Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
059. berdendam


__ADS_3

“Kau!!”


Suara Xiao Chen tersangkut di tenggorokannya, tangan Kera Batu yang besar telah menggenggam kepala mantan teman seperjuangan Xiao Lu Metian ini,


Xiao Chen tidak pernah mengira hidup nya akan berakhir sebagai tumbal untuk keselamatan Xiao Khong Chun. dengan satu gerakan, kepala itu langsung remuk di remas Demonic King Beast Kera Batu.


Xiao Khong Chun tidak menyia-nyia kan waktu yang sangat singkat itu, Anak Emas akademi Tianqi ini memiliki sebuah jimat teleportasi, dengan pengerahan qi, jimat itu segera terbakar, tubuh Xiao Khong Chun lenyap dari pandangan,


jimat teleportasi itu membawa Xiao Khong Chun langsung ke halaman depan Istana Kuno Naga dan Phoenix. pemuda itu jadi kontestan yang pertama mencapai istana Naga dan Phoenix.


Xiao Khong Chun menatap penuh takjub, meski di sebut reruntuhan, istana hitam di depan matanya tampak berdiri sangat kokoh, Seekor Naga melingkar pada salah satu pilar, tampak sangat hidup,


di seberang, seekor burung Api yang megah tampak mengambang di atas atap Istana,


Xiao Khong Chun segera berlari menuju gerbang istana, gerbang ini pun memiliki hiasan Naga dan Phoenix, hiasan berupa patung itu pun tampak sangat hidup, digambarkan dua makhluk mithology itu sedang berebut sebuah benda berwarna emas, benda itu sebagiannya telah masuk ke mulut sang Naga,dan sebagian lagi di cengkram cakar Sang Phoenix, 


Begitu mendekati gerbang, tengkuk Xiao Khong Chun terasa dingin, seakan kedua makhluk itu tidak mengizin kan pemuda yang dirumorkan sebagai cucu kandung Xiao Wen Chun ini memasuki Istana Naga dan Phoenix,


tapi tidak terjadi kejadian yang membahayakan saat Xiao Khong Chun melewati gerbang megah itu,


Yang menyambut anak muda ini ternyata adalah sebuah Panggung batu yang sangat luas, luas arena yang dibangun lebih tinggi dari lantai itu tidak kurang seratus meter, Xiao Khong Chun tahu apa yang harus di lakukannya, anak muda itu melangkah naik ke atas panggung.


Xiao Khong Chun memilih tempat yang paling baik untuk bermeditasi, qi di atas panggung ini sangat padat dan murni, peserta yang datang paling awal memiliki waktu yang lebih lama untuk berkultivasi di atas panggung batu.


Para tetua yang telah datang lebih awal tampak terkejut melihat kedatangan Xiao Khong Chun yang terlalu cepat, bahkan Ketua Akademi tampak menggeleng pelan, orang tua itu menyayangkan jimat teleportasi yang digunakan Xiao Khong Chun terlalu cepat, 


Tentu saja Ketua Akademi tahu, satu satu nya cara yang mungkin untuk bisa sampai secepat ini hanyalah dengan jimat teleportasi.


arti nya anak emas nya ini tidak turun tangan langsung untuk menjalankan tugas tugas yang diberikan kepadanya,


ketua Akademi baru saja akan menghampiri Xiao Khong Chun saat seorang tetua yang juga orang nya sendiri membisikkan sesuatu.


Tampak wajah ketua akademi kembali cerah mendengar bisikan sang tetua,


“Tentu saja dengan kemampuan nya, anak ini dapat menyingkirkan gadis itu seperti membunuh seekor lalat!” 


Tetua yang membisiki Ketua akademi merupakan salah satu tetua yang memiliki latar belakang sebagai klan Xiao, dengan percaya diri, tetua itu membisikkan puji pujian terhadap Xiao Khong Chun yang dia anggap telah berhasil menyingkir kan si kembar Xiao Lu Metian dan Xiao Jin Tian.

