
Pegunungan Raja Monster,Perburuan Naga dan Phoenix.
Xiao Lu Metian baru saja mengakhiri hidup seorang Kultivator yang mengikuti perintah Xiao Chen, dengan begini tersisa tiga orang dari kubu musuh,
Xiao Chen yang awalnya merasa menang dalam jumlah, jadi terlalu meremehkan Xiao Lu Metian, tangan kanan Xiao Khong Chun ini sama sekali tidak memperhitungkan keberadaan Harimau Putih bertaring Pedang yang melindungi gadis itu,
Diluar dugaan, bawahannya lebih banyak yang tewas karena serangan dari demonic beast itu dibanding yang dibunuh Xiao Lu Metian sendiri.
“Sekarang giliranmu untuk mati!!”
mata Xiao Lu Metian dipenuhi amarah dan kebencian, gadis itu bahkan lupa, saat ini posisi berdirinya bersebelahan dengan sosok Harimau Putih, Harimau Putih bertaring pedang itu juga tidak menunjukkan sifat liar nya terhadap Xiao Lu Metian,
Beberapa luka yang diderita demonic beast itu tampak masih mengeluarkan darah, tapi tatapan ganasnya tidak pernah lepas dari musuh Xiao Lu Metian yang tersisa.
Gadis itu tidak membuang waktu lebih lama, pedangnya sudah menyambar ke arah leher Xiao Chen.
Xiao Chen cukup memahami kemampuan gadis yang sangat dia sukai ini, pertarungan kembali berlanjut dengan sengit, dua orang lain juga telah disibukkan serangan serangan Harimau Putih bertaring pedang, meski menderita banyak luka, Harimau Putih itu masih terlalu kuat bagi dua kultivator bawahan Xiao Chen, perlawanan mereka berakhir setelah kedua nya mendapatkan luka robek besar pada leher.
Xiao Chen yang tinggal sendiri, perlahan mulai jatuh dibawah kendali Xiao Lu Metian, semangat bertarungnya menguap melihat sosok harimau putih itu mulai mendekati pertarungannya dengan Xiao Lu Metian. “Tampak nya aku akan mati disini…”
Penghianat dari klan Xiao itu masih mencoba membuat jalan melarikan diri. Kekuatannya di pompa sampai puncak, pedang Xiao Chen sekarang diselubungi cahaya merah seperti api yang membara. Dalam satu lompatan besar Xiao Chen mengayunkan pedangnya,
Boom
Xiao Lu Metian bertahan dengan pedang melintang di atas kepala, benturan keras yang terjadi mengakibat ledakan, Xiao Lu Metian terjajar mundur belasan langkah,
Xiao Chen yang dalam keadaan tanpa pijakan terhempas seperti layangan putus, tapi memang begitu tujuan yang ingin dicapai Xiao Chen, saat lesatan tubuhnya membuat jarak dengan Xiao Lu Metian, pemuda itu segera melarikan diri.
Dalam lesatan tubuhnya yang pesat itu, anak muda yang seumuran dengan si kembar tersebut masih sempat mengeluarkan kata kata mengancam.
“ Xiao Lu Metian!! Aku akan kembali,,kau harus jadi milikku!!”
Xiao Lu Metian tidak pernah mengira orang itu akan melarikan diri seperti pengecut.
__ADS_1
“ Cihh!! Tidak akan pernah!!” Dengan jijik Xiao Lu Metian balas berteriak.
Xiao Lu Metian baru merasa tubuhnya begitu lelah, tenaganya nyaris terkuras habis menghadapi belasan kultivator yang dipimpin Xiao Chen, dia beruntung mendapat bantuan dari Harimau Putih bertaring Pedang.
“Bantuan??,, monster itu membantu ku?”
Xiao Lu Metian baru menyadari,meski sulit dipercaya, tapi Harimau Putih itu benar benar telah menghabisi banyak musuh musuh nya, bahkan tidak sekalipun Binatang itu menunjukkan permusuhan terhadapnya selama bertarung tadi.
Xiao Lu Metian memaksa keberaniannya mendekati sosok Harimau Putih yang saat ini tampak berbaring di tanah, kondisinya mengenaskan, bulu bulu putihnya nyaris tertelan warna baru,warna darah,
Menyadari kehadiran Xiao Lu Metian, sosok yang awalnya menutup mata, perlahan membuka matanya, sebuah gerengan halus terdengar bagai kata minta tolong di telinga Xiao Lu Metian,
Membuat gadis itu tertegun sejenak,tanpa sadar ada genangan di sudut matanya,
“maaf,,kau terluka karena menolongku…”
Xiao Lu mengulurkan tangan mengusap kepala Harimau Putih itu,
Tidak ada reaksi yang berlebihan dari Harimau Putih bertaring Pedang, binatang buas itu bahkan memejamkan kembali mata nya, melihat Harimau Putih yang bersikap bersahabat, Xiao Lu Metian mencoba mengalirkan Qi untuk menghentikan pendarahan yang diderita penolong nya.
Xiao Lu Metian sebenarnya memiliki stok pil penyembuhan didalam cincin spasialnya, tapi Putri Raja Xiao Tian ini tidak tahu apakah pil penyembuh akan berguna untuk demonic beast atau tidak, terlebih, Xiao Lu Metian tidak tahu cara memberikan pil obat untuk Binatang di depannya.
