
Xiao Ho Dong yang terkapar di dalam lubang tertawa di dalam hati begitu merasakan lima musuh nya sekarang berkumpul di tepi lubang, tanpa gerakan yang berlebihan dan menimbulkan kecurigaan, Pria Tampan yang sebenarnya sudah berusia ratusan tahun itu mengumpulkan energi spiritualnya, tanpa terdeteksi lawan lawan nya yang merasa sudah meraih kemenangan, energi spiritual yang mampu melenyapkan sebuah gunung berkumpul di mata Xiao Ho Dong yang tertutup,
“Mimpi kalian ketinggian,,, uhuk” Xioa Ho Dong memuntahkan darah kehitaman dari mulutnya, tapi kedua mata Xiao Ho Dong masih terpejam, menambahkan kesan payah dari kondisi nya,
"Hahaha kau bicara saja sesuka mu tua bangka, hari ini kau akan kami kirim ke dunia bawah dan tidak pernah kembali lagi,, cuih! "
Begitu Ludah orang itu mengenai wajah Xiao Ho Dong, kawan kawannya ikut tertawa atas penghinaan terhadap musuh mereka ini, dan sebenarnya ini lah saat yang di tunggu tunggu Xiao Ho Dong, pria tampan dengan penampilan seperti baru berusia tiga puluh tahunan itu membuka mata nya yang sedari tadi terpejam.
Orang orang itu masih tertawa ketika pandangan mata mereka hanya berisi satu warna, warna ungu yang kemudian membutakan mata, lalu menghilangkan perasaan.
Xiao Ho Dong tersenyum di dalam lubang yang terbuat karena hempasan tubuhnya tatkala menyaksikan musuh musuh nya menghilang terkena serangan api ungu milik nya.
Tubuh ke lima orang itu seperti debu tertiup angin, tidak bersisa apa apa lagi untuk dikenali pasca kematian..
Tubuh muda Xiao Ho Dong masih terbaring di tempat terakhir ia dipukuli beramai ramai oleh lawannya, dari kedua belah mata nya mengalir darah, ini adalah salah satu akibat dari penggunaan jurus yang terakhir dia gunakan,
Xiao Ho Dong belum menguasai sepenuhnya jurus ini, disamping ada satu syarat khusus yang tidak bisa ia penuhi, tapi Xiao Ho Dong sudah tidak memiliki peluang selamat selain menggunakan jurus berbahaya ini,
"Aku harus mendapatkan mata itu,, " Xiao Ho Dong berdesis, pendiri kerajaan ufuk barat itu kemudian bangkit dan keluar dari lubang, dengan meraba raba pinggir lubang Xiao Ho Dong merangkak naik, dan melesat meninggalkan tempat itu.
Tapi tanpa sepengetahuan Xiao Ho Dong, seorang pria dengan rajah bulan sabit di kening nya, mengenakan pakaian berwarna merah hitam memperhatikan pertarungan tersebut sepanjang waktu, awalnya orang ini berdiri di puncak tertinggi bangunan perpustakaan ufuk barat yang berbentuk pagoda, tapi begitu merasakan getaran dari bangunan dibawah kaki nya, pria itu seperti terbang lalu hinggap di salah satu bagian tebing batu yang menonjol, dengan mata kepala nya sendiri orang itu menyaksikan gedung perpustakaan itu menghilang tidak berbekas dari tempat berdiri nya.
entah karena kejauhan dari tempat pertarungan atau apa, ketika pertarungan antara Xiao Ho Dong dan orang orang bertudung caping terjadi, tanpa suara pria itu terbang mendekat, dalam jarak yang ideal orang itu menonton pertarungan sampai akhirnya Xiao Ho Dong meraih kemenangan.
__ADS_1
Sekarang orang itu tengah mengikuti Xiao Ho Dong yang perlahan berjalan menjauh.
*****
Serigala terbangun ketika mata nya terasa silau dengan cahaya terang di langit dunia kecil, suasana langit saat ini sudah kembali normal seperti sedia kala, "hmmmpp,,, anak itu sudah selamat,, " Serigala menggumamkan kalimat panjang, tapi dari mata nya tidak dapat disembunyikan perasaan bahagia.