__ADS_1


Ketua Akademi yang awal nya ragu dengan tugas yang dibebankan kepada Xiao Khong Chun, tanpa pertimbangan langsung bersorak gembira, tentu saja Xiao Khong Chun bisa menghabisi Si gadis keras kepala dengan mudah, tingkat praktik Xiao Khong Chun sudah sangat tinggi untuk seorang murid akademi, bahkan anak muda itu sudah sangat pantas bersaing untuk posisi tetua di akademi Tianqi.


Andai saja dia tahu,,apa yang sebenarnya di pikirkan Xiao Khong Chun saat ini, diluar anak muda itu tampak larut dalam kultivasi, tapi sebenarnya pikiran Xiao Khong Chun sedang berkecamuk. Anak muda ini merasa telah di tipu orang tua tersebut,


bagaimana tidak, tetua dan ketua Akademi memberitahu langsung rute paling aman, lalu memberikan beberapa benda berkualitas tinggi untuk perlindungan, termasuk juga jimat berupa bendera pelindung yang ternyata membuat Xiao Khong Chun dan gerombolannya terperangkap hampir mati.


Xiao Khong Chun sangat marah, dia ingin membalaskan dendam nya kepada oang tua tidak tahu diri ini, tapi dia juga sadar,, dia tidak punya kesempatan, kekuatannya tidak cukup. Dirinya hanya akan jadi mayat dingin untuk sekedar mencoba membuat perhitungan saat ini.


“Tua bangka keparat!! Aku akan membunuh kalian semua!!.selama ini aku mempercayai kalian, tapi setelah tahu busuknya hati kalian!!!aku pasti akan membunuh kalian!” 


Orang orang itu tidak pernah tahu apa yang dipikirkan Xiao Khong Chun,, Ketua akademi tengah larut dalam euforia, kemenangan semu ini dirayakan dengan berkendi kendi arak. 


********


Ditempat lain, terpisah dua hari perjalanan,  Qin Shi, Pemuda yang memiliki perawakan tampan dan berpenampilan mewah berhasil selamat bersama dua puluh anggota nya, meski dibilang selamat, nyatanya orang orang ini nyaris tidak sanggup melanjutkan perjalanan menuju istana Naga dan Phoenix,


dari ke dua puluh anggota Qin Shi yang tersisa hanya dua yang memiliki luka paling ringan, sedangkan selebihnya ada yang kehilangan tangan, kaki, mata bahkan sesaat lagi mungkin akan kehilangan nyawa nya, 


Qin Shi sendiri berkali kali memuntahkan darah kental dari mulutnya, menandakan luka dalamnya tergolong parah. Beruntung,statusnya sebagai seorang putra raja dari kerajaan di wlayah timur daratan benua timur, statusnya yang tidak biasa tentu di sokong sumber daya luar biasa, pil pil penyembuhan kelas tinggi teronggok di dalam inventory nya, kesembuhan bagi nya hanya masalah waktu yang singkat.


Qin Shi membagikan beberapa pil penyembuh untuk anggotanya, lalu memulai meditasi untuk mempercepat efek pil yang dimakannya. Dua orang yang tidak menderita luka serius berjaga jaga dari kemungkinan serangan susulan.


*****


cakar binatang itu ternyata sangat beracun, pil anti racun milik Wan Hao Zhong tidak mempan menghadapi racun milik kelinci yang tampak imut tersebut, akhirnya Wan Hao Zhong memilih memotong sendiri tangannya untuk mencegah penyebaran racun lebih jauh.


Seperti di ceritakan sebelumnya, setelah berhasil memecahkan perisai penghalang yang malah berbalik mengurung kelompok mereka, Wan Hao Zhong berhasil melarikan diri secara terpisah pisah dari rombongan, malang,, Demonic Beast itu sempat melepaskan sebuah serangan berupa cakar yang mengenai punggung tangan Wan Hao Zhong,


beruntung binatang berpenampilan imut itu tidak mengejar, dalam pelarian nya Wan Hao Zhong memotong tangan kiri nya sebatas Siku. 


Wan Hao Zhong tidak bertemu satu orang lain pun dalam pelariannya, anak muda itu berpikir bahwa rekan rekannya tidak ada yang selamat dari sergapan binatang buas yang telah menyerang kamp mereka.