Meski harus menghabiskan seluruh tenaga nya, Xiao Lu Metian berhasil menghentikan pendarahan dari luka besar yang diderita sosok Harimau Putih bertaring pedang, ada tiga bagian yang menderita luka parah akibat tebasan pedang, sedangkan luka luka kecil yang terdapat pada hampir seluruh tubuh makhluk itu dibiarkan, luka kecil itu tidak akan membahayakan nyawa nya. Bertepatan dengan selesai nya Xiao Lu Metian menghentikan pendarahan pada tiga luka besar yang di derita Harimau Putih, gadis itu jatuh tidak sadarkan diri.
Xiao Ahnzi mengedarkan pandangan berkeliling, pemandangan di sekitarnya hanyalah hutan lebat yang tidak dapat di tembus cahaya matahari,
“Jadi inilah Pegunungan Raja Monster yang kata nya menakutkan itu?”
Xiao Ahnzi tidak tahu dirinya berada di bagian sebelah mana di Pegunungan Raja Monster, ini pertama kali nya anak muda berambut seputih salju itu menginjakkan kaki di tempat ini, yang lebih rumit, dia juga tidak tahu dibagian mana Xiao Lu Metian saat ini, portal yang dimiliki Akademi Tianqi mengirim setiap murid ke pegunungan Raja Monster secara acak, mau tidak mau, Xiao Ahnzi terpaksa mencari secara manual ke setiap penjuru.
Beruntung Xiao Ahnzi memiliki teknik mata ketiga, jangkauan penglihatan teknik mata ketiga sekarang telah mampu melihat sejauh radius dua kilo meter, Xiao Ahnzi bergerak cepat ke Utara,
Xiao Ahnzi hanya ingin menemukan kakaknya secepat mungkin, dengan perpaduan Teknik mata ketiga dan Pusaran energi, dalam satu gerakan Xiao Ahnzi bergerak sejauh dua kilo meter, begitu sampai di ujung, Xiao Ahnzi kembali memindai radisu dua kilo meter, berulang ulang Xiao Ahnzi melakukan hal yang sama,
__ADS_1
meskipun penggunaan qi untuk membuat portal pusaran energi nya terbilang boros, anak muda itu tidak khawatir sama sekali,
Pegunungan Raja Monster benar benar kaya dengan energi spiritual, dantian lubang hitam tidak akan kehabisan stok,
karakteristik dantian lubang hitam yang rakus menarik energi dari alam selalu berhasil menggantikan jumlah qi yang digunakan Xiao Ahnzi untuk berpindah sejauh dua kilo meter.
Sekarang Xiao Ahnzi telah jauh meninggalkan Hutan lebat yang tidak tertembus cahaya matahari,
pemandangan di depannya sekarang adalah sebuah danau yang sangat luas, bahkan Xiao Ahnzi hanya melihat sisi tepian di seberang sana sebagai benda hitam,
“Tsk.. kenapa ada danau sebesar ini di tengah pegunungan?”
Xiao Ahnzi merasa ini akan merepotkan, anak muda ini memiliki kemampuan yang bisa membuat tubuhnya melayang, tapi untuk terbang,, dia belum pernah mencoba,
Xiao Ahnzi tentu saja pernah membaca tentang kehebatan kultivator yang bisa menggunakan pedang terbang,bahkan anak muda ini telah mempelajari teori untuk penggunaan pedang terbang, tapi karena terlalu bangga dengan teknik pernapasan angin yang tidak terlalu bergantung kepada penggunaan Qi, bocah ini selalu mengulur ulur waktu untuk mempelajari Pedang terbang yang semua nya bergantung pada penggunaan Qi,
Terlebih lagi,,dari teori yang dibaca nya, pedang yang diperlukan juga pedang khusus. Tidak ada pedang seperti itu di dalam inventory nya.
"Atau... Aku harus berenang?"
"aisshh ini benar benar merepotkan, bagaimana kalau setelah berenang sejauh itu, ternyat Xiao Lu tidak ada di seberang sana?"
Pangeran ke Empat menghabiskan terlalu banyak waktu untuk berpikir, bahkan anak muda berambut seperti salju itu mulai duduk pada sebatang pohon yang tumbuh miring ke dalam danau,
teknik mata ketiga tidak menangkap adanya bahaya di sekitarnya.
Pandangan mata Xiao Ahnzi menerawang menatap permukaan danau yang benar benar tenang, bahkan tidak ada riak sekecil apapun saat angin bertiup dari arah tengah danau.
Pangeran ke empat menyadari keadaan ganjil tersebut, lalu mematahkan satu ranting pohon yang diduduki nya, melepaskan patahan tersebut ke dalam danau,
Patahan ranting itu jatuh kedalam air, tapi tidak menimbulkan sedikitpun riak pada permukaannya,
hanya saja tidak lama, ranting itu mulai larut, sampai air danau yang semula terlihat seperti kaca itu berubah warna kehijauan, ranting itu lenyap tidak bersisa.
__ADS_1
“Sesuatu yang tidak biasa, menyimpan sesuatu yang tidak biasa pula” semangat nya tiba tiba berkobar untuk menemukan rahasia di kedalaman danau, hanya saja ia teringat tujuan utama nya,yaitu menemukan sang kakak, Xiao Lu Metian.
“aishh aku harus menemukan Xiao Lu cerewet itu lebih dulu”