
"Nona She,, hallo!!?" Xiao Ahnzi melambaikan tangan di depan batang hidung gadis ular yang walau tidak meyakinkan ternyata adalah Ratu Ular,
"ehh!?"
"ayo, kau sekarang bisa bertemu kekasihmu!" Xiao Ahnzi telah melangkah ke dalam lorong dari mana si Pria tua yang akhirnya menemui ajal bahkan tanpa menyisakan abu pembakaran di ujung hidupnya itu berasal.
She Annchi yang menyadari perubahan pada panggilan anak muda itu merasa tidak enak di dalam lubuk hati nya, gadis itu masih terpaku di tempatnya berdiri.
Xiao Ahnzi yang telah memasuki lorong sejauh beberapa langkah kembali berbalik untuk memanggil sang gadis
"oii Ratu Baper,, ayoo" sambil memberi kode tangan
"tsk.. setan!" dengan jengkel She Annchi menyusul pemuda yang bikin hidupnya nano nano tersebut.
Merasa Superior kadang kala membuat yang bersangkutan menjadi terkesan bodoh dan sembrono, demikian juga yang terjadi dengan mendiang pria tua yang tidak diketahui nama nya tersebut, dengan harta yang melimpah yang di timbun nya di dalam goa di belakang air terjun, setelah dua ekor kadal buntung tewas, disusul dengan kematian si orang tua itu sendiri, otomatis tidak ada lagi penjaga di dalam goa. Bahkan tidak ada jebakan sekedar panah beracun atau lubang menganga di bawah lantai yang berisi seekor serangga beracun, tidak ada.
Di bagian yang terang benderang, tempat yang cukup bersih dan rapi Xiao Ahnzi tinggal menyalin semua harta yang menumpuk ke dalam cincin spasialnya,
Sementara Xiao Ahnzi menjarah habis semua harta, She Annchi yang tidak menemukan apa yang dia cari di dalam ruangan tersebut, tampak sibuk meraba raba setiap bagian dinding, seperti nya mencari tombol atau apalah yang menghubungkan ke ruangan tersembunyi.
Srrrt..
Tapi siapa yang akan menyangka? Pintu ke ruangan tersembunyi tersebut ternyata berada dibawah tumpukan harta yang telah habis di pindahkan Pangeran ke Empat. Tanpa banyak usaha Xiao Ahnzi masuk ke dalam ruangan dibawah lantai batu tersebut,
She Annchi yang memang mencari ruangan tersebut segera menyusul Xiao Ahnzi,
Xiao Ahnzi yang masuk lebih dulu sudah dapat menduga, bahwa tidak ada cukup banyak harapan di ruangan tersebut. Menilik dari tumpukan harta yang menghimpit jalur masuk, kecil kemungkinan si pria tua mengunjungi ruang tahanan tersebut selama beberapa hari terakhir. Kecuali terdapat pintu lain nya yang belum di ketahui.
"Nona She, apa kau yakin kekasihmu itu di tawan di tempat ini? " Xiao Ahnzi bahkan tidak menemukan tanda tanda tempat ini pernah dimasuki selama setahun terakhir.
"Tidak mungkin! " She Annchi tidak dapat mempercayai semua ini, air mata mulai luruh di pipi nya yang sebenarnya sangat menggemaskan di mata pangeran ke empat.
She Annchi, si Ratu Ular, selama lebih dari setahun telah mengirim anak buah nya secara berkesinambungan untuk menyelidiki tempat ini, laporan yang di bawa anak buahnya menunjukkan si pria tua bernaung di tempat ini selama beberapa tahun terakhir, pasti ada yang salah.
Ruangan itu memang bekas ruangan penyiksaan, terdapat beberapa mekanisme penyiksaan di dinding, seperti rantai dengan belenggu, pedang besar yang menghitam karena bekas darah yang tidak pernah di bersihkan dan beragam alat yang fungsinya untuk menyiksa. Tapi dari pengamatan Xiao Ahnzi barang barang tersebut telah lama tidak digunakan.
