Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
109. musuh dari masa lalu (2)


__ADS_3

"Kau ingin tahu apa yang terjadi? " Paman Lan kembali mengulangi pertanyaan nya, 


Xiao Ahnzi merasa ada penekanan dalam nada bicara guru nya, 


"Pulihkan diri mu, setelah itu aku akan memberi tahu kan apa yang terjadi" Paman Lan lalu melangkah keluar meninggalkan Xiao Ahnzi dalam rasa tak nyaman. 


Xiao Ahnzi baru saja akan menginterogasi perwujudan demonic beast Rubah Api berekor tiga yang berdiri beberapa langkah di sebelah nya saat Paman Lan kembali muncul di pintu


"Kau,, ikut aku! " dari ekspresi nya jelas yang di ajak bicara adalah Xu Lian


Xiao Ahnzi bergegas melangkah keluar lebih dulu meski tahu bukan dirinya yang dimaksud, 


"Dia! " Paman Lan menunjuk Xu Lian


"Aku kan sudah pulih Paman,,,!" Xiao Ahnzi mencoba protes. 


"Pulihkan dirimu,, " Paman Lan berkata lagi, nada nya yang dingin membuat Xiao Ahnzi bergidik dan mengurungkan niat untuk nakal lebih jauh,


Xu Lian menatap Xiao Ahnzi, dari ekspresi nya seperti minta tolong, tapi Xiao Ahnzi buru buru kembali ke atas benda menyerupai meja berwarna hijau dan mulai mengambil posisi lotus, 


“........” Xu Lian dengan perasaan yang dag dig dug akhirnya menyusul Paman Lan keluardari tempat nyaman ini. dan begitu melewati pintu badai salju langsung menyambutnya begitu meninggalkan bangunan kubus kristal es tersebut.


Xiao Ahnzi sama sekali tidak merasakan kelainan apapun pada tubuh nya, tetapi sesuai perintah Paman Lan, anak muda itu tetap melakukan pemeriksaan menggunakan teknik mata ketiga,


Sebelumnya racun milik Xiao Wen Chun itu benar benar dapat merenggut nyawa nya, tapi ketidaksengajaan yang dilakukan Paman Lan benar benar telah menjadi bantuan yang luar biasa berarti,


hingga dantian lubang hitam memiliki kesempatan untuk menelan semua racun tersebut,

__ADS_1


disamping itu Xiao Ahnzi sesungguh nya dapat mengingat dengan jelas apa yang telah terjadi, hanya saja dia tidak ingin disalahkan atas jumlah korban yang tidak terhitung itu,


sekarang tangan Xiao Ahnzi sudah berkubang darah, lebih dari seratus ribu nyawa melayang akibat serangan jurus petirnya, “aku tidak boleh menggunakan petir lagi ke depannya dalam kondisi seperti itu”


Dia telah mendapat pelajaran, hati nya sedih tapi tidak menyesal, bagaimana pun ia berhasil menyelamatkan orang orang yang dia sayangi. 


“Serigala….” Xiao Ahnzi teringat pria tua di dalam cincin nya, terakhir kondisi serigala sangat mengkhawatirkan, Xiao Ahnzi lalu memusatkan pikirannya dan memasuki dunia kecil.


*****


Sementara itu di bekas berdiri nya istana ufuk barat.


Xiao Ho Dong masih bersikap santai dan sangat terkendali ketika tujuh orang dengan kepala tertutup tudung caping mengurung diri nya, pelan terdengar suara nya


“benar benar tidak tahu diri,,, mimpi kalian ketinggian!” 


“Hahaha Xiao Ho Dong,,,, berapa banyak nyawa yang sudah kau korban kan ? kau sungguh murid yang berbakti,,,guru pasti bangga bila bertemu dirimu yang baru ini,,” 


tampak nya Xiao Ho Dong enggan berbicara lebih banyak,


tapi dari percakapan mereka dapat di tarik kesimpulan bahwa orang orang ini saling mengenal sama lain,


“Cuih! Pahlawan benua timur apa an?” orang yang sedari tadi berbicara meludah lalu melanjutkan kata kata nya,


“Kau benar benar pandai berminyak air,,musang tua!”


