
Xiao Ahnzi merasa lututnya lemas saat melihat bangunan sekte selaksa racun telah rata jadi abu,,
Hanya menyisakan sebagian perkayuan yang sedang dilalap api,tidak lama lagi kayu kayu itu juga akan jadi abu,
Bocah itu bahkan mendramatisir keadaan, tiba tiba saja dia jatuh berlutut memandangi sisa sisa kayu yang terbakar, membuat orang orang yang sedang menunggu di depan kobaran api jadi bertanya tanya,
Serigala merasa kepala nya berkedut melihat ekspresi anak muda yang baru datang itu,
"..........? Apa dia tidak mampu mengobati racun di tubuh Beruang?" dari tempat nya berdiri Serigala dapat melihat wajah Xiao Ahnzi yang muram,
Penebas juga melirik ke arah Beruang dengan pandangan prihatin, kurang lebih pikiran nya dengan Serigala sama.
Lain lagi yang dipikirkan si bayangan orang tua Cakra, tiba tiba saja bulu kuduk nya merinding,, untung saja bayangannya tidak memiliki keringat,, seandainya bisa,, mungkin keringat dingin telah membasahi punggungnya.
"gawat!! Aku membakar semua harta jarahan!...."
Xiao Ahnzi tidak percaya, tidak mungkin kali ini tidak mendapatkan apa apa, anak muda itu lalu menggunakan teknik mata ketiga, memindai seluruh wilayah bekas berdirinya sekte selaksa racun,
Cakra, yang hanya berupa bayangan orang tua melayang ke sisinya, lalu berkata "aku tidak sengaja,, kau bisa membantu Beruang itu?" telunjuk Cakra mengarah pada Sosok Beruang dan dua rekannya di depan sana.
Xiao Ahnzi tidak menanggapi pertanyaan Cakra, ia langsung berdiri, lalu berjalan ke depan, ketika sampai di tempat Beruang dibaringkan di tanah,
Xiao Ahnzi melihat kondisi beruang yang tubuhnya sudah menghitam akibat terkena racun. Lalu melewati orang orang tua itu, terus melangkah kedalam kobaran api.
"......?..."
"......"
"Paman Beruang akan baik baik saja!" Xiao Ahnzi sempat menilai kondisi Beruang, sehingga rekan rekannya menghembuskan nafas lega, walau tak dipungkiri masih menyimpan kekhawatiran terhadap kondisi Beruang.
"kau menemukan sesuatu?" Cakra melayang di sisi Xiao Ahnzi.
"tsk.. Tua bangka, kau sudah membakar semua nya, kau pikir apa yang akan kutemukan disini?" nada suara anak muda itu kentara sekali jengkel nya.
"anak setan!! Kau jangan bohong, aku bisa membaca otak mu!" Cakra membalas tidak kalah sengit.
"bagian mana kata kata pangeran ini yang menurutmu bohong?" Xiao Ahnzi memang tidak berbohong, dia hanya mengalihkan topik pembicaraan, karena masih jengkel dengan orang tua di sisi nya.
"......"
Penebas dan beruang hanya mendengarkan dua orang itu saling berdebat, mereka memilih tetap di tempat guna menunggui Beruang yang tidak sadarkan diri.
Xiao Ahnzi ternyata berhasil menemukan sesuatu menggunakan teknik mata ke tiga, sebuah ruangan di bawah tanah, Si tua Cakra sebelum nya telah membakar semua bangunan, tapi tidak pernah mengira ada ruang bawah tanah di bekas sekte selaksa racun.
Ruangan itu tertutupi kayu kayu yang sedang di lalap api, Xiao Ahnzi membantu mempercepat pembakaran dengan mengeluarkan Api biru,
Tidak butuh waktu lama sampai kayu kayu yang menutupi jalan masuk itu habis terbakar, Anak muda itu tampak memeriksa tanah di bekas pembakaran,
" sekte selaksa racun benar benar tempat yang aman, bahkan mereka tidak memerlukan array pelindung untuk mengamankan tempat tempat penting, tsk tsk..."
__ADS_1
"......."
"atau... Apa mungkin karena ruangan itu penuh racun? "
"anak setan!! Kau pikir semua orang menguasai teknik formasi dan array? Alasan pertama tentu karena orang orang itu tidak faham tentang teknik formasi.kau terlalu banyak berpikir!!"
