Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
074. Lagu Kanak kanak


__ADS_3

Xiao Ahnzi bukan lah kultivator yang menyukai meditasi konvensional, menarik Qi dari alam untuk meningkat kan praktik adalah pekerjaan sia sia,


Karena itu, berdiam diri di tempat ini jelas bukan sesuatu yang akan mampu di lalui anak muda berambut putih ini.


Xiao Ahnzi mulai berjalan kesamping subjek terkenal Akademi Tianqi, si Senior, Ye Ming Hao.


Xiao Ahnzi mengabaikan Xiao Lu Metian dan Shu Liu Xin beserta pengawalnya yang tampak duduk diam bermeditasi.


Tanpa basa basi, Anak muda yang memiliki mata hitam sekelam malam namun berbintang itu langsung memburu Ye Ming Hao yang hanya berpura pura sedang meditasi dengan serangkaian pertanyaan.


"jadi apa yang akan kau lakukan di tempat ini?"


"....."


"ayolah,,, aku tahu kau hanya berpura pura."


"....."


"oi,, penipu!! Atau kau ingin aku menyanyikan lagu mu?" Xiao Ahnzi jelas tidak akan menyerah


"....."


Ye Ming Hao tidak menanggapi, dia kukuh untuk berpura pura meditasi, memang nya lagu apa yang bisa di nyanyikan anak muda bau kencur ini.


Tidak mendapat tanggapan, Xiao Ahnzi benar benar menyanyikan sebait lagu yang dinyanyikan Ye Ming Hao sewaktu di padang rumput. Sebuah lagu kanak kanak, tapi begitu dinyanyikan Xiao Ahnzi udara terasa bergetar


#ular naga panjang nya bukan kepalang


#menjalar jalar kian kemari_-_-__-_


"sial!! Aku salah perhitungan. Bocah ini benar benar mendengar nyanyian ku,,, bagaimana mungkin,, praktik nya... Apa bocah ini mengalami kondisi khusus seperti aku?" Ye Ming Hao bergetar, tindakan anak muda yang menyanyikan lagu itu di pinggir danau ini adalah perbuatan mencari mati yang sesungguhnya. Tapi Ye Ming Hao tidak bergeming.


Xiao Ahnzi yang bengal dan jahil tentu semakin bersemangat menimbulkan masalah. Dia tidak peduli apa atau siapa yang akan terganggu di kedalaman danau ini karena nyanyian pengusir milik Ye Ming Hao. Pangeran ke empat lalu melanjutkan bait berikutnya


#umpan yang lezat itulah yang di cari_-_-_-


Tubuh Ye Ming Hao tampak semakin bergetar, keringat membasahi punggungnya,


Xiao Lu Metian yang sedang bermeditasi mengatupkan gigi nya rapat rapat, tekanan yang dirasakannya semakin besar.


Lain hal nya dengan Shu Liu Xin beserta dua pengawalnya, sebagai Tamer sensitivitas mereka terhadap demonic beast jelas lebih kuat dibanding siapa pun, Shu Liu Xin merasa kan kehadiran yang di luar kemampuan mereka, 

__ADS_1


Ketiga orang itu serempak menghentikan meditasi mereka, ketiga nya langsung menghambur ke arah Ye Ming Hao yang bertanggung jawab telah membawa mereka ke tempat ini,


Xiao Ahnzi yang sedang bersiap menyanyikan bait terakhir mengacuhkan Shu Liu Xin yang berwajah pucat.


Umpan yang lezat itulah yang dicari


"Hentikan,,,jangan lanjutkan" akhirnya ye Ming Hao buka suara, nafasnya tersengal, apa yang dilakukan Xiao Ahnzi benar benar perbuatan gila,Ye Ming Hao tidak ingin mati di tempat ini.dia masih ingin hidup lebih lama.


Dengan senyum penuh kemenangan, Xiao Ahnzi lalu berujar 


" Ahhh kenapa? Aku baru saja bisa menikmati keindahan lirik lagu yang kau nyanyikan"


"Apa yang terjadi? " wajah Shu Liu Xin bertambah pucat saat mata nya tidak sengaja menatap permukaan air danau yang tiba tiba bergelombang. 


Ye Ming Hao dapat melihat jelas kecemasan Shu Liu Xin, pandangan mata nya mengikuti arah tatapan Shu Liu Xin. Tiba tiba saja Ye Ming Hao merasa jantungnya telah berpindah ke dalam telinga,


"Celaka… " Ye Ming Hao


"Senior… " Shu Liu Xin


"Kita harus pergi!! " Ye Ming Hao gemetar lalu berseru " Nona Xiao!! Ayo pergi." 


"Seniornya.. Apa yang terjadi? " Shu Liu Xin yang merasa tekanan semakin besar bercucuran keringat, bahkan kaki nya begitu sulit untuk di gerakkan. 


Sementara dari bagian tengah danau gelombang yang lebih tinggi kembali tercipta.


"Shu Liu Xin!! Cepat lari!!" Ye Ming Hao meneriaki Shu Liu Xin, pemuda itu tampak tidak bergerak, di sudut bibirnya tampak cairan merah meleleh keluar. 


Xiao Ahnzi yang berdiri tidak jauh dari Shu Liu Xin tampak tidak bergeming menatap gelombang setinggi lima meter dari tengah danau. 


Ye Ming Hao yang sedikit panik, tidak mengacuhkan pemuda usil yang menyebabkan keadaan jadi tidak terkendali. 


Xiao Lu Metian yang sedang bermeditasi pun akhirnya dikalahkan tekanan super kuat dari sesuatu yang berasal dari kedalaman danau. 


