Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
078. tidak akan jatuh sendirian


__ADS_3

Xiao Ahnzi tidak ingin bertarung lagi, menghadapi satu saja dia tidak berhasil mengalahkan makhluk penguasa danau tersebut, apalagi harus menghadapi dua sekaligus.


Bagaimana pun Pangeran Ke Empat adalah manusia yang lebih mendahulukan otak dibanding otot, 


"Oii… sudah sudah,, aku mengalah, kita cukupkan saja sampai di sini ya, Naga Hijau yang Hebat…"


meski keadaan tidak menguntungkan,


Anak muda berambut putih seperti salju itu tampak sangat santai di luaran, di dalam,,, otak nya sedang merancang tujuh skenario melarikan diri dengan cara terhormat.


Pusaran air yang bagai tombak penusuk langit itu berpilin dan terus berpilin di udara, saat mencapai ketinggian tertentu, ujung runcingnya tiba tiba menukik tajam ke bawah, tepat ke arah Xiao Ahnzi berdiri.


Pada saat ujung runcing pilar air itu tinggal berjarak sepuluh meter dari sang anak muda, tiba tiba gerakannya berhenti, dua kepala berbentuk pipih mencuat dari dalam pusaran.


Salah satu kepala itu jelas di kenali Xiao Ahnzi, tadinya terdapat enam lembar sungut di kepala tersebut, sekarang hanya tersisa enam lubang yang mengucurkan darah. Dan sebelah lubang hidungnya tampak lebih besar dengan kesan tidak alami.


Sedangkan satu kepala lagi milik seekor ular yang ukurannya sedikit lebih besar dari ular hijau, pada kepala itu tampak tiga tanduk yang berbaris ke belakang,warna sisik nya merah kehitaman. Bahkan aura yang di tebarkan makhluk ini jauh lebih mengintimidasi dibanding aura milik ular hijau 


Karena sekarang telah memiliki sesuatu yang di andalkan, dengan pongah ular hijau itu berkata


" Kau tidak akan hidup lebih lama!! Bicara saja sesuka hatimu, Aku bahkan akan menghabisi semua manusia yang berani memasuki wilayah pegunungan Raja Monster ini  tanpa tersisa.!!!" suara tawa makhluk itu sungguh tidak sedap di telinga.


 


"......." 


Anak muda itu mengangkat satu jari tangan nya, seperti nya akan melontarkan balik sebuah ancaman. Tapi nyata nya jari tangan yang di gerakkan penuh percaya diri itu digunakan untuk menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


Xiao Ahnzi sedang menimbang kekuatan, dia tahu monster di depannya ini tidak akan langsung menyerang secara memba*i buta, sebagai mana layak nya antagonis di dalam setiap cerita yang merasa over power, mereka akan mempermainkan psikologi musuh yang mereka anggap lebih lemah. Dan itu telah terbukti saat dua pilar air yang tiba tiba berhenti di jarak yang begitu dekat di depan mata nya. Sekarang bahkan Pilar air yang megah itu telah luruh ke dalam danau karena mereka melepaskan jurus itu secara tiba tiba.


Dua ekor ular yang tampak mendominasi itu melayang di atas permukaan danau.


Di lain sisi, Melihat luka yang di derita ular hijau di depannya, Xiao Ahnzi yakin kedua subjek di depannya itu tidak akan pernah membiarkannya keluar dari tempat ini dalam keadaan hidup hidup.


Sebenarnya dengan luka yang sekarang di derita makhluk besar dan hijau itu, sedikit tambahan sentuhan sudah cukup untuk mengirimnya ke alam bawah. 


Masalahnya,, sekarang temannya, si ular merah yang memiliki tiga tanduk itu seperti nya siap pasang badan untuk melindungi.


Pangeran Ke Empat pun sempat terpikir untuk mencari bantuan, sayang sekali dia belum tahu di arah mana bantuan itu berada.

__ADS_1


"Eh..aku kan sudah mengalah, kenapa kau masih ingin bertarung!?" Xiao Ahnzi mencoba mengulur waktu.


"Kau mau mengalah?? Haha! Kau sudah melukai saudaraku! Aku tidak mungkin melepaskan mu, meski kau mengaku kalah kau tetap akan mati. " Ular merah yang memiliki tiga tanduk jengkel sekali mendengar kata kata anak muda didepannya yang mengaku mengalah  seakan dia adalah langit yang tertinggi dan mereka berdua tidak akan sanggup mengalahkan nya..benar benar merendahkan.


Disebelahnya,ular hijau tampak mengumpulkan energibdi dalam mulut nya membentuk bola cahaya berwarna hijau, Ular hijau yang membenci pemuda didepannya ini setengah mati, bersiap untuk menembakkan bola hijau dari mulutnya,


Dalam jarak yang sangat dekat itu Xiao Ahnzi tidak punya peluang untuk menghindar, tapi anak muda itu malah menyeringai.


"Bodoh" Xiao Ahnzi menarik pedang nya dari cincin spasial.dengan kuda kuda yang kokoh anak muda itu sepertinya akan membelah sinar hijau yang di tembakkan lawan. dari mulutnya terdengar kata kata


"Baiklah,, sepertinya tidak ada jalan lain"


bola hijau yang ditembakkan ular itu menderu mengejar Xiao Ahnzi, tapi sebelum pedangnya di gerakkan, sebuah pusaran energi tiba tiba muncul di depannya, serangan itu tertelan pusaran energi tersebut.


Pusaran energi itu adalah pusaran dengan daya menyedot yang luar biasa, begitupun ketika di lepaskan kembali, kecepatannya bertambah tiga kali lipat.