Xiao Ahnzi berpikir sejenak,, "apa teknik formasi itu sulit?" dia bahkan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
Orang tua yang mendapat pertanyaan malas menanggapi pertanyaan tidak bermutu sang Pemuda.
Aroma racun yang kuat menyebar saat Xiao Ahnzi berhasil membuka pintu,di depan nya tampak sederetan batu membentuk anak tangga.
Xiao Ahnzi menuruni tangga batu yang menjadi jalan masuk ke dalam ruangan bawah tanah, ternyata ruang bawah tanah itu adalah sebuah goa alami, bukan pekerjaan tangan seperti yang di duga Xiao Ahnzi sebelumnya.
Hanya tangga itu sendiri yang merupakan hasil pekerjaan tangan manusia.
Cakra ikut masuk ke dalam goa yang di manfaatkan sebagai ruangan rahasia sekte selaksa racun, bayangan orang tua itu melayang di sisi Xiao Ahnzi.
" Racun di sini sangat pekat dan kuat"
Cakra berkomentar, tubuh fisik nya mungkin akan langsung tewas di tempat dalam satu atau dua tarikan nafas.
Entah pantas di syukuri atau tidak, keadaanya sekarang yang sebagai energi spiritual membuat racun tidak menimbulkan efek apa apa.
Xiao Ahnzi dari mula mula sudah merasakan reaksi dari dantian lubang hitam, keberadaan dantiannya yang lain dari yang lain, membuat dia sebagai orang yang paling beruntung, belum pernah Xiao Ahnzi membaca tentang orang yang pernah memiliki dantian sejenis selama ini,
Undakan jang dijadikan tangga itu ternyata sangat panjang, lebih dari seratus anak tangga yang harus dilalui Xiao Ahnzi sebelum mencapai ruangan Goa.
Xiao Ahnzi memeriksa tanaman tanaman itu satu persatu, tidak ada yang membuatnya tertarik, menurut anak muda itu, membunuh menggunakan racun bukan hal yang menarik.
"kau tidak tertarik dengan tanaman tanaman ini?" Cakra memiliki pengalaman yang lebih banyak, tentu memiliki sudut pandang yang berbeda,
" tanaman ini kalau di olah dengan tepat, bisa menjadi ramuan obat!!"
"tua bangka, apa kau seorang alkemis?" Xiao Ahnzi memang tidak banyak menyelidiki soal orang tua di sisi nya.
"aku punya sedikit kemampuan!" orang tua itu menjawab, nada nya terdengar datar,mengaku sebagai alkemis pada anak muda di depannya bisa membuat nya jadi bahan tertawaan.
".......,mn?......"
Sebuah tawa memecah kesunyian di dalam ruangan goa besar bekas kepunyaan sekte selaksa racun.
"hmp!!" orang tua itu mendengus, dia sudah mengira akan di tertawai, sebagai alkemis, tapi mati diracuni.... Itu memalukan memang.
"kau bisa menyimpan tanaman itu ke dalam cincin yang ku beri, cincin milikku memang istimewa, salah satu cincin spasial yang bisa menampung makhluk hidup di dalamnya." Cakra memberitahukan keunggulan cincin spasialnya.
"....???" Xiao Ahnzi pernah membaca sebuah kitab cerita di lantai satu perpustakaan tentang seorang pemuda yang memiliki sebuah gelang yang punya dunia sendiri di dalamnya.
"apa itu seperti gelang semesta?" Xiao Ahnzi bertanya, wajahnya berseri.
__ADS_1
"......, entahlah aku tidak pernah mendengar tentang itu, tapi kalau benda yang kau maksud seperti dunia kecil didalam cincin, memang seperti itu.
"........" binar pada mata Xiao Ahnzi semakin cemerlang." apa aku juga bisa memasuki dunia di dalam cincin ini?" Xiao Ahnzi mengangkat jari nya yang memakai cincin.
"tidak, kecuali hanya kesadaran mu." Cakra mengerti arah pikiran anak muda itu.
Bagi Xiao Ahnzi, walau cuma kesadarannya yang bisa memasuki ruang di dalam cincin itu sudah sangat baik.
Memiliki kesempatan untuk menumbuhkan semua jenis tanaman di dalam cincin spasial, anak muda itu benar benar menjarah semua harta sekte selaksa racun. Semua tanaman di pindahkan kedalam cincin spasial nya.