Gadis itu bahkan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya, beruntung kesadarannya cepat kembali. Meski dengan kaki gemetar, Xiao Lu Metian memaksa berdiri dan melangkah menjauh dari hempasan air danau yang membentuk gelombang setinggi lima meter dan masih bertambah tinggi tersebut. 


Harimau Putih bertaring pedang melesat ke depan Xiao Lu Metian, entah bagaimana cara nya, gadis itu tersadar setelah Demonic beast itu membawa nya menjauh. 


Ye Ming Hao tidak sempat bernafas lega, walau Xiao Lu Metian sudah dibawa lari oleh harimau putih milik Pemuda berambut Putih, sekarang dia masih harus menyelamatkan Shu Liu Xin, dan dua pengawalnya. 


Dengan cepat Ye Ming Hao telah berada disisi Shu Liu Xin, dengan kemampuannya saat ini, Ye Ming Hao merasa tidak akan sanggup menyelamatkan tiga orang sekaligus. Keputusan yang berat sebenarnya bagi Ye Ming Hao, tapi dia harus memutuskan siapa yang harus dia selamatkan. 

__ADS_1


Dengan memanggul tubuh Shu Liu Xin, Ye Ming Hao mendesak kekuatannya sampai maksimal, ketika berpapasan dengan pemuda berambut putih, Ye Ming Hao masih sempat melihat sebuah senyum di bibir pemuda yang di anggap nya ODGJ tersebut. 


Tanpa menoleh lagi, Ye Ming Hao bergerak secepat kilat menyusul Xiao Lu Metian yang telah di bawa lari lebih dulu oleh Harimau Putih. 


Xiao Ahnzi tersenyum, itu bukan ilusi,  Xiao Ahnzi benar benar tersenyum kepada Ye Ming Hao, bukan bermaksud menghina, sebelumnya Xiao Ahnzi berburuk sangka terhadap pemuda itu, dia menduga, Kakak nya dan yang lain akan dijadikan umpan atau sejenisnya untuk meluluskan niat Ye Ming Hao, tapi ternyata dalam keadaan genting pemuda itu masih berusaha menyelamatkan Shu Liu Xin, yang bisa berarti dugaannya sebelum nya keliru sama sekali. 


Sesaat sebelum gelombang besar yang mencapai tinggi lima belas meter itu menghempas daratan, Xiao Ahnzi menyentuh kedua pengawal Shu Liu Xin yang berada di ambang kesadaran mereka. 


Xiao Ahnzi mengirim kedua orang itu kedalam dunia kecil di dalam cincin warisan si setan tua Cakra. 


Ye Ming Hao tidak lagi menyembunyikan kemampuan dan kekuatannya, dengan cepat Xiao Lu Metian dan Harimau Putih bertaring pedang itu berhasil tersusul. 


Harimau Putih yang memiliki kecerdasan itu memilih rute pelarian yang cukup baik, walau pun beresiko, dengan melompat dari batu ke batu, Kucing Putih Xiao Ahnzi itu berhasil mendaki tebing yang ketinggiannya cukup untuk menyelamatkan mereka dari hempasan gelombang setinggi lima belas meter. 


Sebuah pusaran energi tiba tiba muncul di depan Ye Ming Hao, pemuda yang telah tiga kali memasuki pegunungan Raja Monster itu baru saja akan menurunkan tubuh Shu Liu Xin dari panggulan nya. Tapi urung, karena kemunculan pusaran energi tersebut. 


Ye Ming Hao mundur selangkah dengan sikap waspada. 


Sebuah subjek melangkah keluar dari pusaran energi, langkahnya tampak kokoh dan tidak goyah, rambutnya yang seputih salju tampak kontras dengan matanya yang hitam sekelam malam berbintang. 


"Kau!! " Nada suara Ye Ming Hao mengandung kemarahan, pemuda yang baru saja muncul dari pusaran energi ini lah yang membuat nyawa nya dan teman teman di renggut makhluk mengerikan di dalam danau. 


"Aiissshh,, tidak ku sangka, ternyata senior sebaik itu,, " Xiao Ahnzi melangkah mendekat. 


"Sialan!! Kau hampir saja membuat kita semua mati! Masih berani tertawa seperti itu!!"


Suara Ye Ming Hao yang tinggi sampai membuat Xiao Lu Metian terkejut. dengan cepat sebuah kesimpulan muncul di benak Xiao Lu Metian, bahwa bahaya barusan adalah ulah pemuda berambut putih utusan Ayahnya tersebut.


"brengs*k!! Jadi ini ulah mu?" Xiao Lu Metian yang panasan langsung menerjang Pemuda berambut putih itu.


Sejengkal kurang, pedang Xiao Lu Metian akan merobek leher pemuda itu sesuatu tiba tiba saja terjadi,,,,


Booomm


tanah bergetar,batu batu besar yang sebelumnya di gunakan sebagai pijakan oleh Ye Ming Hao untuk sampai di bagian bukit ini luruh berjatuhan setelah di hempas gelombang air setinggi lima belas meter.


Xiao Lu Metian yang tengah melancarkan serangan mematikan, kehilangan keseimbangan saat tanah yang di pijaknya bergetar dan mulai longsor.


Xiao Ahnzi tidak memperhatikan serangan yang di lakukan Xiao Lu Metian sebelumnya, mata anak muda itu tengah mengawasi sesuatu yang datang bersama gelombang setinggi Lima belas meter tersebut.


Ye Ming Hao merasa punggung nya di aliri keringat yang terasa dingin,,

__ADS_1


"ya Dewa...."


 


__ADS_2