Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
079. Menemukan Bantuan?


__ADS_3

Dalam ketegangan yang menyungkup malam di Arena Istana Naga dan Phoenix, Xiao Khong Chun yang semenjak kedatangan Qin Shi dan kawan kawan merasakan tatapan tatapan penuh kebencian yang tertuju kepada diri nya, akhirnya tidak tahan lagi dan bermaksud keluar dari istana Naga dan Phoenix secara diam diam. 


Kesempatan itu akhirnya datang, saat di kejauhan terlihat lontaran bola bola api berwarna hijau dan merah menerangi langit menjelang pagi itu. Meski masih cukup jauh, satu hal yang membuat setiap orang merasa punggungnya di aliri keringat dingin adalah jarak nya yang kian mendekat. Disepanjang jalan yang di lalui bola bola api tersebut telah berubah menjadi lautan api. 


Belum diketahui jelas apa atau siapa ada nya sosok yang menembakkan bola bola api ganas itu, sayup sayup mulai terdengar jerit pilu binatang binatang liar yang tidak sempat lari menyelamatkan diri, bahkan sekedar membayangkan saja tentang apa yang terjadi di dalam lautan api tersebut, murid murid akademi Tianqi tidak berani. 


Hal itu tidak terlepas dari pengalaman terkurung di dalam perisai pelindung, lebih dari setengah para murid yang berhasil mencapai arena adalah korban selamat dari insiden tersebut. 


Xiao Khong Chun merasa terpojok, seakan orang orang ini menimpakan semua kesalahan kepada diri nya, sedangkan Xiao Khong Chun sendiri merasa diri nya sebenarnya adalah korban rencana busuk ketua Akademi dan rekan sejawatnya. Tapi siapa yang akan percaya bila ia menyebutkan dalang semua ini adalah Ketua Akademi? Jelas dirinya berada dalam posisi paling naas. 


Xiao Khong Chun akhirnya berhasil keluar secara diam diam, dia memiliki keuntungan didalam udara dingin yang penuh ketegangan, semua orang terlalu fokus menyaksikan fenomena bola bola api dua warna yang kian mendekati lokasi mereka. 


Sebenarnya lah, dua jenis bola api tersebut merupakan serangan serangan yang dilepas kan dua ekor ular besar yang tengah berusaha menghabisi Pangeran Ke Empat dari istana ufuk barat. 


Xiao Ahnzi memang berencana mencari bantuan, pemuda itu terus berlari ke arah utara, tanpa sepengetahuan Xiao Ahnzi, arah utara ternyata adalah arah yang tepat bila ingin mengunjungi Reruntuhan Istana Naga dan Phoenix, karena itu lah semua orang dapat melihat serangan kedua ekor Naga setengah jadi itu makin mendekat dengan tempat mereka berada. Meski yang terlihat hanyalah bola bola cahaya di dalam kegelapan.


Sesuai namanya, pegunungan Raja Monster memang dipenuhi binatang binatang ganas yang memang pantas disebut monster. Tapi begitu menghadapi bola bola api yang membakar segala nya itu, jelas yang mampu menyelamatkan diri hanya hitungan jari, tentu saja yang lebih kuat atau setidaknya setara dengan ganasnya bola bola cahaya tersebut. 


Di sepanjang pelariannya telah tidak terhitung demonic beast yang menjadi korban salah sasaran dari serangan dua ekor ular besar. Xiao Ahnzi tidak peduli, jika menyelamatkan diri saja binatang binatang itu tidak sanggup, berarti dia tidak membutuhkan mereka. Mereka bukan termasuk apa yang tengah ia cari.,,sebuah Bantuan. 


Setelah hampir sepanjang malam melarikan diri, didepannya Xiao Ahnzi melihat sederet tebing batu yang sangat tinggi, tebing batu itu menghadang pelariannya, tapi anak muda itu malah tersenyum, senyum yang penuh misteri,,


Xiao Ahnzi akhirnya bertemu dengan apa yang tengah ia cari,, ,


sesuatu itu tampaknya akan terlibat kesialan. 

__ADS_1


*****


Pada sebuah ceruk yang mirip seperti goa di dinding batu, terdengar suara dengkuran yang membuat daun daun pada pepohonan luruh, 


Seekor demonic beast kera batu setinggi tiga meter tampak sedang berjalan maju mundur, tidak jelas apa yang tengah di lakukan makhluk yang otot otot nya bertonjolan seperti batu yang ditempelkan tersebut, 


Wajah nya yang kaku ternyata dapat juga memiliki ekspresi gelisah, berkali kali kepalanya menoleh kiri kanan saat tanah bergetar dan terdengar ledakan. Sesekali bahkan binatang itu terlihat menengadah memperhatikan langit langit setinggi tiga puluh meter diatas kepala nya, seakan takut bila tiba tiba saja langit langit itu runtuh dan dia terkubur di dalam nya. 


Meski begitu, kera setinggi tiga meter itu masih berjalan mondar mandir di dalam cerukan batu tersebut, lantai yang ia pijak tampak berwarna hijau seperti giok, sungguh indah,,


kadang ia berputar, kadang berjalan mundur, sementara suara dengkuran terus terdengar secara teratur. Jelas bukan makhluk itu yang mengeluarkan suara dengkuran. 


