
“Cincin ini tidak membiarkan siapapun selain pemilik untuk menyentuhnya” ucapan Xu Lian itu terngiang ngiang di benak Xiao Ahnzi, cincin milik si setan tua Cakra memang termasuk pusaka yang langka di dalam dunia beladiri.
Dari keterangan Xu Lian juga Xiao Ahnzi mengetahui kepastian identitas Paman Lan yang sesungguhnya, orang tua itu adalah orang yang dicari Serigala dan kawan kawan selama ini,
Selain masalah di ufuk barat, Xiao Ahnzi juga harus menyelidiki masalah Paman Lan atau sosok yang disebut Alang itu. Meski sempat disinggung juga oleh Xu Lian tentang garis besar masalah benua daratan timur yang sedang kacau, Xiao Ahnzi sama sekali tidak merasa hal tersebut sebagai agenda pribadinya. Persetan dengan masalah seperti itu!. sekarang Xiao Ahnzi hanya harus fokus meningkatkan kekuatan secepat mungkin.
Disinilah anak muda itu sekarang, di lembah berkabut, melintasi jurang yang tidak kelihatan dasarnya sedalam apa, atau apa yang ada di dalamnya,
Perlu diketahui, memang saat ini Xiao Ahnzi tidak lagi di pengaruhi kabut ilusi lembah berkabut, tapi hal yang lebih ganjil adalah, lembah ini seakan menjadi bagian terpisah dari dunia tempat beradanya kerajaan ufuk barat,
Dihadapan Xiao Ahnzi terdapat sebuah jurang dengan beberapa gugusan batu terapung yang membentuk jalur jalur setapak, ketika anak muda itu melewati jalur ke dunia bersalju sebelumnya, Xiao Ahnzi mencoba memeriksa jurang dibawah kakinya, apa yang dilihat anak muda itu sungguh menakjubkan, gumpalan awan putih berlapis lapis,
Xiao Ahnzi mengingat jelas rute perjalanannya dari tebing di bagian belakang perpustakaan ufuk barat, setelah melewati tulang punggung gunung, jelas jelas lembah ini berada di bagian lebih rendah dibanding tebing di ufuk barat,
Bahkan bila Xiao Ahnzi keluar selangkah saja dari kepungan kabut ilusi tersebut maka dengan jelas ia bisa melihat perbukitan besar dibelakangnya,
sebuah keajaiban anak muda itu tidak melihat gumpalan kabut yang harusnya menghalangi pandangan mata, malah keadaan tempat ini seperti siang, terang benderang di mata Xiao Ahnzi.
Tidak seperti jalur menuju dunia bersalju, jalur yang ditempuh Xiao Ahnzi saat ini benar benar mustahil dilalui jika tidak ada keajaiban seperti ini, jarak antara batu terapung yang akan jadi pijakan berbeda beda, ada yang bisa dilewati dengan langkah biasa, bahkan ada yang harus menggunakan lompatan besar, tapi bukan itu bagian tersulit nya, beberapa batu itu selalu bergerak dengan acak.
Xiao Ahnzi sudah separuh jalan, keringat membasahi sekujur tubuhnya, nafasnya juga tampak turun naik, anak muda itu bisa melihat daratan di ujung sana, masalahnya jarak untuk sampai ke batu lompatan selanjutnya sangat jauh, teknik pernapasan udara yang selalu di andalkan Xiao Ahnzi seperti tidak memberi manfaat apa apa semenjak Xiao Ahnzi memilih jalur ini, bahkan saat anak muda kita itu menggunakan qi untuk mempermudah langkahnya, yang terjadi malah sebaliknya, tekanan yang dirasakannya semakin besar, dengan sangat terpaksa Xiao Ahnzi hanya bisa menggunakan tenaga fisik sejauh ini.
Tapi Xiao Ahnzi masih memiliki harapan, sebuah batu lompatan yang bergerak pelan perlahan mendekat, ini mata rantai yang ditunggu Xiao Ahnzi. Begitu batu itu mendekat dan membentuk garis sejajar dengan batu berikutnya, Xiao Ahnzi tidak membuang kesempatan, dengan lompatan besar pangeran ke empat dari ufuk barat itu berhasil melewati rintangan yang menahannya beberapa lama,
Tapi Xiao Ahnzi salah perhitungan, pijakan ini terlalu rapuh, begitu kaki Xiao Ahnzi menyentuhnya batu itu langsung pecah. Mau tidak mau Xiao Ahnzi harus memompa tenaga untuk berlari tanpa henti sampai mencapai daratan di ujung sana. Beruntung jarak antara batu itu tidak terlalu berjauhan,
__ADS_1
setelah mencium bibir tebing, anak muda berambut putih seperti salju itu berhasil mencapai daratan batu, walau beberapa saat harus bergantungan dibibir jurang guna mengumpulkan sisa sisa tenaga, Xiao Ahnzi berhasil mencapai daratan.
