Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
069. Serangan Kadal


__ADS_3

“Keputusan ada ditangan kalian,bukan pada Nona itu”


Xiao Ahnzi kali ini bersikap serius, soal kondisi Shu Liu Xin, anak muda itu tidak berbohong, bahkan jika dua orang pengawalnya ini menolak, Xiao Ahnzi tetap akan mengobati pemuda yang dia rasa memiliki kepribadian cukup baik tersebut.


“Mohon tuan muda lakukan yang terbaik” pengawal yang paling tua akhirnya menyerahkan pengobatan Shu Liu Xin kepada pemuda berambut putih seperti salju itu.


“Baiklah,,tapi apa pun yang kalian lihat, tolong jangan mencoba menghentikan ku, metode pengobatan yang akan ku lakukan tidak akan pernah kalian temui di manapun di daratan ini”


Xiao Ahnzi memberi tanda, ini akan terlihat tidak lumrah.


“Tolong lakukan yang terbaik” pengawal itu serentak bersujud di hadapan Xiao Ahnzi. Membuat anak muda itu sampai menelan ludah mendapat perlakuan yang diluar dugaan tersebut,


“Sebentar,, kalian jangan senang dulu,,”


Kata kata Xiao Ahnzi mau tidak mau membuat ke dua orang itu mengangkat kepala, orang orang itu menunggu kelanjutan kata kata Xiao Ahnzi, pemuda itu lalu melanjutkan,


“Keadaan disini jauh dari kata aman, kalian lindungi aku selama proses pengobatan,”


Usai kata kata nya, Xiao Ahnzi lalu memalingkan kepala kepada Xiao Lu Metian dan berkata “ Nona, seharusnya Anda sudah mampu bertarung lagi bukan?, tolong tahan dulu pendatang baru itu,”


Xiao Ahnzi lalu menarik sebuah pedang dari cincin spasial nya, pedang yang tampak unik, sarung pedang itu terlihat seperti kaca, transparan, gagangnya memiliki ukiran seperti tetes tetes embun, pedang itu lalu diberikan kepada Xiao Lu Metian.


Xiao Lu metian dapat menduga pendatang baru yang dimaksud anak muda itu adalah demonic beast lain yang sedang mendekat, tapi Xiao Lu Metian tidak melihat tanda tanda ada demonic beast disekitar mereka.


Xiao Lu Metian tidak bergerak, mata nya melebar memperhatikan pedang yang diserahkan pemuda asing didepannya, Xiao Lu Metian bahkan belum pernah melihat pedang seindah ini, sekarang pemuda ini menyerahkan pedang yang indah itu seakan menyuruhnya menggunakan, Xiao Lu Metian tidak bisa berkata kata.


“Apa apaan! Keberi pedang sebaik ini malah bengong,dasar udik!”


 Tentu saja kata kata seperti itu tidak benar benar di ucapkan Xiao Ahnzi, bisa celaka tiga belas bila dia berani melakukannya.


“Cepatlah,, mereka sudah datang.”


Xiao Lu Metian terkejut, ternyata orang ini tidak sedang bermain main, kata kata yang dilontarkan orang itu terbukti dalam waktu yang sangat cepat, 


Sosok harimau putih yang sebelumnya rebahan ditanah, tidak jauh dari Xiao Lu Metian, tiba tiba melompat berdiri, posisi nya sekarang membelakangi Xiao Lu Metian, seolah pasang badan.

__ADS_1


sikap Harimau Putih itu mengingatkan Xiao Lu Metian dengan kejadian sewaktu pertama kali binatang itu muncul dan mulai mengikuti nya. 


Satu subjek merayap keluar dari sungai, bentuknya samar samar mirip seekor kadal atau mungkin buaya, jika subjek itu tidak dalam keadaan basah, niscaya kehadirannya akan sangat sulit di deteksi,


beruntung tempat itu memiliki penerangan yang bersumber dari inti api api biru milik Xiao Ahnzi, sehingga makhluk yang ahli berkamuflase itu memiliki sedikit kelemahan. 


Bulir bulir air yang mengisi rongga pada kulit makhluk itu memantulkan cahaya api biru milik Xiao Ahnzi. 


