
Koak!!!
Sebuah bayangan gelap melesat cepat di atas kepala Xiao Ahnzi.
seekor burung terbang keluar setelah pengelihatannya terganggu cahaya api biru.
"setan!! Kutu kucing!! Janda mesum!!"
Sebuah suara terdengar menyumpah tanpa putus, suara orang tua.
Tanpa wujud.
Xiao Ahnzi tahu persis siapa yang mengeluarkan segala sumpah serapah barusan, anak itu terdiam sejenak, sebelum akhirnya tertawa terpingkal pingkal sambil memegangi perutnya.
"setan tua!! Tidak ku kira haha" anak ini benar benar tidak sanggup melanjutkan kata kata nya, sebab rasa lucu telah mencekik lehernya dengan tawa yang tak berkesudahan.
tawa itu buru buru di telan, saat tiba tiba bangunan hitam itu bergetar dengan keras, suara mencicit ribuan binatang tiba tiba memekakkan telinga,
Hewan hewan bersayap lebar berebutan terbang keluar, cahaya api biru tampaknya telah membutakan mata mata hewan liar ini,
Terbukti dari tabrakan beruntun yang terjadi di depan pintu utama bangunan, suasana siang yang tak ubah dengan malam itu benar benar di ambang batas kekacauan.
Xiao Ahnzi terjebak ditengah kecelakaan beruntun tersebut, meski sebenar nya tidak berbahaya, tapi suara jerit pekik hewan liar ini benar benar bisa menguras emosi,
Indra pendengaran Xiao Ahnzi yang telah meningkat pesat seiring meningkatnya mata ke tiga benar benar seperti bumerang.
Hantu tua di dalam cincin pun tidak kalah histeris, meski hanya suara tanpa rupa, benar benar telah merobek robek keheningan Panjang Padang Rembulan.
"benar benar menyebalkan!! Setan tua berhenti menjerit!!" Xiao Ahnzi akhirnya tidak tahan dan mulai meneriaki orang tua didalam cincin.
Cukup lama hingga kondisi kembali kondusif, hewan hewan liar bersayap yang ternyata adalah kelelawar yang secara ukuran sangat besar, terbang jauh dalam keadaan terpisah pisah.
Menyisakan ruangan besar tanpa penghuni, Xiao Ahnzi mengumpulkan kembali jiwa nya yang sempat tercerai berai bersama jerit pekik kelelawar dan campur suara si setan tua.
"ide mu untuk mengeluarkan api biru ternyata sangat manjur, setan tua!" Xiao Ahnzi bersungut sungut merutuki orang tua di dalam cincin.
"........mn"
"ahh... Benar benar memalukan!! Pangeran ini terperangkap dalam ketakutan setan tua seperti mu!! Xiao Ahnzi masih tidak terima dengan kondisi nya dalam kejadian barusan.
Anak muda itu masih mengeluarkan banyak lagi kata kata ungkapan tidak senang, seakan dunia ini benar benar telah terhutang banyak pada nya.
"anak setan, tampak nya kamu cukup beruntung!! Coba lihat sekeliling mu!" orang tua di dalam cincin mencoba mengalihkan pikiran anak muda yang masih dalam keadaan mencak mencak tak karuan.
Meski masih jengkel, nyata nya anak muda itu tetap mendengarkan kata kata teman seperjalanan nya yang 'penakut' itu,
"......."
Xiao Ahnzi memutar badan melihat sekeliling, merasa kurang yakin dengan mata nya, Xiao Ahnzi membuat Inti Api Biru melayang lebih dekat ke dinding,
"......." binar matanya mulai berubah
"harta karun!!" anak ini kesetanan, di sekeliling nya adalah dinding dengan rak rak besar berisi ratusan gulungan dan kitab.
"ambil,, ambil semua!!" anak itu benar benar kesetanan, tidak peduli gulungan penting atau tidak, semua berpindah ke cincin spasial, ada dua cincin di jari nya, tidak peduli cincin yang mana, yang penting harta karun ini harus dia pindahkan.
Setelah mengosongkan ruangan itu, Xiao Ahnzi melesat melewati tangga menuju lantai dua, tapi ruangan ini hanyalah ruangan kosong. Anak muda itu turun dengan wajah tertunduk untuk beberapa saat.
"ahh benar, ini bukan perpustakaan kerajaan ufuk barat." wajahnya telah kembali biasa saat melangkah keluar meninggalkan bangunan tinggi dan hitam itu.
Xiao Ahnzi mengingat janji nya dengan si beruang dalam setahun ke depan, ini berarti dia harus berpacu dengan waktu kali ini.
Sebenarnya Xiao Ahnzi enggan untuk melewatkan pemeriksaan terhadap sisa peradaban Padang Rembulan, tapi waktu setahun bukanlah waktu yang lama, jika dalam kurun waktu tersebut urusannya di Padang Petir Abadi tidak terselesaikan, dia terpaksa akan memungkiri janji nya, dan hal itu sungguh memalukan menurutnya.
