
Xiao Ahnzi mengambil keputusan bijak dengan mengaman kan kedua orang tua dan kakak tertua nya terlebih dahulu, hal ini tidak lain karena sekilas saat memeriksa kondisi ibu nya, melintas bayangan masa lalu, tepatnya kejadian penyerangan klan Xiao, dimana ketiga orang ini menerima luka dalam yang sangat parah setelah bertarung dengan seorang pria tua.
Sewaktu Harimau Putih bertaring pedang meraung, secara tidak sengaja Xiao Ahnzi melihat kemunculan pria tua itu lagi di istana Ufuk Barat, dengan demikian Xiao Ahnzi menyimpulkan bahwa keadaan jadi benar benar gawat.
Selain itu, dari luka yang diderita orang tua dan saudara nya, Xiao Ahnzi Tidak dapat memungkiri kemampuan orang tua, yang dia duga adalah patriark klan Xiao tersebut sulit dicari tandingannya untuk saat ini, mungkin hanya guru nya Paman Lan yang bisa jadi lawan sepadan.
Begitu Raja Obat dan Xiao Hong Tian yang membawa kedua orang tua nya telah memasuki pusaran energi pemindah, Xiao Ahnzi tidak lantas menyusul,
Dengan tenang anak muda itu mulai melakukan mantera tangan, selapis energi tipis perlahan membungkus wilayah seluas lima meter persegi, lapisan energi ini akan melindungi diri nya dari serangan dari arah luar. Setelah itu Xiao Ahnzi menarik Xu Lian dan Serigala dari dalam dunia kecil di dalam cincin. kedua nya tampak dalam posisi siaga.
“Xu Lian,tolong saudara saudara ku, kau boleh mengamuk sesuka hati mu,tapi minimalkan korban dari pihak orang orang ku.” Xiao Ahnzi tidak menjelaskan apa yang terjadi, langsung memberi perintah pada Perwujudan demonic beast Rubah Api berekor tiga,
“Paman,tolong beri aku waktu selama beberapa menit”
“Baik!” kedua orang itu menjawab serentak. Xu Lian segera berkelebat keluar istana, untuk membedakan yang mana musuh dan mana kawan, Xu Lian tidak kesulitan sama sekali, terlebih disana juga ada Xiao Lu Metian dan Harimau Putih.
Serigala keluar dari selubung energi dan berjaga didalam ruangan, tugasnya hanya menghalangi musuh yang berhasil memasuki istana, meski begitu Serigala sudah menggenggam senjata nya dengan erat.
Xiao Ahnzi tidak menunda waktu lagi, kondisi Xiao Lin Tian semakin buruk. Pemuda itu harus bekerja cepat dan tepat.
Pertempuran di halaman depan istana ufuk barat berlangsung seru dan sengit, meskipun kondisi saat ini yang sedang tertekan adalah pihak istana, namun bantuan dari seekor demonic beast Harimau Putih bertaring pedang yang bertarung bersama seorang gadis yang tentu nya adalah Xiao Lu Metian cukup berhasil memperlambat gerakan pemberontak dari klan Xiao, tapi agak nya kondisi seperti itu tidak akan bertahan lebih lama lagi,
Xiao Wen Chun dan Xiao Kong Chun dengan trengginas menghabisi belasan prajurit kerajaan. Seakan dua orang ini ingin menebus keslahan yang diperbuatnya terhadap tuan dari sosok bertopi caping. Memang sebenarnya mereka tidak punya pilihan lain untuk mempertahankan nyawa mereka.
Sementara itu dua orang yang memiliki riasan seperti hantu gantung tampak tak bergeming di atas tembok istana, dua subjek yang disebut angsa hitam putih ini memang belum turun tangan dalam pertarungan.
Keadaan prajurit istana sebenarnya sangat mengenaskan, bagaimana tiddak,, saat ini tidak ada seorang jenderal pun di pihak istana,
semenjak Xiao Lin Tian terluka parah, keadaan di perbatasan ikut bergejolak, dengan terpaksa semua jenderal ditugaskan ke perbatasan,
__ADS_1
Hal tersebut dilakukan bukan tanpa pertimbangan, Klan Xiao sudah menghilang sejak sebulan lalu, keadaan di dalam kerajaan bisa dikatakan aman untuk sementara waktu, karena tidak mungkin Xiao Wen Chun berani kembali untuk menyerang istana.
Tapi siapa yang menyangka?
di lain sisi, keberadaan klan Xiao di Kerajaan ufuk barat adalah layaknya tulang punggung, sekarang tulang punggung itu sendiri yang membelot, seakan kehancuran kerajaan Ufuk Barat sudah dipastikan dengan keadaan ini.
Xu Lian tiba di halaman depan istana bersamaan dengan kedatangan belasan prajurit yang baru datang dari kediaman pangeran keempat,
Sorak sorai penambah semangat bergema, membangkitkan daya juang prajurit istana yang mulai kewalahan.