Ular merah yang belum mengetahui kemampuan bocah yang jadi lawannya terhenyak kedalam danau saat sebuah pusaran energi muncul diatas kepalanya, dari pusaran energi itu melesat serangan bola hijau yang sebelumnya dilepaskan Ular hijau.


Ular hijau yang memang agak tertinggal dalam berpikir hanya melongo melihat serangannya malah menghantam saudara nya sendiri. 


Ular merah yang merasa dibokong oleh sauranya sendiri, keluar dari dalam danau dengan murka. Ekor nya yang besar segera dikibaskan seperti cambuk menyerang saudara nya, si ular hijau.


Ular hijau yang sedang bingung tidak sempat mengelak. tubuhnya terhempas kedalam danau. beruntung Si Ular merah tidak berniat mencelakai saudara nya sendiri. dengan cepat Ular Hijau itu kembali ke permukaan, tubuh besarnya lalu mengambang di udara.


Ular hijau yang tidak berani membantah si ular merah, menyadari kesalahannya, pandangan mata nya lalu mencari seseorang untuk melepaskan rasa kesalnya. tapi orang itu telah menghilang dari tempatnya.


Saat kedua monster itu sadar mangsa nya telah melarikan diri, ular merah bertambah murka.


Hewan satu ini jelas mengetahui si ular hijau tidak berniat menyerang diri nya sebelum ini, dia marah karena kebodohan saudara nya itu, hanya punya kepala tapi tidak pernah berpikir.


Xiao Ahnzi memanfaatkan celah waktu yang sempit untuk melarikan diri dengan pengerahan teknik pernapasan angin, 


Bagi pangeran keempat yang berencana berumur panjang, melarikan diri dari pertempuran adalah hal yang bijaksana ketimbang mati konyol. Harga diri atau apalah yang orang lain bicarakan, hanya berada pada urutan kesekian, jadi tidak perlu dipikirkan. Yang paling penting itu selamat!


Meski kecepatannya dalam melarikan bukan main, tapi Pangeran ke Empat yakin kedua monster itu dapat mengejarnya dalam waktu yang singkat,


Berdasarkan analisanya dari pergerakan Xiao Lu Metian beberapa hari yang lalu, Xiao Ahnzi berlari terus ke Utara menuju suatu tempat yang mungkin terdapat tenaga bantuan, atau setidaknya jika bantuan itu tidak cukup berarti,,,


dia tidak jatuh sendirian.

__ADS_1


*


*


*


*


Istana Naga dan Phoenix.


Setelah semua orang berkumpul di Arena Naga dan Phoenix, Ketua Akademi yang syok karena peserta yang berhasil sampai di Arena sangat jauh kurang nya dari harapan, akhirnya buka suara.


" Kompetisi Perburuan Naga dan Phoenix periode ini sangat jauh dari harapan kita, disamping banyak nya peserta yang tidak berhasil sampai di Arena, sekarang kita harus dihadapkan pada permasalahan yang sangat berat,,"


Semua orang yang tadi nya sempat terdiam saat mendengar sambutan sang ketua Akademi, kembali rusuh setelah mendengar kata terakhir yang di ucapkan orang tua tersebut,


permasalahan yang sangat berat apa?


Apakah itu ada hubungannya dengan kilatan kilatan yang terlihat di langit?


Pertanda apa itu sebenarnya?


Semua kepala mencoba menerka masalah berat yang dimaksud Ketua Akademi. bahkan murid yang tidak biasa berpikir langsung bertanya kepada teman di sebelahnya apa yang dimaksud sang ketua.


Ketua Akademi yang melihat suasana tidak kondusif itu memberi aba aba dengan mengangkat tangannya supaya murid murid nya kembali tenang. Baru setelah suasana agak tenang, Orang tua itu melanjutkan kata kata nya.


" Jika perkiraan kami, para tetua benar, maka dengan sangat menyesal, aku sebagai ketua Akademi terpaksa membatalkan Kompetisi Perburuan Naga dan Phoenix periode ini!" 


Peserta yang semakin penasaran akhirnya mulai bertanya tanya,


seberbahaya apa keadaan yang mereka hadapi sampai sampai membatalkan acara yang hanya di adakan sekali tujuh tahun ini?


Dengan wajah yang tampak sangat tidak senang dan terpaksa, ketua Akademi lalu menceritakan kisah tentang ular hijau yang menurut rumor hidup di dalam danau besar ditengah pegunungan Raja Monster yang beberapa hari lalu telah dilewati oleh para peserta kompetisi.


Meskipun belum pernah bertemu langsung dengan ular hijau tersebut, Ketua Akademi menceritakan tentang kemungkinan ular hijau itu berhasil menjadi naga, yang bilamana kejadian itu terbukti benar, maka semua orang yang berada di pegunungan Raja Monster berada dalam bahaya.


Hal itu karena perubahan dari ular menjadi naga hanya bisa dilakukan jika ular tersebut mempraktekkan teknik terlarang, setiap teknik terlarang sepanjang sejarah selalu mendatangkan bencana kematian.


"Kami telah menghubungi tetua yang berada di akademi untuk dapat mengaktifkan portal kembali. Tapi sampai saat ini portal kembali tidak bisa di aktifkan, karena array pelindung pegunungan Raja Monster masih sangat kuat, kita masih harus menunggu di tempat ini sampai hari terakhir Kompetisi seperti jadwal semula"

__ADS_1


Mendengar penuturan Ketua Akademi semua orang sampai menahan nafas, jika memang keadaan jadi berbahaya begitu, dan mereka tidak bisa keluar,, berarti sama saja menunggu kematian.


"jangan ada satu orang pun yang meninggalkan arena Naga dan Phoenix ini!" ketua Akademi mengakhiri pidato nya lalu berbalik badan.


__ADS_2