Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
124


__ADS_3

“Sial!!! Siapa anak muda ini sebenarnya? Bagaimana mungkin anak sekecil ini menguasai teknik pernapasan petir begitu sempurna? Apa sebenarnya dia adalah dedengkot dunia beladiri yang bereinkarnasi? ” pria dari dalam lukisan tidak tahu harus bagaimana setelah menyadari kemampuan Xiao Ahnzi dalam menyerap tekniknya, teknik ini tidak akan sejinak itu terhadap orang baru, tapi anak muda ini bahkan tidak mengerahkan daya dan upaya sama sekali untuk menaklukkan tekniknya, artinya mengejutkan,, "anak muda ini bukan orang baru!,ahhh semoga saja aura pembunuh itu berbohong".


Memang sebelumnya, selama beradu ratusan jurus, Xiao Ahnzi tidak sekalipun menggunakan teknik pernapasan petir, begitu juga dengan elemen petir dari makhluk berpendar di dalam dantian lubang hitam.


hal ini tidak terlepas dari peristiwa di istana ufuk barat beberapa waktu yang lalu, Penggunaan terakhir kali elemen petir telah merenggut ratusan ribu nyawa, Xiao Ahnzi berjanji untuk tidak menggunakan kekuatan itu lagi sampai saat ia mampu mengendalikannya dengan sempurna.


Xiao Ahnzi yang baru saja menerima sebuah teknik petir terbaik, bisa merasakan perubahan pada dantian lubang hitam, makhluk mungil didalamnya menjadi lebih tenang saat ini.


“Terimakasih Senior!” Xiao Ahnzi sekali lagi menjura hormat.sikap nya begitu tulus tidak dibuat buat.


“Kamu Punya dasar teknik pernapasan petir yang baik, tapi itu akan membuatnya lebih sempurna, inti petir di sana akan membuatnya berkembang melampaui apa yang dapat kamu bayangkan,," pria itu melirik sejenak, sebuah seringai muncul sehabis itu "tapi tidak akan semudah yang barusan”


pria yang keluar dari dalam lukisan itu bicara panjang lebar,membuat mulut Xiao Ahnzi terkunci.


“......”


Xiao Ahnzi selama ini belajar selangkah demi selangkah berdasarkan pemahamannya sendiri setelah membaca kitab kitab manual beladiri yang di temukannya, meski statusnya sebagai murid dari si Alang, namun selama ini tua bangka itu cuma mengajarkan teknik pernapasan air,


Sedangkan untuk teknik bertarung, Xiao Ahnzi lebih banyak membentuk sendiri gerakan gerakannya berdasarkan pemahaman dari kitab yang ia baca.


hari ini pemuda berambut putih itu menerima hadiah besar berupa barang jadi dari sosok entah siapa. Bagaimana mungkin ia tidak berterima kasih?


Melihat anak muda berambut putih itu hanya membisu,pria dari dalam lukisan kembali buka suara

__ADS_1


“ selanjutnya tergantung tekad dan keberuntungan mu, anak muda,,takluk kan semua petir itu!” dengan suara penuh wibawa, ibarat titah seorang baginda tangan pria itu menunjuk lurus gugusan pilar batu hitam yang membara karena disambar ribuan petir setiap detik.


Dari tempatnya berdiri saat ini, Xiao Ahnzi melihat sebuah lembah memanjang yang tandus dan panas ,di tengah tengah lembah besar itu berdiri pilar pilar batu berwarna merah menyala.Xiao Ahnzi memperhatikan deretan pilar batu raksasa berwarna merah menyala, total ada tujuh pilar batu, ukuran masing masingnya berdiameter tidak kurang lima puluh meter,dengan ketinggian yang beragam, yang bisa dilihat Xiao Ahnzi semakin jauh kebelakang ketinggiannya semakin besar.


“Pergilah!!. Atau,,,kamu ingin mundur?" suara nya biasa dan terkesan tanpa nada, tapi tunggu kelanjutannya, "Selamat,seumur hidup kamu akan terkurung disini,,” pria dari dalam lukisan kembali buka suara ketika melihat Xiao Ahnzi hanya memandang pilar pilar petir itu tanpa beranjak dari tempatnya.


