melanglang buana, tiba tiba kembali. Manusia bertubuh besar itu bahkan langsung terduduk dengan pandangan tidak mengerti.
Saat pandangan mata nya bertemu dengan mata Xiao Ahnzi, anak muda itu berkata " jangan salahkan aku! Aku sudah bilang kita tunggu saja sampai paman sadar, tapi... Mereka memaksa supaya paman cepat sadar!!" anak muda itu berpaling kearah Penebas di ujung kalimatnya.
"hei, kenapa aku? Dia yang menyuruh mu" telunjuk Penebas mengarah pada Cakra, " bukan aku!"
Cakra yang dilempar bola panas menyeringai, tidak membantah.
Serigala benar benar takjub dengan anak muda didepannya, walau cara cara yang dipakai nya sangat tidak lazim, tapi terbukti ampuh."dari mana datang nya anak ini?"
"Selanjutnya Paman beruang sudah baik baik saja, racun yang semula ada di tubuh paman sudah musnah, bahkan sekarang paman Beruang punya kekebalan terhadap racun," Xiao Ahnzi menjelaskan, melihat senyum di bibir Beruang, anak muda itu melanjutkan
"tapi bukan berarti tidak ada racun yang bisa melukai Paman, dari seratus macam, setidaknya delapan puluh macam racun tidak akan berpengaruh apa apa!"
".....??" mata Serigala melebar,," delapan puluh persen kebal racun,?? Apa itu karena racun yang di idapnya sangat kuat?"
"bisa dikata begitu, tapi lebih benarnya karena teknik pengobatan yang ku lakukan, dengan teknik pengobatan ku, racun yang di idap paman beruang berubah menjadi antibodi atau anti racun." anak muda itu tersenyum kearah Beruang.
Sebenarnya Xiao Ahnzi punya cara pengobatan yang lebih manusiawi, menggunakan teknik pengobatan kultivator dari benua asal nya, tapi saat menyadari gaya bertarung Beruang yang jarang menggunakan otak, kapan pun orang tua itu bisa mati konyol kalau bertemu musuh yang menggunakan racun,
Jadilah Xiao Ahnzi, menggunakan cara sadis yang di tulis dalam kitab seribu pengobatan. Di dalam teknik pengobatan kitab seribu pengobatan, racun yang di idap tidak di hilang kan atau dimusnahkan, tapi lebih kepada di jadikan imun, tentu saja cara cara nya sangat rumit.
Beruntung Xiao Ahnzi juga memiliki teknik mata ketiga, sehingga Xiao Ahnzi dapat melihat jelas ke dalam tubuh Beruang.
Teknik mata ke tiga menggaransi pukulan yang diberikan Xiao Ahnzi tidak meleset walau sepersekian senti.
"teknik pengobatan-mu kejam, tapi sebanding dengan hasilnya." Penebas manggut manggut.
Xiao Ahnzi tidak berkata apa apa,
"jadi, apa yang membuat kalian sampai ke benua ini?" Cakra buka suara, seperti nya malam ini akan jadi reuni jago jago tua dari Minanka Bao itu.
"Serigala mengendus jejak si tua Alang" Penebas menarik napas sebelum melanjutkan " kami mengikuti jejak nya ke berbagai tempat, tapi setelah sampai di benua ini jejak itu menguap begitu saja"
"sudah berapa lama kalian di benua ini?" Cakra bertanya, tapi seperti nya ini sebuah interogasi. Cakra tidak memberi kesempatan orang orang ini untuk balik bertanya.
Xiao Ahnzi menjadi pendengar, dia merasa malam ini akan panjang, anak muda itu mengeluarkan peralatan masak dari cincin spasial nya, Sambil mendengar kan cerita orang orang tua itu, Xiao Ahnzi menyeduh kopi, dan menghidangkan untuk Beruang dan kawan kawan.
"ini....." Serigala terpana dengan minuman yang dihidangkan anak muda di depannya.
__ADS_1
"Kau punya Kopi?" Beruang yang paling jujur langsung ke titik permasalahan.
".......?"
Xiao Ahnzi memikirkan jawaban yang paling jujur, tapi mengingat pembicaraan orang orang itu tentang sosok bernama Alang yang kemungkinan besar adalah guru nya, Xiao Ahnzi tidak ingin terjebak jawabannya sendiri.untungnya Xiao Ahnzi teringat dengan wanita yang menolongnya di kota terapung tengah danau.
"seorang wanita di kota terapung bilang nama nya memang kopi, kalian sudah bertemu dengan nya?" Xiao Ahnzi tidak suka berbohong, jadi dia menggiring orang orang di depannya ke topik lain.
