Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
073. menyiasati siasat


__ADS_3

"Baiklah!! Saat nya meluruskan semua ini. "


Xiao Ahnzi pertama buka suara, memberi lirikan pada setiap kepala yang terlibat di meja makan. 


"Mulai saat ini, kita jalan sendiri sendiri, Aku dan Nona Xiao Lu akan segera keluar dari pegunungan Raja Monster ini, karena tujuan ku datang kesini untuk membawa nya pulang kerumah Ayahnya. " Xiao Ahnzi mulai membuka identitas nya sebagai orang yang ditugaskan menjemput Xiao Lu Metian. 


Xiao Lu Metian tentu syok mendengar ucapan pemuda tersebut, jelas sudah orang yang mengirim anak muda berambut seputih salju ini ternyata Raja Xiao Tian, ayahnya dari Kerajaan ufuk barat. Xiao Lu Metian tentu merasa bangga, ayahnya begitu mengkhawatirkan keadaan diri nya, tapi dia sudah bertekad akan melanjutkan perjalanan nya dalam kompetisi perburuan Naga dan Phoenix. Gadis itu lalu menyuarakan keputusannya. 


"Aku menolak! Aku tidak bisa mempercayai orang asing seperti mu. Aku akan melanjutkan kompetisi ini! "


"Dengan kemampuan seperti ini? " Xiao Ahnzi sengaja membuat Xiao Lu Metian tersinggung dengan mempertanyakan kemampuan gadis itu. 


"Aku tidak peduli, mati pun tidak mengapa! " Xiao Lu Metian menjawab ketus, jelas sekali orang di depannya itu meremehkan kemampuannya, 


"Sudah ku duga,, " Xiao Ahnzi menjawab singkat. 


"Maaf, aku ingin memberi tahu sesuatu, " Ye Ming Hao mengacungkan tangan, meminta berbicara. 


Sikap pemuda yang menjadi senior mereka ini, tentu Membuat semua orang menatap pada subjek yang di anggap sampah tersebut. 


"... " Xiao Ahnzi menunggu. 


Melihat pemuda berambut putih itu tidak bereaksi, Ye Ming Hao menganggap itu sebagai persetujuan, lalu melanjutkan. 


"Nona Xiao, yang dikatakan tuan muda ini benar, ahhh ini rumit,,,sederhana nya ajang ini bagi segelintir orang hanya lah untuk menyingkirkan orang orang seperti Nona," Ye Ming Hao melihat sekeliling, cemas ucapannya di dengar pohon pohon lalu disampaikan pada oknum yang berkepentingan. 


"Maksud senior? " Kening Xiao Lu Metian berkerut memikirkan ucapan Ye Ming Hao, meski benar bahwa dia dan kembarannya di musuhi berbagai pihak, tapi Xiao Lu Metian tidak pernah berburuk sangka sampai sejauh itu. 


"Maaf, aku tidak bisa menjelaskan kenapa Nona termasuk kedalam kategori harus disingkirkan,,, " Nada suara Ye Ming Hao merendah, sampai saat ini dia tidak menemukan kata kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi Xiao Lu Metian. 


"Aku sendiri juga termasuk dari daftar yang harus di lenyapkan itu, karena aku sampah yang hanya membuat malu akademi, tapi kondisi Nona Xiao lebih darurat, ada pihak pihak yang terancam karena sosok si kembar dari Kerajaan Ufuk Barat. setidaknya begitu desas desus yang aku dengar"


Xiao Lu Metian semakin gusar, wajahnya tampak memerah menahan emosi. 


"Tapi,, untuk keluar dari lokasi kompetisi ini juga tidak mungkin di lakukan,, portal keluarnya berada di Reruntuhan Istana Naga dan Phoenix, berjalan sejauh apa pun kita tidak akan pernah menemukan jalan keluar dari tempat ini," Ye Ming Hao melirik Xiao Ahnzi lalu berucap "tuan muda mengerti maksud ku bukan? "


Xiao Ahnzi tentu percaya diri dapat menerobos keluar, tapi dia tidak akan mengungkap kemampuannya. 

