
Xiao Ahnzi yang mencoba menyelamatkan Serigala, pada kenyataannya tidak dapat berbuat banyak kali ini.
Sesaat setelah berhasil menangkap lesatan tubuh Serigala, anak muda itu mencoba membuat laju jatuh nya lebih lambat dengan mengerahkan teknik pernapasan angin.
Tapi hal itu malah menjadi pemicu untuk bencana selanjutnya, sebuah pusaran energi gelap kembali menelan tubuhnya yang sedang memeluk tubuh Serigala yang sedang pingsan.
berada di ketinggian dua ratus meter dengan kecepatan secepat cahaya,tubuhnya ditelan pusaran energi gelap yang tiba tiba muncul di udara.
Untuk sesaat kemudian kembali muncul di ketinggian lima ratus meter, lalu di lempar kan kembali dengan kecepatan super tinggi.
Bukan hanya dilemparkan dengan kecepatan super tinggi itu yang menyusahkan, tapi juga sensasi ketika tubuh disedot ke dalam gumpalan energi hitam itu, tubuh Xiao Ahnzi serasa tercabik cabik di dalam gumpalan energi gelap tersebut.
Xiao Ahnzi bahkan mengeluarkan darah dari kedua lubang hidungnya, bahkan kondisi serigala lebih tragis, sekujur tubuh orang tua dari negeri jauh itu di penuhi luka sayatan seperti sayatan pedang.
Untungnya tingkat kesadaran spiritual Xiao Ahnzi lebih tinggi di bandingkan ahli bela diri biasa. Sehingga anak muda itu dalam keadaan terdesak masih sanggup berpikir jernih.
Seratus meter menjelang tabrakan dengan tanah,Xiao Ahnzi menarik tubuh Serigala ke dalam dunia kecil di dalam cincin.
Anak muda itu bersiap untuk tabrakan, tapi lagi lagi saat mengerahkan sedikit qi untuk memindahkan Serigala ke dalam cincin, sebuah pusaran energi gelap kembali muncul di hadapan lesatan tubuhnya.
Sekali lagi Xiao Ahnzi di paksa kembali ke ketinggian lima ratus meter, kembali sensasi seperti tubuh yang di cabik cabik itu menghajar tubuh dan kewarasannya.
Semua kejadian yang berulang itu terjadi dalam waktu kurang satu menit, betapa pun luar biasa nya regenerasi dan penyembuhan tubuh yang di miliki pangeran ke empat, tetap tidak akan mampu melawan waktu.
Kemampuan penyembuhan yang di miliki Xiao Ahnzi masih kalah melawan
Kejadian yang bergulir secepat itu.
Xiao Ahnzi berusaha untuk tetap tersadar, bahkan pangeran dari negeri ufuk barat itu menggigit lidahnya sampai berdarah. Lesatan tubuhnya tidak jua melambat, mungkin tubuhnya akan hancur saat membentur tanah atau mungkin bagian kastil yang tersusun dari batu batu alam yang sangat keras.
"siapa pun orang yang punya kemampuan ini,, benar benar tidak manusiawi" Xiao Ahnzi membiarkan tubuh nya jatuh dengan kecepatan tinggi. bukan kehabisan tenaga, sehingga tidak berusaha menyelamatkan diri dari di jatuhkan setinggi itu,tapi anak muda itu sedang menggali memori nya, melakukan analisa terhadap keadaan.
Xiao Ahnzi sadar,sebentar bahkan sedetik lagi, kepala nya akan menabrak keras pada batu batu yang tersusun menjadi kastil kuno.
Brakkk!!
Darah merubah warna rambut nya yang seputih salju menjadi berwarna merah muda.
Kesadarannya menghilang!
*
*
*di halaman dalam kastil kuno.
__ADS_1
Xu Lian berkeringat dingin mendengar suara gemuruh yang membuat tanah sampai bergetar. Suara itu sama persis dengan suara yang pertama kali dia dengar, sesuatu yang berat telah jatuh dan menimpa bagian bagian kastil hingga runtuh.
Meski pun tidak melihat secara langsung,Xu Lian dapat menduga, benda yang jatuh dan menimbulkan bunyi yang keras itu adalah orang orang yang dia kenal, orang yang membuat si demonic beast rubah api berekor tiga itu berada dalam kondisi seperti ini.
