
arena tubuhnya tidak bisa melewati celah itu, Xiao Ahnzi mencoba mendorong salah satu pilar, tapi pilar itu tidak bergeming,
"Atau aku hancurkan saja batangan sialan ini?"
Demikianlah entah berapa lama Xiao Ahnzi menjadikan kedua pilar itu sasaran serangan, bahkan setelah mencoba membakarnya menggunakan inti api api biru, kedua pilar itu sempat terbakar, tapi beberapa detik kemudian api nya padam dan pilar itu kembali utuh.
"apa pakai petir saja?"
Kesempatan untuk menguji kekuatan baru petirnya, Xiao Ahnzi bahkan mengerahkan energi spritual nya sampai puncak,dalam kondisi prima Xiao Ahnzi bisa menciptakan petir tunggal untuk menghancurkan satu objek.
Tapi hasilnya hampir sama seperti saat menggunakan inti api api biru, sesaat pilar itu bergetar seperti akan meledak, tapi tiba tiba energi petir itu lenyap di redam kekuatan aneh dari pilar.
Setelah mencoba berbagai cara untuk menyingkirkan kedua pilar itu, Xiao Ahnzi akhirnya menyerah, arti dari semua ini sudah sangat jelas, dia harus mengikuti aturan main yang ditetapkan pembuat pilar ini.
Aturan main tidak tertulis itu yaitu Melewati celah sempit itu tanpa tawar menawar terhadap kedua pilar.
“Apa yang harus aku lakukan?”
Xiao Ahnzi memutar otak, menggali ingatannya,
tidak berlebihan jika dikatakan anak muda ini adalah perpustakaan berjalan karena tidak perlu waktu lama sampai ia menemukan sebuah cara, “jurus perontok tulang”
Kitab ini ditemukan Xiao Ahnzi di jurang kematian beberapa tahun lalu, saat itu, setelah membaca hingga tuntas, Xiao Ahnzi tidak tertarik sama sekali untuk mempelajari kitab aneh ini, tapi kemampuannya dalam mengingat bacaan memang tiada tandingan meski tidak mempelajari lebih lanjut dan mempraktekkannya, kali ini Xiao Ahnzi dengan mudah bisa mengingat detail kitab tersebut.
Karena semangatnya yang menggebu gebu, Xiao Ahnzi mengabaikan ladang lumut dan mulai mempelajari kitab perontok tulang. Butuh waktu beberapa lama bagi Xiao Ahnzi untuk menguasai jurus tersebut, tapi anak muda itu sendiri tidak tahu berapa lama persisnya waktu yang telah terlewati,
tanpa sepengetahuan XIao Ahnzi, bila di konversi ke waktu di benua daratan timur anak muda itu total telah menghabiskan enam bulan di dunia asing ladang lumut tersebut,
“Aiiishh..aku benar benar lamban mempelajari teknik baru,,”
tidak dapat di pungkiri, Xiao Ahnzi merasa kecewa dengan kemampuannya dalam seni beladiri, bagi sebagian jenius, jurus perontok tulang mungkin bisa dipelajari dalam hitungan jam atau hari, tapi Xiao Ahnzi jauh berbeda, waktu belajarnya terlalu lama, peningkatan praktik kultivasinya juga sangat lambat.
Tapi sebenarnya tidak juga seperti itu, jurus perontok tulang ini misalnya, jika mengikuti petunjuk di dalam kitab hasil maksimal akan membuat ukuran tubuh seorang pria dewasa menjadi seukuran anak anak berusia sembilan atau sepuluh tahun, jurus yang di khususkan untuk tujuan escape atau meloloskan diri dari penjara ini kerap kali di anggap tidak berguna di daratan tempat benua asalnya, hal itu bahkan dijelaskan di bagian pendahuluan di halaman tersendiri kitab tersebut.
Xiao Ahnzi tanpa sadar selalu membuat apa pun seni beladiri yang di pelajari nya lebih sempurna, hasil yang di dapat nya selalu melampaui apa yang di dapat pendahulunya. Itu adalah alasan utama kenapa anak muda ini terkesan lamban dalam mempelajari sesuatu.
__ADS_1
Setelah menyempurnakan jurus perontok tulang, tubuh Xiao Ahnzi tidak mengalami perubahan ukuran, tapi sesuatu yang lebih luar biasa, tulang tulang di tubuhnya jadi fleksibel seperti tulang ular,
Xiao Ahnzi sudah menunggu sangat lama untuk bisa memasuki celah dimensi ini, tanpa menunda waktu lagi anak muda yang sekarang sudah berusia lima belas tahun, dengan praktik di forging qi tingkat sepuluh, dengan penuh percaya diri melewati celah sempit itu,
Tidak seperti sebelum sebelumnya, kali ini Xiao Ahnzi berhasil lolos dengan sempurna, tidak ada bagian tubuhnya yang tersangkut di antara dua pilar,
Dantian lubang hitam langsung bereaksi ketika merasakan aliran qi yang sangat murni, pemandangan yang terhampar di depannya adalah bagian dalam sebuah istana, dinding dindingnya dipenuhi ornamen klasik, beberapa lukisan besar terpajang di dinding,
Guci guci keramik dengan aneka hiasan, mulai dari ukiran naga, sampai berukir bunga, semua tertata indah, keadaan benda benda itu sangat bersih seperti di lap tiap hari.
