Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
075.Setengah Langkah Menjadi Naga


__ADS_3

"wahai dewa…."


Ye Ming Hao sampai jatuh pada kedua lututnya melihat penampakan sesuatu yang bahkan tidak pernah berani dia bayangkan.


karena tubuhnya limbung seperti kehilangan tenaga,tanpa disengaja tubuh Shu Liu Xin yang ada di panggulannya serta merta terjatuh. beruntung Xiao Ahnzi yang demi setelah melihat subjek yang muncul, segera bertindak cepat mengirim Pangeran dari utara tersebut kedalam dunia kecil di dalam cincin milik nya.


tidak berhenti sampai disana, Xiao Lu Metian yang terdiam kaku juga dikirim ke dalam dunia di dalam cincin. sekejab berikutnya,Harimau Putih yang selama beberapa hari ini menemani Xiao Lu Metian juga dikirim menyusul ke dalam dunia kecil milik nya.


setelah selesai mengaman kan aset masa depan nya,pangeran ke empat berdiri dengan gagah di samping Ye Ming Hao. seolah subjek menakutkan yang hadir di depannya hanyalah pemandangan biasa. 


"senior,, bukankah belut ini yang ingin kau lihat di dalam danau?" suara pemuda itu seperti menyiramkan cuka ke atas luka Ye Ming Hao.


"sialan!! kau tidak lihat betapa gawatnya keadaan kita?" Ye Ming Hao yang sempat kehilangan semangat sebelum ini,mengedarkan pandangan mencari keberadaan Shu Liu Xin yang baru ia sadari sempat membiarkan tubuh anak muda itu terjatuh, tapi kening Ye Ming Hao menjadi penuh lipatan saat tidak menemukan keberadaan nya.


Xiao Lu Metian dan Harimau Putih juga tidak ditemukan meski Ye Ming Hao hampir membuat copot leher nya karena berputar putar dengan cepat.


"kemana mereka?" tatapannya akhirnya berhenti pada anak muda berambut putih di samping nya.


Orang yang di tanya tidak mengatakan apa apa, seolah tidak mendengar Suara Ye Ming Hao, Xiao Ahnzi sedang berhitung tentang peluang menangnya menghadapi makhluk bertubuh besar dan panjang yang di penuhi sisik kehitaman tersebut. 


Saat ini posisi subjek tersebut sedang mengambang, dengan kemampuan nya, tubuh makhluk itu tidak menyentuh tanah sama sekali, padahal subjek itu tidak tampak memiliki sayap, 


Bila harus di bahas soal ukuran tubuh subjek itu, kepalanya yang memiliki enam surai atau sungut, sanggup menelan tiga ekor gajah sekaligus. Panjang tubuh nya tidak akan kurang dua ratus lima puluh meter jika ada yang berani mengukur nya. Warna alami kulit tubuh makhluk itu adalah hijau, tapi sebagian sisik yang menyelimuti tubuhnya telah berubah warna kehitaman di makan usia. 


"Seniornya,, apa kau punya cara untuk mengalahkan belut ini? " Xiao Ahnzi buka suara, di depan ular besar yang mungkin dapat berubah menjadi naga ini menatap dua manusia tak beradab itu. 


"Manusia rendahan!! Kalian tidak akan pernah lagi melihat matahari besok hari. " Suara yang berat menekan terlontar dari mulut subjek tersebut. 


"...... "


"...... "


"Senior,, ulat hijau ini pandai berbicara,? Aku tidak sedang bermimpi, bukan? " Habis kata kata nya Pangeran ke Empat mencubit keras lengan Ye Ming Hao. 

__ADS_1


"Breng*ek!! Jangan lakukan itu! Kau membuat ku kaget!! Setan! " Dua orang itu mulai lagi perang mulut, bahkan kedua tangan pemuda itu mulai aktif memberikan dorongan pada kepala lawan bicara nya. 


"Mati lah!! " Karena merasa di permainkan dua cecunguk ini, amarah ular hijau yang berpenampilan seperti naga itu benar benar meledak. 


Angin kencang bagai puttthing beliung membuat porak poranda seisi hutan bukit berbatu. Dua pemuda yang saling toyor kelabakan mencari selamat. 


Xiao Ahnzi dengan teknik pernapasan angin memanfaatkan terjangan angin kencang bagai putthing beliung tersebut untuk menghindar, dengan perform yang yang meyakinkan dan elegan, Pangeran ke Empat lolos tanpa kurang apa apa. 


Di lain sisi, Ye Ming Hao yang sebenarnya tidak lah se sampah itu, membentuk sebuah perisai, terjangan angin yang mampu membabat habis pohon besar di sepanjang lintasan yang di lalui nya, terbelah sewaktu membentur perisai buatan Ye Ming Hao. 


Karena serangan mendadak itu, posisi ke dua pemuda jadi terpisah, Xiao Ahnzi yang memang dasarnya tidak suka memelihara rasa takut di dalam hati nya, sempat sempat nya meneriaki Ye Ming Hao. 


"Dasar tukang bohong!! Kalau kau memang lemah, seharusnya kau mati saja, senior! "


"... Hmp! " Ye Ming Hao hanya mendengus, di dalam hati nya sangat kesal dengan kata kata lawan bicara nya yang menyuruh dia mati saja. Tapi serangan lain telah datang. Ye Ming Hao harus mengalihkan fokus nya, bagaimana pun Pemuda yang di sebut sampah ini tidak yakin akan mampu mengalahkan subjek yang sangat menakutkan di depannya ini. 