Xiao Ahnzi yang tahu harus pergi sendiri, tanpa mengatakan apa apa segera mengerahkan peringan tubuhnya, dalam satu kali lompatan tubuhnya menuruni tebing setinggi delapan puluh meter yang menjadi pembatas dengan lembah. teknik pernapasan angin membantu Xiao Ahnzi mengurai hawa panas sebagai pijakan, begitu sampai di permukaan lembah, Xiao Ahnzi langsung berlari membelah lembah, pemuda itu baru bergerak beberapa puluh meter ketika di belakang terdengar pria dari dalam lukisan itu berteriak padanya


“Hei,,,anak muda! Siapa namamu? Aku akan mulai membuatkan nisan untuk makam mu”


!


Xiao Ahnzi tertegun sesaat,kaki nya terasa panas ketika tidak bergerak, karena permukaan lembah tidak ubahnya seperti bara api yang menyala.


“Hahahaha…selamat bersenang senang tuan muda Xiao!” 


Terdengar suara tawa dari atas tebing, jelas orang itu hanya sedang mencoba mengganggu konsentrasi Xiao Ahnzi, dan anak muda itu termakan permainannya.


Xiao Ahnzi tidak lagi menggubris pria yang tidak mau menyebutkan namanya itu, sekarang ia harus fokus menjaga kecepatannya agar bisa memperoleh keuntungan saat mendaki pilar batu pertama yang tinggi nya sekitar dua ratus meter.


Melewati jarak separuh perjalanan, kecepatan Xiao Ahnzi sudah mencapai titik tertinggi, tidak bisa lebih cepat lagi, karena itu Xiao Ahnzi mengganti teknik pernapasan angin menjadi teknik pernapasan petir, kecepatannya kembali meningkat beberapa kali lipat, dalam sekejap anak muda itu telah berlari memanjat pilar batu merah membara.


Pengerahan teknik pernapasan petir membuat udara memercikkan petir petir kecil di sekeliling tubuhnya.

__ADS_1


Tapi seperti yang sudah di duga Xiao Ahnzi sebelumnya, ini hanyalah siksaan lainnya dalam perjalanan hidup pangeran ke empat itu. Pada ketinggian delapan puluh meter, perjalanan yang baru menempuh jarak empat puluh persen, pilar batu yang sedang di panjat Xiao Ahnzi mulai melakukan perlawanan,


Bukan pilar batu itu sendiri yang melawan Xiao Ahnzi, tapi energi petir yang mengaliri batu itu. Pada ketinggian ini batu besar itu seakan memuntahkan petir petir yang menghajar bagian atasnya. Xiao Ahnzi mengalami kejadian serupa yang dialami makhluk petir di ladang lumut,ketika menyerap lumut hati petir.


Tubuh Xiao Ahnzi menegang beberapa saat, beruntung kesadarannya jauh di atas rata rata kultivator lainnya, sehingga dengan cepat Xiao Ahnzi bereaksi ketika merasa tubuhnya akan terjatuh dari ketinggian delapan puluh meter tersebut.


“Siial..ini berkali kali lebih sakit dari petir padang petir abadi.” tubuh Xiao Ahnzi sedikit demi sedikit terdorong turun, Xiao Ahnzi memaksa naik,tapi tubuhnya nyaris tidak bergerak. Sedikit harapan timbul ketika Xiao Ahnzi mencoba bergerak memutar, seperti mata bor yang berulir Xiao Ahnzi berhasil naik sedikit demi sedikit setelah menghabiskan waktu berjam jam memutari pilar batu berdiameter lima puluh meter itu.


Xiao Ahnzi benar benar kelelahan, fisiknya di pompa melebihi batas, saat tubuhnya nyaris kembali terjatuh,Xiao Ahnzi menarik sebilah belati dari cincin dimensinya, “aku tidak mau jatuh!” 


Slap


Belati itu menancap habis kedalam batu, tapi karena sifat alami logam sebagai konduktor, segera saja aksi Xiao Ahnzi itu memicu energi petir yang besar menyambar gagang pisau.


“Anjay!!”


Tangan Xiao Ahnzi yang memegang gagang belati melepuh tersambar petir, gagang pisau itu sendiri menjadi abu seketika, karena syok dan kehilangan pegangan, tubuh Xiao Ahnzi meluncur turun tanpa penghalang. 


Xiao Ahnzi mengikhlaskan jerih payahnya berjam jam mendaki pilar batu, anak muda dengan bola mata berwarna hitam sekelam malam itu menghembuskan nafas panjang saat tubuhnya berdiri mantap di permukaan lembah.


Tidak terlalu lama sampai sebuah senyum kecut menghias bibirnya, tatkala mendengar suara mengiang di telinganya.


“payah!”

__ADS_1


__ADS_2