
Jurang Kematian.
Hari yang di sepakati akhirnya tiba, tapi dari sekian banyak yang hadir, orang orang yang membuat kesepakatan tidak tampak batang hidung nya sama sekali.
Bagaimana tidak, sebenarnya yang membuat kesepakatan untuk bertemu adalah Xiao Ahnzi dengan Lu Xioaran,
Lu Xioran sendiri, terakhir kali tengah menunggu detik detik terakhir ajal nya menjemput, Lu Xioran sedang meregang nyawa jadi santapan makhluk beracun milik Xuan Lei Ting.
Di sisi lain, Xiao Ahnzi dengan sengaja memperlambat laju kuda tunggangannya. Anak muda ini tidak ingin menjadi pusat perhatian terlalu dini.
Xiao Ahnzi akan membiarkan sedikit pertempuran pecah lebih dulu, menurut Xiao Ahnzi, semua orang yang datang ke jurang kematian hari ini adalah orang orang serakah,
tidak peduli, bahkan bila orang orang tersebut mengaku dari golongan putih yang tanpa cela, apa lagi dengan golongan yang nyata menyatakan diri sebagai golongan hitam.
Toh pada kenyataan nya bila di hadapkan pada perebutan harta harta dunia bela diri orang orang itu tetap saling sikut,saling hantam,saling bunuh.
Dan tampak nya,, protokol keributan itu telah di mulai, seorang Pria tua, berpenampilan seperti seorang alkemis telah mengeluarkan kata kata sambutan.
" kalian,,orang orang tidak tahu diri, yang tidak ingin mati segera angkat kaki dari jurang kematian!! Di sini adalah wilayah Sekte Selaksa Racun!!" Mo Xiang Jin bersuara rendah tapi di aliri dengan qi, sehingga orang orang yang turut hadir di jurang kematian bisa mendengar dengan jelas ancaman nya.
"hehe,, Mo Xiang Jin!! Kau mungkin bisa menakut nakuti anak kecil! Tapi aku tidak takut dengan mu!!" seorang lelaki tua dengan penampilan gagah, memakai pakaian berwarna putih, rambut dan jenggot pria itu juga berwarna putih, menanggapi ancaman Mo Xiang Jin dengan suara yang sangat merendahkan.
"Wei Xiam Kong!! Anjing tua! Hari ini kau telah berani menginjakkan kaki di jurang kematian! Jangan harap kau bisa keluar hidup hidup kali ini! " Mo Xiang Jin mengarahkan aura pembunuh pada lawan bicara nya.
Seketika aura pembunuh yang menyesakkan dada menyelimuti jurang kematian,
sial bagi sebagian orang yang datang, sebagian orang itu adalah kultivator kelas rendahan, mereka yang dibutakan keserakahan, tidak pernah mengingat kematian.
Belasan orang yang tidak memiliki cukup kekuatan, langsung mengalami sesak nafas, darah mulai meleleh di sudut bibir mereka,dan perlu di ingat, itu baru sebuah tekanan dari aura Pembunuh!
Wei Xiam Kong yang datang bersama beberapa pengikutnya juga merasakan ancaman bahaya dari aura pembunuh yang dilepaskan Mo Xiang Jin. Orang tua itu segera melepaskan aura pembunuh yang juga sama sama kuat, untuk mengimbangi aura pembunuh dari Mo Xiang Jin.
Tapi malang bagi beberapa pengikutnya yang masih tergolong rendah tingkat praktiknya. Tiga orang pengikut Wei Xiam Kong memuntahkan darah segar, tidak dapat menunggu lebih lama, tewas tertekan dua aura Pembunuh.
Penebas dan kawan kawan yang berdiri agak jauh dari jurang kematian, menggeleng kepala berulang kali melihat kejam nya Pria tua bernama Wei Xiam Kong tersebut. "benar benar tidak menghargai kehidupan,, bahkan pengikutnya sendiri jadi korban ke tolol an nya!"
Wei Xiam Kong adalah seorang tetua dari Sekte Besar di belahan barat, Sekte Pedang Langit.
Serigala Beruang dan Penebas tampak tidak terpengaruh dengan peragaan kekuatan dua orang tua itu. Ke tiga nya tampak berdiri dengan tenang.
Mereka sangat menyayangkan kehadiran orang orang dengan kultivasi rendah itu di jurang kematian. Belum lagi pecah pertempuran, korban korban jiwa telah berjatuhan.
Di lain sisi, orang orang dari Sekte Selaksa Racun yang memenuhi sepanjang jalan setapak di pinggang jurang kematian tampak menyeringai melihat unjuk kekuatan Patriark sekte mereka.
Tampak hadir di jalan sempit itu, Burka dan lain lain, petinggi sekte selaksa racun.