__ADS_1


"Jalan satu satu nya hanya melanjutkan kompetisi ini, begitu? " Shu Liu Xin yang dari tadi cuma menyimak akhirnya buka suara. 


"Tidak juga,, kita bisa saja tidak menuju Istana Naga dan Phoenix, ketika waktu kompetisi berakhir, secara otomatis semua peserta yang masih hidup akan di teleportasi keluar. " Ye Ming Hao berkata dengan santai, 


Dua pengawal Shu Liu Xin yang ternyata adalah tiga bersaudara, yang tertua bernama Chu Ping, yang kedua Chu Kiam, sedangkan yang ketiga, yang tewas di dalam pertarungan sebelumnya bernama Chu Sing, dua orang yang tersisa itu nampak penasaran dengan keterangan Ye Ming Hao, dua orang itu memang tidak mendengar keterangan Ye Ming Hao tentang subjek tersebut yang telah mengikuti kompetisi ini sebanyak tiga kali. 


"Darimana senior mengetahui soal itu? " Chu Ping akhirnya mengajukan pertanyaannya. 


"Aku sudah tiga kali mengikuti kompetisi ini! "


".... "


Ye Ming Hao lalu melanjutkan " Menurutku, Nona Xiao tidak perlu melanjutkan perjalanan menuju istana naga dan phoenix, tapi berdiam di tempat ini juga bukanlah sesuatu yang aku saran kan,,, "


"Kenapa begitu?" Xiao Lu Metian mulai melunak, jika semua yang di ucapkan Ye Ming Hao adalah kebenaran, melanjutkan perjalanan ke Istana Naga dan Phoenix sama saja artinya masuk perangkap. 


"Aku tahu tempat yang mungkin sedikit lebih rendah tingkat bahaya nya,, siapa saja yang tidak ingin melanjutkan,, bisa berlindung disana. " Ye Ming Hao menutup kata kata nya, pandangan matanya berhenti di Xiao Ahnzi. 


Xiao Ahnzi tidak menunjukkan reaksi apa apa, dia sedikit curiga, apa yang sedang direncanakan si tukang bohong ini? Memang begitulah Xiao Ahnzi, pangeran ke empat tidak pernah menaruh kepercayaan penuh terhadap orang lain. Bahkan ia pernah mencurigai guru nya sendiri, bahkan juga ayahnya. 


Tapi apa pun yang direncana kan murid sepuh ini tidak masalah, Xiao Ahnzi cukup percaya diri bisa lolos dari keadaan darurat sekalipun. Terlebih Xiao Ahnzi memiliki empat tangan tambahan yang bisa dipakai kapan pun dan di manapun ia butuh.


dengan tanpa ekspresi Shu Liu Xin menggeleng "siapa yang tahu?"


Xiao Ahnzi yang mulai bosan tidak mempermasalahkan jawaban Shu Liu Xin, "lalu apa lagi yang kita tunggu?" Xiao Ahnzi sudah berdiri, dengan satu ayunan tangan, meja makan beserta piring dan perkakas lain nya menghilang kedalam cincin spasial, di dalam nya sudah ada orang yang akan mencuci semua perkakas tersebut.


Ye Ming Hao akhirnya memimpin perjalanan berikutnya, ternyata pemuda itu berbelok membawa perjalanan kembali ke arah danau besar, menempuh arah berlawanan dari istana Naga dan Phoenix.


Xiao Ahnzi yang menunggangi Harimau Putih sempat menawari Xiao Lu Metian untuk berkendara bersama, tapi gadis itu lebih memilih berjalan kaki.


Ye Ming Hao ternyata masih menyembunyikan kemampuan nya, terbukti dengan perjalanan yang dilakukan nya yang dipaksakan agar tampak sangat normal,


Bagaimana pun orang itu berusaha, kelemahannya tetap tertangkap teknik mata ketiga, Xiao Ahnzi yang terkantuk kantuk di punggung Harimau Putih mencoba bersabar dalam permainan Ye Ming Hao.


Setelah perjalanan membosankan selama setengah hari akhirnya mereka sampai ditempat yang dimaksud Ye Ming Hao.