"..... "
Xiao Ahnzi tidak mengatakan apa apa sampai gadis itu selesai dengan urusan air mata nya, untuk menenangkan gadis yang menangis berdasarkan teori pendekatan yang ia baca, Xiao Ahnzi juga enggan.
__ADS_1
Setelah beberapa lama, Xiao Ahnzi mengajak gadis itu meninggalkan ruangan tahanan yang telah lama kosong tersebut, selama berdiam diri Xiao Ahnzi yang masih menerapkan teknik pernapasan hitam merasakan fluktuasi energi yang berasal dari luar goa, sebelumnya Xiao Ahnzi tidak terlalu memperhatikan,
"Nona She, kau mungkin masih punya harapan, ikut aku! "
Xiao Ahnzi sudah menarik tangan gadis itu kembali ke bagian atas goa, lalu melintasi lorong remang remang yang tidak semua batu bercahaya nya di ambil Xiao Ahnzi. Kedua nya terus melesat, sampai keluar dari goa dan di depannya terhalang tirai air terjun.
"Ada sesuatu di dalam telaga di bawah sana. " Xiao Ahnzi menunjuk ke bagian dimana air terjun itu berkumpul membentuk sebuah telaga,
"......? "
"Aku juga tidak tahu," Xiao Ahnzi mengangkat kedua bahu nya bersamaan.
Gadis itu tidak sempat mengungkap rasa penasarannya, tubuhnya sudah di tarik jatuh kedalam telaga yang jarak nya dari tempat mereka berdiri mencapai lima puluh meter.
Sebelumnya She Annchi memang tidak pernah memperhatikan telaga di dasar air terjun, goa besar yang terletak dibalik tirai air terjun itu berada di pinggang bukit, ada jalan setapak yang langsung menuju ke mulut goa,
Tubuh She Annchi meluncur deras bersama debam air sampai terhempas ke dalam telaga yang ternyata air nya sangat dingin, gadis itu gelagapan bahkan sampai meminum beberapa teguk air, Xiao Ahnzi yang terlalu bersemangat tidak sempat memperhatikan keadaan gadis ular yang ternyata tidak bisa berenang itu.
Xiao Ahnzi terus berenang menuju dasar telaga, dari sana sumber fluktuasi energi besar itu berasal, tapi setelah beberapa jauh menyelam tiba tiba ia teringat tentang gadis yang tidak lagi berada dibelakangnya.
"Kemana Ratu Ular itu? " Xiao Ahnzi tidak merasakan kehadirannya lewat teknik mata ketiga, merasa ada yang tidak beres Pangeran ke empat kembali berenang ke permukaan, saat itu mata nya menangkap gerakan sepasang kaki yang bergerak tidak beraturan di dalam air. Bahkan ditengah keadaan genting itu Xiao Ahnzi sempat melihat sesuatu yang sebenarnya ingin dipandangi nya berlama lama,
Celakanya, telaga itu dikelilingi tebing batu dan tidak ada bagian yang bisa dijadikan tempat bahkan sekedar untuk berpegangan, sedangkan arus ke bagian bawah tampak sangat deras dan di apit tebing batu di kedua sisi nya,
"Sial,, author cerita ini benar benar ingin membuat ku memberikan nafas buatan! "
Xiao Ahnzi tidak ingin berenang terlalu jauh ke bagian bawah arus sungai, bisa saja menggunakan pusaran energi pemindah, tapi Xiao Ahnzi tidak akan membuka kemampuan khususnya itu hanya demi seekor ular.
"Baik lah baiklah!!"
Tanpa malu malu Xiao Ahnzi akhirnya memberikan Ciuman pertamanya untuk seekor ular, dalam keadaan saling menempel begitu Xiao Ahnzi kembali berenang menuju dasar telaga dibawah air terjun,
She Annchi yang belum sepenuh nya kehilangan kesadaran mencoba berontak ketika merasakan tubuhnya tenggelam semakin dalam, tapi pagutan tangan dan bibir pemuda itu terlalu kuat dan… .
Nikmati saja, ini pun pengalaman pertama bagi She Annchi si Ratu Ular, bahkan Xiao Ahnzi lah yang sekarang merasakan sulit untuk bernapas.