“Aaaahhh,,,aku masih hidup,,entah apa dosa moyangku,,”
Xiao Ahnzi merebahkan badannya di atas batu besar itu. Bahkan tanpa sadar anak muda itu ketiduran beberapa lama.
Saat terbangun, Xiao Ahnzi merasa tubuhnya lebih bugar,suasana ditempat itu masih seperti siang yang terang benderang meski tidak diketahui dimana posisi matahari saat itu, dengan dada yang berdebar Xiao Ahnzi mulai menyelidiki tempat dimana ia berada sekarang,
“huuufft kejutan macam apa lagi yang dipersiapkan dewa untuk pangeran yang luar biasa ini?”
tempat ini jelas berada di ketinggian, walau udara nya tipis tapi bisa segera di atasi dengan teknik pernapasan angin, setelah beberapa jauh berjalan tidak terjadi hal hal mengejutkan, daratan itu masih di dominasi batu, beberapa jenis tumbuhan yang dapat tumbuh di tempat ini semua nya dari ordo bryophyta (lumut).
Sebagian besar dari lumut ini tidak dikenali Xiao Ahnzi, tapi seperti yang selalu di pahami Pangeran ke Empat, ‘suatu tempat yang tidak biasa selalu menyimpan hal hal luar biasa,’
Xiao Ahnzi sudah melihat keuntungan yang cukup besar, bahkan anak muda itu belum tahu dimana sebenarnya ia berada sekarang, hanya saja semakin jauh berjalan, Xiao Ahnzi menyadari sesuatu, apa yang di panen nya kali ini, semestinya nya tidak tumbuh dengan sendiri nya, di depan nya terdapat berlarik larik tumbuhan yang logis nya di budidayakan seorang manusia,
Disamping iyu terdapat tanah kosong di antara lajur lajur tumbuhan berusia ribuan tahun itu. Dalam kagum dan kagetnya Xiao Ahnzi sempat berujar
“aiihh bisa ku pastikan, bila harus terkurung beberapa lama ditempat ini, aku akan memakan kalian semua”
Anak muda itu mulai mengambil beberapa yang terbaik dari masing masing lajur tumbuhan dari ordo lumut tersebut,
berjalan semakin jauh Xiao Ahnzi semakin penasaran dengan pemilik kebun lumut ini, orang seperti apa yang mengumpulkan lebih dari sepuluh ribu jenis lumut di tanah berbatu ini?,
waktu terus berlalu, tiada pergantian siang malam yang terjadi, tapi semakin jauh Xiao Ahnzi berjalan semakin anak muda ini merinding melihat betapa langka dan berharganya tanaman di depannya,
__ADS_1
Sampai suatu ketika matanya sekilas melihat kilatan petir halus diantara deretan tumbuhan lumut,
“petir?”
Sekali bergerak Xiao Ahnzi sampai pada tanah lapang yang hanya di tumbuhi lumut seukuran kurang dari telapak tangan, cahaya berpendar sesekali dari sejumput tumbuhan itu,
“jangan bilang,,, itu lumut hati petir,”
Xiao Ahnzi berjalan mendekat, sekarang ia bisa melihat dengan jelas jenis lumut di depan mata nya, itu benar benar lumut hati yamg mengeluarlan percikan petir,
Xiao Ahnzi semakin bersemangat dan tidak sabar untuk memetik harta karun surgawi itu, tapi tinggal beberapa langkah lagi dari tumbuhan ajaib itu Xiao Ahnzi dikejutkan cahaya berpendar yang tiba tiba keluar dari tubuhnya sendiri,
!!!
"eh?"
dengan cepat cahaya berpendar itu terbang dan langsung membenamkan diri di kumpulan lumut hati yang mengeluarkan energi yang sama.
“Hei kau,,,!!
Xiao Ahnzi tahu apa yang akan dilakukan makhluk kecil miliknya tapi sudah terlambat untuk mencegah,
makhluk kecil itu sudah tenggelam didalam kilatan petir mini, jika diperhatikan dengan seksama, sekelompok kecil lumut hati itu ibarat padang petir abadi dalam versi yang sangat mungil,
bedanya adalah jika di padang petir abadi makhluk berpendar itulah penguasanya,sedangkan saat ini lumut lumut itu yang jadi penguasa.
__ADS_1
Ratusan petir halus menghajar makhluk berpendar milik Xiao Ahnzi, terdengar suara seperti suara burung mencicit tiap kali gelombang petir menerpa tubuh kecilnya.
Xiao Ahnzi merasa dada nya berdenyut nyeri tiap kali sambaran petir dari lumut hati petir menghantam mahkluk kecil sumber petir miliknya. Makin lama bukan nya berkurang, malah rasa sakit itu semakin bertambah, bahkan mulai ada rembesan darah disudut bibir anak muda itu.