Tapi untuk melarikan diri, Ye Ming Hao juga tidak yakin bisa mencari tempat selamat. Jalan satu satu nya hanya memompa kekuatannya sampai batas yang mampu dia lakukan. 


Ye Ming Hao memberi serangan beruntun terhadap ular besar yang hampir menjadi naga tersebut. 


Xiao Ahnzi yang tidak terlalu memusingkan kehormatan dan segala tektek bengek dalam bertarung, menggunakan sebuah seni beladiri yang mengandung unsur racun di dalam serangannya. 


Pangeran Ke Empat menerjang langsung ke bagian kepala ular. Dengan teknik pernapasan petir, gerakan anak muda itu tidak dapat di hindari lawannya. 


Dalam keadaan terdesak, ternyata ular besar itu dapat menggunakan sungut atau surai nya sebagai senjata untuk menyerang sekaligus untuk bertahan. 


Pertarungan dua lawan satu itu berjalan makin sengit dan brutal. Dua orang yang baru pertama kali bertarung bersama tersebut ternyata dapat saling menutupi kelemahan rekan nya. 


Di dalam hati, Ye Ming Hao harus mengakui keunggulan Pemuda itu dibanding diri nya, meski secara tingkat praktik Ye Ming Hao lebih tinggi satu tingkat, tapi secara keseluruhan anak muda berambut putih itu jelas lebih unggul, 


Terbukti dari nafas Ye Ming Hao yang mulai memburu, bila bertarung sedikit lebih lama lagi Ye Ming Hao akan kehabisan nafas. Stamina nya juga telah melewati kliiimaks, gerakannya perlahan melambat setelah hampir setengah harian menggempur ular besar berwarna hijau kehitaman. 


Di lain sisi, ular hijau yang merasa superior itu benar benar tidak pernah lagi mengeluarkan kata kata dari mulutnya. Kemampuan kedua lawannya seakan membungkam mulut lebar itu. 

__ADS_1


Meski terbilang ringan, ular besar itu juga mengalami luka, banyak sisik nya yang terlepas, dari bekas sisik itu mengucur darah. Harga diri nya yang lebih terluka. 


Perjalanan terus bergulir, bahkan telah berpindah cukup jauh, seluruh tempat yang di lalui pertarungan itu benar benar porak poranda, seperti habis di terjang air bah, 


Karena pertarungan yang berlarut larut itu, Ye Ming Hao yang telah kehabisan tenaga akhirnya pada satu kesempatan tidak sempat menghindari lecutan sungut ular hijau tersebut. 


Tanpa ampun tubuh Ye Ming Hao terbanting tanpa kendali. Pemuda yang selalu di sebut sampah karena kultivasi nya tidak mengalami peningkatan selama sepuluh tahun terakhir itu terpaksa memuntahkan darah. 


Setelah itu Ye Ming Hao tampak benar benar tidak dapat lagi bergerak, walau sinar mata nya masih menyiratkan untuk berjuang, dia tidak menyerah atau pun pasrah. 


Kondisi Ye Ming Hao yang genting tersebut tidak di sia sia kan lawan nya, ular sepanjang lebih kurang dua ratus lima puluh meter tersebut mengayunkan ekor nya, siap membuat tubuh Ye Ming Hao berubah menjadi bubur tulang. 


Ular besar berwarna hijau itu tiba tiba meraung, suara nya melengking tinggi, permukaan danau yang semula telah tenang semenjak gelombang setinggi lima belas meter menghempas bukit berbatu, kembali menggila. 


*


*


*



Xu Lian sedang mencabuti gulma yang berebut humus dengan tanaman herbal yang tampak subur. Sepeninggal si setan tua Cakra, kebun herbal Xiao Ahnzi yang memuat aneka herbal bermutu tinggi itu jadi tidak terawat. 


Xu Lian yang setelah mendapat perawatan intens pasca tragedi di Gurun kematian, mendapatkan kembali semua kekuatan nya, seiring tubuhnya yang bertambah kuat sebagai efek tambahan dari teknik pengobatan Xiao Ahnzi, 


Suatu ketika  pemuda perwujudan demonic beast Rubah Api berekor tiga itu meminta Xiao Ahnzi membuat kan pil anti racun, tanpa bertanya apa apa, pemuda itu langsung mengeluarkan semua stok pil dari dari cincin pemberian Xiao Mei Mei, 


Rak Buku yang sebelumnya Pangeran ke Empat jarah dari padang rembulan dan juga dari Istana di gurun kematian di maksimalkan fungsi nya oleh Xu Lian. 


Karena semua yang di butuh kan manusia perwujudan demonic beast itu telah tersedia, Xu Lian akhirnya berani mengambil langkah maju untuk merawat tanaman herbal tersebut. 


Bukan apa apa, tapi sebagian dari herbal itu adalah tumbuhan dengan racun yang sulit di cari tandingannya. Terlebih lagi tumbuhan beracun hasil jarahan dari lembah kematian, tumbuhan beracun milik sekte selaksa racun. 

__ADS_1


Tengah asyik dengan profesi baru nya, Xiao Ahnzi merasakannya sebuah subjek menutupi cahaya redup di atas kepalanya. Spontan Pemuda yang kerap juga di panggil si ceking itu mendongak melihat sesuatu yang jatuh dari atas nya. 


"Sial!! Herbal ku! " 


__ADS_2