Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
085.Ratu Ular


__ADS_3

Rasa sakit itu hampir membuat Xiao Ahnzi kembali menjerit, bahkan keringat dingin membasahi punggungnya, Xiao Ahnzi berusaha keras agar tidak ada air yang keluar dari mata hitam sekelam malam miliknya.


Tidak hanya sampai disitu, Subjek itu sekarang mulai menyedot darah Xiao Ahnzi,wanita ular itu benar benar pandai melakukannya, Xiao Ahnzi merasa dirinya terombang-ambing dilautan lava.


"Bagaimana??"


"Kau mau lagi??"


Subjek yang di sapa Ratu itu kembali berbisik di daun telinga Xiao Ahnzi, sesuatu yang lembut itu benar benar menyentuh kulitnya.


Xiao Ahnzi bergeming


Wanita ular yang berpakaian minim itu bahkan mulai meliuk liuk mengitari tubuh sang anak muda,erotis dan berbisa.


Wanita yang di panggil dengan sapaan Ratu itu mengulang ulang kegiatan kejamnya itu, tapi anak muda berambut putih itu tetap tidak memperlihatkan tanda tanda seperti yang diharapkannya.


Sang Ratu Ular benar benar kagum sekarang, Racun yang di injeksikan nya kedalam saluran darah Xiao Ahnzi adalah Racun kelas atas, tapi tampak tidak mempan dan tidak memiliki efek apa apa terhadap anak muda itu.


Sebenarnya lah racun itu amat kuat, bahkan eksistensi nya mempengaruhi aliran qi di tubuh Xiao Ahnzi, hanya saja sang Ratu tidak pernah tahu, didalam tubuh anak muda ini terdapat sesuatu yang mampu melahap apa saja.. dantian lubang hitam.


Keberadaan racun ini sangat erat kaitannya dengan perubahan langit di dalam dunia kecil di dalam cincin, boleh di katakan warna langit yang berubah ubah itu tercipta dari proses pengolahan yang dilakukan dantian lubang hitam terhadap racun yang memasuki aliran darah si anak muda.


Subjek yang dipanggil dengan sapaan Ratu itu akhirnya mengakhiri ritualnya terhadap tawanan berwajah mempesona itu, kesadarannya timbul seiring pembuktian, anak muda ini tidak ada untungnya sama sekali untuk dijadikan lawan.


Ratu Ular itu perlahan menarik diri mencoba membuat jarak dari tubuh menawan itu, tapi kali ini giliran orang lain yang membuatnya harus menahan nafas.


Xiao Ahnzi dalam keadaan leher dikalungi belenggu besi menggerakkan kepala nya,dengan dagu mencoba menahan tubuh subjek tersebut agar tetap dalam keadaan rapat.


"Kenapa buru buru?"


Xiao Ahnzi berkata tanpa nada


Wajah wanita yang sebelah kaki nya sekarang berada di wilayah inguinal Sang tahanan tiba tiba semburat kemerahan,


"Sial,,dia berani sekali!" Wanita itu bicara didalam hati


"Katakan siapa kau sebenarnya,," wanita arogan itu akhirnya setengah berbisik di telinga Xiao Ahnzi, kentara sekali subjek yang dipanggil dengan sapaan ratu itu berusaha menekan getaran dari suara nya.


" Bukankah sudah ku katakan? Nona saja yang tidak percaya!" Suara Xiao Ahnzi penuh percaya diri, bahkan tidak mengandung getaran sebagai tanda ia tidak nervous sama sekali.


"Bagaimana kau bisa menemukan dunia kami? Siapa yang membawa mu kesini?"


Xiao Ahnzi bersorak di dalam hati, kondisinya jelas lebih unggul saat ini, wanita ular ini mulai bisa di ajak bicara, artinya kesempatan terbuka lebar.