Shu Liu Xin dan kedua orang pengawalnya yang akhirnya memutus kan mengikuti Xiao Lu Metian, merinding dengan aura menekan yang ada di tempat ini.

__ADS_1


"senior,,," Shu Liu Xin berdesis, suara nya nyaris seperti berbisik saat memanggil Ye Ming Hao.


"hmmpp? Ada apa?" Ye Ming Hao tidak memperlihat keadaan seperti orang yang tertekan dengan aura tempat ini.


"apa kita tidak salah tempat?" Shu Liu Xin berbicara begitu dekat dengan telinga Ye Ming Hao.


"tidak,,, aku tahu apa maksud mu,," Ye Ming Hao mengalihkan pandangannya ke arah danau, setelah menghela nafas baru melanjutkan, "danau ini menyimpan misteri yang sangat besar, tidak diketahui makhluk apa yang bersemayam di dalamnya, tapi apa pun itu,selama kalian tidak memasuki danau, tidak akan terjadi sesuatu yang buruk."


Adapun perasaan merinding yang di alami Shu Liu Xin dan dua orang pengawalnya itu, tidak lain karena mereka sangat mengenali sifat demonic beast, subjek tidak terlihat ini jelas jauh di melampaui kemampuan mereka.


Dilain sisi, Harimau Putih yang ditunggangi Xiao Ahnzi, sejak mendekati bagian tepian danau ini sebenarnya sudah berniat melarikan diri, insting demonic beast itu menyatakan bahaya yang sangat besar bersemayam di tempat ini.


Beruntung saat Binatang buas itu mulai menampakkan tanda tanda akan lepas kendali, Xiao Ahnzi segera melakukan sesuatu untuk membuatnya kembali tenang,


Terlepas dari rencana Ye Ming Hao yang entah buruk entah tidak, orang yang paling berbahagia dengan kondisi ini tidak lain adalah Xiao Ahnzi, pangeran ke empat itu memang berniat menyelidiki danau besar yang tidak biasa ini, sesuatu yang tidak biasa, menyimpan hal hal yang tidak biasa juga.


*


*


*


*


Reruntuhan Istana Naga dan Phoenix.


Kontestan mulai berdatangan ke arena Naga dan Phoenix, yaitu sebuah panggung yang memiliki luas lebih kurang seratus meter persegi yang terletak di halaman dalam Istana Naga dan Phoenix.


Xiao Khong Chun yang datang pada hari kedua, merupakan peserta tercepat sepanjang sejarah kompetisi ini di adakan.


Peserta yang lain akhirnya berdatangan di penghujung hari ketiga, termasuk juga di dalam rombongan tersebut, Qin Shi peringkat kedua murid teratas Akademi Tianqi, juga Wan Hao Zhong peringkat ketiga Akademi Tianqi. Namun semua orang dapat melihat ada yang berbeda dengan pemuda itu,sebelah lengan baju nya tampak kosong.


Seorang tetua yang merupakan kolega nya dari wilayah barat segera menghampiri pemuda itu. Kedua nya tampak berbicara dengan suara pelan dan berbisik. Tapi dapat dilihat, perubahan raut wajah tetua tersebut setelah percakapan rahasia itu.


Seorang tetua lain juga tengah berbicara empat mata dengan Qin Shi, entah apa yang di ceritakan pemuda pesolek tersebut,tapi ekspresi tetua tersebut tidak lebih baik di banding tetua yang menemui Wan Hao Zhong.


Setelah pembicaraan pribadi antara mereka selesai, tampak Wan Hao Zhong dan Qin Shi berjalan bersamaan ke atas panggung, kedua nya lalu memilih tempat yang paling dekat dengan seorang pemuda yang sedang bermeditasi. pandangan mata dua orang itu menampakkan kebencian terhadap subjek tersebut.

__ADS_1


Ketua Akademi Tianqi yang berdiri di bagian dalam istana Naga dan Phoenix dapat merasakan Niat membunuh yang di pancarkan tubuh dua orang tersebut,


"apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Xiao Khong Chun menjadi pusat kebencian dari para murid murid ini?"


__ADS_2