Keadaan telah menjadi gawat, Xiao Lu Metian segera menerima pedang pemberian pemuda berambut putih seperti salju itu. Sewaktu menarik pedang keluar dari sarungnya, gadis itu benar benar takjub, bilah pedang tersebut benar benar seperti kaca, tembus pandang, gagangnya yang berukir seperti tetes tetes air terasa sangat nyaman di genggaman. 


Sementara itu, pertarungan ternyata telah di mulai, Harimau Putih bertaring pedang telah menghadang laju kadal yang ahli ber kamuflase tersebut. Dua demonic beast itu bahkan langsung bertempur dengan sengit. 


"Buka mata dan telinga,!! " swtengah berteriak Xiao Ahnzi memberi peringatan. Setelah memberikan kata kata itu, Xiao Ahnzi berbalik pergi ke arah tubuh Shu Liu Xin yang terbaring ditanah berumput. 


Dua orang pengawal Shu Liu Xin yang sedang kelelahan segera memberi ruang untuk pemuda berambut putih itu, dengan sisa sisa tenaga nya dua pengawal itu menggenggam senjata mereka masing masing, bersiap memasang badan selama proses pengobatan. 


Xiao Ahnzi segera memulai prosesi pengobatan, di awali dengan pemusatan penggunaan teknik mata ke tiga, tanpa babibubebo (maksudnya tanpa basabasi, tanpa malu malu, tanpa perasaan) anak muda itu menghajar Shu Liu Xin yang sedang sekarat.


Tapi semua pukulan dan tendangan anak muda itu dilakukan sangat teliti, mulai dari titik yang disentuh, sampai seberapa besar energi yang digunakan untuk menyentuh, semua nya benar benar presisi, dan sempurna. 


Tapi dimata orang lain, semua itu tidak kurang hanyalah sebuah penganiayaan. 


"Ka.. "


Xiao Lu Metian menahan kata kata nya, karena tiba tiba pengawal Shu Liu Xin bergerak ke depan nya, lalu memberi tanda agar jangan mengganggu, 


Tubuh Shu Liu Xin sampai terangkat dan melayang di udara akibat serangan Xiao Ahnzi, bahkan selama melayang di udara itu pukulan dan tendangan menghujani tubuh pemuda dari utara tersebut. 


Seratus delapan belas pukulan dan tendangan, total serangan yang diterima Shu Liu Xin dari anak muda yang memiliki rambut seputih salju tersebut. 


Begitu serangan berhenti, tubuh Shu Liu Xin langsung terjatuh kembali ke tanah.. 


Xiao Lu Metian yang tidak berkedip menyaksikan cara pengobatan pemuda itu, tanpa sadar menahan nafas, dapat dibayangkan tubuh Shu Liu Xin yang dalam keadaan pingsan itu akan mendapat cidera baru saat tubuhnya membentur permukaan tanah. 


Xioa Ahnzi ternyata Tidak sekejam itu, dengan gerakan yang indah, ia menangkap tubuh Shu Liu Xin, sesaat sebelum menghantam tanah tanpa kendali. 

__ADS_1


Karena terlalu fokus memperhatikan pemuda berambut putih tersebut, Xiao Lu Metian jadi lengah, tanpa dia sadari seekor kadal luput dari hadangan Harimau putih, dengan kecepatan yang tidak main main, kadal itu telah berada tepat dibelakang Xiao Lu Metian, dan melesatkan sebuah cambukan menggunakan ekornya. 


Xiao Lu Metian tidak tahu apa yang terjadi, tiba tiba saja punggungnya dihantam sangat keras, membuat tubuhnya terlempar, dan dari mulut nya memuntahkan darah segar. 


Xiao Ahnzi yang baru saja selesai mengobati Shu Liu Xin acuh tak acuh berkata, “ nah,,karena itu tuan muda ini meminta kalian siaga,,tapi kalian malah melamun,,benar benar merepotkan saja.”