__ADS_1


"Aku menolak mengulangi cerita yang sama berkali kali,,dan lagi pula aku haus, sejak datang kalian bahkan tidak menyuguhkan sekedar segelas susu." Xiao Ahnzi mulai memperlihatkan sisi lain diri nya.


Kaki subjek yang di panggil dengan sapaan ratu itu masih belum lepas dari posisi yang membuat keadaan canggung,Di antara bagian inguinal Xiao Ahnzi, sedikit jengah sebenarnya, selama ini Xiao Ahnzi tidak pernah sebegitu rapatnya dengan yang nama nya lawan gender. Tapi demi kebebasan Xiao Ahnzi harus berperan sebaik mungkin.


"manusia ini berani sekali,, dan tubuhnya,," Ratu Ular mulai terkesan,


"jangan berpikir yang iya iya, aku masih dibawah umur" Xiao Ahnzi menarik kepala nya saat wajah Ratu Ular itu tempak merah merona.


"kau...!!" bahkan ia membuang muka karena tidak sanggup melanjutkan kata kata.


"jadi, apa kita sepakat?"


".....?"


"tentang segelas susu,aku haus"


Subjek yang di panggil dengan sapaan Ratu itu tidak mengatakan apa apa, tapi jelas dia mengetahui kearah mana pandangan mata si anak muda, hatinya mengkal.


"apa untungnya bagiku?" wanita itu kembali merapat.


Xiao Ahnzi yang sempat merasa lega tanpa sadar menahan nafas saat lehernya kembali di sentuh dengan lembut. "gawat"


tapi tidak seperti yang di duga Xiao Ahnzi, wanita itu ternyata dengan mudah membuka belenggu yang melingkar di leher pangeran ke empat,


"nona ternyata pengertian juga,,"


senyum anak muda itu tampak tulus dan mempesona.


Tidak menggubris pujian anak muda di depannya, Ratu Ular melanjutkan dengan membuka belenggu pada kaki dan tangan Xiao Ahnzi,


Setelah semua belenggu dilepaskan, Xiao Ahnzi tidak melakukan gerakan impulsif, bahkan hal ini juga membuat Ratu Ular yang berpakaian minim itu mengumpat di dalam hati,


Wanita itu sengaja membebaskan tahanan tampan itu, dengan harapan saat melarikan diri nanti anak buah nya dapat mengikuti kemana tujuan dan pada siapa orang ini bekerja. Tapi...


"nona tidak khawatir aku melarikan diri?"


"Nona tidak khawatir aku akan melarikan diri? " Xiao Ahnzi berkata santai sambil menggerakkan tulang tulangnya yang terasa kaku setelah dipasung selama satu bulan, 


"Kau bisa mencoba nya! " Wanita yang memang adalah seorang Ratu Ular itu lalu berbalik melangkah pelan ke arah dari mana tadi ia datang, Xiao Ahnzi mengikuti dari belakang, 


Lorong yang ditempuh Ratu Ular ternyata cukup panjang dan sangat berbeda dari ruangan tahanan, aliran udara di lorong ini sangat baik, tidak ada bau tidak sedap dan tidak pengap sama sekali, 


Di ujung lorong terdapat sebuah pintu dengan ukiran ular yang tampak hidup, mereka lalu memasuki pintu itu, begitu berada di dalam ruangan, Xiao Ahnzi tidak lagi melihat ada pintu dibelakangnya tempat dimana mereka masuk tadi, 

__ADS_1



Ratu Ular membawa Xiao Ahnzi ke dalam ruang kerja pribadi nya, tempat ini sangat bersih dan mewah, perabotan di dalam ruangan tidak banyak, tanpa di suruh Xiao Ahnzi telah duduk di atas sebuah kursi panjang. 