tapi dari sekian banyak benda antik itu mata Xiao Ahnzi terpaku pada satu lukisan,
Entah bagaimana,menurut Xiao Ahnzi lukisan tersebut terasa sangat hidup, seorang pria digambar dari depan, sebuah gambar teratai berwarna biru terpahat di keningnya, dengan potongan rambut shaggy sebahu, alis nya bagai kepak sayap elang, shading pelukis ini sungguh luar biasa bahkan mampu membuat orang mengetahui subjek di dalam lukisan memiliki hidung yang mancung, mata nya seakan menatap tajam pada setiap orang yang memandangi lukisan itu,
Ada wibawa yang besar dari tatapan matanya, hal yang membuat Xiao Ahnzi segan untuk beradu tatapan mata, merasa pria dalam lukisan sedang menatap tajam kepadanya, tanpa sadar Xiao Ahnzi mengusap tengkuknya yang terasa dingin
“apa apaan lukisan ini,,,”
Xiao Ahnzi mencuri pandang, tapi sungguh terkejut ketika sudut bibir pria dalam lukisan itu tertarik membentuk sebuah senyum.
sebuah suara yang renyah menggema di dalam ruangan, Xiao Ahnzi sampai terlonjak karena kaget, Lukisan itu berbicara!
tapi bukan Xiao Ahnzi jika tidak cepat mengendalikan diri.
“Kau,,,bisa bicara?”
Anak muda itu sejenak beradu mata dengan subjek didalam lukisan,
“Hmmp, kau kira yang barusan itu kentut?” bahkan ekspresi patung itu berubah seiring bibirnya yang ikut bergerak,
Xiao Ahnzi tertawa melihat reaksi lukisan ini, instingnya tidak menangkap ada nya bahaya.
“Aiiiyaaa,,,aku benar benar mendapat jarahan luar biasa kali ini”
Xiao Ahnzi melangkah lebih dekat, tanpa menghiraukan tatapan tidak suka dari subjek didalam lukisan, anak muda itu mulai memeriksa bagian belakang lukisan
__ADS_1
“Aa-apa yang kau lakukan?” suara pria dalam lukisan sedikit gugup, karena tidak menyangka anak muda itu berani berbuat seperti itu.
“Jangan berisik,, aku akan membawa mu, aku yakin bisa di jual mahal!” Xiao Ahnzi menjawab dari balik lukisan,
“Gila!” subjek dalam lukisan sewot, lukisan itu tiba tiba bergerak sendiri mengemplang kepala Xiao Ahnzi
“Auu jangan kasar dong!” kepala anak muda itu benar benar terjepit di antara lukisan dan dinding.
“Tidak tahu malu!” subjek di dalam lukisan bersuara datar. "Keluar dari punggungku!"
Lukisan itu bergerak memberi ruang untuk si anak muda, Xiao Ahnzi menarik kepalanya keluar dari celah dengan dinding.
"entah dosa apa yang kau lakukan,, bagaimana kau bisa sampai kesini?" subjek dalam lukisan buka suara ketika anak muda itu berdiri di depannya.
"mengikuti petunjukmu,,," Xiao Ahnzi menjawab sambil tangan nya memijit-mijit kepala yang habis terjepit.
"omong kosong" sepasang alis pria dalam lukisan sampai terangkat.
Xiao Ahnzi mengedikkan bahu "terserah"
"bagaimana kau melewati kabut ilusi?" pria dalam lukisan penasaran.
"... Oh jadi itu karena kamu,, aku tidak melihat kabut apa apa,, tapi iya juga, banyak yang bilang nama tempat itu lembah berkabut,, " Xiao Ahnzi tahu memang terdapat kabut ilusi di sana.
".....jadi kau melihatnya?"
"batu apung itu?" Xiao Ahnzi balik bertanya,
"...." ekspresi pria dalam lukisan kembali berubah.
"tentu saja, aku hampir mati karena ulahmu,,,sialan!" telunjuk Xiao Ahnzi menempel di kening pria dalam lukisan.
"singkirkan tanganmu!" pria itu bersuara datar.
Xiao Ahnzi menarik tangannya, "hmpp kalau aku sampai mati di sana, arwahku pasti akan memburu mu walau sampai ke ujung dunia!" Xiao Ahnzi menyukai lukisan yang ekspresif itu, benar benar ingin mempermainkannya lebih jauh.
__ADS_1
"kenapa kau tidak mati saja di sana?, atau mati setelah menghirup udara beracun di kebun lumut milikku?" sebuah seringai muncul dibibir pria itu. "kau bisa jadi pupuk yang bagus kurasa."