Xu Lian menghitung di dalam hati nya, jika orang orang yang menghilang di telan pusaran energi gelap itu di jatuhkan dari ketinggian rasa nya tidak akan secepat itu untuk membentur batu batu kastil. setidaknya tidak akan secepat itu. "apa pusaran energi itu seperti meriam yang menembakkan tuan muda Xiao ke dinding kastil?"
wajah Xu Lian si rubah api berekor tiga yang telah berubah pucat tampak berkerut di bagian kening. Otaknya yang bawaan demonic beast itu telah di upgrade, tapi tetap tidak mampu menemukan inti permasalahan yang tengah di hadapi nya.
Tidak jauh berbeda dengan Xu Lian, di belakangnya, Penebas diam tidak bergerak, yang di pikirkan si Penebas saat ini adalah kenapa hanya ada dua kali tabrakan, kalau memang suara keras itu di hasilkan rekan rekannya, siapa yang tidak kembali? Seharusnya tiga, bukan?
Penebas tidak pernah menduga bahwa Xiao Ahnzi telah berhasil menghindarkan satu benturan keras yang seharusnya di alami si Serigala.
Dua orang itu tetap tidak berani bergerak untuk beberapa jam ke depan.
Mereka tidak tahu lawan seperti apa yang sedang mereka hadapi, aura mencekam itu bahkan tidak pernah berkurang, malah menjadi jadi.
Kesabaran dan daya tahan,serta kewarasan dua orang ini, Penebas dan Xu Lian benar benar di uji, mereka tidak berani bergerak, tidak berani bersuara.
Malang bagi si demonic beast rubah api berekor tiga, makhluk yang telah memiliki kesadaran manusia ini tidak tahan lagi, Xu Lian bergerak satu langkah mundur, niat nya agar berada lebih dekat dengan Penebas.
Satu langkah itu pun telah cukup menjadi pemicu,sebuah pusaran energi gelap muncul di punggungnya, dengan sangat cepat tubuhnya tersedot kedalam pusaran energi gelap itu.
tubuhnya tiba tiba seperti di cabik cabik, belum hilang rasa sakit itu tiba tiba ia merasa tubuhnya ditembakkan seperti peluru meriam, saat membuka mata semua bergerak terlalu cepat bagi Xu Lian,sekali lagi ia merasa kepalanya menumbuk sesuatu yang sangat keras. Tidak ada apa apa lagi setelah itu. Semua nya jadi gelap bagi nya.
Penebas mendengar lagi satu kali bunyi menggelegar, dia yakin itu dihasilkan Xu Lian, si rubah api berekor tiga.
Berdiri ber jam jam, tanpa mengerahkan qi, hanya diam, bahkan jika bisa menahan detak jantung,Penebas mungkin telah menahan detak jantung nya, Penebas hanya menduga, pemicu pusaran energi gelap adalah gerakan, bahkan aliran qi di dalam tubuh juga adalah gerakan, bukan?
Tapi berapa lama lagi dia mampu bertahan?
Akhirnya jatah Penebas datang juga, kaki nya mulai kesemutan dan mati rasa, membuat tubuhnya limbung. Seketika itu juga sebuah pusaran energi gelap menelannya.
Bagian pinggang ke atas serasa tercabik cabik, dalam sekejab baju putih yang biasa di kenakan nya bersimbah warna merah darah. Penebas bahkan telah kehilangan kesadaran sebelum menyadari diri nya sedang jatuh dengan kecepatan yang tidak pernah dia duga sebelum nya.
Penebas tidak pernah tahu kepala nya nyaris rengkah saat menabrak sisi dinding kastil.
*
*
*
Saat ini Xiao Ahnzi mendapati diri nya berada pada satu room yang asing, banyak pusaran energi di tempat ini, rasa nya sangat familiar bagi pemuda itu.
Xiao Ahnzi tidak sendirian di tempat asing ini, satu sosok transparan tampak tersenyum, senyum yang belum pernah Xiao Ahnzi lihat sebelumnya.
__ADS_1
"Orang tua??" Xiao Ahnzi berdesis.
Orang tua yang sangat di kenal Xiao Ahnzi itu tetap tersenyum, membuat anak muda itu berjalan mendekat. Senyum itu terasa sangat asing,tapi sekaligus juga menghangatkan.
