
Swoooosshh
Aaaakkkhhh!!
Suara jeritan itu bukan berasal dari mulut Cakra, tapi dari mulut Beruang yang lebih dulu terlempar sejauh dua puluh meter.
Beruang telah mengeluarkan pamungkasnya, postur tubuh nya yang besar, sekarang di penuhi bulu berwarna hitam kemerahan, bahkan bulu bulu itu juga menutupi sebagian wajah Beruang, penampilannya saat ini benar benar tampak seperti nama nya. Seperti Beruang sungguhan.
Dengan sebuah auman,tubuh besar dipenuhi bulu itu kembali menerjang rubah api.
Pertarungan kembali berlangsung sengit, Pertarungan yang membuat setiap orang harus mengerahkan kemampuan terbaik nya itu baru berakhir setelah efek asap kabut pemancing demonic beast itu melemah, perlahan tubuh demonic beast itu mengecil, jumlah ekor nya pun menyusut, sampai akhirnya sekarang di tanah lapang itu yang terlihat adalah sosok seorang pemuda berbadan kurus, wajahnya babak belur, luka di sekujur tubuh mengeluarkan darah. Untungnya, masih terlihat dada nya yang bergerak turun naik.
Keadaan penghuni dunia kecil, Beruang, Serigala dan Penebas juga tidak lebih baik bila dibandingkan keadaan Xu Lian atau si ceking. Bahkan Beruang tampak terbaring di tanah, entah tidur entah pingsan.
Penebas nampak mempertahankan penampilan elegan nya. Sosok nya jatuh dalam keadaan kaki di silangkan, membentuk posisi lotus. Meski di paksakan,,jelas luka yang di alami nya tergolong parah,
Serigala lain lagi, Orang itu tampak duduk bersandar pada dinding tanah, tubuhnya saat ini berada di dalam lubang bekas tanah yang terbongkar akibat pertarungan, sebagian pakaiannya tampak hangus bekas terbakar pada beberapa bagian, rambutnya yang panjang tampak awut awutan.
Dari sekian pemandangan tidak sedap itu, hanya sosok Cakra yang tidak tampak terluka, tapi orang orang itu jelas melihat perubahan pada diri bayangan orang tua tersebut, bayangan itu terasa lebih lemah saat ini, bahkan lebih lemah dari pada saat pertama kali bertemu Xiao Ahnzi di dalam goa besar di jurang kematian.
"anak setan itu benar benar ingin membunuh kita semua dengan mengirim monster ini kedalam dunia ini!,,, tsk.." sosok yang melayang itu berhenti dan mengambang di sebelah Penebas yang tengah duduk dalam posisi lotus.
Tapi orang yang di ajak bicara tidak menanggapi, bahkan sekedar mendengus pun tidak. Ini membuat si tua Cakra berpikir yang tidak tidak terhadap orang disebelahnya.
"hei... Kau tidak mati, bukan?" dari posisi mengambang di sebelah, Cakra berpindah ke depan Penebas yang duduk dengan tenang.
Saat itu lah Xiao Ahnzi memasuki dunia kecil, tubuh kesadarannya sempat terpaku sejenak melihat keadaan dunia kecil ini yang seperti habis di terjang badai.
"gawat!!!... Aku harap tidak ada yang mati!" Xiao Ahnzi berjalan seperti orang yang tidak bersalah, langkahnya bahkan sangat santai,,
Sudut mata Cakra mengintip, dia merasa kan kehadiran anak muda yang jadi biang keladi semua masalah ini. Baru saja orang tua itu akan mengeluarkan suara membentak, orang dibelakangnya lebih dulu melakukan.
"setan tua!! Kau apakan tanaman berharga milikku?" benar benar tidak tahu malu, anak muda itu hanya mempermasalahkan tanaman,padahal jelas jelas ini semua karena dia mengirim monster ke dunia ini.
"hmmpp" orang tua itu mendengus, dia benar benar kesal,hanya saja keberadaannya juga sedang terancam, beradu satu atau dua pukulan mungkin membuat sisa sisa energi yang mempertahan bentuk spiritualnya sirna.
Saat ini butuh waktu lama untuk mengembalikan kekuatannya seperti semula.
Xiao Ahnzi mengeluarkan inti api biru dari dantian tengah,api itu melayang ke arah bayangan orang tua yang tampak lebih tipis dari biasanya.bagi Xiao Ahnzi, Semua itu menandakan keberadaan setan tua sangat lemah.
Dengan mengeluarkan inti api biru, Xiao Ahnzi berusaha membantu orang tua itu mengembalikan energi spiritualnya.
Melihat api biru yang melayang mendekat, pria tua itu segera mengambil sikap lotus dalam kondisi melayang di udara.
Xiao Ahnzi membiarkan tua bangka itu menyerap sebanyak mungkin energi dari inti api biru,lalu beranjak memeriksa keadaan Beruang dan kawan kawan,
Anak muda itu menghembuskan napas lega, keadaan orang orang itu tidak terlalu berbahaya, anak muda itu melakukan beberapa pengobatan menggunakan metode kitab seribu pengobatan.