Kedua mata Anak muda itu tampat berbinar binar, dia memiliki kitab seribu pengobatan, teknik pengobatan dari orang orang bagian selatan, di satu sisi ia juga memiliki pemahaman alkemis seperti yang di pelajari kakaknya, Pangeran ke Tiga, dan yang paling penting, Xiao Ahnzi memiliki inti api api biru.
Xiao Ahnzi memeriksa lebih dalam, goa ini ternyata terbagi bagi dalam beberapa ruangan, Xiao Ahnzi menemukan sebuah tungku pil, tapi aroma racun sangat kuat melekat pada tungku yang biasa disebut juga dânlú
"lebih baik kamu sterilkan dulu dânlú itu sebelum memasukkan nya kedalam cincin." Cakra memberi saran, menempatkan benda beracun sekuat itu di dalam cincinnya membuat Cakra bergidik.
Xiao Ahnzi tidak membantah, dengan mengeluarkan api biru dari dantian tengah, anak muda itu membakar sisa sisa racun yang melekat pada tungku pil.
Selesai dengan pemurnian tungku, Xiao Ahnzi kembali memeriksa ruangan yang lain, kali ini beberapa ruangan tampak hanya berisi benda benda tidak penting, hanya dua ruangan yang terakhir yang membuat anak muda itu sampai berteriak teriak seperti orang gila saking senangnya.
Dua ruangan terakhir adalah ruang penyimpanan harta, koin emas yang berjumlah besar, perhiasan dan beberapa artefak berhasil di amankan.
Ruangan terakhir adalah harta yang paling berharga bagi Xiao Ahnzi, gulungan dan kitab, hampir delapan puluh persen gulungan itu adalah teknik pengolahan racun, tapi bagi Xiao Ahnzi tidak ada masalah, pengetahuan itu semua nya baik, jika ada orang yang tidak baik setelah mempelajari racun, yang salah adalah orangnya, bukan pengetahuan tentang racun itu sendiri.
Dua orang itu akhirnya keluar dari goa bawah tanah itu setelah menjarah habis semua yang bisa dijarah.
Keadaan Beruang tidak dapat dikatakan baik saat Xiao Ahnzi kembali, karena mood nya sangat baik, anak muda itu segera melakukan tindakan untuk mengobati laki laki berbadan besar yang saat ini dalam keadaan pingsan.
Cara pengobatan yang yang dilakukan anak muda ini lagi lagi membuat Serigala dan Penebas hampir muntah darah,
"ini jenis pengobatan seperti apa?" Serigala meremas tengkuk nya sendiri melihat Beruang yang sedang Pingsan malah di tendang dan di pukuli.
Sebenarnya Xiao Ahnzi sengaja, dalam kitab seribu pengobatan terdapat cara cara yang di luar akal sehat untuk mengobati, anak muda itu sangat penasaran untuk mencoba cara pengobatan tersebut..
Istilah kata,, Beruang jadi kelinci percobaan...
Dalam pandangan Penebas, apa yang di lakukan anak muda itu bukan lah hal mudah dan sembarangan, semua serangan mengenai titik titik akupuntur. Dan pengerahan tenaga untuk tiap titik juga berbeda.
Setelah beberapa lama, pengobatan yang seperti penganiayaan itu selesai, efek pengobatan itu langsung terlihat dengan warna kulit beruang yang dalam kecepatan dapat dilihat mata berubah normal kembali.
"sekarang tinggal menunggu paman Beruang sadar!" Xiao Ahnzi buka suara setelah memberikan satu tusukan di ubun ubun Beruang, sedikit darah berwarna hitam mengalir keluar dari bekas tusukan tersebut.
"berapa lama sampai Beruang akan sadar?" Serigala bertanya
"......"
"sebenarnya bisa langsung di sadarkan kalau paman Serigala mau." anak muda itu menjawab sambil tersenyum,mata nya menatap jauh ke luar jurang kematian.
"......" Penebas juga ikut melihat ke kejauhan, tapi tidak melihat apa pun.
__ADS_1
"anak setan!! Kalau bisa kau sadarkan sekarang, lalu kenapa tidak kau bangun kan saja?" Cakra bersungut sungut mendengar jawaban bocah setan itu.