Wan Hao Zhong mengikuti petunjuk yang diberikan senior nya sebelum memasuki arena perbuaruan Naga dan Phoenix. Langkah nya jelas menuju Istana Naga dan Phoenix.


*****


Pada malam Naas yang menimpa gerombolan Xiao Khong Chun, jauh dari sana, di pinggir danau, seorang anak muda yang memiliki rambut berwarna putih seperti salju tampak mengajak seekor Harimau Putih bertaring pedang berbicara layaknya obrolan sesama manusia,

__ADS_1


kenyataanya hanya anak muda itu yang berbicara sambil sesekali menepuk lembut pipi seorang gadis, 


Dia adalah Pangeran ke Empat, Xiao Ahnzi, dan harimau Putih bertaring pedang yang tampak tiduran malas di tanah adalah Harimau Putih yang sama yang mengikuti seorang gadis yang menebarkan aroma wangi, Xiao Lu Metian.


Xiao Lu Metian adalah gadis yang pipi nya di tepuk tepuk anak muda itu, sebagai usaha membangunkan dari tidur nya yang lelap.


“Hei Nona!!..kau ini mati atau tidur?”


Xiao Ahnzi kembali jahil menepuk pipi Xiao Lu Metian, bahkan sebenarnya dipipi gadis itu telah muncul bekas bekas merah akibat tepukannya,


“Kucing Bodoh!! Coba kau bangun kan tuan mu ini!” Xiao Ahnzi lagi lagi mengajak binatang itu bicara, yang di jawab dengan gerengan halus sosok Harimau Putih


grrr


“Kau memang bod” tiba tiba Xiao Ahnzi menutup mulutnya, sebuah suara asing terdengar sangat pelan


“To long au,, min um”


Xiao Ahnzi memutar kepala, melihat asal suara itu, dia kaget, tapi lupa berekspresi, hingga wajahnya tampak begitu datar.


“Ya ampun,,,aku sampai lupa,,ada orang lain disini.! Bagus lah kau bisa sadar sendiri,” Xia Ahnzi kemudian melangkah ke dekat orang yang dari tadi di lupakannya, orang ini adalah pemuda yang di tolong Xiao Lu Metian sebelumnya dari tangan tangan keji orang orang klan Xiao nya.


Xiao Ahnzi memberikan tempat penyimpanan air, meletakkannya begitu saja di sisi pemuda yang masih terbaring di tanah, lalu berbalik ke tempat semula, melanjutkan usaha nya membangun Xiao Lu Metian, tapi gadis itu benar benar seperti orang mati ketika tidur.


Xiao Ahnzi akhirnya menyerah membangunkan kakak nya yang seperti orang pingsan tapi tidak pingsan itu,


Pangeran ke empat mencari tempat yang enak untuk bersandar, tapi pohon pohon yang tumbuh disini memiliki duri duri dan tonjolan yang tidak nyaman untuk kulit, sampai akhirnya mata nya menangkap kilatan sepasang cahaya berwarna biru yang sangat dekat, sebuah senyum tersungging di bibir nya,, 


“dapat!” 


Pangeran ke empat melangkah santai menuju sepasang cahaya berwarna biru yang tidak lain adalah pantulan sinar mata Harimau Putih bertaring Pedang,


Harimau Putih itu segera mengangkat kepalanya yang semula dibiarkan sejajar tanah, firasat nya tidak enak, anak muda ini punya beragam akal bulus, dia sungguh sangat jerih.


“Jangan Kabur, aku hanya ingin pinjam badanmu untuk tempat tidur,! Atau kau mau ku kuliti dulu sebelum aku pakai?”


Pangeran ke Empat tetap melangkah, ancaman itu membuat sepasang cahaya biru meredup, lalu sepasang cahaya itu turun kembali hampir menyentuh tanah.

__ADS_1


Harimau Putih itu sepertinya mengerti kata kata yang di ucapkan anak muda berambut putih di depannya, tentu saja dia keberatan, harga diri nya benar benar jatuh bila mengizinkan anak manusia ini menggunakan tubuh nya sebagai kasur.


tapi dia tidak punya pilihan,. Kehilangan harga diri lebih baik daripada kehilangan kulitnya yang cantik, apalagi kehilangan nyawa.


__ADS_2