__ADS_1
Xiao Ahnzi sedikit mengeluh, seharusnya dalam keadaan genting dia memiliki beberapa butir pil penyembuhan, tapi anak muda itu kurang tertarik jadi alkemis, sehingga selalu menunda untuk memurnikan beberapa pil.
Terlebih lagi semenjak memiliki kitab seribu pengobatan, Xiao Ahnzi merasa metode di dalam kitab itu lebih menantang dan memacu adrenalin dibanding pengobatan instan menggunakan pil.
Dari semua korban, ternyata yang paling cepat sadarkan diri adalah Xu Lian, pemuda kurus itu terlihat bingung, mata nya memandang berkeliling lalu terdengar suara lirih dari mulutnya " dimana ini?"
"ohh.. Kau sudah bangun?" Xiao Ahnzi berdiri didepan Xu Lian, bahkan anak muda itu membungkuk di hadapan demonic beast rubah api itu, hingga wajahnya begitu dekat dan membuat Xu Lian tergeragap. "tu tu tuan muda?"
".....,, kenapa kau terkejut begitu?" anak muda itu malah bertanya tanpa rasa bersalah.
"........"
Xu Lian berusaha memperbaiki posisi, dengan bertekan pada kedua tangannya demonic beast itu berhasil duduk meski agak condong, Xu Lian membiarkan tangannya menopang tubuh agar tidak kembali terbaring.
Dua orang itu lalu berbincang membahas semua hal yang telah terjadi beberapa waktu lalu, mulut Pangeran Ke Empat yang cenderung lepas beberapa kali membuat Xu Lian ingin menampar tuan nya itu, tapi apa kan daya...
"lain kali aku akan melarikan diri dan membiarkan dunia ini hancur bila kamu mengirim makhluk seperti lagi kesini" sebuah suara tiba tiba menyela pembicaraan dua anak muda itu, Serigala telah bangun, dan tengah melangkah ke tempat dua orang itu sedang bercakap cakap.
"mn.. Paman tenang saja, lain kali ku carikan lawan latih tanding yang lebih imbang!" Xiao Ahnzi menjawab dengan suara mantap dan meyakinkan,
"tidak perlu!!" Serigala jengkel karena protes nya malah di salah artikan anak muda itu. Membuat Xiao Ahnzi menelan ludah sambil membuang muka, dengan membuang muka begitu,Serigala tidak dapat melihat sebuah senyum yang berusaha di tahannya.
"aku harus segera pergi,saat ini aku sedang di bagian perbatasan hutan, tubuhku bisa dilarikan setan kalau terlalu lama." anak muda berdiri dan bersiap melepaskan kesadarannya.
"hei,, bagaimana dengan mereka?" Serigala melihat rekan rekannya masih diam tidak bergerak.
Serigala masih ingat, bagaimana terakhir kali anak muda ini membangunkan Beruang dari pingsannya. Tanpa sadar tangan Serigala mengusap pipi nya sendiri, keringat mengalir di punggung.
"Xu Lian, kau temani aku di luar!" anak muda itu telah menghilang di ujung kalimatnya, menyisakan pertanyaan besar dibenak Xu Lian si rubah api berekor tiga, "di luar?,, di luar bagaimana?"
tidak lama setelah Xiao Ahnzi menghilang, sebuah energi menarik tubuh Xu Lian, bahkan Rubah Api itu tidak siap dengan keadaannya, tiba tiba saja tubuhnya telah membentur tanah keras berbatu.dia sudah keluar dari dunia kecil didalam cincin.
Saat ini di sekitarnya sangat gelap, hanya bayang bayang yang memantul di dinding batu,bayangan itu pun bergerak gerak, sepertinya disebabkan nyala api. Xu Lian memutar tubuhnya, hampir saja jelmaan rubah api itu menjerit histeris melihat seseorang ternyata berdiri membelakangi nyala api,orang itu bahkan nyaris kena tanduk ketika Xu Lian memutar tubuhnya.
"tu tuan muda??" Xu Lian bahkan salah tingkah.
"sekarang ceritakan!!" anak muda itu suara nya biasa saja, tapi membuat bulu kuduk Xu Lian berdiri.
"i,,, itu,, mereka memang memburu saya," berkali kali demonic beast itu harus menelan ludah hanya untuk mengatakan sebuah kalimat.
"kau ini kenapa??" Xiao Ahnzi mendekatkan wajahnya melihat lebih jelas perubahan wajah si ceking Xu Lian. "ehh,, jangan berpikir macam macam, pangeran ini tidak tertarik!!" pangeran ke empat memalingkan wajah dan menyilangkan tangannya di dada.
Xu Lian benar benar tidak dapat menangkap ke arah mana pembicaraan orang di depannya, walau pun wujud nya sebenarnya adalah demonic beast yang tingkat kecerdasannya rendah, tapi saat memiliki wujud manusia, kemampuan otak mereka pun juga berkembang.