Sebuah bola cahaya tiba tiba saja muncul di udara di depan bibir ceruk tersebut. bola cahaya itu terus melesat ke dalam ceruk.


Kera batu yang tengah berjalan mondar mandir, menjerit keras saat bola cahaya itu melesat Deras ke arah nya. Tapi adalah aneh, binatang yang kata nya tingkat kecerdasannya  cuma sedikit dibawah manusia itu tidak mencoba untuk menghindar, usaha terakhir yang di lakukan makhluk itu hanya menangkup kan kedua telapak tangan nya kewajah, 


Walau tidak jadi terkena serangan bola cahaya,  tubuh kera batu itu tetap terbanting juga menghantam dinding batu, langit langit yang membentuk goa luruh sebagian, di antara gemuruh bebatuan yang jatuh sebuah suara serak dan berat terdengar sampai jauh ke istana Naga dan Phoenix. 


"Bang$@t!! Cari mati!! " 


Sesuatu yang tidak terduga tiba tiba terjadi, tebing batu yang tadi luruh sebagian, rontok semakin banyak dari tempatnya, sesuatu yang besar nampak berusaha merangkak bangun. 


Rupanya kegiatan kera batu yang bergerak mondar mandir maju mundur tadi dilakukan di atas punggung makhluk besar yang sedang tidur dalam posisi tengkurap. Dan ternyata makhluk besar itu.. 


Kera Batu dalam versi yang lebih besar, dikepala kera batu setinggi nyaris dua puluh meter itu tampak delapan tonjolan runcing menyerupai tanduk, ini lah Raja Kera Batu berusia ratusan ribu tahun. Otot otot pada tubuhnya tampak hijau mengkilap seperti tersusun dari giok yang indah, 

__ADS_1


*


Selama beberapa dekade, kompetisi perburuan Naga dan Phoenix terus di adakan sekali dalam tujuh tahun, tapi selama ini para peserta dituntun untuk melalui jalur yang paling rendah resiko nya, hampir tidak pernah peserta kompetisi menjelajah diluar jalur aman yang di anjurkan, hampir tidak pernah ada di antara peserta yang berjumpa makhluk-makhluk sejati penghuni pegunungan Raja Monster, bahkan sepanjang sejarah hanya ada satu orang yang pernah bersua dengan beast dalam kategori Raja Monster, tapi berita itu di anggap kebohongan belaka, hingga tidak pernah di tuturkan ulang. 


Dua Ekor Ular yang berusaha menjadi Naga hanya lah bagian kecil dari apa yang sebenarnya tersembunyi di pegunungan Raja Monster, 


Raja Kera Batu ini lah salah satu misteri besar yang tersembunyi di dalamnya, dan sekarang makhluk itu sedang coba di provokasi oleh seorang anak manusia yang juga menyimpan misteri besar dalam setiap langkah nya. 


Dengan satu gerakan tangan, Raja Kera Batu telah menangkap kera batu setinggi tiga meter, subjek satu itu tampak begitu kecil sejak Raja Kera Batu menampakkan diri. 


Begitu kera kecil yang sebenarnya tidak kecil itu berada di dalam genggamannya, Raja Kera Batu langsung melompat begitu melihat lesatan lesatan bola cahaya yang serupa di kejauhan. Tujuannya jelas meminta keterangan dengan cara nya sendiri, mengapa serangan makhluk makhluk tidak tahu diri itu sampai mengenai keturunannya. 


Xiao Ahnzi yang telah menunggu saat saat seperti ini, memberi sebuah seringai terhadap lawannya. Seringai yang membuat dua Monster itu semakin jengkel. 


Bagaimana tidak? Semenjak melarikan diri, manusia itu tidak pernah berhasil mereka sentuh, dan yang lebih menyebalkan, dia juga tidak pernah membalas menyerang. Anak muda itu hanya berlari lari seperti kanak kanak yang bermain kejar kejaran.


Mereka benar benar merasa telah dipermainkan, lucu nya mereka sendiri menikmati itu.. 


Hanya saja, beberapa detik yang lalu sebuah suara yang membuat tanah dan udara bergetar menyadarkan mereka. Mereka sudah dijebak manusia kerdil yang licik ini. 


******


Suasana sedikit lega yang sempat dirasakan Orang orang yang berkumpul di Arena Naga dan Phoenix saat bola bola cahaya yang membakar apa pun yang di laluinya itu berbelok arah nyata nya tidak berlangsung lama, perasaan mereka seperti di lambungkan lalu dihempaskan sehancur hancurnya ketika mendengar suara keras yang membuat tanah bergetar. 


Setelah itu getaran pada tanah bahkan hampir tidak pernah berhenti. Layaknya gempa bumi berkepanjangan. 

__ADS_1


"Jangan panik!! Jangan ada yang keluar dari Arena!!" Para tetua langsung berpencar memberi instruksi, 


Semua ini benar benar seperti mimpi buruk bagi murid Akademi Tianqi, bahkan sebagian murid telah jatuh pingsan karena terlalu tertekan dengan keadaan. Bahkan para tetua yang berkata jangan panik, jangan panik, tapi diwajah mereka jelas sekali tergambar ketakutan yang belum pernah di perlihatkan di hadapan murid Akademi. 


__ADS_2