Xu Lian yang memiliki insting sangat tajam, dari jauh jauh sudah mengeluh di dalam hati ketika pandangan mata nya beradu dengan tatapan angsa hitam putih,
“ini akan sangat sulit”
tapi Xu Lian sendiri bukan lah seorang pengecut, selama ini demonic beast Rubah Api ini memang menyembunyikan diri dan kemampuannya karena tidak ingin terlibat masalah yang pelik, karena sudah mengikat janji dengan Xiao Ahnzi, mau tidak mau dia harus menjalankan tugasnya dengan harga apa pun.
“Nona Xiao Lu, awas di belakang mu!”
Berkat serangan api rubah Xu Lian, serangan gelap yang ternyata berupa jarum beracun itu berhasil dihancurkan lebih dulu sebelum mencelakai Xiao Lu Metian. Tapi kejadian itu sekaligus menjadi awal turun tangan nya angsa hitam putih kedalam kancah pertarungan.
“Tua Bangka! Habisi Xiao Tian secepatnya!”
salah seorang di antara hantu gantung itu memberi perintah kepada Xiao Wen Chun yang masih keasyikan membantai prajurit istana ufuk barat.
Begitu mendengar perintah angsa hitam putih, Seperti tidak punya pikiran sendiri, Xiao Wen Chun meninggalkan arena pertempuran begitu saja dan berkelebat memasuki istana, bahkan ia tidak berusaha menangkis dan membalas serangan prajurit yang berhasil merobek kulit punggungnya,
Begitu angsa hitam putih turun tangan, keadaan langsung berubah drastis, sisa sisa prajurit istana yang sempat bangkit semangat bertarungnya ketika kedatangan prajurit kediaman pangeran keempat, dalam tempo yang singkat bertumbangan ditangan sepasang hantu gantung itu.
Xu Lian bergerak memancing angsa hitam putih ke dalam pertarungan, kedua manusia dengan riasan seperti hantu gantung itu menyeringai bersama. Tanpa nada salah satu nya berkata
__ADS_1
"Rubah Api sangat nikmat dijadikan daging asap"
Serta merta Xu Lian tergeragap, tak dinyana musuh sudah mengetahui wujud asli nya, sedangkan dia sendiri belum tahu apa apa tentang musuh, yang jelas menurut Xu Lian kedua nya berbahaya.
Xu Lian langsung menyerang dua manusia dengan riasan seperti hantu gantung tersebut, pertarungan sengit langsung terjadi begitu Xu Lian menggunakan seni bela diri terbaiknya,
Api Rubah menyambar berputar putar tapi selalu bisa di hindari angsa hitam putih, kedua lawan Xu Lian sangat kompak.
*****
Xiao Wen Chun yang berhasil memasuki istana juga akhirnya bertarung melawan Serigala, jelas sekali Serigala keteteran menghadapi patriark klan Xiao tersebut, spesialisasi Serigala adalah pencari jejak dan pengintai, bertarung tentu bukan passion nya. Tapi seperti yang diminta Xiao Ahnzi, orang tua itu memang berhasil memberikan cukup waktu bagi Xiao Ahnzi untuk menyelesaikan tindakan pertama bagi Xiao Lin Tian.
Serigala muntah darah setelah beberapa kali tubuhnya dihajar tinju dan telapak Xiao Wen Chun, orang tua itu pingsan bertepatan Xiao Ahnzi mengirim tubuh Xiao Lin Tian menyusul Raja Obat.
"Kakek tua!! Kau benar benar berhutang banyak pada pangeran ini! Hari ini akan ku tagih semua berikut bunga nya. "
Xiao Ahnzi mengirim Serigala terlebih dahulu ke dalam dunia kecil, lalu memekik
Hiaaattt
Dengan pekikan ini Xiao Ahnzi berusaha memecah perhatian lawan, belasan serangan dilancarkan dalam waktu satu tarikan nafas.
"Cepat! " Xiao Wen Chun yang masih buram tentang identitas lawan muda nya ini terkejut melihat kecepatan serangannya. Bahkan tanpa sadar tua bangka ini sudah dalam kondisi terdesak.
"Kuat! " Lagi lagi Xiao Wen Chun terperanjat. Tangannya terasa bergetar kesemutan ketika beradu dengan tinju si anak muda, tapi wajahnya masih bagai papan datar.
“Minggir! “
suara orang tua itu terdengar dingin, aura membunuh terpancar kuat dari tubuhnya, Xiao Wen Chun tidak mengenali pemuda berambut putih ini, bentrok dengannya akan merugikan Xiao Wen Chun dari segi waktu dan kekuatan, prioritasnya adalah Raja Xiao Tian, tapi saat ini Xiao Wen Chun tidak merasakan aura Xiao Tian,
__ADS_1
Xiao Wen Chun yakin seseorang sedang memindahkan Xiao Tian ke suatu tempat, dia harus segera menyusul lalu menghabisi keturunan kakak tiri nya tersebut. Karena anak muda berambut putih ini tidak mau menyingkir, maka dia harus dihabisi lebih dulu.
Xiao Wen Chun mulai membalas serangan Xiao Ahnzi yang datang bak air bah, kedua orang musuh itu sudah meningkatkan pertarungan pada level yang lebih tinggi, angin serangan membuat ruangan itu porak poranda, bahkan bangunan istana yang kokoh mulai roboh di beberapa bagian,