Xiao Ahnzi meninggalkan sisa peradaban Padang Rembulan, dalam beberapa jam ke depan seharusnya dia telah memasuki Padang Petir Abadi,
Langit semakin kelam saat semakin jauh meninggalkan Padang Rembulan, Suara hentakan dan hamtaman petir mulai terdengar sesekali,
__ADS_1
Xiao Ahnzi tidak menunggu lagi, langkahnya semakin cepat, semakin cepat langkah itu, sakin sering terdengar suara petir, semakin sering juga kilatan kilatan cahaya berwarna emas melintas di bola mata nya.
"setan tua, apa yang kamu ketahui tentang Padang Petir Abadi?" Xiao Ahnzi butuh gambaran singkat tentang lokasi yang di tuju nya,
"tidak ada!,, " orang tua di dalam cincin menjawab singkat. Sepertinya dia benar tidak tahu apa apa tentang tanah terkutuk ini.
"........" Xiao Ahnzi berpikir sejenak " kalau begitu langsung ke sana saja!"
Dalam jarak dua ratus meter dari tempatnya berdiri sekarang ini, anak muda itu melihat langit yang sedang di robek robek kilatan petir,
Petir petir itu benar benar datang tanpa henti, dari tempat nya berdiri saat ini anak muda itu dapat melihat permukaan tanah di bawah hujan petir itu dala. Keadaan rata dan membara.
Benar benar sebuah dataran yang luas,tidak satupun gundukan batu yang lebih tinggi dibanding lantai yang rata.
Tapi walau begitu, tidak satu pun dari petir petir itu melewati batas dan menyambar keluar dari dataran luas itu,
Beberapa Pohon yang menghitam tampak tumbuh sejajar di tepian padang petir abadi, jajaran pohon ini lah kira nya pembatas antara Padang Petir Abadi dengan Padang Rembulan.
Tidak sekali pun petir petir itu salah sasaran, tidak ada pohon yang disambar petir.
Xiao Ahnzi berdiri di bawah jajaran pohon yang menjadi pembatas dua wilayah tersebut.
Kondisi siang dan malam yang tidak dapat lagi dibedakan, membuat Xiao Ahnzi lelah secara batin.
Anak itu memilih ber istirahat sejenak dibawah pohon hitam di perbatasan itu.
Benar benar istirahat, Xiao Ahnzi tidur selama satu hari hitungan waktu normal.
orang tua di dalam cincin tidak berkata apa apa melihat kelakuan anak muda di depannya, setelah dua tahun bersama anak muda ini, dia mulai mengerti tabiat Xiao Ahnzi.
Setelah beristirahat seharian Xiao Ahnzi kembali mengeluarkan Inti Api Biru, Xiao Ahnzi butih penerangan tambahan saat membuka gulungan teknik pernapasan tanpa tanding.
Bayangan orang tua keluar dari cincin spasial, lalu melayang kebelakang anak muda yang tengah fokus membaca gulungan.
"......." orang tua itu hanya menggeleng tidak mengerti apa yang tertulis di dalam gulungan,
Xiao Ahnzi hanya melihat sekilas, memberi ekspresi tersenyum,lalu kembali fokus dengan gulungannya.
"intinya, menyerap petir untuk memperkuat tubuh" Xiao Ahnziberpikir sejenak,, "lakukan seperti biasa saja!"
setelah memutuskan metode pelatihannya, anak muda ini mulai menerapkan teknik pernapasan seperti yang di jelaskan di dalam gulungan.
Xiao Ahnzi beranjak keluar dari bawah pohon, dan mulai melangkahi pembatas antara dua alam tersebut,
Sebelah kaki menapak pada wilayah Padang Petir Abadi, dalam hitungan kurang dari satu detik,sebuah kilatan terang mengandung energi listrik langsung menyambar sebelah kaki tersebut.
Duar!!
Xiao Ahnzi menegang, kaki yang di sambar petir itu benar benar seperti terpanggang.
Samar samar Xiao Ahnzi merasa energi yang baru dan asing seperti menusuk nusuk sampai ke tulang,
Anak muda itu sampai meneteskan air mata menahan perih.
Xiao Ahnzi mundur sejenak, melangkah di luar padang petir abadi, petir petir itu tidak berusaha mengejar.
"ini benar benar menyakitkan!" Xiao Ahnzi teringat sebuah kata kata yang keluar dari mulutnya sewaktu di jurang kematian,anak ini merasa tengkuk nya dingin..
"aku benar benar tidak boleh bicara sembarangan lagi ke depannya!"
Hari itu Xiao Ahnzi mencoba sampai tujuh kali dengan kaki yang di langkah kan bergantian.
Rasa sakit tiap kali sambaran petir mengenai kaki kiri maupun kanan tetap sama. Anak muda itu bahkan sampai memuntahkan darah beberapa kali saat energi petir mengganggu aliran darah dan meridiannya.
Sosok orang tua yang memilih menunggu di luar wilayah Padang Petir Abadi, sampai mengira anak muda di depannya mengalami penyimpangan qi dan berniat memberi pertolongan,
Namun buru buru kembali saat petir petir ini menyambar tepat ke arahnya.
__ADS_1
Ternyata walau hanya berupa energi, petir petir itu bisa mendeteksi setiap hal di dalam padang petir Abadi.