Serigala masih belum bergerak dari tempat nya, pria setengah tua itu saat ini sedang merangkai ingatan tentang peristiwa yang baru saja di lalui nya,
"Berapa lama aku tertidur? " Hanya bola mata Serigala yang bergerak berputar putar menatap langit, seakan mencari tahu sebuah catatan waktu di atas sana,
Perlahan ia mengingat peristiwa yang entah di lalui nya kemaren atau kapan tepat nya kejadian itu,
Saat tertidur Serigala merasa tubuhnya seperti digiling di antara dua batang logam yang dingin, kemudian diantara jepitan dua logam dingin tersebut Serigala seakan dapat melihat tubuhnya di giling berkali kali, sampai sampai tubuh itu kehilangan bentuk dan tidak dapat ia kenali lagi, hanya saja tidak ada rasa sakit yang dirasakan Serigala, sampai Serigala berpikir dan hati nya yakin ini semua hanya lah mimpi,
Serigala lalu mencoba menggerakkan jari jari tangan nya, terasa sedikit lengket karena ada cairan berupa lendir di antara jemari nya, senyum nya masih melekat di bibir dan semakin mekar saat ia mengangkat tangan itu menudungi wajahnya yang menghadap langit, "keajaiban lagi dan lagi,,, " Serigala mendekatkan tangan kehidung dan ya,, dia mengenali cairan sedikit lengket di jemari nya.
Perlahan Serigala memberanikan diri untuk bangkit, sebelumnya pria tua ini begitu takut jika semua ini masih adalah mimpi, tapi begitu tubuhnya bisa duduk dengan sempurna di atas rerumputan, tanpa rasa sakit.
"Terimakasih,,, " Serigala lalu bersujud entah kepada siapa, tapi yang jelas semua ini adalah ungkapan rasa syukurnya.
Kawan kawan nya perlahan mendekat, bukan lagi Beruang atau Penebas, mereka telah berada di dunia yang berbeda, kawan kawan ini adalah kawan baru, dari spesies yang paling di takuti manusia, demonic beast.
Pertemuan antara sahabat berlainan spesies itu baru akan berlangsung haru saat demonic beast siput sebesar rumah tiga kamar itu mendekat dan mulai menjilati wajah serigala dengan dua antena nya.
__ADS_1
"Percintaan macam apa ini? Serigala dan siput,, akan menghasilkan apa? "
Tapi tiba tiba saja sebuah suara dengan nada sarkastis membuat Serigala mengkerut.
"Sial,,kenapa anak setan ini selalu datang di saat yang tepat?"
Siput sebesar rumah tiga kamar itu mengeluarkan suara mencicit rendah,dan berbalik dalam kecepatan maksimal menjauh dari subjek yang baru datang.
Tidak hanya Serigala, termasuk juga para demonic beast yang semula berjalan mendekat dan seperti akan berkumpul dengan Serigala secepat kilat berbalik arah saat sadar siapa yang datang.
"Wah wah wah,,kalian benar benar harus di ajari dengan benar,, hei,,siapa tuan nya heh?" Xiao Ahnzi semakin gencar meledek demonic beast yang lari terbirit birit,
Tidak seperti Serigala yang melakukan pendekatan sebagai Tamer, makhluk makhluk ini takluk setelah di kerjai tanpa ampun oleh pemuda ini, jadi daripada jinak, binatang buas ini jelas lebih pantas di katakan takut kepada Xiao Ahnzi.
Xiao Ahnzi yang usil bahkan mulai melempari demonic beast yang ketakutan itu dengan bongkah bongkah tanah yang menonjol begitu saja dan membentuk bola bola seukuran kepalan tangan.
"Jangan lari kalian, hei binatang binatang jelek!"
Tapi binatang binatang itu tidak menggubris sorakan Xiao Ahnzi,pemuda itu juga tidak mengejar lebih jauh, setelah puas hati nya merasa lega, Xiao Ahnzi baru mendekati Serigala yang bermuka masam.
"Aku tidak tahu harus berkata apa,,,tapi kau benar benar anak setan,,,terimakasih kau masih hidup,," suara Serigala pelan saja tapi membuat Xiao Ahnzi tertegun.
"........"
__ADS_1
"Yah,,,aku memang luar biasa…" Xiao Ahnzi memuji diri sendiri, langsung merusak suasana haru yang coba di ciptakan Serigala.