
@_@ hallo
mohon maaf, beberapa hari ga up, lagi nyari inspirasi di rumkit, nyampe sana malah dikasih obat tidur sampe ga bisa nulis, sekarang udah boleh pulang karena jatah BPJS habis🤣🤣🤣, do'ain ya dalam masa recovery ini bisa tetap berkarya, ya,,, meski jangan terlalu ngarep banyak deh ya.. @_@ trims...
your beloved story is here, check it out!
Kening Xiao Ahnzi sampai berkerut mendengar kata kata dengan nada serius begitu, “Kau pandai betul berpura pura,,padahal kau sangat berharap seseorang bisa datang ke tempat ini bukan?”
“......”
Tampaknya tebakan Xiao Ahnzi mengena dengan telak, pria dalam lukisan membuang pandangan seakan tidak ingin mengakui tudingan anak muda berambut putih di depannya.
"ya,, kau pasti kesepian,,sudah berapa lama kau di sini? Sendirian?" Xiao Ahnzi seakan sangat bersimpati, tapi jelas dia sengaja membalas ucapan pria dalam lukisan sebelumnya, terbukti subjek itu membeku beberapa lama,
"Apa benar kabut ilusi itu sudah menghilang? " Pria dalam lukisan itu kembali menanyakan pertanyaan yang sama, seperti nya itu sangat mengganggu pemikirannya,
"Tidak"
"Lalu bagaimana kau sampai kesini? " suara nya mulai agak jengkel,
"Melewati batu apung, bukan kah sudah ku katakan? " Xiao Ahnzi masih bersabar menjawab pertanyaan nya. beberapa kali Xiao Ahnzi mendapati pria dalam lukisan menatap lurus ke dinding di seberang nya. seakan itu hanya tatapan kosong, karena dinding itu memang kosong.
tapi, Xiao Ahnzi yakin ada sesuatu yang di sembunyikan pria di dalam lukisan ini, terlebih lagi tidak ada pintu keluar dari ruangan ini, ruangan ini hanya seperti kubus tanpa pintu, apapun itu, Suara pria itu akhirnya memutus apa yang sedang dipikirkan Xiao Ahnzi.
"Tidak mungkin!!" suara pria itu sedikit meninggi,sebelum sinar matanya meredup dan terdengar suara yang sepertinya ditujukan untuk dirinya sendiri "itu sederhana sekali,,"
".... " Xiao Ahnzi kembali mengangkat kedua bahu, menyatakan "terserah"
"Ahhhh… kenapa kau bisa seberuntung itu? " dari ekspresi nya pria ini seakan tidak percaya terhadap keterangan Xiao Ahnzi.
__ADS_1
"Jangan pikirkan, itu bukan hal baru, kau akan lebih terkejut lagi nanti,, " Xiao Ahnzi menjawab dengan memuji diri sendiri. "Lalu,, apa kau punya hadiah untuk ku? "
"..... " Pria dalam lukisan mendengus, "kau bisa celaka karena keserakahan,, "
"Kau belum tahu saja,, ini bukan serakah, tapi mengumpulkan keuntungan dalam keberuntungan. " Nada bicara anak muda ini benar benar tanpa beban,
"Lumut ribuan tahun itu pun bahkan tidak cukup? " pria dalam lukisan itu melirik dengan ujung mata nya.
"Hei,, coba kau lihat,, praktik ku cuma di forging qi tingkat sepuluh, ini bahkan belum cukup sekedar untuk menjadi penjaga kuda di negeriku,, " Xiao Ahnzi memasang wajah memelas, tampangnya yang polos membuat bibir lawan bicara bergetar.
".. Sial.!!! Aku benar benar di permalukan,, " Wajah pria itu tiba tiba murung,
"Kenapa wajahmu ditekuk begitu? " Xiao Ahnzi memperhatikan wajah pria yang entah siapa itu. "Boleh aku tahu nama mu? "
".... Tidak! "
"....... "
".... Mereka menyebutnya benua timur,, "
"Omong kosong! Tidak mungkin kultivator benua timur jadi begitu kuat,, " Pria itu menautkan alis nya, sepertinya memikirkan sesuatu, "kecuali mereka telah menemukan warisan iblis itu,, " Suara nya agak bergetar di ujung kalimat.
"Warisan iblis? Apa itu hebat? " Xiao Ahnzi tidak menyembunyikan ketertarikannya, mata nya berbinar.
