Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
086. She Annchi


__ADS_3

Sikap yang di tunjukkan Ratu Ular mau tidak mau membuat Xiao Ahnzi mengatur ulang semua rencana yang telah disusunnya, 


Wanita yang sekarang memiliki dua kaki layaknya manusia itu tidak lagi memperlihatkan sikap permusuhan, bahkan sikap nya ketika di ruang tahanan kembali muncul, membuat pusing Xiao Ahnzi yang sesekali tampak melirik ke arah pojok ruangan tempat seorang pelayan sedang berusaha menikmati perannya.


"Jadi apa yang Nona inginkan dari ku?" Xiao Ahnzi faham benar dengan konsep tidak ada makan siang yang gratis, karena Pangeran ini pun menganut sistem yang sama.


"Ceritakan alasan dan tujuan mu yang sebenarnya !" Meski tangan dan anggota kepala nya sangat hangat, ternyata nada bicara wanita itu tetap dingin, membuat Xiao Ahnzi lebih suka bermain tangan saja sebenarnya,


"Ahh.,...Baik, tapi aku penasaran, apa kamu ini Medusa?" Xiao Ahnzi sudah memikirkan ini semenjak pertama kali wanita tersebut mengunjungi nya di ruang tahanan.


"Medusa hanya lah nama yang disematkan pada setiap Ratu ular, jika kau pernah mendengar nama Medusa dan berbuat sesuatu yang entah apa, itu bukan aku" suara wanita itu ketus, seakan tidak ingin dikaitkan dengan nama Medusa,


"Lalu,siapa nama mu?" Xiao Ahnzi sedikit tertarik dengan penjelasan wanita ular di sebelahnya.


"She Annchi" wanita yang dipanggil dengan sebutan Ratu itu akhirnya memberikan informasi mengenai nama nya.


".....mn..benar benar cocok,"


Xiao Ahnzi manggut manggut, dia memang merasa nama Annchi sangat tepat untuk wanita seperti ratu ular ini.


"Jadi kenapa kau datang?"


"Untuk Menjarah harta ular hijau yang sudah kalian bunuh,, "


".... "


"Ya,, mungkin sekarang aku harus mencari korban baru sebagai ganti rugi,, atau nona Annchi bisa menunjukkan sarang ular hijau itu? "


"Bukankah kau terlalu jujur? Aku harus mengawasi mu setiap waktu! " Wanita ini tidak percaya anak muda itu akan berkata sejujur itu, bahkan ia baru pertama kali bertemu seseorang yang mengatakan niat jahat nya secara terang terangan begitu, tapi bisa saja itu cuma jawaban ngasal, sedangkan tujuannya yang sebenarnya siapa yang tahu, 


"Tapi aku juga tidak pernah menyangka, didalam danau besar itu, isi nya sama sekali bukan air, tapi dunia seperti ini.. " Xiao Ahnzi ingin informasi lebih, 


"Dunia ini adalah pegunungan raja monster yang sebenarnya, yang kau temui di luar sana hanyalah kulit terluar nya," She Annchi, Ratu Ular itu menceritakan tentang bagaimana Wilayah Pegunungan Raja Monster terbentuk. serta tentang Seberapa kuat nya segel pelindung pegunungan raja monster. 


"kau sudah masuk, jadi tidak perlu berpikir untuk pergi kemana mana mulai saat ini," gadis itu tersenyum, kerlingan mata nya mengandung beberapa misteri.


"Jadi kemungkinan untuk bisa keluar dari tempat ini nol persen? "


Xiao Ahnzi tidak percaya tidak bisa keluar dari pegunungan Raja Monster di kedalaman danau ini. Xiao Ahnzi ingin mencoba teknik pusaran energi pemindahnya, selama ini Xiao Ahnzi belum pernah mencobanya terhadap alam yang di pasangi array pelindung, tapi Xiao Ahnzi tidak dalam keadaan terburu buru, 

__ADS_1


Anak muda berambut putih seperti salju itu masih mendampingi She Annchi yang terus bercerita tentang berbagai hal di dunia ini, khususnya bagian terdalam pegunungan Raja Monster, 


"Kau harus ikut aku," Ratu ular yang ke kekanakan itu berdiri dan langsung menarik tangan Xiao Ahnzi, meski telah berusaha agar tidak gugup, nyata nya diperlakukan begini Xiao Ahnzi juga bisa salah tingkah. 


Ratu Ular She Annchi melesat meninggalkan kediaman yang ternyata serupa istana tersebut, sebelum nya Xiao Ahnzi dibawa dari ruangan tahanan melalui jalan rahasia yang langsung terhubung ke dalam ruang kerja sang ratu, jadi Xiao Ahnzi tidak tahu bagaimana bentuk bangunannya. 


Xiao Ahnzi tidak mengeluarkan tenaga untuk bisa bergerak mengikuti gerakan She Annchi, pemuda itu menggunakan teknik pernapasan angin, karena tangannya yang terus dipegangi She Annchi seakan Xiao Ahnzi cuma menumpang pada gerakan sang Ratu ular. 


"Mau kemana?" Xiao Ahnzi mulai berpikir yang iya iya saat diri nya berada di belakang langkah sang Ratu, meski memakai pakaian yang panjang teruntai, karena terlalu tipis apa yang ada dibalik pakaian itu tetap terlihat menggoda, bahkan keadaan ini lebih menarik minat lelaki dibanding wanita b*gil. ditambah lagi efek terlalu banyak membaca tapi tidak memilah. sehingga dalam keadaan yang hanya diam, pikiran nya mulai mengarah ke kiri,


"Kau akan tahu nanti,,, " She Annchi tidak mau menjelaskan, gadis itu tetap fokus bahkan tidak menoleh sewaktu bicara. 


