
Sementara itu kekacauan di tengah kota semakin menjadi jadi, murid senior Akademi Tianqi sudah datang, dan langsung mengambil alih tugas keamanan, belasan demonic beast itu masing masingnya di tangani sepuluh sampai dua puluh murid senior Akademi tianqi.
Murid murid senior ini adalah level selanjutnya di dalam akademi, tingkat kultivasi terendah diantara mereka adalah silver master foundation stage,
# ( di benua lain, Xiao Ahnzi (karakter utama kita) mendengar orang lain menyebutnya dengan istilah foundation establishment, di benua itu foundation establishment di bagi menjadi empat bagian atau tingkatan yaitu foundation establishment tingkat satu,dua,tiga dan empat, sedangkan benua daratan timur menyebutnya dengan istilah master foundation, master foundation sendiri juga terdiri dari empat tingkatan, Bronze (perunggu) Silver ( perak ) Golden (emas) dan Legend ( Legenda)
^^^*Note* di dalam cerita ini author akan memakai istilah istilah tersebut tergantung situasi dan kondisi. Jadi kalau mau mempermasalahkan juga tidak mengapa, Silahkan Saja protes di kolom komentar*^^^
Di salah satu bagian kota, sebuah gedung peribadatan menjadi arena pertarungan kultivator melawan seekor demonic beast kera salju, semula demonic beast kera salju itu sempat membuat kekacauan di dalam gedung ibadah tersebut, gedung yang sedang ramai jemaat di dalamnya seketika berubah menjadi ruang jagal,
bilah es tipis di tangan kera salju itu membabat hampir setengah dari jumlah jemaat rumah ibadah tersebut, tanpa perlawanan kera salju itu benar benar berpesta pora.
Murid murid senior Akademi Tianqi datang sedikit terlambat di lokasi, meski begitu regu yang di pimpin Shu Tian Bao itu berhasil menyelamatkan jemaat yang tersisa. Dengan tenaga yang besar dan jumlah yang lebih dari sepuluh orang kera salju itu berhasil di kalahkan.
Sementara itu pertarungan juga terjadi hampir di sepanjang dinding utara kota Tiānqì zhēn hǎo, gelombang demonic beast yang berhasil merobohkan beberapa bagian dinding langsung berhadapan dengan gelombang kultivator yang saat itu tengah berada di kota Tiānqì zhēn hǎo, pertarungan tidak terelakkan, kedua belah pihak memiliki motivasi masing masing untuk menghabisi lawan nya.
Di Rumah makan,
Xu Lian yang menarik perhatian hampir seluruh demonic beast yang berhasil memasuki kota benar benar di buat kerepotan,
Aneka rupa demonic beast seakan berlomba memperebutkan hadiah utama, perwujudan demonic beast rubah api berekor tiga.
Xu Lian yang kekuatannya di dalam wujud manusia berada di tingkat golden master foundation stage, jelas bukan merupakan target yang mudah.
Meski kalah jumlah, nyata nya Xu Lian begitu tenang dan percaya diri, bahkan lawan lawan nya lah yang harusnya merasa tertekan.
Meski begitu, Pertarungan sengit itu masih sulit untuk di prediksi siapa pemenangnya, bagaimana tidak, Xu Lian seorang diri harus menghadapi tujuh belas demonic beast yang memiliki kemampuan berbeda beda. Xu Lian banyak diuntungkan ukuran tubuhnya yang lebih kecil sehingga dapat bergerak dengan lincah,
Disamping itu binatang yang memiliki tingkat kecerdasan sangat rendah ini juga terlibat saling sikut di antara mereka, api rubah Xu Lian sedikit demi sedikit memberi dampak buruk kepada lawan,
__ADS_1
Pada satu kesempatan, Api Rubah Xu Lian berhasil melukai mata seekor demonic beast ular berwarna coklat, ular coklat itu sedang dalam posisi siap mematuk Xu Lian yang sedang di pepet seekor belalang sembah.
Di saat saat genting itu Xu Lian melepaskan api rubah nya lalu melesat bagai kilat untuk menghindar. Karena ular coklat sudah dalam posisi tidak bisa menghindar, api rubah Xu Lian tepat mengenai mata nya.