Teman teman nya yang lain cekikikan mendengar ucapan orang bertudung caping tersebut, terlebih ketika dengan nyata wajah tampan Xiao Ho Dong berubah semerah tomat, bahkan tidak menunggu lama sampai pria berpenampilan menawan di usia tiga puluhan itu meledak kan energi spiritualnya,

__ADS_1


Aura membunuh yang kental dan menyesakkan segera memenuhi udara,


lawan pun tidak tinggal diam, pertempuran yang harusnya terjadi puluhan tahun lalu akhirnya mencapai titik temu nya hari ini.


Xiao Ho Dong sangat mengenali musuh musuh nya ini, sebab itu dari awal awal pendiri kerajaan ufuk barat ini telah mengerahkan kemampuan terbaik nya, hari ini hanya akan ada hidup atau mati, tentu saja Xiao Ho Dong tidak akan merelakan nyawa nya setelah semua pengorbanan yang dia berikan.


Tujuh orang melawan Xiao Ho dong, pertarungan pun berjalan seru dan sengit, jual beli serangan menyebabkan tanah tiada henti bergetar,


beruntung arena pertarungan bisa di jaga agar tidak berpindah atau melebar ke arah pemukiman, sejauh ini masih tidak bisa diperkirakan bagaimana hasil akhir dari pertarungan ini,


Hingga suatu ketika,ditengah pertarungan jarak dekat,disela pertukaran pukulan dan tendangan itu Xiao Ho Dong berhasil memukul dada seorang musuh,tidak berhenti sampai disitu,ketika lawan tersebut kelimpungan,dari mata Xiao Ho Dong melesat seberkas sinar berwarna ungu, saking cepatnya ,lawan tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan leher nya yang akhirnya tersambar sampai putus.


Alih alih tertekan, pihak lawan Xiao Ho Dong malah semakin beringas dalam melancarkan serangan begitu salah satu anggota nya tewas tanpa kepala.


Dengan serangan yang semakin gencar dan brutal, Xiao Ho dong mulai jatuh kedalam tekanan lawan, dia tidak lagi punya kesempatan untuk melakukan serangan balasan.detik demi detik Xiao Go Dong di paksa menghindar dan menangkis serangan lawan, Hanya saja,,,


Bagaimana pun enam lawan yang tersisa berusaha menekan, mereka masih gagal memberikan luka berarti, Pendiri Kerajaan ufuk Barat itu benar benar piawai, pertarungan tampaknya masih akan berlangsung lebih lama.


Mentari mulai semburat di timur tatkala Xiao Ho Dong kembali berhasil memukul jatuh seorang lawan, tapi energi nya telah terkuras lebih dari setengah saat lawan masih tersisa lima orang, “ini benar benar melelahkan”


Tidak hanya Xiao Ho Dong yang kelelahan,lawan pun sebenarnya sudah sejak tadi tadi merasa frustasi dengan ketangguhan Pria ini, tapi dalam pertarungan memperlihatkan kelemahan hukumannya adalah kematian karena itu lah mereka masih merangsek maju.


Hampir menjelang tengah hari ketika akhirnya sebuah serangan telak mengantam punggung Xioa Ho dong,kesempatan itu tidak di sia sia kan oleh lawan, belasan serangan berikutnya masuk tanpa dapat dibendung Xiao Ho Dong,tubuhnya sampai terbenam sedalam satu meter di bekas berdiri nya istana ufuk barat akibat hantaman lima lawan.


Pria Tampan itu tidak bergerak di tempatnya,tapi masih dapat dilihat dada nya naik turun tanda masih berusaha untuk bernafas,


“Hehehe,,akhirnya,,tua bangka!” orang bertudung caping yang selama ini banyak bicara berdiri dibibir tanah yang ringsek dengan pongah,kawan kawan nya juga berjalan mendekat dan sama sama berdiri di pinggir lubang,terdengar suara tawa yang bersahut sahutan,, 

__ADS_1


“Benua timur ! hahahah” mereka tertawa puas bersama sama


“Sudah ku bilang,,mimpi kalian ketinggian,,uhuk” Xiao Ho Dong yang terbaring di dalam lubang yang seukuran tubuhnya masih bisa bersuara,meski itu berarti harus memuntahkan darah dari mulutnya.


__ADS_2