Sementara itu Pihak pihak lain masih terus berdatangan, ada yang berombongan, tidak sedikit juga yang datang sendiri sendiri, yang datang sendiri itu biasa nya adalah rogue kultivator,
Melihat semakin banyak orang yang datang, Mo Xiang Jin bertambah gusar!
Bagaimana pun wilayah jurang kematian adalah basis Sekte selaksa Racun, bila pecah perang, sekte nya akan menderita kerugian yang tidak sedikit,
"orang orang bengal ini harus segera disingkirkan!"
Mo Xiang Jin mengirim transmisi suara pada anggota nya, "kalian singkirkan orang orang tak tahu diri itu!"
Burka dan lain lain menyeringai mendengar perintah Mo Xiang Jin, mereka adalah maniak, pembantaian selalu mampu membuat darah mereka bergelora.
Burka, Xuan Lei Ting, Osasa dan petinggi sekte selaksa racun lain nya segera menyebar, mengambil target buruan masing masing.
__ADS_1
Pertempuran segera pecah, bunyi pedang beradu menggema di jurang kematian. Tidak perlu lama sampai jeritan jeritan menyayat hati mengatasi suara denting pedang yang saling beradu itu.
Korban mulai jatuh,
Penebas dan kawan kawan bersiaga, meski belum bertemu lawan, jago jago tua itu tidak ingin bersikap lengah. Lengah di dalam pertempuran sama saja menyerahkan nyawa.
Dalam kesiagaan, Perhatian Penebas tertuju pada Sosok laki laki berbadan Besar dengan kulit yang hitam legam, Burka. Orang itu tampak tengah mempesiangi tiga pengikut Wei Xiam Kong.
Wei Xiam Kong sendiri telah mulai bertukar serangan dengan Mo Xiang Jin. Terlalu awal untuk menilai siapa di antara dua orang ini yang lebih unggul.
Beruang yang telah gatal tangan, segera mengambil sikap untuk terjun ke dalam pertempuran, tapi langkahnya di henti sebuah pesan suara,
"paman beruang, jangan buru buru!! Biarkan saja mereka saling injak. Target kita adalah sekte selaksa racun."
Beruang tertegun, dia jelas masih mengingat sang pengirim suara.
Melihat Beruang tertegun, Serigala yang tidak biasa melihat Beruang menahan diri dari pertarungan, langsung bertanya "ada apa beruang?"
"orang itu sudah datang! Kita menonton dulu!" beruang sedikit kecewa, tapi menuruti kehendak Xiao Ahnzi.
Penebas dan Serigala juga tampak mengulum senyum, entah mengapa, orang orang ini merasa anak muda itu sangat familiar, dan penuh kejutan.
*
*
*
"setan tua, sekarang giliran mu untuk memeriahkan suasana," Xiao Ahnzi melepas armour yang di kenakannya.
"........" orang tua yang hanya bayangan itu tampak tidak mengerti.
Sosok orang tua berupa bayangan itu tidak banyak bertanya lagi, penjelasan Xiao Ahnzi sangat masuk akal bagi nya,
Dengan keberadaan diri nya yang hanya sebagai energi spiritual, orang tua itu dengan mudah memasuki jurang kematian, tanpa ada yang menyadari.
Seperti yang di katakan Xiao Ahnzi, memang masih banyak tokoh tokoh yang tidak mau melibatkan diri dalam pertempuran.
Di antara tokoh tokoh yang masih menjadi penonton antara lain, dari golongan putih, petinggi sekte sayap emas, petinggi sekte Angin Timur dari kota Angin Timur, bahkan Beberapa Orang terkemuka dari Kota Terapung di tengah danau juga turut hadir.
Dan banyak kultivator tanpa sekte yang nama nya cukup terkenal di benua ini.
Dari golongan hitam pun tidak sedikit tokoh tokoh menakutkan yang hadir, seorang Pria bermata sipit dengan aura garang, tanpa mengenakan atasan memperlihatkan tubuhnya yang di rajah, orang ini dikenal dengan nama Mok Liong, seorang ahli beladiri yang mengandalkan tinju.
Hadir juga seorang yang ber penampilan seperti seorang biksu, tapi pakaian yang di kenakannya berwarna merah darah, dalam kalangan beladiri orang ini dikenal dengan julukan Biksu Darah Naga. Meskipun penampilan nya seperti seorang pemuka agama, dalam kesehariannya Botak ini adalah penebar ketakutan tiada tara. Perkosaan, perampokan dan pembantaian tidak ada pantangan bagi nya.
Tapi dari semua orang yang hadir itu, jelas Sekte Selaksa Racun berada di urutan teratas. Orang orang ini tidak cukup bodoh untuk berselisih dengan sekte selaksa racun tanpa ada imbalan yang pantas.