"Cih!! Apa hebatnya? Itu hanya sampah dunia kultivator. "
“Huuhuhu sampah apa yang bisa membuat kultivator bertambah kuat? kau sendiri yang memberitahu aku, " diujung kalimatnya Xiao Ahnzi meninggalkan lukisan yang bisa berbicara itu, menyusuri bagian dinding sambil menerapkan teknik mata ketiga memeriksa jejak atau apa yang tersembunyi selama ratusan tahun kebelakang, dan tentunya mulai menjarah benda apapun yang di temui nya.
“Heii,,kau! Kembali kesini!” pria dalam lukisan baru sadar apa yang tengah dilakukan anak muda tersebut, ia tidak ingin semua harta ditempat ini di gondol semua nya oleh pencuri kecil ini. tapi agaknya itu sudah cukup terlambat,
__ADS_1
Xiao Ahnzi yang baru memberikan beberapa hadiah kepada Xu Lian dan Serigala di dalam dunia kecil miliknya, tidak menggubris kata kata orang, bahkan saat pria dalam lukisan terdengar mulai menangis karena membayangkan semua harta itu lenyap tak berbekas.
meski terkesan sembrono dan ceroboh dengan kelakuannya saat ini, Xiao Ahnzi sendiri pun sebenarnya diliputi rasa heran dengan sosok di dalam lukisan, anak muda itu sudah menyadari dari awal, subjek tersebut adalah kepingan jiwa spiritual dari masa lalu, kepingan jiwa ini telah berada di dalam lukisan itu selama ratusan bahkan mungkin ribuan tahun,
Xiao Ahnzi masih bisa merasakan energi spiritual yang besar tersimpan di dalam lukisan, kalau memang pria itu berniat menghentikannya, seharusnya subjek itu lebih dari mampu untuk menghajarnya, tapi entah kenapa subjek di dalam lukisan lebih memilih meratap menangisi kelakuan Xiao Ahnzi yang tanpa malu menjarah semua harta di dalam istana tersebut.
Xiao Ahnzi yang dalam mode penglihatan tiga ratus enam puluh derajat itu telah dalam kondisi waspada penuh jika sewaktu waktu kepingan jiwa itu menyerangnya, tapi faktanya sampai yang tersisa hanya lukisan yang bisa berbicara itu tidak terjadi serangan sekecil apapun. Xiao Ahnzi semakin bingung. "jadi kenapa orang sinting ini ditaruh disini? ada rampok malah dibiarin! "
“Hei,,,bung,, dimana harta berharga lainnya?” Xiao Ahnzi sudah berdiri kembali di depan lukisan pria berwajah tampan itu, bahkan tanpa malu langsung meminta harta yang lainnya, tapi pria didalam lukisan tidak memberikan tanggapan sama sekali,
"apa di sana?" seulas senyum muncul di bibir anak muda berambut putih itu, Xiao Ahnzi menunjuk dinding di seberang lukisan.
!
reaksi pria dalam lukisan membuat Xiao Ahnzi semakin yakin ada sesuatu di di dinding di depan sana, tanpa menunggu lebih lama, sekali lagi Pangeran ke Empat memeriksa dinding batu itu.
Semakin kesini Xiao Ahnzi semakin sadar, tidak semua hal bisa di lihat teknik mata ketiga, anak muda itu tidak menemukan jejak yang di cari nya,
Xiao Ahnzi bahkan sudah mencoba mendorong bagian dinding tersebut, tidak terjadi apa apa dengan dinding di depan nya.
"kau tidak akan menemukan apa apa di sana" subjek di dalam lukisan tersenyum sinis,
"tidak masalah,," Xiao Ahnzi juga tersenyum, "aku akan membawa mu keluar dari sini, kau akan berakhir di rumah lelang,," Xiao Ahnzi menyeringai di ujung kalimatnya,
"jangan mimpi!! Aku akan memukul kepala mu kalau melakukan itu!"
Xiao Ahnzi berjalan mendekat, anak muda itu mendekatkan mulutnya ke bagian telinga pria dalam lukisan
"kau mungkin akan berakhir bahagia, bayangkan,, di rumah lelang , para saudagar tua itu berebut lukisan cantik ini, dan kau akan di pajang di dalam kamar,, setiap siang, setiap malam, setiap saat kau akan di suguhi pemandangan lemak kisut,,atau juga terung layu,,"
__ADS_1
Xiao Ahnzi bisa melihat telinga subjek ini berubah warna demi mendengar ucapan jahilnya "benar benar lukisan yang luar biasa" Xiao Ahnzi lalu melanjutkan
"kau benar benar akan merasa sangat beruntung dan berterimakasih kepada pemuda tampan ini,," Xiao Ahnzi manggut manggut sambil menggaruk dagu dengan melipat jari telunjuknya.