"ooohh??" Serigala menanggapi tapi perasaannya mengatakan anak muda ini menyembunyikan sesuatu, " jadi dia yang memberikanmu bubuk minuman ini?" Serigala mengangkat gelas porselen lalu meneguk isi nya, mata nya berbinar menikmati harum yang mengepul dari kopi panas itu.
Melihat Xiao Ahnzi yang diburu pertanyaan, Cakra yang mulai memahami anak muda ini segera menengahi " aahhh perempuan itu memang berumur panjang,aku juga pernah bertemu dengannya lebih dari tiga ratus tahun lalu" Cakra menimpali.
Xiao Ahnzi tidak mengatakan apa apa.
"lalu kenapa kalian mengikuti jejak si Tua Alang itu sampai sejauh ini? Apa orang bernama Alang ini mengambil sesuatu yang harus nya menjadi milik kalian?" Xiao Ahnzi butuh berita, agar dapat menempatkan diri dengan tepat.
Tiga Orang sekawan itu tampak saling tatap sejenak sebelum Penebas akhirnya buka suara " tidak, orang tua itu berasal dari negeri kami, dia orang yang pilih tanding, seratus tahun yang lalu tiba tiba dia menghilang"
Hening sejenak, lalu Penebas melanjutkan.
" orang tua bernama Alang itu sejati nya adalah guru kami, aku,Beruang dan Serigala, sedangkan teman mu, Hantu bernama Cakra itu juga berasal dari negeri yang sama,dia tentu mengenal guru kami itu!" mata nya melirik bayangan orang tua bernama cakra.
"jadi berapa usia Tua Bangka Alang itu sebenarnya?" Xiao Ahnzi tampak tetap fokus mendengarkan. Walau sebenarnya pikiran pemuda itu sedang merangkai semua kejadian untuk mencapai sebuah kesimpulan.
"Yahhh,, begitulah, aku pernah bertemu manusia sombong itu, mungkin empat ratus tahun yang lalu, aku tidak begitu ingat" Cakra juga tidak menyangka ketiga orang di depan nya pernah menjadi murid Si Tua Alang yang mengagumkan itu.
"sebenarnya aku tidak mengerti, jika memang negeri asal Paman semua sangat jauh, bagaimana kalian sampai kesini?"Xiao Ahnzi akhirnya buka suara, walau sedikit sebenarnya anak muda ini bisa menebak.
"benar begitu ternyata!" Xiao Ahnzi bersorak didalam hati, mungkin suatu hari dia akan menjelajahi seluruh dunia, informasi keberadaan fortal itu sangat penting. " apa kalian bisa kembali melalui fortal yang sama?"
"sayangnya tidak,,," Serigala menggeleng. "kami masih belum menemukan pasangan fortal yang menuju ke negeri asal kami."
"artinya kalian tersesat?" Xiao Ahnzi menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"kau terlalu jujur, kan?" Cakra menimpali.
"eh???" Xiao Ahnzi jadi salah tingkah
Penebas hanya tersenyum, walau senyum masam.
"tapi aku rasa itu tidak masalah, lalu kemana tujuan Paman selanjutnya?" Xiao Ahnzi berusaha memecah kecanggungan yang terjadi.
"kami ingin mencari guru kami, si Tua Alang itu, tapi saat ini benar benar tidak punya apa pun sebagai pedoman." Serigala akhirnya jujur tentang kondisi mereka.
Menurut Xiao Ahnzi orang orang ini benar benar tersesat, hanya saja saat benar benar memikirkan situasi orang orang itu, Xiao Ahnzi menyadari diri nya sendiri bahkan tidak tahu dimana jalan pulang nya...
Tiba tiba saja wajah anak muda itu berkerut,tak lama, sehingga tidak sempat diperhatikan orang orang itu. Kecuali satu orang yang langsung mengirim suara ke benaknya. "kau sendiri tersesat bukan?" jelas jelas nada itu begitu kental dengan ejekan.
"bagaimana kalau Paman sekalian menemaniku menuju tujuan ku selanjutnya?," Xiao Ahnzi memikirkan sesuatu, lalu melanjutkan sebelum orang orang itu sempat menjawab
"aku akan membantu menemukan jalan pulang untuk Paman,atau mungkin juga menemukan Guru Paman"
__ADS_1
Orang orang itu seperti dikomando menatap Xiao Ahnzi bersamaan. Sekian lama tidak ada yang bersuara.
"aku rasa itu pilihan yang bijak, anak setan ini selalu diikuti dewi keberuntungan!" Cakra akhirnya memecah kebisuan.