Ratu Ular lalu meninggalkan tamu nya sendirian di dalam ruangan, Xiao Ahnzi tidak mencoba mencari tahu apa yang dilakukan wanita berpakaian minim tersebut,


Tidak lama kemudian seorang manusia ular, yang bila diperhatikan dari pakaian yang di pakainya dapat di simpulkan peran nya adalah seorang pelayan, dan wanita itu tidak sendirian, di belakangnya  tampak seekor kera betina yang… 




"Ini,,, bercanda bukan? " Xiao Ahnzi yang sedang kehausan kesulitan menelan ludah nya melihat kondisi kera betina yang dibawa pelayan tersebut, kesannya kera itu adalah kera Busui (ibu menyusui). 


Pelayan itu berdiri di pojok ruangan, kera betina yang hampir sama tinggi tubuhnya dengan tinggi Xiao Ahnzi ikut berdiri diam di belakang pelayan tersebut, 


Pelayan itu heran dengan permintaan sang Ratu yang sangat aneh, untuk apa kera betina yang sedang menyusui ini dibawa ke ruang kerja nya, 


Tidak lama seorang wanita memakai pakaian putih tipis dan tembus pandang memasuki ruangan, rambutnya yang hitam legam dibiarkan tergerai di punggung nya, 


Xiao Ahnzi nyaris tidak berkedip melihat penampakan di depannya, wanita itu begitu berbeda, semakin cantik. 


Ratu Ular tidak mengatakan apa apa pada pelayan yang berdiri di pojok ruangan, dengan anggun terus melangkah ke arah anak muda yang secara tidak resmi telah berganti status menjadi tamu, 


Xiao Ahnzi yang masih memperhatikan sosok anggun dan menggoda itu bahkan tidak menyadari ketika wanita itu sudah duduk disebelahnya. 


"Aku ingin minum susu! " Ratu Ular berbicara pada pelayan yang semenjak tadi berdiri diam di pojok ruangan, nada suara nya yang serius membuat pelayan wanita itu syok, pelayan itu jelas bingung dengan permintaan Ratu nya, 




Xiao Ahnzi tidak kurang rasa terkejutnya, dia tidak pernah menyangka gurauan nya di tanggapi serius oleh manusia ular yang tidak tahu cara berpakaian ini. 


Sebenarnya bukan salah sang Ratu juga, sewaktu berada begitu dekat dan bahkan sempat bersentuhan dengan Sang Anak muda, Ratu Ular mencium aroma susu ditubuh Xiao Ahnzi, fix ketika anak muda berambut putih seperti salju itu meminta segelas susu, dia benar benar menanggapi serius. 


hanya saja Xiao Ahnzi tidak menyadari, sesuai kata kata mendiang Cakra, untuk menutupi atau setidaknya menyamarkan aroma rempah dan herbal, guna menyembunyikan identitas sebagai alkemis, Xiao Ahnzi harus menggunakan wangi wangian, setelah mencoba bermacam macam aroma, Xiao Ahnzi teringat tentang sebuah buku tentang seorang bermarga Xiao yang juga seorang alkemis yang menggunakan susu bayi untuk menutupi aromanya, tapi pangeran ke empat kesulitan menemukan susu bayi, sepanjang perjalanannya anak muda itu lebih sering berada di tempat yang mustahil menemui seorang manusia, apalagi seorang ibu yang menyusui. 


Ide gila Serigala akhirnya dipakai, ketika menemukan seekor Demonic beast kera yang kebetulan sedang menyusui, Xiao Ahnzi menggunakan air susu itu, dan entah bagaimana anak muda tersebut merasa cocok dan nyaman, hingga akhirnya keterusan menggunakan aroma tersebut. 


"Kau ingin meminum langsung dari biang nya? " Ratu Ular berkata datar kepada pemuda disebelahnya. 


Xiao Ahnzi tergeragap untuk pertama kali dalam hidupnya, anak muda itu sampai terbatuk batuk. 

__ADS_1


"Tidak,, tidak tidak,, aku lebih rela jika itu kamu,, " Xiao Ahnzi bahkan masih bisa berkata kata yang membuat wajah Ratu Ular memerah seperti tomat. 


__ADS_2