Bukannya segera menolong Kakaknya Xiao Lu Metian, anak muda dengan rambut putih seperti salju itu perlahan menurunkan tubuh Shu Liu Xin, lalu membaringkan tubuh pemuda itu di tanah, tanpa memperlihatkan rasa kuatir sedikitpun dengan kondisi Xiao Lu Metian,


Pangeran ke Empat malah melesat ke arah kadal yang mencelakai kakaknya itu, di tangan Xiao Ahnzi tergenggam sebilah belati yang tampak berkilat dibawah cahaya api biru.


Dari pandangan orang lain, tampak nya pemuda itu hanya menyerang udara kosong, karena air sungai yang semula membuat tubuh kadal yang ahli berkamuflase itu dapat terlihat telah mengering, sekarang kemampuan unik makhluk itu telah kembali. Tubuh kadal itu benar benar menyatu dengan alam.


Hanya percikan darah yang menjadi penanda, bahwa apa yang dilakukan anak muda itu sama sekali bukan lah sebuah ke sia siaan, terbukti setiap sambaran belati itu diselingi suara jeritan dari subjek yang tidak terlihat tersebut. dari cuma percikan darah, sekarang mulai terlihat potongan potongan daging yang berserakan,


Xiao Ahnzi benar benar tidak pernah menahan diri terhadap musuh musuhnya, apalagi cuma sekedar demonic beast.


Bau daging demonic beast kadal itu ternyata sangat busuk, Xiao Lu Metian yang masih dalam kondisi terduduk ditanah setelah punggungnya dihantam ekor makhluk kadal itu berusaha menutup mulut dan hidungnya menggunakan kedua tangan, kondisi Xiao Lu Metian tampak memprihatinkan, pakaian putihnya telah dikotori darah yang tadi sempat dia muntah kan.


Xiao Ahnzi  kembali berkelebat, dua pengawal Shu Liu Xin nampak kewalahan menghadapi subjek yang tidak bisa dilihat dengan mata biasa. dengan teknik mata ketiga kemampuan kamuflase makhluk itu sama sekali jadi tidak berguna. 


Pengawal Shu Liu Xin yang tertua benar benar syok saat anak muda yang baru saja menolong tuan muda nya itu tiba tiba membuat gerakan menusuk tepat di samping telinganya, bahkan wajahnya benar benar pucak saat merasakan cairan yang memercik di wajahnya.


Pengawal Shu Liu Xin itu tanpa sadar meraba telinga nya, dalam prasangka nya orang asing itu telah memotong daun telinganya, untunglah dia masih dapat merasakan benda itu berada pada tempat semestinya,


Percikan darah yang sebagian mengenai wajah pengawal Shu Liu Xin, ternyata juga mengenai Kadal Lain yang ternyata sedang melakukan serangan gelap terhadap kawan pengawal itu, beruntung pengawal yang lain itu sempat menebaskan pedangnya saat melihat darah yang bergerak seakan melayang di udara tersebut.


Tebasan nya ternyata tepat memotong leher binatang itu,membuat seketika itu juga nyawa nya terselamatkan,


Grooaaarrrr


Di Tempat lain, Harimau Putih bertaring pedang nampak berdiri bangga di atas tumpukan bangkai Kadal, tampaknya makhluk itu telah menghabisi lawan lawan nya.


auman nya barusan sebagai bentuk pengumuman bagi siapa atau apa saja yang mencoba mengusik nya akan bernasib seperti bangkai di bawah kaki nya ini.


Xiao Ahnzi tidak lagi merasakan kehadiran yang membahayakan dalam radius satu kilo meter, demonic beast yang awalnya ingin mencoba mendekat akhirnya lari tunggang langgang setelah mendengar auman Harimau Putih bertaring Pedang,

__ADS_1


Pangeran ke Empat berjalan perlahan ke arah Xiao Lu Metian, gadis itu mengalami dislokasi pada tulang lengannya, saat di hantam ekor Kadal yang ahli berkamuflase tadi posisi jatuhnya tidak terkendali, akhirnya Xiao Lu Metian hanya mampu memasang tangan agar bukan kepalanya yang mendarat lebih dulu.


“Coba lihat tangan Nona” tanpa nada Xiao Ahnzi meminta Xiao Lu Metian mengulurkan tangan,


__ADS_2