Didalam hati nya Serigala setuju dengan rencana itu, apalagi sosok angkuh yang selalu menjadi saingan Guru mereka semasa di benua Minanka Bao ini sampai rela mengikuti anak muda di depannya sekarang ini.
Serigala masih mengingat jelas bagaimana angkuh dan sombongnya Cakra saat masih di benua Minanka Bao,kejadian itu telah terlewati hampir tiga ratus lima puluh tahun lalu,
Saat itu tiga orang ini belum menjadi murid dari si tua Alang, mereka bertiga adalah pemula rimba persilatan waktu itu,( di benua Minanka Bao memakai istilah rimba persilatan untuk praktisi beladiri ). Pertemuan mereka dengan Cakra waktu itu adalah ketidaksengajaan, tiga sekawan ini kepergok sedang menonton pertarungan dua orang jago tersebut.
Si tua Alang adalah orang yang angkuh dan sombong, tidak ada beda nya dengan Cakra orang yang saat ini berada di depan mereka. Kesulitan mencari lawan tanding menyebabkan dua orang itu jadi tirani, sampai akhirnya mereka bertarung sampai berkali kali, hasilnya selalu imbang.
Hingga suatu hari setelah pertarungan berlarut larut dua orang itu menghilang dari peredaran, tidak ada kabar, tidak ada yang tahu hasil pertarungan mereka, jika saja ditemukan mayat salah seorang diantara mereka bolehlah dikata mereka mati dalam pertarungan.
Tapi tidak ada tanda tanda sama sekali,dua orang itu hanya menghilang bagai ditelan bumi, begitu saja.
Si Tua Alang sempat muncul kembali setelah puluhan tahun, tampilannya tidak berubah walau telah menghilang puluhan tahun, sikapnya yang angkuh dan sombong juga berubah samasekali,
Sedangkan orang yang menjadi lawannya tidak pernah muncul lagi di benua Minanka Bao, akhirnya diketahui Cakra telah keracunan di benua ini, dan selama hampir tiga ratus tahun menunggu kesempatan di jurang kematian.
Dalam kemunculan Si tua Alang kali itu lah tiga orang sekawan itu menjadi muridnya. "tidak ada kata tua untuk belajar" begitu kata kata yang di ucapkan si tua Alang waktu itu. Memang saat itu umur Beruang dan kawan kawan telah tujuh puluhan tahun.
Karena tertarik dengan penampilan Si Tua Alang yang tidak dimakan waktu dan usia,ketiga orang sekawan itu akhirnya menundukkan kepala,mengakui Si Tua Alang sebagai guru mereka.
*untuk penjelasan,
Benua Minanka Bao tidak mengenal istilah kultivator, di benua itu kalangan beladiri belajar mengenai tenaga dalam, jadi usia praktisi di negeri ini paling lama hanya seratus tahun.
Setelah kembali dari negeri antah berantah,si Tua Alang memperkenalkan mereka teknik kultivasi, karena itu mereka sekarang menjadi kultivator dan bisa berusia panjang.
Hingga Pada suatu hari, Si Tua Alang kembali menghilang, waktu itu telah banyak hal yang dia ajarkan pada ketiga murid nya ini, termasuk juga tentang teori dunia paralel, dasar dasar penulisan simbol juga diajarkannya dalam tempo waktu tersebut.
Serigala yang punya kemampuan khusus dalam mencari jejak, akhirnya membawa tiga sekawan ini menuju perjalanan dan petualangan baru. Sampai akhirnya kehilangan jejak di benua ini.
"baiklah, kami akan mengikuti mu, lagipula kami sudah bosan bertengkar sepanjang jalan" Penebas yang akhirnya mengambil keputusan. Memang selama ini mereka sering gaduh karena mengikuti petunjuk petunjuk yang ditemukan Serigala.
"baiklah begitu lebih baik" Serigala setuju,sedangkan beruang yang dari tadi telah tertidur tidak menyadari keputusan yang dibuat rekan rekannya.
"kau tidak ingin mencoba nya pada manusia?" Cakra menatap Xiao Ahnzi.
"........"
"........"
Ucapan Cakra yang ambigu membuat Serigala dan Penebas bertanya tanya dalam hati,akal bulus apa lagi yang di rencanakan anak setan ini.
Cakra langsung menghilang kedalam cincin spasial setelah menebar racun kata kata.
"setan tua!! Kau menebar penyakit untuk ku.!" Xiao Ahnzi menggerutu tapi tidak ada tanggapan.
" Tua bangka itu bilang kalau dia punya dunia kecil didalam cincin, Paman mungkin betah berada disana sementara waktu" Xiao Ahnzi mengibaskan tangan nya, sehingga tubuh besar beruang menghilang dari pandangan.
__ADS_1