Xu Lian ini bahkan termasuk golongan cerdas untuk demonic beast yang berhasil memiliki perubahan wujud manusia,
Xu Lian akhirnya dengan suka rela menceritakan asal usul serta semua hal yang di alami nya selama di dunia manusia.
__ADS_1
Bahkan, Xiao Ahnzi mendapatkan beberapa penjelasan berharga dari pengikut nya ini tentang keberadaan portal yang menghubungkan antar dunia maupun portal di dalam satu dunia.
Xiao Ahnzi memiliki pemahaman baru mengenai portal setelah mendengarkan cerita Xu Lian, bahkan ada kemunhkinan ke depannya anak muda ini memiliki kemampuan untuk membuat portal sendiri.
Saat matahari baru semburat kemerahan di timur, Xiao Ahnzi mulai memasuki kawasan hutan, Xu Lian menjadi pembuka jalan,
Tidak dapat lagi mengendarai kuda menerobos lebatnya hutan, Xiao Ahnzi kadang terpaksa harus melompat dari pohon ke pohon saat di depannya tidak ada celah yang bisa di lalui.
Insting dan indra penciuman Rubah Api itu membawa banyak kemudahan dalam perjalanan Pangeran Ke Empat menuju gurun kematian.
Aura ganas yang keluar dari tubuh Xu Lian membuat demonic beast rendahan melarikan diri, hanya satu dua yang memiliki basis kultivasi tinggi dan membandel tetap mencoba menghalangi perjalanan dua sosok itu.
Seperti saat ini, Xiao Ahnzi di paksa melompat mundur ke balik pohon besar saat sebuah cambuk hitam sebesar betis manusia dewasa mengincar tubuhnya dari depan.
Krak!!
Bahkan pohon besar yang di manfaatkan Xiao Ahnzi sebagai tameng, sampai rompal sebagian setelah cambuk besar itu dengan telak menghajarnya.
bunyi mendesis memenuhi hutan, bahkan kerimbunan di depan sana mulai tersibak, sebuah kepala dengan taring dan lidah yang bercabang datang dari sibakan tersebut.
"hmmmp.. Ular kecil!! Aku bahkan pernah bertemu leluhurmu sebelum ini, dan dia berakhir jadi makanan selama satu bulan" Xiao Ahnzi keluar dari balik pohon, Xu Lian yang berada beberapa meter jauhnya dari Xiao Ahnzi juga keluar dari persembunyiannya melihat kemunculan demonic beast ular hitam tersebut.
Tanpa aba aba Xiao Ahnzi telah menerjang ular hitam besar, belatibdi tangannya memantulkan sinar matahari yang berhasil menerobos kanopi hutan.
Aura membunuh yang kuat merebak dari tubuh pangeran ke empat. Bahkan aura pembunuh itu juga membuat Xu Lian tertekan.
"bagaimana mungkin tuan muda memiliki aura pembunuh sekuat ini?"
Keringat dingin membasahi punggung demonic beast rubah api ini, "sudah berapa banyak orang semuda itu membunuh dalam hidupnya?"
Xu Lian tidak pernah menduga,Sebenarnya aura pembunuh itu tercipta dari banyaknya demonic beast yang dibunuh Xiao Ahnzi selama latihannya.sedangkan untuk membunuh manusia,, Xiao Ahnzi masih bisa menahan diri, walau didalam hatinya sungguh tergoda untuk membuat musuhnya seperti yang dia perbuat kepada demonic beast.
Selama Xu Lian berpikir itu,di depan sana Ular besar berwarna hitam itu benar benar tidak dapat memberikan perlawanan yang cukup untuk mempertahankan nyawa nya,
Binatang yang mencoba memangsa tuan muda nya ternyata telah terbelah di bagian rahang, bahkan bagian lidah yang bercabang itu sekarang telah berpindah sejauh tiga meter, lidah itu menjulur keluar dari pertengahan badan ular.
Xu Lian kesulitan menelan ludah, kejadian itu benar benar cepat dan tidak terduga,, instingnya sebagai binatang buas, kadang mempengaruhi gaya bertarung rubah api berekor tiga ini, tapi ia belum pernah menarik lidah lawan keluar dari mulutnya.
"Xu Lian,, kau ingin membawa nya sebagai bekal?"
Lamunan Xu Lian terputus saat anak muda yang jadi tuannya memanggil nama nya.
"baik, tuan muda Xiao" Xu Lian dari semula cukup memandang rendah pemuda di depannya, dia hanya bermaksud mendapatkan tuan untuk perlindungan, bila tuannya dalam keadaan bahaya bahkan mati, dia akan mencari tuan yang baru.
Tapi setelah melihat makan tangan anak muda ini, tentu nya juga pendukung dibelakangnya,, Xu Lian berniat untuk mencoba setia.
Setidaknya,, dia tidak ingin mati mengenaskan seperti demonic beast lain yang mencoba menghadang perjalanan tuan muda Xiao nya itu.
__ADS_1