"..........tua.." Xiao Ahnzi bahkan menelan kembali kata kata nya, "kakek Cakra,,kita ada dimana?" suara anak muda itu juga terdengar janggal dan canggung.
senyum tidak pernah lepas dari bibir orang tua yang benar adalah Cakra ada nya.
"kita berada di alam persimpangan hidup dan mati," suara cakra yang lembut benar benar membuat Xiao Ahnzi merinding,
Pangeran ke empat lebih suka orang tua di depannya berbicara dengan kata kata tanpa peradatan, lebih suka orang tua itu memanggilnya anak setan seperti biasa. Ini semua benar benar membuat Xiao Ahnzi menyadari keadaan. Semua tidak sedang baik baik saja.
"lalu apa yang kakek lakukan di tempat ini?" suara anak muda itu bergetar
"aku tahu kau memiliki banyak pertanyaan, tapi itu semua tidak lah lebih penting dari pada apa yang ingin aku sampaikan," Cakra memberi jeda pada ucapannya, lalu melanjutkan
"anak muda, dengarkan! Ini adalah kesempatan terakhir, kamu belum seharusnya berada di tempat ini, jalan mu masih panjang, tapi bukan di dunia ini. Aku akan mengirim jiwa mu kembali pada jasad mu,"
"......" Xiao Ahnzi jelas bisa mencerna arti kata kata yang di ucapkan si tua bangka Cakra. Anak muda itu dipaksa terdiam setelah nya.
Sosok transparan itu lalu melanjutkan kata kata nya.
" saat kamu memecahkan segel pada gerbang, kamu telah memicu reaksi berantai, sekarang kondisi tubuhmu di dunia sana sedang sekarat. Beberapa tulang mu patah saat benturan setelah jatuh dari ketinggian. Usaha mu untuk mencoba menyelamatkan rekan rekan mu ku kira telah cukup, setelah aku mengirim mu kembali ke dunia sana, pikirkan saja keselamatan diri mu sendiri."
Wajah Xiao Ahnzi berubah mendengar kata kata si tua Cakra, Xiao Ahnzi ingin mendebat,tapi suara si tua cakra membatalkan niat anak muda itu .
"tidak perlu berdebat,! Gerakan kecil apa pun akan memicu pusaran energi itu muncul dan kembali menelan tubuhmu, tubuh siapa pun yang berada di kawasan dalam kastil."
Xiao Ahnzi wajah nya bertambah buruk mendengar sepenggal kalimat itu.
"bisa di katakan,, mereka semua telah berakhir sejak memasuki gerbang kastil!!. Saat kamu berusaha menolong mereka nanti, itu tidak bermakna apa apa, kau telah membuat pengorbanan ku sia sia." suara Cakra sedikit di tekankan saat mengucap kan kata sia sia.
"lalu apa yang bisa aku lakukan?" Xiao Ahnzi sadar semua ucapan orang tua di depan nya adalah benar belaka.
Orang tua itu tersenyum mendapati pertanyaan Xiao Ahnzi, anak muda itu telah melunak.
di tangan orang tua itu tiba tiba muncul selembar daun, daun itu mengeluarkan aroma yang khas.
"daun ini...." Xiao Ahnzi mengenali daun yang melayang di depan nya,ini adalah salah satu tanaman yang dapat memicu sifat liar demonic beast.
Lalu terdengar suara si orang tua Cakra "gerakan adalah pemicu kemunculan pusaran energi hitam tersebut, kecuali gerakan alam bawah sadar.!"
Tanpa di jelaskan lebih lanjut, Xiao Ahnzi faham maksud perkataan kakek tua di depannya.ldia harus memicu sifat liar Xu Lian.
"nasib mu sekarang bergantung pada keberuntunganmu, mari berharap pengikut baru mu itu belum menemui ajal,"
__ADS_1
"tapi itu semua juga bukan tanpa resiko, bila keadaan dan waktu nya tidak tepat, bahkan demonic beast itu bisa mengirim jiwa mu kembali kesini."
"gerakan alam bawah sadar....." kepala Xiao Ahnzi berkedut memikirkan cara, bagaimana tubuhnya dapat bergerak tanpa di deteksi oleh pusaran energi gelap tersebut. Dia jelas keberatan menggantungkan nasib nya pada keberuntungan di tangan se ekor rubah api berekor tiga.