
“Kesini lah Kalau Kau ingin memakanku!” Xiao Lu Metian menghunus pedang nya, ujung pedang itu di arahkan tepat kepada Harimau Putih bertaring setajam Pedang.
Harimau Putih itu bergeming, sebuah gerengan tertahan di mulutnya, sosok nya tiba tiba merunduk, tubuhnya yang besar perlahan rebahan ditanah, bahkan dengan santai monster itu mulai menjilati cakar nya, ekor nya mengibas kiri kanan, kesannya sekarang benar benar menggemaskan.
Tapi Xiao Lu Metian telah dihantui ketakutan sekian lama, gadis itu bahkan hanya terpaku, tidak beranjak dari tempatnya,
Xiao Lu Metian terdiam, dari tingkahnya yang seperti itu, monster ini lebih mirip kucing sebenarnya, Sikap monster itu benar benar berbeda, timbul niat Xiao Lu Metian ingin mengelus bulu bulu Putih seperti salju itu, tapi ketika bayangan mengenai apa yang dilakukan monster ini terhadap kultivator Klan Xiao melintas di benak Xiao Lu Metian,, keringat dingin membasahi punggungnya.
Xiao Lu Metian menunggu, kucing besar itu bahkan mulai memejamkan matanya, ekornya masih mengibas menyisir tanah, ia tampak tidak punya kekhawatiran gadis manis didepan akan menyerangnya.
Sekian lama, sama sama tidak gerakan, Xiao Lu Metian bahkan sudah berani duduk bersandar pada pohon, meski pedangnya masih didalam genggaman,
Dengan begitu, sewaktu waktu bila kucing besar itu berubah pikiran, Xiao Lu Metian bisa langsung memberi perlawanan.
Waktu berlalu dalam damai,,Xiao Lu Metian masih mengawasi kucing itu dalam diam.
Tiba tiba saja Kucing besar itu membuka mata, membuat Xiao Lu Metian langsung melompat berdiri, kucing itu melangkah mendekat, tapi tidak menampakkan niat permusuhan, ekor nya masih dikibaskan kiri kanan,
Xiao Lu Metian semakin merapat pada pohon, pohon ini bisa jadi tumpuan, pedangnya melintang di depan dada menunggu Harimau Putih itu menerkam,
"Satu,, dua,, tiga,," Xiao Lu Metian berhitung di dalam hati, jika makhluk buas ini menyerang tiba tiba, Xiao Lu Metian akan langsung menebas sekuat tenaga.
Harimau Putih itu semakin dekat.
Tiga meter di depan Xiao Lu Metian Harimau Putih itu memutar tubuh, sekarang posisi nya membelakangi Xiao Lu Metian, kibasan ekor nya berhenti, lalu Auman nya keras terdengar,,
Grooorraaaar
“............?”
Xiao Lu Metian merasa sikap monster ini seperti melindungi diri nya,, tapi dari apa atau siapa? Xiao Lu Metian bimbang, antara menyerang makhluk berbadan besar ini dari belakang atau menunggu apa yang akan terjadi berikutnya,,
Xiao Lu Metian mengatur langkah, qi telah melapisi pedangnya sehingga bilah pedang itu seperti diselimuti cahaya hijau redup,
tapi hatinya masih diliputi keraguan, kucing ini begitu menggemaskan,,
tidak butuh waktu lama sampai Xiao Lu Metian men-syukuri pilihannya untuk menunggu dan tidak menyerang Harimau Putih yang sekarang seperti sedang melindungi nya,
__ADS_1
Dari depan, tempat yang diberi tatapan tajam oleh sosok Harimau Putih,
belasan kultivator yang selama ini mengincar si kembar berdatangan,
Xiao Lu Metian berada dalam bahaya yang sesungguhnya.
“Hoohooho,, ternyata Tuan Putri bersembunyi disini” suara yang penuh ejekan bergema seiring kemunculan belasan orang tersebut,
Yang datang kali ini adalah mantan teman satu angkatan Xiao Lu Metian, pada tahun yang sama sikembar berhasil masuk Akademi Tianqi melalui jalur seleksi, orang di depan nya ini lah yang membawa token emas wilayah Barat memasuki akademi Tianqi.