Jika baru pertama kali menemui keanehan di dalam rimba beladiri, sudah pasti akal sehat Xiao Ahnzi menolak kenyataan di hadapannya, di dasar telaga itu terdapat suatu rongga yang tidak tersentuh air telaga. Xiao Ahnzi berenang menuju rongga tersebut.
Begitu memasuki rongga yang tidak dapat dimasuki air, Kepala Xiao Ahnzi seperti seseorang yang baru keluar dari dalam air menemukan diri nya ternyata berada pada satu tempat yang baru.
__ADS_1
Itu adalah goa lainnya, tampak tidak kalah besar dibanding goa sebelumnya, Xiao Ahnzi mencoba menelusuri goa lebih jauh dengan teknik mata ketiga, tidak ditemukan potensi bahaya dalam radius dekat, tapi dari salah satu lorong Xiao Ahnzi dapat merasakan arus energi spiritual yang tidak stabil, ini adalah fluktuasi energi yang dirasakan Xiao Ahnzi sebelumnya.
She Annchi yang tidak jadi pingsan melepaskan bibirnya, tapi kedua tangannya masih memeluk tubuh penolongnya tersebut dengan sangat erat,
Wajah gadis itu benar benar… . Sudah lah bagaimana menggambarkan nya,, merona! begitu saja, keadaan jadi canggung, Xiao Ahnzi berenang ke tepi, tidak ada arus di tempat ini, sepertinya mereka berada di dalam kolam yang air nya tidak mengalir.
Dengan masih berpelukan, kedua orang itu sampai di bagian yang tidak tergenang air,
"Nona,, kau masih ingin memelukku? " Dasar Xiao Ahnzi, bukannya menikmati saja, tapi malah membuat gadis di dalam pelukannya buru buru menarik mundur tubuhnya, wajahnya kembali seperti tomat.
"Kenapa tidak bilang, kau tidak bisa berenang? " Xiao Ahnzi memang ahli nya jika berusaha menyelamatkan diri, sebelum gadis itu kembali berubah galak, dia telah menyusun jalan pelarian masalah.
"Aku memang tidak bisa,, kau buru buru menarik ku terjun setinggi itu, tanpa bertanya. " She Annchi menjawab tapi wajahnya sengaja di palingkan tidak mau menatap pemuda di sebelahnya.
"..... "
"...... "
Hening
"..... "
"Aku lapar,!! " Xiao Ahnzi tiba tiba berdiri, perutnya keroncongan, lebih sebulan perutnya tidak di isi makanan yang layak, tidak peduli dimanapun mereka berada sekarang, Xiao Ahnzi mulai mengeluarkan peralatannya, demo memasak pun dimulai.
She Annchi tidak beranjak dari tempatnya, pakaian yang dikenakannya sekarang adalah pakaian perang, dia ingin salin, tapi setelah kejadian mendebarkan barusan Ratu Ular itu merasa malu, sehingga akhirnya tetap bertahan dengan pakaian basahnya.
Xiao Ahnzi memang sudah terbiasa tidak mengganti pakaiannya, stok nya terbatas, terakhir kali hampir seluruh pakaiannya hangus terbakar di padang petir abadi. Dengan teknik pernapasan angin tidak butuh lama pakaian ditubuhnya sudah kering seperti tidak pernah terjadi apa apa.
Aroma masakan menguar di dalam ruangan goa, Xiao Ahnzi tidak peduli apa apa lagi saat sudah berhadapan dengan makanan, bahkan terhadap gadis tercantik yang pernah ia temui.
Lengkap dengan meja pendek, semua peralatan makan di tata rapi di atas meja, kecuali sendok atau sumpit, semua nya di siapkan, bahkan hidangan itu tampaknya untuk dua orang.
Xiao Ahnzi tidak mengatakan apa apa, pemuda itu sudah lahap memakan masakannya, mau tidak mau She Annchi yang sedang kedinginan tergoda juga untuk mendekat, wanita itu tidak terbiasa dengan masakan, gaya makannya selama ini adalah gaya primitif, tangkap hap. Begitu saja.
Gluk..
"...... "
"Boleh aku mencoba nya? "
__ADS_1