"Aisshh andai kau tahu… . " Xiao Ahnzi sengaja menggantung kata kata nya.


".....? " Akhirnya She Annchi menoleh


"Sikapmu sama sekali bukan seperti seorang ratu" Xiao Ahnzi berbicara tanpa nada, 


"Aku tahu, "


"...... " Xiao Ahnzi


"Ahh baguslah kalau begitu, berarti kita saling pengertian" Anak muda itu berujar santai. 


She Annchi tiba tiba berhenti, membuat anak muda di belakangnya yang seperti layangan putus terpaksa menubruk  tubuh sekal wanita ular itu. 


"Aiiiyaaa…  kau bisa membuat perabotan ku patah kalau sering sering begini" Pangeran itu mengeluh tapi wajahnya tampak tidak keberatan. 


She Annchi tidak menggubris, gadis itu malah berbalik dan mengeluarkan pakaian pengganti dari cincin spasial nya, tanpa merasa risih atau pun malu manusia ular itu mengganti pakaiannya di depan anak muda yang baru saja dikenali nya. 




Xiao Ahnzi mencoba bersikap sopan dengan memalingkan wajahnya, bagaimana pun Pangeran ke empat yang saat itu berusia empat tahun pernah dimarahi Xiao Lu Metian kakak nya ketika masuk tanpa permisi ke kamar gadis itu, bertepatan ketika Xiao Lu Metian sedang salin. Dari kejadian tersebut Xiao Ahnzi menyimpulkan melihat seorang gadis dalam keadaan seperti itu berarti terlarang. 


"..... "


"Apa yang kau lakukan?" 

__ADS_1


Suara She Annchi membuat Xiao Ahnzi berbalik, gadis itu sekarang mengenakan pakaian yang lebih kokoh, tapi tetap saja bagian bagian pentingnya masih menggoda. 


"Mau berperang? " Xiao Ahnzi menilai pakaian gadis itu merupakan armor yang hanya dipakai saat akan berperang, 


"Tidak, hanya untuk jaga jaga,, "


Setelah berjalan beberapa jauh lagi, She Annchi menunjukkan sebuah mulut goa yang tersembunyi dibalik tirai air terjun, gadis itu memberi tanda agar anak muda disebelahnya tidak bersuara, Xiao Ahnzi mengangguk mengerti, 


Tapi tanpa diberitahu pun Pangeran ke Empat sudah tahu bahaya yang berdiam di dalam goa ini, teknik mata ketiga menangkap sepasang makhluk di dalam goa, dari aura nya jelas keduanya berbahaya dan lebih udara disini bercampur racun. 


"Udara di tempat ini mengandung racun,biasa nya ada seekor Monster di dalam sana, tapi anak buah ku melaporkan melihat makhluk itu sedang berada di luar, kita akan masuk mengambil kembali beberapa barang milik ku! "


Suara gadis itu lembut, tapi jelas ada penekanan di dalam nada nya. 


"Aisshh…  entah kau yang ditipu anak buahmu, entah kau yang berniat menipu Pangeran ini" 


Xiao Ahnzi yang dapat melihat melebihi yang bisa dilakukan orang lain tentu saja merasa diri nya sekarang sedang dijadikan sebagai umpan. 


Tapi bukan Xiao Ahnzi nama nya bila menolak melakukan hal menyenangkan itu, setelah hitungan bulan tidak berbuat onar, jelas tulang tulang nya menjadi gatal. 


Xiao Ahnzi berjalan masuk dengan langkah yang dibuat se dramatis mungkin, agar gadis yang saat ini berjalan di belakangnya menganggap dia tidak menyadari bahaya yang sedang mengintai. 


"Hati hati! " Gadis itu menarik tubuh Xiao Ahnzi agar lebih memperhatikan langkahnya. 


"Aku kaget!! " Xiao Ahnzi bahkan mengusap dada nya beberapa kali setelah memberi lirikan pada gadis dibelakangnya. 


"Aku saja yang di depan! " Gadis itu bersiap melangkah lagi tapi Xiao Ahnzi bergeming, lalu berkata


"Bagaimana mungkin aku membiarkan gadis secantik dirimu menjadi tamengku? " Meski mulutnya berkata begitu, bila keadaan tidak menguntungkan tentu saja Pangeran ke Empat akan melakukannya, bagi nya diri sendiri yang paling penting, yang lain lain bisa menyesuaikan. 


Ruangan Luas dan pengap menyambut kedua orang itu begitu keluar dari lorong goa yang sempit, di dalamnya  keadaan cukup terang karena sebagian batu memancarkan cahaya beraneka warna, 


"Ini harta karun berusia ribuan tahun,, " Xiao Ahnzi berbisik di telinganya She Annchi, 


"Aku tidak pernah tahu ada begitu banyak harta berharga di dalam sini, aku hanya ingin mengambil kembali barang milikku" She Annchi memeriksa berkeliling, takjub melihat ruangan goa yang di penuhi herbal dan batuan berharga


Xiao Ahnzi dengan tidak tahu malu mulai menjarah isi goa besar itu, dia tidak peduli meski merasakan monster yang berada di tempat yang lebih dalam sudah menyadari kehadiran mereka dan saat ini mulai bergerak mendekat. 


She Annchi hanya memperhatikan saat anak muda di depannya mulai menguras harta terpendam tersebut. Dia tidak menyadari dari sudut gelap sepasang mata memperhatikan dan bersiap menyergap mereka berdua. 

__ADS_1


__ADS_2