Semula orang ini cukup baik terhadap Xiao Lu Metian dan Xiao Jin Tian, bahkan mereka bersahabat, begitupun dengan golongan muda Klan Xiao lain yang berhasil jadi murid di Akademi Tianqi, tapi enam tahun lalu semua mulai berubah, seorang Pemuda kebanggan klan Xiao memasuki Akademi Tianqi dengan token emas di tangannya,
Entah apa yang menjadi alasan bagi patriark klan Xiao kala itu memberikan token emas kepada pemuda tersebut, kuota token emas selama ini digunakan dengan bijak oleh Raja Xiao Tian, yaitu dengan cara memberikan kuota tersebut kepada bakat nomor dua atau nomor tiga, sedangkan bakat nomor satu selalu berhasil memasuki Akademi dengan jalur mandiri,
Dengan kebijakan ini, minimal ada dua generasi muda klan Xiao yang berhasil jadi murid akademi setiap tahunnya.
Tahun itu hanya satu orang pemuda dari klan Xiao yang berhasil memasuki Akademi Tianqi.
Praktik anak muda itu sendiri kala itu telah berada di forging qi tingkat sembilan, tentu saja orang itu termasuk salah satu jenius di daratan Benua Timur, tidak banyak yang mampu menghentikan orang itu di dalam seleksi, bahkan tidak ada satupun.
sebuah hal yang sepele bagi nya untuk melewati ujian masuk Akademi Tianqi.
Semenjak itu sikap sebagian besar klan Xiao di Akademi Tianqi jadi memusuhi si kembar berdua.
“Xiao Chen!!! Anjing piaraan Xiao Kong Chun!! Cih” Xiao Lu Metian langsung menerjang di ujung kalimatnya.
Xiao Chen tidak pernah mengira gadis ini akan langsung menyerang, tampaknya Tuan Putri ini benar benar telah membenci nya. Padahal pemuda ini menaruh harapan yang besar dapat mempersunting gadis yang selalu menebarkan bau wangi ini.
Xiao Chen tidak tidak punya banyak waktu untuk berpikir, aura pedang Xiao Lu Metian begitu mengintimidasi, kulit tubuhnya terasa seperti terbakar, bahkan pedang itu masih jauh dari nya.
Pertarungan pecah, Xiao Lu Metian tidak lagi memikirkan keselamatan dirinya, kondisi saat ini jelas tidak menguntungkan sama sekali, yang ada di benaknya hanya bertarung dan membunuh sebanyak mungkin penghianat klan Xiao ini.
Menghadapi Xiao Lu Metian seorang, belasan Kultivator ini jadi menganggap remeh situasi, di benak orang orang ini memiliki pikiran jahat rata rata lelaki buaya.
bayangan untuk dapat menikmati keindahan perawan ini membuat serangan mereka jadi lembek,
Xiao Lu Metian menyadari ada yang salah, mereka hanya bermain main, Xiao Lu Metian semakin beringas karena merasa direndahkan, gadis itu dapat menebak niat mesum orang orang ini.
__ADS_1
Dari belasan orang itu, menyisakan Tiga orang yang tidak terjun ke dalam pertarungan, mereka tampak mengawasi sosok Harimau Putih berbadan besar yang memberikan tatapan mengancam. tampak Harimau Putih bertaring Pedang itu masih berdiri dengan sikap siap menerkam,
Sementara orang orang itu telah bertarung mengeroyok Xiao Lu Metian, aneka rupa senjata tidak hentinya mengincar Putri tunggal Raja Xiao Tian, membuat gadis itu mulai kewalahan, padahal pertarungan baru berjalan beberapa menit,
Dengan cepat kondisi Xiao Lu Metian jatuh dibawah angin, beberapa bagian dari pakaian Putihnya telah robek terkena sambaran ujung pedang lawan, sementara di pihak lawan telah jatuh dua korban, dua orang itu tewas dengan kepala terpisah dari badan.