Pertarungan antara Mo Xiang Jin berhadapan dengan Wei Xiam Kong sudah mendekati akhir, beberapa kali Wei Xiam Kong terpental sambil memuntahkan darah dari mulutnya setelah menerima serangan Mo Xiang Jin.
Swhooosss..
Mo Xiang Jin melesat cepat, di tangannya sebilah belati menebarkan aroma racun yang pekat, mengiris tipis kulit leher Wei Xiam Kong.
Kulit leher Wei Xiam kong yang teriris, meninggalkan bekas luka memanjang berwarna hitam, dengan cepat warna hitam itu menyebar ke seluruh tubuh. Tubuhnya menegang, kejang seketika. Nyawa nya pergi dari tubuhnya.
Perlahan kulitnya yang menghitam mulai rontok, menyisakan tulang yang telah berubah warna jadi hitam.
Mo Xiang Jin menyeringai,lalu berkata
__ADS_1
"kalian semua harus mati hari ini!"
Saat itu lah, dari dalam jurang kematian, sebuah benda berkilauan terbang keluar,
Sebuah kotak kayu berwarna hitam dalam keadaan terbuka memancarkan cahaya yang menyilaukan, di dalam kotak kecil itu,tampak sebuah benda bulat seukuran kelereng. Benda itu yang memancarkan sinar kemilau.
Pertarungan sempat terhenti,
Semua mata tiba tiba tertuju pada benda yang terbang keluar dari jurang kematian.
"Pil Tingkat Tinggi!!" seseorang berteriak saat menyadari apa benda berkilau itu.
Mo Xiang Jin yang paling tanggap,secepat kilat telah menangkap benda berkilau yang ternyata adalah sebuah pil itu.
sebuah seringai muncul di bik
,fd ,lpxp,kbir nya.
Tokoh tokoh yang melihat benda berharga itu jatuh ke tangan Mo Xiang Jin, menatap penuh kebencian dan menggeram.
"Mo Xiang Jin!! Anjing kurap!! Jadi selama ini kalian mengangkangi harta karun itu sendiri!!" Mok Liong yang paling pertama termakan umpan Xiao Ahnzi.
Mok Liong tanpa aba aba langsung melancarkan serangan tinju mematikan.
"hmmpph!!" Mo Xiang Jin mendengus mendapat serangan tiba tiba. Belati di tangannya menyambut tinju Mok Liong.
Trang
Tinju dan belati menyebabkan bunyi seperti logam bertemu logam.
Mok Liong mundur beberapa langkah.
Wajahnya Pias.tinju nya bergetar.
Di tempat lain, Tokoh tokoh yang dari awal hanya menonton sambil menunggu kesempatan, akhirnya terlibat pertarungan, Osasa memilih Biksu Darah Naga sebagai lawan, entah dendam apa, tapi tampaknya wanita beracun ini sangat membenci si botak mesum tersebut.
Xuan Lei Ting menyerang orang orang dari kota Angin Timur, ratusan kelabang keluar dari balik pakaian merah kembang kembang yang di pakai nya.
Burka, manusia salah kaprah berbadan besar, merangsek ke arah orang orang Sekte Pedang Langit.
Penebas dan kawan kawan yang berdiri cukup jauh dan terpisah dari rimbongan lain, juga tengah terlibat pertarungan dengan tetua dan para petinggi sekte selaksa racun.
Penebas dengan wajah datar, menghadapi tiga orang sekaligus.
Hal serupa juga di alami Si Beruang dan Serigala,
sekilas tampak tiga orang kenalan Xiao Ahnzi ini dalam keadaan tertekan, tapi sebenar nya tidak lah begitu, tiga orang itu masih punya waktu untuk saling bercakap cakap,
"tidak ku sangka, anak muda yang menjadi tuan mu itu benar benar berbahaya!" Serigala melirik Beruang, dalam hal ini Beruang lah yang pertama kali membuat mereka terlibat dalam pertempuran ini.
"aku hanya berutang sekali, setelah ini aku tidak mau terlibat dengan orang itu lagi" beruang sebenarnya juga merasa jerih dengan anak muda itu.
Xiao Ahnzi yang sedang jadi topik pembicaraan, tiba tiba tengkuk nya merasa dingin, anak muda itu terlalu fokus memperhatikan pertarungan antara Mo Xiang Jin melawan Mok Liong.
Suuuutt
Xiao Ahnzi memiring kan sedikit kepala nya, sebilah belati menancap pada sebuah batu tidak jauh di depannya. Aroma racun yang kuat menguar dari bilah belati yang tertancap sepenuhnya di batu itu.
Suuutt
__ADS_1
Suuuttt