Hari kedua di padang petir abadi, Xiao Ahnzi mulai berani memasukkan kedua kaki nya, sambaran petir yang mampu ditahannya kali ini bisa sampai empat kali sambaran petir.
Setelah empat kali sambaran Xiao Ahnzi menarik diri keluar dari padang Petir Abadi,
Demikian berulang ulang yang dilakukan anak muda itu,
Setelah satu minggu memasuki padang petir abadi, tubuh Xiao Ahnzi mulai mengalami perubahan, dantian lubang hitam telah merespon energi petir sedikit demi sedikit,
"tidak kusangka,, anak setan ini benar benar bisa membuat tubuhnya beradaptasi dengan petir petir ini!" sosok bayangan orang tua yang dari pertama kali menyaksikan metode latihan anak muda ini benar benar kagum. Sedikit demi sedikit..
Dalam Satu bulan, Xiao Ahnzi telah mampu menahan gempuran petir itu selama setengah hari penuh, untuk mengurangi fokusnya terhadap sengatan petir, Xiao Ahnzi mulai membuka beberapa gulungan di dalam padang petir abadi, berkali kali gulungan ditangannya hangus disambar petir,
Dari berkali kali kehilangan gulungan karena disambar petir, Xiao Ahnzi mulai belajar mengendalikan energi petir yang diserapnya agar dapat di salurkan menyelubungi gulungan.
"anak setan itu benar benar gila!" sosok orang tua yang cuma berupa bayangan tidak punya kata kata yang tepat lagi untuk mengungkapkan bakat dan keteguhan anak muda tersebut.
Hari itu sudah memasuki bulan ke enam, Xiao Ahnzi telah menuntaskan membaca sebagian besar gulungan yang di ambilnya dari bangunan hitam di padang rembulan.
Yang tersisa adalah gulungan dalam bahasa yang belum di mengerti Xiao Ahnzi, memeriksa jenis tulisan di dalam gulungan asing itu, Xiao Ahnzi teringat dengan sebuah kitab yang di jarah nya dari sosok tengkorak di jurang kematian,
"aku harus mempelajari jenis tulisan ini!" sewaktu membatin begitu, entah sudah berapa kali sambaran petir yang menusuk ubun ubun nya. Tapi anak muda itu bergeming.
Progres nya dalam enam bulan ini cukup membanggakan, sekarang tidak ada lagi darah yang harus di muntahkan akibat sambaran petir.
Xiao Ahnzi keluar dari Padang Petir Abadi, menuju perbatasan dengan Padang Rembulan,tempat di mana orang tua itu menunggu.
"........"
"ada masalah? Anak setan?" orang tua itu melihat raut muka anak muda di depannya yang tampak berlainan dari yang biasa.
".........,tidak,, orang tua, kamu bisa mengajari aku membaca tulisan ini?" Xiao Ahnzi mengulurkan sebuah gulungan pada orang tua itu.
"........" orang tua menerima gulungan itu, sosok tua ini juga mengalami perkembangan dalam pengendalian energi, sekarang sosok itu benar benar bisa menyentuh gulungan di depannya.
"ini jenis tulisan sanskrit! Aku bisa mengajari mu!"
Kebahagia an terpancar jelas dari binar mata Xiao Ahnzi, dia adalah orang yang bisa belajar cepat jika itu menyangkut membaca,
Sehari setelah di ajari membaca tulisan itu oleh sosok orang tua berupa bayangan, Xiao Ahnzi telah memasuki bagian yang lebih dalam wilayah Padang Petir Abadi.
Xiao Ahnzi mulai mengupas kitab yang diperolehnya di jurang kematian.
"kitab seribu pengobatan"
Didalam kitab ini tercantum bermacam macam cara untuk mengobati beragam penyakit, Xiao Ahnzi benar benar kagum dengan penulis kitab ini.
*
memasuki delapan bulan Xiao Ahnzi telah pindah tempat tinggal ke dalam wilayah Padang petir abadi, sementara orang tua yang hanya berupa bayangan itu merasa jerih memasuki padang petir abadi, orang tua itu memutuskan menunggu di padang rembulan.
Xiao Ahnzi mulai menjelajahi bagian bagian terdalam padang petir abadi, walau intensitas petir di bagian terdalam lebih rapat, nyatanya tidak lagi menimbulkan akibat terlalu buruk bagi tubuhnya.
Tidak ada gunung,ataupun onggokan batu dan sejenisnya di dalam padang petir abadi, tempat itu hanyalah dataran yang luas, jika saja tidak ada sambaran petir yang menggangu kinerja mata, dapat dipastikan,seseorang dapat melihat ujung tempat ini dari tempat berdiri nya.
Xiao Ahnzi melayang menyongsong sambaran petir,
Duar!!
Anak muda itu tetap melayang maju dan semakin tinggi dari permukaan tanah,
sekarang anak muda itu telah menggapai gumpalan awan hitam yang tidak henti henti nya memuntahkan petir.
Saat itulah matanya menangkap sesuatu yang berpendar di dalam kepulan awan hitam,
"makhluk itu.....???"
__ADS_1