Melihat kejamnya mata pedang Xiao Lu Metian, para pengeroyok mulai mengesampingkan niat cabul mereka, sampai satu kesempatan seorang pria yang menggunakan pedang sebagai senjata melompat tinggi lalu mengayunkan pedangnya memotong tangan Xiao Lu Metian.
Xiao Lu Metian mencoba bertahan, tapi sudah sangat terlambat, sesaat lagi pedang musuh pasti menebas putus tangannya.
Tiba tiba saja Harimau Putih itu mengeluarkan Auman yang sangat keras dan menggelegar, kerumunan yang mengurung Xiao Lu Metian bubar seketika, energi yang dilepaskan dalam suara itu benar benar telah menyelamatkan selembar nyawa Xiao Lu Metian,
Tanpa bantuan Harimau Putih itu, Xiao Lu Metian mungkin sudah kehilangan sebelah lengannya, gadis itu melompat mundur saat orang orang itu masih sibuk mengendalikan diri.
“Kucing Jahanam!!” kultivator yang nyaris membabat putus tangan Xiao Lu Metian terhempas menabrak sebatang pohon akibat energi besar dari Auman Harimau Putih bertaring Pedang. Begitu bisa bangkit sumpah serapah meluncur keluar dari mulutnya,
Kucing menggemaskan itu akhirnya terlibat ke dalam pertarungan, sekarang pusat pertarungan jadi dua, belasan orang itu dibawah komando Xiao Chen akhirnya menghadapi Xiao Lu Metian dan Harimau Putih bertaring Pedang diwaktu yang bersamaan, hanya dipisahkan perasaan Xiao Lu Metian yang tidak berani menganggap sosok Harimau Putih sebagai kawan, kalau tidak, mungkin dua makhluk berbeda rupa itu akan bertarung dengan cara saling mengadu punggung sebagai sikap saling melindungi.
Meski hanya sosok binatang buas, Harimau Putih itu nyata nya dapat merubah alur pertempuran, kultivator yang mengincar Xiao Lu Metian sangat kewalahan menghadapi kucing yang sejak beberapa lama ini selalu mengikuti Xiao Lu Metian,
Bahkan lebih dari separuh musuh berhasil ditarik Harimau Putih bertaring Pedang kedalam pertarungannya, hal ini otomatis meringankan beban yang harus dihadapi Xiao Lu Metian, Pedang Putri tunggal Raja Xiao Tian dari kerajaan Ufuk Barat itu menari nari mengincar titik vital musuh,
Tapi bagaimana pun, kemampuan harimau Putih itu terbatas, belasan orang menyerang dari semua arah, luka luka mulai menghiasi bulunya yang putih dengan warna darah.
Binatang mitologi itu mengamuk saat merasakan jiwa nya terancam, dengan satu terkaman besar tiga orang kultivator menderita luka robek pada perut berkat cakar cakarnya yang tajam.
Xiao Lu Metian juga telah berhasil menakhiri hidup lima orang musuhnya, melihat penolongnya dalam keadaan terdesak, gadis itu menelan semua rasa takutnya terhadap harimau Putih bertaring pedang itu.
Xiao Lu akhirnya bertarung bahu membahu dengan Harimau Putih, kombinasi serangan kedua nya benar benar membuat ciut nyali kultivator dibawah komando Xiao Chen.
***********
Sebuah pusaran energi tiba tiba muncul di gerbang Akademi Tianqi, tidak lama satu sosok berambut Putih seperti salju keluar dari dalam Pusaran, Pandangan mata anak muda itu tampak kagum melihat megah nya gerbang akademi Tianqi di depannya,
Tetua yang bertugas menjaga gerbang Akademi Tianqi baru saja akan menegur anak muda itu saat satu sosok lain menyusul keluar dari dalam pusaran energi yang sama.
Satu sosok lain juga menyusul keluar dari dalam pusaran energi, dari pakaian yang dipakai orang ini, jelas statusnya tidak biasa, pakaian khas seorang Raja, orang itu memang adalah Raja Xiao Tian, penguasa Kerajaan Ufuk Barat.
__ADS_1