Tapi itu belum bagian terburuknya,
Belalang sembah yang tengah mendesak Xu Lian turut kehilangan sasaran utama, serangan sudah dilepaskan tidak mungkin ditarik kembali, kepala ular yang dalam kondisi mengalami kebutaan itu langsung terbelah ketika cakar belalang sembah masuk tak terbendung.
Satu persatu demonic beast itu akhirnya tumbang, baik ditangan Xu Lian langsung maupun karena miss komunikasi di antara mereka, tidak satu dua yang akhirnya tewas karena serangan kawan sendiri.
Xu Lian mengumpulkan semua core, lalu kembali kedalam rumah makan dalam keadaan luka gores di beberapa bagian tubuh nya.
"Kau boleh juga,, " Paman Lan yang saat ini mengangkat kaki nya ke atas meja melirik sesaat ketika Xu Lian mengambil tempat duduk.
"Ya.. Lumayan,, " Xu Lian acuh. Dia mulai kehilangan rasa hormat terhadap tua bangka ini.
"Mn.. " Wajah Paman Lan tidak berubah sama sekali meski sikap si ceking mulai menyebalkan.
"......." Xu Lian tidak mengatakan apa apa.
Di tempat lain, kultivator dari golongan manusia juga berhasil mengalahkan demonic beast yang menjadi lawan mereka,
Bahkan mereka seakan tidak rela membiarkan monster monster ini melarikan diri dari kota, hingga tidak satu pun yang tersisa dari gelombang demonic beast tersebut.
Kerusuhan yang terjadi semenjak tengah hari itu baru mereda ketika matahari telah terbenam di barat, sorak sorai warga kota atas kemenangan para kultivator bercampur dengan jerit tangis orang orang yang kehilangan anggota keluarga nya dalam insiden tersebut.
Xu Lian yang mencoba patuh dan menuruti perintah Paman Lan memanfaatkan waktu untuk meditasi, meski pembawaannya tenang tapi hati nya gelisah, entah bagaimana insting binatang buasnya meronta ronta, seakan bahaya yang lain dan lebih besar tengah mengintai.
Xu Lian tidak mengerti kenapa mereka masih disini, orang tua itu mengatakan apa apa, entah apa yang di tunggu nya.
__ADS_1
Paman Lan sendiri tampak bagai karang, sikapnya begitu tenang, mata nya terpejam, tapi begitu Xu Lian melirik, orang tua itu bisa langsung tahu apa yang ada di dalam pikiran Xu Lian.
"sesuatu yang lebih besar akan segera datang, saat itu orang yang kita cari mungkin akan memperlihatkan diri,," Paman Lan berkata nada nya datar,
!!!
Xu Lian tersedak nafas nya sendiri mendengar kata kata Paman Lan, ini jelas jelas berita buruk.
Namun belum sempat Perwujudan demonic beast itu mengungkapkan isi kepala nya, Paman Lan melanjutkan peringatan nya.
"jangan perlihatkan wujud asli mu!"
".... Ke- kenapa?" Xu Lian gugup.
"kau punya otak, pikir kan sendiri!".
Xu Lian hanya mampu mengusap dada mendengar ucapan tua bangka itu, sebagai pengalihan ia membaringkan badan nya di kursi yang sengaja dibuat memanjang itu.
Tapi baru saja punggung nya bersentuhan dengan bagian kursi yang datar, Xu Lian buru buru bangun lagi, telinga nya menangkap sebuah jeritan pilu, jeritan kematian.
"sudah datang!" Paman Lan menghembuskan nafas panjang,
Sedetik berikutnya kekacauan yang lebih besar langsung terjadi, warga kota yang sempat merasa lega untuk sesaat, kembali dihadapkan pada taring kematian.
Sementara itu di salah satu menara pengawas Akademi Tianqi, di tempat yang paling tinggi, seorang pria berbadan tegap, wajah nya menawan bagai pualam, usia nya sekitar tiga puluhan, kaki,tangan, rambut, semua yang di miliki pria ini adalah cerminan kesempurnaan yang di ingin kan setiap wanita.
Tapi pria itu memiliki satu kekurangan, bila ia membuka kelopak mata nya yang seakan sedang terpejam, hal yang mengerikan akan segera terlihat, rongga mata itu kosong. Orang ini tidak memiliki bola mata.
Orang itu kemudian tertawa mendengar jerit pekik kematian yang menghiasi malam daratan benua timur.
__ADS_1
"makan lah sepuas kalian!! Hahahah"